Connect with us

Sinetron

Hana Saraswati Ungkap Tantangannya Main Sinetron ‘Buku Harian Seorang Istri’

Published

on

Hana Saraswati (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Sebuah kebanggaan bagi aktor maupun aktris jika berhasil memenuhi tuntutan memerankan karakter yang pas sesuai cerita. Bila perlu, mengubah penampilan, seperti memotong rambut serta melakukan diet guna menurunkan berat badan.

Aktris Hana Saraswati melakukan semuanya dalam sinetron terbaru, berjudul Buku Harian Seorang Istri (BHSI). Sinetron ini siap tayang di layar SCTV, mulai Selasa, 12 Januari 2021 pukul 18.20 WIB mendatang.

Sutradaranya, Maruli Ara, menuntut Hana Saraswati memainkan karakter Alya, sosok sekretaris pribadi.

“Ini sebuah tantangan. Aku harus potong rambut yang lumayan banget dan aku harus diet yang lumayan banget. Kebetulan tokoh Alya ini sosok perempuan sensual, tapi gimana caranya mengemas agar sensual yang classy, sensual tanpa harus baju terbuka,” ujar Hana dalam jumpa pers virtual, Kamis (7/1/2021).

Untuk menurunkan berat badan, Hana Saraswati mengaku tidak lagi mengonsumsi makanan sejak menjelang malam. Diet tersebut Hana imbangi dengan olah raga.

“Hasilnya, sekarang berat badan aku sudah turun 7 kilogram. Belum maksimal tapi sudah menuju maksimal,” jelas Hana yang pernah main di sinetron Anak Jalanan dan Anak Langit.

Selain Hana Saraswati, sinetron produksi SinemArt ini juga memasangkan Zoe Jackson dan Cinta Brian sebagai pemeran utama.

Ketiga bintang tersebut masih didukung oleh kehadiran Antonio Blanco, Mahdy Reza, Dian Nitami, Asha Asuncao dan Umar Lubis.

Buku Harian Seorang Istri bercerita tentang kisah tragis harus menimpa Nana (Zoe Jackson) yang menikah di usia muda. Nana terpaksa harus menikah dengan Dewa Buwana (Cinta Brian) atas permintaan ayahnya, Wawan (Umar Lubis).

Rumah tangga ini ternyata tidak membahagiakan seperti yang Nana idamkan. Demikian pula Dewa Buwana, terpaksa menikahi Nana lantaran dijebak Wawan, yang telah menabraknya, dari pada masuk penjara.

Hidup berumah tangga tanpa dilandasi cinta membuat Nana tersiksa. Di sisi lain, Dewa justru mencintai sekretarisnya, Alya (Hana Saraswati), mereka merencanakan pernikahan.

Hanya saja, niat Dewa tersebut terhalang restu dari mamanya, Farah (Dian Nitami), yang mengetahui bahwa Alya bukanlah perempuan yang baik.

Meski ditentang ibunya, Dewa tetap menjalin hubungan cinta dengan Alya secara terbuka di depan Nana. Tingkah laku Dewa demikian, membuat Nana kian sedih meski belum menggoyahkan tekadnya mempertahankan rumah tangga demi sang ayah.

Berbagai konflik pun terus bergulir yang membuat situasi Nana kian rumit. Salah satunya adalah kehadiran mantan pacarnya, Rony (Mahdy Reza), yang masih mencoba coba Nana untuk kembali menjalin hubungan. Padahal, Roni sudah menikah dengan Livia (Asha Assuncao), adik dari Dewa.

Belum lagi, Adhi (Antonio Blanco) yang selalu hadir pada saat Nana merasa perlu bantuan.

Akankah Nana bertahan hidup berrumah tangga dengan Dewa? Atau, kehadiran Rony dan Adhi justru akan membuat Nana goyah hingga rela melepaskan Dewa?

Anda penasaran dengan perjalanan kisah Nana di Buku Harian Seorang Istri? Jangan lewatkan setiap episodenya, tayang di SCTV, mulai Selasa, 12 Januari 2021 pukul 18.20 WIB mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Intan Permata dan Bima Samudra Tak Canggung Beradegan Mesra di Sinetron ‘Angling Dharma’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Bagi penggemar serial kolosal ‘Angling Dharma’, pasti tidak asing lagi dengan Patih Batik Madrim dan istrinya Dewi Kusuma Gandawati. Kedua tokoh tersebut akan diperankan oleh aktor Bima Samudra dan aktris Intan Permata.

Keduanya akan adu akting sebagai suami istri dalam sinetron kolosal ‘Angling Dharma’ yang siap tayang di aplikasi Maxstream. Bima dan Intan mengaku tak canggung saat harus beradegan mesra layaknya suami istri.

“Chemystry dapat banget ya, klop gitu, karena memang keseharian bersahabat,” tutur Intan Permata, Senin (20/9/2021).

Intan Permata mengaku sering berdiskusi tentang akting yang dilakoninya tersebut dengan Bima Samudra.

“Di lokasi syuting kita sharing bareng, saling dukung saja saat beradu akting,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Bima Samudra yang mengatakan tak canggung saat beradegan dengan Intan Permata yang berperan sebagai Dewi Kusuma Gandawati.

“Kami latihan silat bareng, karena ini kan sinetron kolosal ya. Kita saling dukung aja, saling evaluasi jika ada kekurangan, saling support,” terangnya.

Intan dan Bima berharap sinetron yang mereka bintangi tersebut digemari masyarakat Indonesia.

“Semoga akting kita bagus dan cerita sinetronnya juga menarik, di sinetron ini memang ada suka dan dukanya dan itu pengalaman berharga buat kita,” tandas Intan Permata.

Continue Reading

Sinetron

Shanice Margaretha Cerita Pertama Main Sinetron ‘Naluri Hati’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Memasuki pekan ketiga sinetron ‘Naluri Hati’ tayang di SCTV, setiap hari pada pukul 21.30 WIB. Aktris Shanice Margaretha Lie mengenang masa-masa awal pertama kali terjun ke sinetron striping, yakni di sinetron ‘Naluri Hati’.

Semua berawal dari tawaran rumah produksi SinemArt. Tawaran untuk main di sinetron, meski hal baru baginya tidak disia-siakan, seperti diceritakan gadis berusia 24 tahun ini kepada wartawan, Jumat (17/9) sore.

Shanice memang sudah membintangi lebih dari dua puluh judul FTV dan sebuah film layar lebar.

“Ini striping pertama, rasanya wow amazing, seru. Dapat cerita yang enggak biasa penggarapannya dari SinemArt. Enggak ‘kaleng-kaleng’,” ujar Shanice, didampingi Samuel Zylgwyn dan Brian Mckenzie.

“Dapat lawan main, para senior pula. Memang kami ada gap usia, tetapi mereka awet muda dalam hal selera, bercanda, sehingga asyik-asyik aja diajak berdiskusi tentang akting,” ujar Shanice yang berharap karya mereka disukai pecinta sinetron Tanah Air.

“Syuting di Bali, juga seru. Bisa kerja sambil refresihing. Ha ha ha,” celoteh Shanice riang.

Menariknya, sutradara Gita Djun memercayakan Shanice memainkan karakter gadis yang mengalami amnesia partial (ketidak mampuan mengingat beberapa orang dalam jangka waktu tertentu). Di satu sisi, Shanice sebagai Dinda, lalu di sisi lain menjadi sosok Nayla.

Karakter Shanice yang demikian, membuat penonton selalu terbawa perasaan. Pada episode 17, misalnya, Shanice yang memerankan Nayla sedang tidur, kemudian bermimpi didatangi pria asing, yang diperankan Anwar Fuadi.

Nayla sama sekali tak mengenali sosok pria itu, namun merasa pernah bertemu di satu tempat. Karena hilang ingatan, Nayla tak bisa menemukan jawaban atas mimpinya.

Nayla lalu mencari tahu tentang mimpinya dengan menemui ibu sambungnya, Rina (Debby Cinta Dewi). Dia datang ditemani kekasihnya, Zain (Samuel Zylgwyn). Perlahan mimpi itu mulai menemukan jawaban. Dari sini sedikit terungkap tentang sosok Nayla.

Demi menguatkan karakternya sebagai penderita amnesia partial, Shanice mengaku tidak perlu jauh-jauh belajarnya. Informasinya didapat dari media sosial, lalu dilengkapi dengan arahan sutradara.

“Baik sebagai Nayla maupun Dinda, kartakternya sama, yakni jago beladiri, ceria, peyayang dan tidak mendendam,” jelas Shanice yang membintangi film Persahabatan Bagai Kepompong ini.

Shanice membenarkan dirinya sebagai Nayla pacaran dengan Zain, sosok pengusaha yang ganteng, pemberani, berwibawa dan bertanggung jawab. Di sisi lain, saat sebagai Dinda, ia digadrungi oleh Sandy, seorang vokalis band.

Kekuatan karakter yang diperankan oleh masing-masing pemain, membuat sinteron ‘Naluri Hati’ mendapat sejumlah pujian dari netizen dan pemirsa SCTV. (Tumpak S. Foto-foto: Instagram)

Continue Reading

Sinetron

Choky Andriano Jadi Raja nan Jahat di Serial Kolosal Terbaru, ‘Angling Dharma’

Published

on

By

Choky Andriano (Instagram: ck.andriano)

Kabarhiburan.com – Wajah aktor Choky Andriano tentu sudah tidak asing lagi bagi penggemar serial kolosal Indonesia. Dia juga membintangi puluhan FTV. Bakat aktingnya semakin terasah, sejak pertama kali memerankan tokoh antagonis, di serial ‘Angling Dharma’ (2000 – 2005).

Menyusul serial kolosal lainnya, seperti ‘Karmapala’, ‘Misteri Gunung Berapi’, ‘Nyi Roro Kidul’, ‘Tutur Tinular’, ‘Brama Kumbara’, dan masih banyak lagi judul serial yang pernah dibintangi pria berusia 38 tahun ini.

Perjalanan panjang karirnya sebagai aktor, telah membentuk kemampuan Choky memerankan tokoh kerajaan yang mumpuni. Tak heran, hingga saat ini Choky masih akan wira-wiri karena Choky akan tampil di serial kolosal terbaru, berjudul ‘Angling Dharma’.

“Bermain sinetron laga memang sudah sering banget, memerankan tokoh-tokoh ksatria. Di sinetron sekarang, saya berperan sebagai Syudawirat, sosok Raja Malwapati yang hanya bersifat sementara menjadi raja,” tutur Choky Andriano.

Serial ‘Angling Dharma’ terbaru ini akan ditayangkan melalui aplikasi Maxstream. Ayah tiga anak ini akan beradu akting dengan Diana Dee, Afdal Yusman, dan Alyrine Jasmine.

Choky mengaku tidak asing lagi dengan karakter Syudawirat yang antagonis, tokoh yang pernah diperankannya pada tahun 2000 silam.

“Saya memerankan tokoh jahat memiliki karakter yang temperamental, pendendam, sakit hati terutama setelah kematian sang istri,” jelasnya.

Sementara aktor Afdal Yusman akan menjadi Angling Dharma, Raja Malwapati  yang memiliki rambut panjang lurus, tampan, gagah dan kharismatik. Adapun  Diana Dee memerankan Dewi Sekar Wangi selaku istri alias permaisuri Angling Dharma, Sri Ratu Malwapati.

“Sebagai permaisuri dari seorang raja besar, saya dituntut tampil cantik dan anggun, penyayang, bermental baja dan cerdas,” kata Diana Dee.

Sementara itu, untuk pemeran antagonis wanita akan diperankan oleh Alyrine Jasmine sebagai Siwa, tokoh ilmu hitam yang secara fisik dituntut untuk memiliki penampilan muda dan cantik untuk menarik para lelaki. (TS)

Continue Reading
Advertisement

Trending