Connect with us

Film

Inem Pelayan Sexy New: Dari Doris Turun ke Jelita Callebaute

Published

on

‘Film ‘Inem Pelayan Sexy New’ lebih pada kontennya, yang bisa kita rasakan. Sensualnya nyaris tidak ada,” ujar Mathias Muchus.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Setelah melakukan promo ke berbagai kota di Indonesia, film Inem Pelayan Sexy New  memasuki Jakarta. Jelang tayang serentak di bioskop Tanah Air, mulai Kamis (3/10) mendatang.

Membaca judulnya saja, sudah menjelaskan bahwa film ini merupakan remake film Inem Pelayan Sexy, karya sutradara Nya’ Abbas Akub yang rilis pada 1976 silam.

Pada masanya, film tersebut meraih piala Antemas pada FFI 1978 berkat raihan terbanyak jumlah penonton. Bahkan, melambungkan nama Doris Callebaute yang memerankan tokoh Inem.

43 tahun kemudian, sutradara Hasto Broto bersama Effendy Shoe dari rumah produksi PT Inem Film menggarap kembali film yang pernah populer ini. Tentu saja, masih mengetengahkan komedi satir pada masa kini.

Inem Pelayan Sexy New menceritakan betapa kacau balaunya rumah tangga bila tidak memiliki pelayan rumah tangga. Situasi ini dialami keluarga pasangan Pak Moko (diperankan Mathias Muchus) Bu Moko (diperankan oleh Marriam Bellina) bersama dua anak remaja mereka.

Pak Moko jadi sering terlambat masuk kantor, sehingga mendapat teguran dari bos Maromi (diperankan Beddu Amang). Sementara Bu Moko tidak lagi bebas bergaul dengan temannya sesama sosialita.

Maka, kehadiran Inem sebagai pelayan di rumah mereka, ibarat penyembuh bagi semua kesulitan mereka alami.

Inem sosok pelayan rumah tangga yang masih muda, cantik dan seksi. Dia beberapa kali harus ganti majikan karena statusnya yang janda selalu dianggap negatif oleh majikannya. Setali tiga uang, Inem kembali mendapat perlakukan serupa dari Pak Moko.

“Film ini ceritanya sederhana. Kalau dulu mengangkat soal sensualnya, sekarang lebih pada kontennya yang lebih bisa kita rasakan. Erotisnya nyaris tidak ada,” ujar Mathias Muchus usai press screening di biskop Metropole, Jakarta Pusat, Senin (2/10).

Jelita Callebaute didampingi ibunya Doris Callebaute.

Sementara tokoh Inem diserahkan kepada Jelita Callebaute, yang merupakan putri dari Doris Callebaute.

Jelita mengatakan, untuk memainkan tokoh Inem, maka ia harus keluar dari karakter yang biasa dilakukan di film sebelumnya.

“Di sini aku harus sopan, kemayu dan polos. Ini beda banget dengan keseharianku. Aku biasanya jutek, pemarah dan licik,” ujar Jelita tentang film pertamanya sebagai pemeran utama.

“Beruntung, aku didampingi oleh para pemain senior seperti Merriam Bellina dan Mathias Muchus. Aku banyak belajar dari mereka,” imbuh pemain film Mata Batin ini.

Film ini juga dibintangi oleh Zoe Jackson, Yusuf Mahardika, dan Jessica Veranda. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Putus Hubungan dengan Corona, Bioskop di Jakarta Tutup Sementara

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara sejumlah tempat hiburan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Salah satu yang ditutup adalah bioskop, sejak Senin (23/3).

Keputusan penutupan sementara tempat hiburan disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam jumpa pers pada Jumat (20/3/2020).

Anies mengatakan untuk membatasi gerak masyarakat tidak cukup hanya menutup kawasan wisata saja. Menurutnya, penting apabila kegiatan hiburan ditutup.

“Penutupan kegiatan wisata milik pemerintah sudah dilakukan pekan lalu, mulai pekan ini kita harap dunia usaha untuk bersama-bersama, karena kalau hanya dikerjakan sebagian, dan sebagian lain memilih interaksi, maka penyebaran berjalan terus. Mulai Senin kita akan melakukan peniadaan kegiatan hiburan,” kata Anies.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprov DKI telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 60/SE/2020 yang menyatakan Pemprov DKI akan melakukan penutupan sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi selama dua pekan.

Bioskop adalah salah satu usaha hiburan yang ditutup sementara oleh Pemprov DKI. Penutupan berlangsung pada 23 Maret-5 April 2020.

Berikut kegiatan usaha yang wajib tutup selama dua pekan:
a. Klab Malam
b. Diskotek
c. Pub/Musik Hidup
d. Karaoke Keluarga
e. Karaoke Executive
f. Bar/Rumah minum
g. Griya Pijat
h. Spa (Sante Par Aqua)
i. Bioskop
j. Bola Gelinding
k. Bola Sodok
l. Mandi Uap
m. Seluncur
n. Area permainan ketangkasan manual,mekanik dan/atau elektronik untuk orang dewasa (***)

Continue Reading

Film

Si Mbok Iyem, Puwaniatun Meninggal Dunia

Published

on

By

Purwaniatun (youtube)

Kabarhiburan.com, Jakarta – Dunia hiburan Indonesia tengah berduka. Aktris sinetron dan FTV, Purwaniatun menghembus nafas terakhir pada usia 67 tahun di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Senin (23/3) pagi.

Kabar dukacita ini dibenarkan oleh salah seorang cucunya, Gia yang dihubungi Senin siang.

“Iya, meninggal karena sakit pasca operasi, kanker rahim,” kata Gia.

Gia menambahkan, kondisi Purwaniatun melemah pasca operasi kanker pada akhir Januari 2020 lalu.

Sempat dirawat di ICU, neneknya itu akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin (23/3) sekitar pukul 10.33 WIB.

Semasa hidupnya, Purwaniatun seorang aktrin yang disiplin. Ia sering memainkan sosok Mba Pur atau Mbok Iyem, peran asisten rumah tangga streotipe dari Jawa Tengah.

Sejumlah sinetron yang pernah dibintanginya, antara lain, Monyet Cantik dan Serigala Ganteng, Asisten Rumah Tangga, Hidayah, Kawin Gantung dan sejumlah judul FTV.

Selamat jalan, Mbak Pur. Terima kasih sudah menghibur masyarakat Indonesia selama ini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Jefri Nichol dan Aurora Ribero, ‘Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Rumah produksi IFi Sinema dan Screenpay Films menyatakan siap merilis film terbarunya, berjudul Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi.

Momentum ini menjadi yang pertama bagi Jefri Nichol dan Aurora Ribero beradu akting dalam satu judul film layar lebar.

Film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi mengangkat tema cinta, berhubungan dengan kehidupan lika-liku cinta. Diadaptasi dari novel best seller karya Boy Chandra yang sudah 15 kali cetak ulang sejak edisi perdana pada 2016.

Seperti Hujan yang Jatuh ke bumi, salah satu novel saya yang paling baik sambutannya dari pembaca. Cukup banyak respons setelah mereka membaca, sehingga  saya jadi semakin yakin kalau ada banyak sekali orang yang memendam perasaannya,” ujar Boy.

Boy mengatakan, kini novelnya kini dalam bentuk film. “Semoga film ini dapat mewakili orang yang memendam perasaannya,” pinta.

Sementara sutradara Lasja F. Susatyo pun dengan baik menerjemahkan isi cerita novel tersebut ke dalam bentuk audio visual. Skenario film ditulis oleh Upi dan Piu Syarief.

“Film romantis ini memberi kita perspektif berbeda tentang bagaimana cara kita menyatakan cinta. Mengetahui siapa cinta sejati kita dan mempertahankan ikatan kasih itu sesuatu yang sangat berarti,” ujar Lasja.

“Melalui karakter Kevin, film ini memberi arti bahwa cinta adalah tanpa pamrih, cinta tak egois,” tambahnya.

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi mengisahkan tentang cinta segitiga antara Kevin (Jefri Nichol), Nara (Aurora Ribero) dan Juned (Axel Matthew).

Kevin dan Nara adalah sahabat sejak kecil, meski saling menyayangi, mereka berjanji untuk selalu menjadi teman baik selamanya.

Kevin yang lebih sering menemani Nara melalui masa-masa sulit saat percintaannya gagal, ternyata menyimpan rasa lebih dari seorang sahabat, namun tidak pernah berani menyatakan perasaannya kepada Nara.

Ketika Nara jatuh cinta kepada Juned, cowok panjat tebing yang misterius, Kevin merasa tidak ada lagi harapan baginya untuk bisa bersama Nara selamanya.

Selain Jefri Nichol, Aurora Ribero dan Axel Matthew, film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi juga di bintangi oleh Nadya Arina, Rebecca Klopper, Karina Suwandi, Jauhar Robert dan Haris Soedarto. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending