Connect with us

Event

IMA Awards 2018 Semakin Kredibel dan Dihargai Oleh Insan Film Tanah Air

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Indonesian Movie Actors Awards (IMAA) 2018 segera bergulir di RCTI. Seperti namanya, ajang ini fokus memberi penghargaan bagi aktor dan aktris film Indonesia.

Melalui ajang tahunan yang berlangsung sejak 2006 ini, pihak penyelenggara ingin agar IMAA 2018  kredibel dan dihargai oleh insan film, lantaran diselenggarakan oleh pelaku film untuk insan film.

Berbeda dari tahun sebelumnya,  jumlah film yang diseleksi pada IMAA 2018 mengalami peningkatan menjadi 61 judul, dari tahun lalu yang hanya 47 judul.  Semua film tersebut merupakan film favorit karya sineas Indonesia yang rilis di bioskop, mulai 1 Maret 2017 hingga 28 Februari 2018.

Direktur Program RCTI, Dini Putri mengatakan, peningkatan jumlah film  sudah  sejalan dengan  semakin bergairahnya industri film nasional. Ditandai oleh semakin  banyaknya jumlah film yang diproduksi, selain tema cerita yang diangkat pun semakin beragam pula.

“Situasi yang menggembirakan ini,  kami apresiasi dengan menambah jumlah film yang dinilai oleh dewan juri dalam IMAA,” ujar Dini Putri, dalam jumpa pers di MNC Studio, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (30/5).

Sejalan dengan peningkatan jumlah film pula, maka formasi dewan juri ikut bertambah. Kalau tahun lalu hanya 5 orang, kini menjadi 7 orang juri yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah Marcella Zalianty (Ketua Dewan Juri), Lukman Sardi, Salman Aristo, Marsha Timothy, Robert Ronny, Ifa Isfansyah dan Ario Bayu.

“Senang terlibat dalam IMA Awards 2018. Bertambahnya juri semakin menambah aspek penilaian dalam menentukan karya untuk berbagai kategori,” ujar Marcella Zalianty.

Para juri telah menetapkan empat kriteria yang harus dipenuhi oleh nomine, agar bisa masuk dalam nominasi. Kriteria yang dimaksud adalah tingkat kesulitan peran, tingkat meyakinkannya si tokoh dalam memerankan sebuah pernah, kedalaman serta konsistensi sang aktor dalam berperan dari awal sampai akhir.

Ada 17 kategori yang diperebutkan dalam IMAA 2018. Terdiri dari  8 kategori terbaik berdasarkan penilaian juri,  7 kategori favorit berdasarkan pilihan masyarakat melalui voting. Sementara 2 kategori lainnya berupa  Lifetime Achievement dan  Special Awards.

Berikut daftar lengkap para Nomine IMA Awards 2018 yang akan berlangsung di MNC Studios pada Rabu 4 Juli 2018 mendatang.

Pemeran Pria Utama (Terbaik dan Terfavorit)

– Adipati Dolken (Posesif)

– Reza Rahadian (Critical Eleven)

– Rukman Rosadi (Ziarah)

– Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)

– Vino G Bastian (Chrisye)

Pemeran Wanita Utama (Terbaik dan Terfavorit)

– Acha Septriasa (Bunda, Kisah Cinta Dua Kodi)

– Marsha Timothy (Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak)

– Ponso Sutiyem (Ziarah)

– Putri Marino (Posesif)

– Tatjana Saphira (Sweet 20)

Pemeran Pria Pendukung Terbaik (Terbaik dan Terfavorit)

– Deddy Soetomo (Kartini) – anumerta

– Lukman Sardi (Surat Kecil untuk Tuhan)

– Ringgo Agus Rahman (Satu Hari Nanti)

– Slamet Rahardjo (Sweet 20)

– Yayu Unru (Night Bus)
Pemeran Wanita Pendukung Terbaik (Terbaik dan Terfavorit)

– Ayu Laksmi (Sekala Niskala)

– Christine Hakim (Kartini)

– Dea Panendra (Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak)

– Djenar Maesa Ayu (Kartini)

– Niniek L Karim (Sweet 20)
Pendatang Baru Terbaik (Terbaik dan Terfavorit)

– Dea Panendra (Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak)

– Refal Hady (Galih & Ratna)

– Putri Marino (Posesif)

– Slamet Ambari (Turah)

– Vanesha Prescilla (Dilan 1990)
Pemeran Pasangan Terbaik (Terbaik dan Terfavorit)

– Adipadi Dolken – Putri Marino (Posesif)

– Iqbaal Ramadhan – Vanesha Prescilla (Dilan 1990)

– Marsha Timothy – Vanesha Prescilla (Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak)

– Ringgo Agus Rahman – Adinia Wirasti (Satu Hari Nanti)

– Teuku Rifnu Wikana – Yayu Unru (Night Bus)
Pemeran Anak-anak Terbaik (Terbaik)

– Bima Azriel (Surat Kecil untuk Tuhan)

– Ida Bagus Putu Radithya (Sekala Niskala)

– Ni Kadek Thaly Titi Kasih (Sekala Niskala)

– Messy Gusti (Night Bus)

– M Adhiyat (Pengabdi Setan)
Ansambel Terbaik (Terbaik)

Kartini

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Night Bus

Pengabdi Setan

Sekala Niskala

Sweet 20

Turah
Film (Tervaforit)

Critical Eleven

Dilan 1990

Kartini

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Night Bus

Pengabdi Setan

Posesif

Sekala Niskala

– Susah Sinyal

Sweet 20

Turah

Yowis Ben

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Betrand Peto Putra Onsu Gelar Konser, Ruben Onsu Bangga

Published

on

By

Kabarhiburan.com – MNCTV sukses menggelar Kilau Konser Betrand Peto Putra Onsu di Studio 14, MNC Studios, Jakarta, pada Jumat (18/9).

Konser berdurasi 2 jam ini dipadukan dengan keindahan panorama Nusa Tenggara Timur dan tarian etnik ke atas panggung megah dan tata lampu spektakuker.

Betrand juga berkolaborasi dengan beberapa sahabatnya yang juga merupakan penyanyi top Indonesia seperti, Tiara dan Brisia Jodie Idol, Jihan Audy, Mario G Klau dan JKT48.

“Saya sangat bahagia malam ini karena bisa tampil di hadapan seluruh masyarakat, khususnya pemirsa MNCTV di mana pun berada. Semoga lagu- lagu saya banyak digemari dan disukai dan terlebih lagi dapat menghibur masyarakat,” ucap Betrand yang menyanyikan 15 lagu.

Di awal penampilanya, Bertrand menari yang diiringi oleh marching band yang lanjut menyanyikan lagu berjudul Telanjur Mencinta yang berduet dengan Tiara Andini. Dalam beberapa penampilannya, selain bernyanyi Betrand juga menari tarian asal NTT.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat dan orang-orang yang sudah memberikan dukungan kepada saya selama ini dalam berkarya dan terutama yang sudah ikut memeriahkan konser pertama saya malam ini,” ucap Betrand.

Tampak hadir pula keluarga Betrand Peto, yakni Ruben Onsu dan Sarwendah. Pasangan ini memberi dukungan sekaligus bangga pada Betrand yang tampil percaya diri di atas panggung.

“Terima kasih MNCTV yang telah memberikan kesempatan bagi Onyo (Betrand) nyanyi di panggung besar. MNCTV memberikan ruang bagi putra kami untuk bisa menampilkan sesuatu yang berarti dalam perjalanan hidupnya,” ujar Ruben.

Di tengah konser tunggalnya, Betrand diberikan kejutan dengan hadirnya Oma dan Opa Betrand. Tangis bahagia pun tak terbendung di mata Betrand. Air mata mengalir saat Betrand dipertemukan dengan Oma dan Opa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

PWI Jaya SJI Series Gelar Webinar: ‘Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik’

Published

on

By

Jakarta – Selama pemerintah belum menemukan vaksin penyembuh infeksi Covid-19, selama itu pula informasi seputar virus akan simpang siur membuat bingung masyarakat.

Beragam informasi sudah berseliweran di jagad media sosial tentang cara penyembuhan tanpa melalui tindakan medis. Ada yang mengatakan, Covid-19 dapat sembuh oleh deksametason, klorokuin, asap cair tempurung kelapa, minyak kayu putih, probiotik dan masih banyak lagi.

Semua informasi ini membuat masyarakat kian panik. Alhasil, perbaduan pandemi dan infodemi ini, membuat wabah yang seharusnya bisa diatasi dengan baik justru menjadi seperti bola liar. Ada orang yang lebih takut dengan pandeminya, namun, ada pula yang khawatir dengan infodeminya.

Beranjak dari persoalan tersebut, Forum PWI Jaya Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Series akan menyelenggarakan webinar bertema: Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik, pada, Kamis, 17 September 2020, pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Sayid Iskandarsyah, SE, MH selaku Ketua PWI Jaya, menyatakan dukungannya pada  program yang bermanfaat bagi banyak orang, apalagi saat ini kita dikepung Covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir.

“Melalui webinar diharapkan semua peserta bisa mengambil manfaatnya. Intinya kita ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Sayid Iskandarsyah, di Jakarta, Selasa (15/9).

Direktur SJI PWI Jaya, Romi Syahril, SSos, MM. mengaku khawatir dengan peningkatan jumlah orang yang terjangkit dan meninggal dunia akibat Covid-19.

“Semoga webinar ini bisa memberikan edukasi bagi kita semua tentang cara menyikapi Covid-19,” katanya.

Romi menambahkan bahwa paradigma orang terhadap wabah Covid-19 kian berbeda-beda. Ada yang cuek dengan menganggap wabah ini tak ada, selain banyak pula yang patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Banyak pula yang berlebihan menanggapinya, sampai menutup diri dari pergaulan dan memilih tak keluar rumah sama sekali. Tapi semua itu pilihan,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan webinar, Forum PWI Jaya SJI Series mendapat dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Webinar ini menghadirkan empat narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah dr. Reisa Broto Asmoro – Jubir Satgas Covid-19, Dr. Marlinda Irwanti, SE, MSi – Direktur Pascasarjana Usahid, Sumarjono – Direktur Perencanaan Strategis & TI BPJS Ketenagakerjaan dan Apt. Dra. Julian Afferino, MS – CEO Pharma Care Consulting. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Masyarakat Pasuruan Kehilangan Silvi di Kontes KDI 2020

Published

on

By

Tampil dengan ‘Goyang Heboh’, tidak cukup bagi Silvi untuk melaju ke babak selanjutnya.

Kabarhiburan.com – Grup 1 telah meloloskan 4 kontestan untuk maju ke babak selanjutnya Kontes KDI 2020. Giliran grup 2 memberikan penampilan terbaiknya demi meloloskan diri ke babak selanjutnya, yakni Wahid (Sidoarjo), Cindy (Bone), Silvi (Pasuruan), Reka (Garut) dan Rahman (Bogor).

Mereka mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik menyanyi dalam Kontes KDI 2020, yang disiarkan secara langsung dari Studio 14 MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (14/9).

Kontes dibuka oleh Wahid (Sidoarjo) lewat lagu hits, I Dont Wanna Miss A Thing, disambung dengan Haruskah Berakhir, mampu membuat juri Erie Suzan terkesima.

“Secara keseluruhan aku suka banget. Wahid punya suara yang berkarakter. Masukannya, kalau nyanyi hati hati dengan kontrol emosi. Harus lebih dirasa lagi,” pinta Erie Suzan.

Wahid diikuti oleh tetangganya di Jawa Timur, yakni Silvi dari Pasuruan membawakan lagu Goyang Heboh, yang menghebohkan panggung KDI.

Ada yang menarik dari Silvi. Rambutnya sudah 9 tahun tak pernah dipotong, beberapa pekan silam di-make over oleh Master Igun, jelang penampilan Silvi di panggung KDI 2020.

Kemeriahan berlanjut pada penampilan Rahman dari Bogor, yang membawakan lagu Masih Adakah Cinta. Dilanjutkan dengan penampilan Cindy (Bone) dengan lagu Ilalang.

Sementara lagu Makan Darah menjadi penutup Kontes KDI 2020 malam tadi, sukses dibawakan oleh Reka asal Garut.

Kelima kontestan telah meberikan penampilan terbaiknya diapresiasi oleh Denny Darko sebagai duta penjemputan. Ia mengumumkan bahwa Silvi harus terhenti perjuangannya pada panggung KDI 2020.

“Buat keluarga Silvi terima kasih telah mendukung Silvi. Maaf Silvi tidak dapat melanjutkan kebabak selanjutnya,” ungkap Denny Darko.

Dengan demikian, Wahid (Sidoarjo), Cindy (Bone), Reka (Garut) dan Rahman (Bogor) berhak melaju ke babak selanjutnya.

Ayo dukung terus kontestan idola melalui SMS, dengan format: ketik KDI (spasi) Nama Kontestan kirim ke 95151 dan melalui aplikasi RCTI+.

Saksikan Kontes KDI setiap Senin pukul 19.00 di MNCTV. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok. MNCTV)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending