Connect with us

Musik

Ini Dia Para Peserta Babak Top 6 LIDA 2019

Published

on

Kolaborasi apik Nirwana (Bengkulu) dan Rejos-The Groove, dalam lagu ‘Dahsyat’.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Konser LIDA 2019 memasuki babak baru, yakni Top 6. Babak ini menjadi krusial, lantaran 6 peserta sudah teruji kemampuannya dan mendapat pengakuan dari pemirsa. Di sisi lain, mereka lebih terpacu untuk lolos menuju jenjang juara.

Peserta yang memastikan diri lolos ke babak Top 6 adalah Alif (Kalimantan Timur), Puput (Sulawesi Selatan), Faul (Aceh) dan Sheyla (Maluku), Cut (Aceh) dan Nirwana (Bengkulu).

Dua nama terakhir, Cut dan Nirwana, dinyatakan lolos dari babak Top 9 grup 3 melalui pertarungan seru.  Ketiga peserta di grup ini, Angga, Cut dan Nirwana, sebenarnya sama-sama mampu meraih semua lampu biru dan dukungan dari panel provinsi.

Total Perolehan Nirwana, Cut dan Angga di babak Top 9 grup 3.

Hanya saja dukungan penonton yang kurang bagi Angga, menempatkan Duta Sumut ini di urutan terakhir (32.70), terpaut tipis, 0,10, dari perolehan Nirwana (32.80). Fakta ini  sekaligus menghilangkan harapan Angga untuk meraih gelar juara LIDA 2019. Sebelumnya, Angga sudah gagal pada kompetisi LIDA 2018.

Terlepas dari sengitnya kompetisi, konser Top 9 grup 3 berlangsung meriah. Menampilkan kolaborasi yang asyik antara Duta Provinsi dengan musisi berbakat Tanah Air maupun mancanegara.

Sebut saja, Nirwana berduet dengan Rejos The Groove, menyanyikan lagu Dahsyat. Nirwana tampil percaya diri dan mampu dengan baik berkolaborasi.

Sukses Nirwana langsung dipuji Zaskia Gotik. “Aksi panggung kamu cukup dahsyat, aku suka banget kamu menyanyikan lagu ini,” ungkap Zaskia.

Pujian senada diberikan Inul Daratista untuk Angga, yang berkolaborasi dengan German Dmitrev asal Rusia. Mereka menyanyikan lagu Muskurane. Angga pun mampu menjiwai lagu ini, membuat Dewi Perssik ikut bernyanyi.

Bahkan, Inul yang tidak pernah memprediksi Angga bisa sejauh ini, kini berbalik memuji. Baginya, Angga sudah membuktikan kemampuannya terus terasah dan semakin membaik.

Memperoleh nilai terrendah membuat Angga kembali gagal menuju puncak LIDA.

Anti klimaks justru menimpa Cut Duta Aceh ini berduet dengan Sistha Anindya dalam lagu Mati Aku. Cut harus menerima kritik pedas dari Soimah, yang menilai vokal Cut terdengar gemetar dan terengah nafasnya.

Lagipula, baju yang dikenakan Cut terlihat kurang nyaman, membuat pergerakannya terganggu. “Kenapa kamu seperti ini, Cut!” kata Soimah membentak.

Konser LIDA 2019 Show Top 6 Group 1 dipastikan akan jauh lebih seru persaingan di antara peserta. Menampilkan Alif (Kalimantan Timur), Cut (Aceh) dan Puput (Sulawesi Selatan).

Saksikan terus konser LIDA 2019 yang tayang live dari Studio 5 Indosiar mulai pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Menuju Single Perdana, Band Manusia Aksara Rilis EP Instrumental

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Roda produktivitas tak lantas berhenti meski dihadang wabah Covid-19. Demikian tekad para personil band Manusia Aksara yang baru-baru ini merilis mini album atau EP (Extended Play) Instrumentalia berjudul Mata Angin.

EP Instrumentalia menjadi pilihan, setelah mereka sepakat menunda jadwal rilis single perdana Manusia Aksara dengan format baru pada Maret 2020 silam, menyusul wabah Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Melihat banyaknya tuntutan agar menjaga jarak dan berdiam diri di rumah, kami juga berpikir untuk tetap produktif berkarya, yang sekiranya bisa menjadi jembatan menuju single perdana kami nanti,” jelas Hafizh Weda, vokalis Manusia Aksara.

Mereka pun memilih karya-karya dalam bentuk EP Instrumental untuk dirilis di youtube channel Manusia Aksara.

“Inilah yang bisa kami berikan bagi penikmat musik yang memiliki banyak aktivitas di rumah,”  kata Hafizh Weda menambahkan.

Sementara Jowel selaku bassis Manusia Aksara, menceritakan proses pengerjaan EP Instrumentalia Mata Angin yang terbilang cepat,

“Hanya dalam waktu sepekan saja, kami sudah merampungkan 5 lagu, berjudul Semesta Semesta, Utara, Barat, Timur dan Selatan, ujar Jowel. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Sayang Kalau Dilupakan, Musica Rilis Kembali 4 Tembang Klasik

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Guna menghilangkan kejenuhan dari anjuran di rumah saja, bisa diobati dengan menikmati kembali lagu-lagu nostalgia. Musica Studio’s telah merilis kembali 4 lagu lawas yang pernah hit, amat sayang kalau dilupakan.

Dalam keterangan resmi Musica Studio’s, salah satu lagu yang dirilis berjudul Lagu Putih yang sempat dibawakan Chrisye. Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1980 lewat album Puspa Indah yang sukses meraih penjualan tinggi.

Tak hanya lagu milik Chrisye, Musica Studio’s  juga merilis ulang format digital lagu Di Sudut Rumah Mu milik Ebiet G Ade yang begitu menyentuh. Liriknya sarat makna dan pesan, menceritakan hubungan manusia dengan Tuhannya.

Lagu ini Ebiet ciptakan saat melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Begitu menggetarkan hati pendengarnya dan berpesan agar kita senantiasa dekat dan memohon ampun kepada Sang Pencipta.

Demi menambah hangat suasana nostalgia, Musica juga merilis kembali lagu Ibu milik Iwan Fals. Lagu tersebut dirilis tahun 1988 dalam Album 1910, menceritakan perjuangan seorang ibu kepada anaknya.

Lagu Dunia Kudamba milik penyanyi Vina Panduwinata juga dikemas kembali. Kali ini dibuat lebih fresh dengan hadirnya Ikmal dan DJ Goeslan. Tujuannya agar anak-anak muda dan mengenal lagu ini dengan versi lebih kekinian.

Keempat tembang klasik ini sudah bisa dinikmati di seluruh digital music platform sejak 8 Mei 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Sayyidah Aisyah Humairah Single Helda Sanira 1441 H

Published

on

By

Kabarhiburan.com Depok

Engkau wanita pilihan
Lahir ke dunia fana ini
Di takdirkan-Nya dipersunting Nabi Baginda Rasulullah……..

Sepenggal syair lagu ini merupakan persembahan Helda Sanira bersama Matadewi Management, Imagination Music serta Kabarhiburan.com —- dipengujung ramadhan menjelang Idul Fitri 1441 H ini 2020
Notasi dan lirik di garab oleh Imam M Nizar dan musik diarransemen oleh Alang Mjk Borneo Sambas.
Terciptanya lagu ini, karena kami telalu banyak di rumah saja lantaran virus covid-19 ini masih merebak. Maka di tengah berlakunya PSBB, kami tak putus untuk tetap kratif dari rumah, harus produktif.

Proses Kreatif Dari Kamar Masing Masing

Uniknya, dalam penggarapan lagu ini, diantara kami tak pernah saling ketemu dalam satu ruangan untuk garap musik, take vocal dan lainnya. Kami kerjakan full dari rumah masing masing via tehnologi android dan leptop.
Bersyukur jika masih ada kurang di sana sini, Seperti, kurang bening dan bulatnya suara Helda, masih bisa kami atasi — karena memang dikerjakannya dari jarak jauh. Helda Sanira sendiri, take vocalnya dari dalam kamar rumahnya, di bilangan Kebayoran Lama he he he he

Sementara, untuk lagu Pergi Haji dan Berangkat Umroh 2 , digarap sekitar tiga bulan menjelang ramadhan tahun ini 1441. Kami masih saling ketemu di studio rekaman di Vints Studio, Pluit bersama sound Engineering, Jupri.
Kurang lebihnya, kami haturkan banyak terimakasih kepada teman yang terlibat di lagu ini, Seperti, Mas Wahyu Saputra yang membidik wajah Helda dari cameranya. Mas Alang Mjk Borneo Sambas yang tak bosan bosannya mengaransemen, Mazmanan untuk lagu Syair Talbiyah, menggawangi mixsing dan mastering dari “ruangan kamar” pribadinya di bilangan Pamulang. Nyaris terlupakan Marina dari Matadewi Management yang mensupport habis untuk Helda Sanira tetap eksis di dunia musik. Yuk kita buka linknya. ( Zar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending