Connect with us

Film

Ingin Selalu Dekat Masyarakat, Mabes Polri Gelar PMF 2019

Published

on

Kepala Divisi Humas Polri Irjen. Mohammad Iqbal (tengah) menjelaskan seputar penyelenggaraan Police Movie Festival 2019.

Kabarhihuran.com, Jakarta — Divisi Humas Polri kembali menggelar ajang kompetisi film pendek, Police Movie Festival (PMF) 2019. Pada penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Together We Are Strong.

PMF 2019 merupakan ajang kreatifitas masyarakat termasuk sineas untuk membuat film pendek yang merekam kehidupan polisi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen. Mohammad Iqbal mengatakan, program PMF sejauh ini memberikan dampak positif kepada masyarakat tentang citra kepolisian. Melalui program ini,  masyarakat bisa melihat secara utuh kehidupan polisi.

“Dengan adanya program ini, kami ingin dapat rasa cinta. Kami ingin kepercayaan masyarakat terhadap polisi terus meningkat,” ucap Iqbal saat jumpa media di XXI Lounge  Plaza Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Iqbal menuturkan bahwa gambaran masyarakat tentang polisi adalah orang yang menegakkan hukum dan menenteng senjata, membuat polisi terlihat sangar di mata masyarakat. Melalui program ini diharapkan, kesan sangar pupus berganti gambaran humanis. Polisi bisa menjadi sahabat bagi masyarakat.

“Tujuan kami menggelar ini adalah bagaimana kepolisian mendapat restu menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis,” ujar Iqbal.

Ketua Panitia PMF, AKP. Hasby Ristama mengatakan bahwa melalui program ini juga membuat para sineas mengerti akan kerja kepolisian.

“Dengan memotret sendiri aktivitas kepolisian, sineas melihat secara jelas kehidupan anggota, lalu menyebarkannya ke komunitas mereka dan masyarakat,” ujar Hasby yang berencana untuk merambah go international.

PMF akan melibatkan dewan juri dari kalangan dunia perfilman Tanah Air. Sebut saja, sutradara Monty Tiwa, animator sekaligus pendiri Hellomotion Wahyu Aditya, Chicco Jerikho serta Rio Dewanto sebagai aktor Indonesia dan artis muda berbakat Prilly Latuconsina.

Ada pun kategori film pendek yang diperlombakan, yaitu Kategori Film Pendek dan Kategori Animasi. Kalau Film pendek berdurasi 5 – 7 menit, maka film animasi berdurasi 3 menit.

Para sineas yang ingin berpartisipasi dalam PMF 2019, agar mendaftarkan diri lewat akun: www.policemoviefestival.com. Karya mereka ditunggu sampai 1 Oktober 2019 mendatang.

Pengumuman pemenang dilakukan secara bertahap, yaitu 50 besar disampaikan pada 11 Oktober 2019 mendatang. Pengumuman 30 besar pada 13 Oktober 2019 dan pengumuman sepuluh besar pada 20 Oktober 2019.

Panitia PMF 2019 telah menyediakan hadiah total berupa uang sebesar Rp150 juta. (Rachmawati AB/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Web Series ‘My Ghost Friend’ Konten Original Genflix yang Berbeda, Tayang Besok

Published

on

By

Para pendukung film ‘My Ghost Friend’.

Kabarhiburan.com – Tren web series film horor merupakan tontonan menghibur yang digandrungi masyarakat belakangan ini, telah menginspirasi platform over the top (OTT) Genflix meluncurkan Web Series ‘My Ghost Friend’, besok, Jumat, 29 Oktober 2021.

Mini Series ini digarap oleh Rumah Produksi Pearl Cinema yang alur ceritanya berbeda dari alur cerita horor yang pernah ada.

Dalam keterangan resminya, Rabu (27/10), My Ghost Friend diperkuat para bintang muda berbakat, seperti Athallah Naufal, Sella Selly, Rizal Biladina, Iqi Rabbani, Cintaling, Kevin Raynandoo, Elsya Syarif, Jay Kresna dan masih ada lainnya.

“Mereka menampilkan cerita tentang pergaulan siswa-siswi SMA, dibalut dengan pembunuhan, kematian dan misteri-misteri lainnya, yang tentunya sangat menarik,” ujar Rofiq Ashari selaku Produser Eksekutif.

Penempatan pemeran utama Athallah Naufal dan penyanyi dangdut Sella Selly, menurut Rofiq juga sangat tepat.

“Athala dan Selly dipilih berdasarkan pengamatan dari tim dan sutradara, yang secara khusus melihat mereka dari sisi akting sangat kuat dan mampu memainkan perannya dan khususnya Sella Selly, pemaran hantu Miranda yang penuh misteri,” jelas Rofiq.

Web series My Ghost Friend semakin lengkap dengan masuknya pendatang baru kakak-beradik Rizal Biladina dan Iqi Rabbani, yang berpengalaman di dunia akting.

“Rizal Biladina dan Iqi Rabbani dipilih berdasarkan ada pengalaman di beberapa film sebelumnya. Bukan berarti ikut main tanpa pengalaman dan dalam film ini harus bermain total,” pungkas pengusaha yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Web Series ‘My Ghost Friend’ juga diperankan oleh aktor besar seperti, Romi Kartiko dan Ivonneina Wadejie. Selain ada nama penulis Moammar Emka yang bertindak sebagai Producer Associate.

“Khusus Rizal dan Iqi Rabbani ada kemajuan yang sangat baik dari berbagai sisi, berkat pengalaman dan latihan khusus di bawah bimbingan Susilo Badar yang merupakan coach acting yang cukup handal di Indonesia,” imbuh Rofiq.

Terkait jalan cerita web series ‘My Ghost Friend’, Rofiq memberi sedikit bocoran mengenai angle apa saja yang menarik perhatian bagi para penonton.

“Angle-angle menariknya salah satunya adalah ketika menit-menit awal si hantu Miranda yang gentayangan dan menangis saat dekat dengan Nanda. Dan Nanda bertanya-tanya ada misteri apa dibalik gentayangannya hantu cantik Miranda,” beber Rofiq. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Membanggakan, Film Animasi ‘Riki Rhino’ Tembus Pasar Internasional

Published

on

By

Jumpa Pers ‘Riki Rhino Goes International’ di kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (27/10). (Foto: Dok. Batavia Pictures)

Kabarhiburan.com – Sukses dengan film-film animasi ‘Petualangan Singa Pemberani’ dan ‘Riki Rhino’ di awal tahun 2020, Batavia Pictures melanjutkan popularitas karakter badak Sumatera bernama Riki ke kancah film internasional.

Di kemudian hari, Riki Rhino juga dikembangkan ke dalam bentuk media streaming, gaming, dan pengembangan café dan resort park.

Rencana tersebut, Batavia Pictures sampaikan pada Jumpa Pers ‘Riki Rhino Goes International’ di kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (27/10).

Acara ini juga menghadirkan secara virtual, aktris Jennifer Castle dan aktor Paul Reynold, asal Inggris yang akan mengisi suara Riki dan Beni untuk Riki Rhino versi internasional.

Jennifer Castle akan menggantikan Hamish Daud sebagai Riki, merupakan jebolan dari RADA (Royal Academy of Dramatic Art) bersama-sama dengan aktor ternama Tom Hiddlestone.

Jennifer memulai karir lewat film Miss Potter, bersanding dengan Renee Zellwegger dan Ewan Mc Gregor. Selanjutnya, Jennifer mendalami peran sebagai aktor watak dalam beberapa film seri TV seperti Topsy and Tim, Motherland, dan This Way Up.

Sementara itu, Paul Reynold yang memerankan Beni adalah aktor kawakan yang terkenal lewat beberapa film seri TV seperti, Midsomer Murders dan Humans, serta film Eddie The Eagle dan Terminal. Paul berakting bersama aktor-aktor kelas dunia, seperti Hugh Jackman, Margot Robbie, Taron Egerton dan Simon Pegg.

Produser Film Riki Rhino, Lucki Lukman Hakim dan Genesis Timotius, menuturkan bahwa film Riki Rhino sukses menembus pasar internasional yang akan dimulai dari United Kingdom. Berlanjut ke berbagai negara di America Latin, Afrika, Turki dan Malaysia.

Tahap selanjutnya, memulai preview dengan beberapa distributor di Hollywood, Riki Rhino dikembangkan sebagai film bergenre komedi keluarga. Riki Rhino sarat dengan pesan kesadaran konservasi yang melibatkan peran keluarga dan dimulai dari anak-anak dan orang tua.

“Riki Rhino juga akan tersedia dalam format streaming melalui platform video on demand (VoD), MAXstream. Mengingat pentingnya prokes dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti saat ini, kami hadirkan Riki Rhino ke rumah Anda mulai 15 November 2021,” ujar Lucki Lukman Hakim, Rabu (27/10).

Seiring dengan perkembangan tren dan gaya hidup, Riki Rhino dikembangkan ke dalam berbagai bentuk entertainment. Produsernya, Genesis Timotius mengatakan Riki Rhino bakal menjadi karakter game.

“Kami sedang develop Riki Rhino ke dalam bentuk game, nantinya kami luncurkan untuk Nintendo Switch,” kata Timotius.

Film Riki Rhino tidak berhenti sebagai film lepasan saja, tapi dikembangkan sampai 4 film. Untuk itu, mengembangkan karakter ini ke format lain tidak terbatas pada format movies,” lanjut Genesis Timotius.

Upaya mengembangkan karakter Riki Rhino menjadi karakter kesayangan keluarga kelas dunia, berlanjut melalui kerjasama Batavia Pictures dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Keduanya akan berkolaborasi menghadirkan Riki Rhino ke dunia nyata, yakni berbentuk restoran keluarga, café dan resor yang bertema Riki Rhino dan karakter lainnya, di area Allianz Ecopark Ancol.

“Sudah menjadi impian lama Ancol untuk mendukung IP Local. Kami sangat bangga pada kreativitas tim Batavia Pictures, terbukti Riki Rhino yang mencapai dunia internasional,” ujar Teuku Sahir Syahali dari PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Film Riki Rhino yang merupakan realisasi dari interpretasi Badak Sumatera, memiliki semangat yang sama dalam hal pelestarian satwa langka dan meningkatkan kejayaan industri kreatif lokal.

Pada 2021 ini Riki Rhino memberikan semangat baru melalui terobosan kelas dunia dan transformasi dari dunia maya ke dunia nyata.

Film Riki Rhino garapan sutradara Erwin Budiono, akan tayang secara eksklusif di Maxtream, mulai 15 November 2021 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Film ‘Story of Dinda’: Kebahagiaan Tidak Selalu Datang pada Kesempatan Pertama

Published

on

By

Instagram Bioskop Online: Poster ‘Story of Dinda: Second Chance of Happiness’

Kabarhiburan.com – Penggemar drama romantis yang menyaksikan film Story of Kale, sebaiknya ikuti lanjutannya pada film, ‘Story of Dinda: Second Chance of Happiness’.

Film ini dibintangi Aurelie Moeremans yang memerankan karakter Dinda, akan tayang di Bioskop Online, mulai Jumat, 29 Oktober 2021 mendatang.

‘Story of Dinda’ menceritakan tentang sepasang manusia yang berusaha lepas dari toxic relationship. Dinda merasa ada yang salah dari hubungannya dengan Kale (Ardhito Pramono).

Ungkapan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang di kesempatan pertama, telah membawa Dinda bertemu dengan Pram (Abimana Aryasatya).

Hubungan Dinda dan Pram didasari atas sikap saling menghargai dan kesadaran bahwa gagal adalah kenyataan yang akan selalu terjadi dalam usaha manusia mencapai kebahagiaannya.

Sutradaranya, Ginanti Rona, ingin menyampaikan bahwa setiap orang di dalam hubungan itu punya pilihan dan punya kuasa untuk memilih kebahagiaannya.

Dinda yang sebelumnya merasa frustasi karena punya pasangan yang membuat dia insecure, kemudian bertemu dengan sosok laki-laki yang mendorong dia untuk melihat bahwa ada kemungkinan lain di hidupnya.

“Itu yang membuat kenapa film ini diberi judul ‘Story of Dinda: Second Chance of Happiness’,” ungkap Ginanti Rona dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10).

Menariknya, usia Dinda dengan Pram yang terpaut jauh membuat nilai dan keinginan keduanya demikian kontras menambah daya tarik bagi penonton.

“Pram hadir dengan masalahnya sendiri, tanpa menduga bahwa dia akan menjadi sesuatu untuk Dinda. Inilah kompleksitas, yang akhirnya menjadi daya tarik untuk Story of Dinda,” ungkap Abimana Aryasatya.

Pihak Bioskop Online berharap, hadirnya ‘Story of Dinda’ dapat melengkapi perjalanan yang sudah ada sebelumnya, selain dapat mengangkat perspektif Dinda yang berusaha untuk keluar dari hubungan yang toxic dan mengejar bahagia.

Ajeng Parameswari selaku President of Digital Business Visinema, mewakili Bioskop Online berharap ‘Story of Dinda’, bisa menjadi pelengkap cerita sekaligus melengkapi pengalaman penonton yang sebelumnya sudah mengikuti perjalanan Dinda.

“Atau bisa menjadi tontonan baru, yang dapat menyuarakan tentang keputusan seorang perempuan yang ingin lepas dari hubungan yang tidak sehat dan mengejar kebahagiaannya,” ujar Ajeng.

Penjualan tiket presale sudah dimulai sejak 15 Oktober 2021 dengan harga Rp20.000. Penjualan tiket normal seharga Rp 25.000, akan dimulai pada Jumat, 29 Oktober 2021 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending