Connect with us

Musik

Ingin Mengulang Sukses, Near Pilih Duet Marion Jola

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Lagu Karna Su Sayang menjadi lagu paling digemari di blantika musik Tanah Air. Lagunya diciptakan Near, selanjutnya dipopulerkan oleh penyanyi asal Maumere, Dian Sorowea, menjadi viral dalam waktu yang yang relatif singkat.

Hingga sekarang video Karna Su Sayang sudah dinikmati oleh lebih dari 100 juta penonton lewat kanal Youtube, sejak dirilis pada 24 Juli 2018. Tidak sedikit pula penyanyi lain turut meng-cover Karna Su Sayang, termasuk Trio Macan.

Sukses ini pula yang menginspirasi Jagonya Musik dan Sport Indonesia (JMSI), untuk menggelar peluncuran album solo Karna Su Sayang, di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (20/3).

Peluncuran album ini, sekaligus menjadi kesempatan pertama bagi Near untuk bertemu para wartawan. Sebelumnya, ia mengaku enggan bertemu dengan wartawan.

“Waktu itu saya tidak siap diburu wartawan,” ujar yang akhirnya luluh setelah teman-temannya ikut mendukung agar Near tampil untuk membawa nama baik kota Maumere dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Album  ini memuat 11 lagu ciptaan Near, di antaranya berjudul Pasti Sa Bilang, Saat Sa Mulai Sayang, Bilang Pada Tuhanmu, dan single andalannya berjudul Karna Ko, yang mendapat perlakuan istimewa dari Near.

Kalau single-single sebelumnya yang direkam di studio rumahan di kota kelahirannya, Maumere. Pria bernama asli Immanuel Andrea ini merekam lagu Karna Ko di studio milik Once Mekel, selain Near juga memilih duet dengan Marion Jola, jebolan ajang Indonesian Idol, yang kebetulan berasal dari NTT.

“Yang bisa menyanyikan lagu ini orang kami (NTT), karena takutnya kalau saya pilih penyanyi sini, bahasanya (esensi lagu) tidak sampai. Dan perempuan yang paling tepat adalah dia (Marion Jola),” kilah Near.

Karna Ko memang memuat lirik berbahasa keseharian anak muda di Maumere, NTT. Selain romantis dan unik, alunan musiknya enak didengar. Semua itu membuat Marion Jola kepincut untuk berduet dengan Near.

“Kehebatan dia (Near) itu, bisa membuat bahasa kita (NTT) bisa dinikmati oleh satu Indonesia,” ujar Marion yang juga hadir dalam jumpa pers.

“Kakak Near ini orangnya romantis. Liriknya romantis dan lagunya cocok dengan suara saya. Rapnya itu liriknya bagus banget,” imbuhnya.

Dua penyanyi asal NTT ini pun optimis kalau duet mereka akan diterima oleh pecinta musik Indonesia. Alasannya, mereka memiliki angka stream yang fantastis. Kalau Near memiliki lebih dari 100 juta melalui single Karna Su Sayang, sementara Marion memiliki 43 juta penonton di platform stream Youtube.

“Kalau sebelumnya saja bisa 100 juta, kenapa enggak untuk duet kali ini,” ujar Marion. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Menuju Single Perdana, Band Manusia Aksara Rilis EP Instrumental

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Roda produktivitas tak lantas berhenti meski dihadang wabah Covid-19. Demikian tekad para personil band Manusia Aksara yang baru-baru ini merilis mini album atau EP (Extended Play) Instrumentalia berjudul Mata Angin.

EP Instrumentalia menjadi pilihan, setelah mereka sepakat menunda jadwal rilis single perdana Manusia Aksara dengan format baru pada Maret 2020 silam, menyusul wabah Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Melihat banyaknya tuntutan agar menjaga jarak dan berdiam diri di rumah, kami juga berpikir untuk tetap produktif berkarya, yang sekiranya bisa menjadi jembatan menuju single perdana kami nanti,” jelas Hafizh Weda, vokalis Manusia Aksara.

Mereka pun memilih karya-karya dalam bentuk EP Instrumental untuk dirilis di youtube channel Manusia Aksara.

“Inilah yang bisa kami berikan bagi penikmat musik yang memiliki banyak aktivitas di rumah,”  kata Hafizh Weda menambahkan.

Sementara Jowel selaku bassis Manusia Aksara, menceritakan proses pengerjaan EP Instrumentalia Mata Angin yang terbilang cepat,

“Hanya dalam waktu sepekan saja, kami sudah merampungkan 5 lagu, berjudul Semesta Semesta, Utara, Barat, Timur dan Selatan, ujar Jowel. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Sayang Kalau Dilupakan, Musica Rilis Kembali 4 Tembang Klasik

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Guna menghilangkan kejenuhan dari anjuran di rumah saja, bisa diobati dengan menikmati kembali lagu-lagu nostalgia. Musica Studio’s telah merilis kembali 4 lagu lawas yang pernah hit, amat sayang kalau dilupakan.

Dalam keterangan resmi Musica Studio’s, salah satu lagu yang dirilis berjudul Lagu Putih yang sempat dibawakan Chrisye. Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1980 lewat album Puspa Indah yang sukses meraih penjualan tinggi.

Tak hanya lagu milik Chrisye, Musica Studio’s  juga merilis ulang format digital lagu Di Sudut Rumah Mu milik Ebiet G Ade yang begitu menyentuh. Liriknya sarat makna dan pesan, menceritakan hubungan manusia dengan Tuhannya.

Lagu ini Ebiet ciptakan saat melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Begitu menggetarkan hati pendengarnya dan berpesan agar kita senantiasa dekat dan memohon ampun kepada Sang Pencipta.

Demi menambah hangat suasana nostalgia, Musica juga merilis kembali lagu Ibu milik Iwan Fals. Lagu tersebut dirilis tahun 1988 dalam Album 1910, menceritakan perjuangan seorang ibu kepada anaknya.

Lagu Dunia Kudamba milik penyanyi Vina Panduwinata juga dikemas kembali. Kali ini dibuat lebih fresh dengan hadirnya Ikmal dan DJ Goeslan. Tujuannya agar anak-anak muda dan mengenal lagu ini dengan versi lebih kekinian.

Keempat tembang klasik ini sudah bisa dinikmati di seluruh digital music platform sejak 8 Mei 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Sayyidah Aisyah Humairah Single Helda Sanira 1441 H

Published

on

By

Kabarhiburan.com Depok

Engkau wanita pilihan
Lahir ke dunia fana ini
Di takdirkan-Nya dipersunting Nabi Baginda Rasulullah……..

Sepenggal syair lagu ini merupakan persembahan Helda Sanira bersama Matadewi Management, Imagination Music serta Kabarhiburan.com —- dipengujung ramadhan menjelang Idul Fitri 1441 H ini 2020
Notasi dan lirik di garab oleh Imam M Nizar dan musik diarransemen oleh Alang Mjk Borneo Sambas.
Terciptanya lagu ini, karena kami telalu banyak di rumah saja lantaran virus covid-19 ini masih merebak. Maka di tengah berlakunya PSBB, kami tak putus untuk tetap kratif dari rumah, harus produktif.

Proses Kreatif Dari Kamar Masing Masing

Uniknya, dalam penggarapan lagu ini, diantara kami tak pernah saling ketemu dalam satu ruangan untuk garap musik, take vocal dan lainnya. Kami kerjakan full dari rumah masing masing via tehnologi android dan leptop.
Bersyukur jika masih ada kurang di sana sini, Seperti, kurang bening dan bulatnya suara Helda, masih bisa kami atasi — karena memang dikerjakannya dari jarak jauh. Helda Sanira sendiri, take vocalnya dari dalam kamar rumahnya, di bilangan Kebayoran Lama he he he he

Sementara, untuk lagu Pergi Haji dan Berangkat Umroh 2 , digarap sekitar tiga bulan menjelang ramadhan tahun ini 1441. Kami masih saling ketemu di studio rekaman di Vints Studio, Pluit bersama sound Engineering, Jupri.
Kurang lebihnya, kami haturkan banyak terimakasih kepada teman yang terlibat di lagu ini, Seperti, Mas Wahyu Saputra yang membidik wajah Helda dari cameranya. Mas Alang Mjk Borneo Sambas yang tak bosan bosannya mengaransemen, Mazmanan untuk lagu Syair Talbiyah, menggawangi mixsing dan mastering dari “ruangan kamar” pribadinya di bilangan Pamulang. Nyaris terlupakan Marina dari Matadewi Management yang mensupport habis untuk Helda Sanira tetap eksis di dunia musik. Yuk kita buka linknya. ( Zar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending