Connect with us

Musik

Grand Final Indonesia Idol X, Ini Harapan Para Juri

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Masyarakat Indonesia sudah tidak sabar menanti hadirnya bintang dan idola baru pada ajang Grand Final Indonesian Idol X.

Ajang bergengsi ini akan digelar di Studio RCTI+, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (24/2) pukul 21.00 WIB dan disiarkan secara langsung di layar RCTI.

Masyarakat ingin menyaksikan persaingan ketat antara Tiara Anugrah dan Lyodra Ginting untuk merebut sebanyak mungkin vote menuju idola baru Indonesia.

Maia Estianty, salah seorang juri pada ajang pencarian bakat tersebut telah memasikan persaingan di antara kedua kontestan, yang memiliki karakter suara yang khas.

Situasi ini membuat para juri akan bekerja keras mengantarkan sang juara kepada masyarakat Indonesia.

“Keduanya selalu tampil bagus, tidak mengecewakan. Sama-sama punya kemampuan untuk menjadi seorang penyanyi yang berkualitas. Tinggal nanti penyesuaian aja, bagaimana bisa bersaing di industri musik kita,” jelas Maia Estianty, dalam jumpa pers di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/2).

Ajang Indonesian Idol X menjanjikan hadiah menggiurkan bagi sang juara, diantaranya satu unit mobil dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Hanya saja, Maia memilih agar kedua kontestan tidak hanya melihat hadiah utama tersebut. Yang lebih penting adalah masa depan para kontestan ini diharapkan tetap eksis dan berkarya meramaikan industri musik Indonesia.

“Yang paling penting, menurut saya, keduanya bisa menginspirasi para generasi muda untuk terus berkarya. Artinya, semangat untuk menghasilkan karya itu tidak boleh berhenti,” anjur Maia yang memastikan Tiara dan Lyodra akan terkenal dan terjun langsung ke industri musik Indonesia.

“Kalau ditanya, apakah mereka bisa mewakili pasar musik Indonesia, ya, mereka mewakili,” imbuhnya.

Juri Indonesian Idol X lainnya, Judika juga membenarkan pendapat Maia. Bahkan, Judika meramalkan bahwa momen ini akan menjadi Grand Final yang berdarah-darah.

“Tahun ini banyak pesertanya yang bagus. Wanitanya kuat-kuat. Mereka berdua layak berada di Grand Final. Ini bakal jadi Grand Final yang berdarah-darah. Keduanya punya keunggulan masing-masing,”ucap Judika.

Sementara Ari Lasso menaruh harapan agar kedua grand finalis dapat menginspirasi calon kontestan Indonesian Idol di masa mendatang.

“Semoga mereka bisa semakin meneguhkan bahwa Indonesian Idol ini bukan hanya kompetisi menyanyi, tapi melahirkan bintang dan idola di Indonesia,” pungkas Ari Lasso. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Fariz RM Meriahkan Ulang Tahun ‘Sakura’ Sambil Ajak Berdonasi Bagi Para Pekerja Seni

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Fariz Rustam Munaf berhasil mengobati kerinduan penggemarnya di Indonesia dan mancanegara melalui Fariz RM Anthology dalam Konser 7 Ruang live streaming yang diprakarsai DSS Music, Sabtu (4/7) malam.

Selama 80 menit Fariz RM menghibur penonton,  sejak melepas Penari dari album Kronologi (1997) sebagai lagu pembuka dalam konser yang dipandu Donny Hardono, CEO DSS Music.

Penampilan Fariz RM sebagai vokalis, piano dan synthesizer semakin sempurna, berkat dukungan prima para musisi, seperti Eddy Syakroni (drum), Adi Dharmawan (bass), Michael Alexander (gitar), Iwan Wiradz (perkusi), Eugen Bounty (saxophone).

Apalagi, permainan musik mereka ditunjang oleh racikan tata suara kualitas sempurna suguhan Don Sistem Suara Indonesia, membuat Fariz RM merasa nyaman mempersembahkan lagu 8 lagu nostalgia.

Menariknya, Fariz RM dan Donny Hardono mewarnai konser 7 Ruang dengan canda ringan lewat live chat kepada para penggemar. Sebut saja, Andre Hehanusa, Memes, Ruth Sahanaya, hingga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Keduanya kompak mengajak para penggemar agar ikut berdonasi bagi pekerja seni dan para kru panggung hiburan yang kehilangan pekerjaan, menyusul pandemi Covid-19 di Tanah Air sejak 4 bulan silam.

Fariz Rustam Munaf.

Usai membawakan Penari, Fariz RM beralih ke lagu Sungguh dari album Fashionova (1989), Hasrat dan Cita dari album Peristiwa 77-81 (1982), Suzie Bhelel dari album Fashionova (1989), Nada Kasih dari album Do Not Erase (1987).

Jelang menyanyikan lagu Sakura, Fariz RM mengumumkan bahwa pada tanggal 4 Juli merupakan ulang tahun album Sakura genap 40 tahun.

“Ini album kedua saya setelah Selangkah ke Seberang sebagai album pertamaLagu Sakura terinspirasi dan menjadi theme song film Sakura Dalam Pelukan garapan sutradara Fritz G Schadt,  yang dibintangi oleh Liem Swie King dan Eva Arnaz,” kenang Fariz RM.

Di hari ulang tahunnya, lagu Sakura pun mendapat perlakuan istimewa dari Fariz RM yang sengaja menghadirkan bintang tamu, musik pianis muda Yongky Vincent. Permainan piano Yongky yang lincah, kemudian diikuti gebukan perkusi oleh Iwan Wiradz, gitar oleh Michael Alexander dan Saxophone oleh Eugen Bounty. Semuanya menghasilkan warna baru pada lagu Sakura.

Tanpa jeda, Fariz RM beralih ke lagu Selangkah ke Seberang (1980) dan lagu Barcelona dari album Living in the Western World (1988), sebelum menutup konser Konser 7 Ruang dengan lagu Persimpangan dari album Romantic (1983).

Menjawab pertanyaan wartawan, Fariz RM mengaku tidak pernah terpikir kalau karya-karyanya disukai oleh lintas generasi hingga saat ini. Ini dibuktikan oleh sejumlah kalangan milenial yang ikut berdonasi bagi pekerja seni.

“Ini sebuah kehormatan bagi saya, ternyata mereka menyukai karya saya,” ujar Fariz RM sambil mengatup kedua telapak tangannya.

Melalui Konser 7 Ruang pula, Fariz RM juga mengabarkan bahwa semua karyanya sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital, seperti Apple Music, Spotify.

“Dapatkan di platform digital, Original 2020 yang diterbitkan Fariz RM Management,” ujar Fariz RM berpromosi.

Selama konser Konser 7 Ruang, rekening donasi DSS Music yang dibuka di BCA dengan nomor 755035.47777 terus bertambah, hingga mencapai Rp 59,5 juta pada akhir Konser 7 Ruang. Jumlah tersebut diharapkan masih akan terus bertambah.

“Terimakasih untuk donatur. Kami akan menyalurkan donasi Anda bagi pekerja seni, kru produksi dan masyarakat yang terdampak Covid-19,” seru Fariz RM dan Donny Hardono. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Fariz RM dan DSS Music Gelar ‘Konser 7 Ruang’, Ajak Berdonasi untuk Pekerja Seni

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Fariz Roestam Munaf alias Fariz RM merupakan salah satu musisi senior yang memanfaatkan konser live streaming sebagai medium interaksi agar tetap dekat pecinta musik di Indonesia, bahkan dunia.

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, tercatat sudah 3 kali Fariz RM mengadakan konser. Fariz RM memulai dari Konser 7 Ruang bersama 7 Bintang + Vina Panduwinata saat merilis Buatlah Dunia Tersenyum Kembali. Selanjutnya Fariz RM bersinergi dengan komunitas DJ T-Bunc Collaboration.

Terbaru, Fariz RM Anthology akan manggung bersama DSS Music dalam Konser 7 Ruang. Konser ini akan berlangsung besok, Sabtu (4/7), mulai pukul 20.00 WIB, yang akan disiarkan pada kanal TouTube DSS Music.

“Ini adalah upaya kami untuk tetap dekat dengan pecinta musik Nasional. Kami akan mengajak masyarakat berdonasi bagi pekerja seni dan produksi hiburan yang terdampak oleh pandemi Covid-19,” ujar Permata Warokka selaku Managing Director FRM Management, Kamis (2/7).

Permata Warokka bersama Fariz RM

Permata yang juga istri Fariz RM membenarkan bahwa pandemi Covid-19 telah banyak menyengsarakan masyarakat, telah menjadi keprihatinan yang dalam bagi FRM Management untuk mengadakan aksi berdonasi.

“Kebetulan kami masih mendapat kesempatan dan kemampuan oleh Allah SWT, maka kami akan terus berpartisipasi, semampu dan sebisa kami untuk membantu masyarakat, khususnya sesama pekerja seni,” ujar Permata Warokka.

“Kami berharap, kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan semangat positif dan bisa mengajak pihak-pihak lain untuk melakukan hal yang sama, bergerak secara nasional, membantu saudara- saudara kita yang saat ini sedang membutuhkan bantuan,” pinta Permata Warokka.

Seperti diketahui, Konser 7 Ruang yang berdurasi 80 menit tersebut merupakan prakarsa DSS Music, bekerja sama dengan para musisi Nasional. Mereka adalah Fariz RM (vokal / piano dan synthesizer), Edi Syakroni (drum), Adi Dharmawan (bass), Iwan Wiradz (perkusi), Eugen Bounty (saksopon) dan Mike Alexander (gitar).

“Fariz RM Anthology dan management merasa nyaman bekerjasama dengan DSS Music yang dikomandani Mas Donny Hardono,” imbuh Permata. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Terbaru dari Ayy Srie, Single ‘Aku Bukan Boneka Mu’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Depok – Memasuki era kenormalan baru atau new normal, manajemen Seven Stars langsung berbenah, menampilkan para penyanyinya. Salah satunya, Ayy Srie yang memperkenalkan single terbaru berjudul Aku Bukan Boneka Mu.

Lagu ciptaan Donkinol ini menjadi single keempat bagi wanita kelahiran Purwakarta, Jawa Barat ini. Ia pun menolak anggapan bahwa single terbaru tersebut meniru lagu Kekeyi Bukan Boneka yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat.

Aku Bukan Boneka Mu, lagunya koplo banget, bercerita soal selingkuh gitu. Lirik dan iramanya juga beda banget dengan lagu yang pernah ada,” ujar Ayy Srie yang ditemui di kawasan Cinere, Depok, Rabu (1/7).

Atas dasar berbagai perbedaan tersebut, Ayy Srie berharap single yang sudah tayang laman YouTube tersebut tidak mengundang polemik dari pecinta musik Tanah Air.

Mudah-mudahan enggak jadi polemik, ya. Aku niatnya berkarya. Enggak mau membuat sensasi. Lagu ini musiknya koplo, enak didengar. Berbeda jauh dari yang lain konsepnya,” ujar ibu dari bayi Muhammad Abrarzio Jusrin (2 bulan).

Meski demikian, Ayy Srie mengaku siap menghadapi, apabila ada tudingan dari masyarakat seputar judul single terbarunya.

“Kalau dibilang pansos, enggak masalah. Manajemen juga bilang enggak masalah. Yang penting bukan ngejiplak, wong lirik dan iramanya beda, kok,” imbuh Ayy Srie, yang sebelumnya sudah mengeluarkan 3 single, yakni Cahaya, Tak Ingin Dua Kali dan Ulem Temanten.

Ayy Srie menjelaskan bahwa single Aku Bukan Boneka Mu berbeda dari tiga sebelumnya.

“Kalau tiga lagu sebelumnya diiringi musik yang lebih kalem, sedangkan yang sekarang lebih ngebeat, mengajak orang bergoyang,” kata Ayy Srie yang melakukan syuting video klip Aku Bukan Boneka Mu  usai melahirkan.

“Seperti sekarang membawa bayi, aku juga bawa bayiku saat syuting video klip, karena aku enggak mau jauh-jauh dari anakku. Aku ingin tetap menjadi ibu yang baik,” pungkas Ayy Srie. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending