Connect with us

Film

Inspiratif! Novel ‘Si Doel Anak Jakarta’ Akan Dijadikan Webseries

Published

on

Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar diapit oleh Achmad Fahrodji dan Aditya Yusma Perdana. (Dok. Istimewa)

Kabarhiburan.com – Novel Si Doel Anak Jakarta versi original, karya Aman Datuk Madjoindo terbitan Balai Pustaka pada tahun 1932, kelak akan dapat dinikmati dalam format webseries.

Webseries yang digarap oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut, akan mengusung pesan kesalehan, jiwa sosial, dan toleransi anak-anak Betawi.

Sebelum sampai kesana, BNPT melakukan Konferensi Pers virtual bertema Pentingnya Pendidikan Toleransi Melalui Sastra Klasik dalam Media Milenial ‘Si Doel Anak Jakarta’ karya Aman Datuk Madjoindo, berlangsung di Gedung Balai Pustaka Jakarta, Senin (22/2).

Komjen Pol Boy Rafli Amar selaku Kepala BNPT mengatakan bahwa karya asli dari kakeknya ini diangkat menjadi sebuah webseries, didasarkan pada semangat pembangunan nasionalisme. Selain juga menghibur dan memberikan sumbangan pemikiran.

“Tentu ada kaitan dalam membangun akhlak, semangat toleransi dan nasionalisme. Ini harus dapat menjadi perhatian yang bisa dilakukan,” kata Boy Rafli.

Ia menambahkan, karakter Si Doel Anak Jakarta yang bertoleransi dan belajar agama agar menjadi akhlak yang baik dan meraih masa depan yang baik pula.

“Ini kita kemas dan tonjolkan. Itulah pesan yang ingin kita kirim kepada publik. Kita ingin publik menempuh contoh-contoh terbaik yang pernah ditunjukkan dari pemikiran Si Doel ini,” ungkap Boy Rafli.

“Tentu dengan karya film, masyarakat akan lebih mudah melihat, kemudian menangkap pesan itu. Tetapi di situ ada unsur hiburan dan mengedukasi publik. Sebenarnya, itu harapan dari BNPT,” katanya.

Sementara itu, Achmad Fachrodji selaku Direktur Utama PT. Balai Pustaka mengatakan bahwa Aman Datuk Madjoindo adalah sastrawan legendaris Indonesia yang melawan penjajahan melalui tulisan.

Memulai karir sebagai penulis sejak tahun 1920, Aman Datuk Madjoindo pro kemerdekaan RI. Ketika banyak novel dari karya para sastrawan lainnya yang tidak diizinkan terbit. Sebaliknya, novel-novel karya Aman Datuk Madjoindo lulus sensor dari kolonial Belanda, karena mengangkat genre anak-anak yang tidak menjadi perhatian kolonial Belanda.”

Aman Datuk Madjoindo sangat mencintai Indonesia. Terbukti, penerbit di Malaysia pada saat itu sangat tergiur untuk menerbitkan buku-buku yang beliau tulis dengan menawarkan imbalan yang cukup besar, tapi ditolaknya.

“Aman Datuk Madjoindo lebih memilih Balai Pustaka, penerbit dari Tanah Airnya sendiri,” jelas Achmad Fachrodji yang menganjurkan agar casting webseries Si Doel Anak Jakarta dilakukan di Balai Pustaka.

Aditya Yusma Perdana selaku Produser webseries Si Doel Anak Jakarta membenarkan, sudah sewajarnya karya sastra klasik dari Aman Datuk Madjoindo terus dilestarikan.

Baginya, banyak hal positif yang bisa dipetik dari karya Si Doel Anak Jakarta, di tengah ingar bingar informasi di era digital saat ini.

“Karya-karya beliau menjadi tamu kehormatan di mancanegara, pun juga sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita melihat banyak karya beliau yang difilmkan dan sinetron, serta menjadi literasi di beberapa universitas terkemuka,” jelas Aditya Yusma Perdana.

Aditya Yusman Perdana juga mengatakan Si Doel Anak Jakarta merupakan salah satu contoh kasus transformasi untuk melepaskan stereotip lama yang melekat pada masyarakat Betawi. Salah satunya adalah ketidakmampuan secara pendidikan maupun secara ekonomi.

Si Doel Anak Jakarta ini mampu mengubah stigma tersebut lewat kepandaian dalam mengaji dan berakhlak. Kesalehan sosial tersebut menjadikan anak tersebut sukses dalam hidupnya, karirnya dan sukses pula dalam cintanya,” jelas Aditya Yusman Perdana.

Ia pun berharap webseries Si Doel Anak Jakarta menjadi film anak-anak yang berkualitas dan menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

“Tontonan yang pasti menghibur,serta  tuntunan yang memberikan edukasi tentang toleransi dan budaya mencegah tumbuhnya bibit-bibit kekerasan yang mengarah pada terorisme dan sebagainya,” katanya. (Muhammad Fadhli)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Yura Yunita Rilis Film Pendek ‘Tenang’ Dibintangi Ringgo Agus dan Nirina Zubir

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Bersamaan dengan dirilisnya lagu Tenang, Yura Yunita juga mempersembahkan sebuah film berdurasi 7 menit dengan judul sama, garapan sutradara muda bertalenta, Yandy Laurens.

Film pendek yang dibintangi, antara lain aktor Ringgo Agus, Nirina Zubir dan Kiki Narendra, menceritakan seseorang menghadapi kehilangan hal-hal yang mungkin tidak akan pernah bisa kembali lagi. Kemudian menerima sekecil apapun yang dimiliki.

Yandy Laurens sendiri dikenal sebagai sutradara dan salah satu penulis film Keluarga Cemara (2018).

“Punya kesempatan buat short film, jadi diingatkan kembali bahwa memori sangat berharga. tidak hanya untuk kenangan nanti, namun juga saat proses penciptaan memori demi memori itu sendiri. Kita menikmatinya dengan amat sungguh sekarang,” ujar Yandy Laurens dalam keterangan tertulisnya.

Film pendek Tenang, sudah bisa dinikmati melalui kanal YouTube Yura Yunita, sejak Jumat 16 April 2021.

“Tidak ada satupun orang yang persis sama dalam memaknai kehilangan. Begitu pun saya ketika menyelami peran ini, rasa kehilangan yang saya rasakan belum tentu sama dengan rasa kehilangan yang orang punya,” ujar Ringgo Agus.

“Bahkan, ketika film ini sudah tiba di tangan penontonnya, reaksi yang muncul juga beragam. Perjalanan kehilangan selalu punya arti sendiri bagi setiap orang,” kata Ringgo menambahkan.

Berbeda dengan Nirina Zubir yang mengaku jatuh hati pada lagunya. Barulah jatuh hati pada konsep ceritanya, namun tidak menyangka begitu dalam maknanya.

“Baru ‘kena’ banget pas lihat hasil akhirnya, tapi kami tidak pernah ragu dengan Yandy. Dia selalu punya rasa yang ‘dalam’ terhadap keluarga,” ucap Nirina Zubir. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

BCL Persembahkan ‘Selamanya Cinta’ untuk OST ‘Surga Yang Tak Dirindukan 3’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Bunga Citra Lestari atau akrab disapa BCL, berhasil meyakinkan hatinya untuk kembali melangkahkan kaki di tahun 2021. Saat merilis lagu Love Story pada Februari silam, BCL menjadi buah bibir di Indonesia.

Kini, BCL akan melanjutkan suksesnya, dengan merilis lagu berjudul Selamanya Cinta, ciptaan Melly Goeslaw.

Menariknya lagi, Manoj Punjabi selaku Produser dan CEO ikut berpartisipasi di balik penulisan lirik lagu Selamanya Cinta.

Bekerja sama dengan Bash Company dan MD Music Indonesia, BCL merasa ada kedekatan secara emosional terhadap lagunya.

“Sejak pertama kali diperdengarkan oleh tim MD Musik dan Melly Goeslaw, BCL merasa ada kedekatan secara emosional terhadap lagunya, baik secara melodi maupun tema yang diusung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/4).

Dibalut dengan aransemen ballad yang begitu manis. Ditambah dengan karakter suara dan cara bernyanyi BCL yang khas, lagu ini memang betul-betul bisa menggambarkan kedalaman hati dan doa seseorang terhadap cintanya.

Artwork-nya sendiri mengisyaratkan sebuah fase berserah, dimana BCL saat ini bangkit berdiri, menyiapkan diri untuk berbagai kemungkinan terbaik di masa mendatang. Melangkah maju satu demi satu, sebagai fase berproses secara perlahan untuk bisa berlari lagi nantinya.

“Lagu ini bercerita tentang bagaimana sebuah kekuatan cinta yang dengan begitu magisnya, mampu menghidupkan dan bertahan hingga selamanya,” ujar BCL menambahkan.

Lagu Selamanya Cinta didukung musik video garapan sutradara Candi Soeleman. Candi berhasil menangkap emosi BCL yang menyiratkan kesendirian, kesedihan, hingga mulai ada keberanian dan senyuman.

Selamanya Cinta dibuat secara khusus oleh Melly Goeslaw sebagai soundtrack film, berjudul Surga Yang Tak Dirindukan 3.

Seperti lagunya, film Surga Yang Tak Dirindukan 3 juga menggambarkan dinamika kehidupan cinta, diri sendiri dan keluarga.

Film produksi MD Pictures Tbk itu siap untuk disaksikan khalayak luas pada April mendatang di movie platform Disney+ Hotstar. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Film ‘Kau dan Dia’ Segera Tayang, Dibintangi Zara Leola

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Film Kau dan Dia telah merampungkan syuting, kini siap menyapa penonton Indonesia pada pertengahan 2021 mendatang.

Sutradaranya, Ivan Bandhito, merampungkan syuting di beberapa titik di Jabodetabek, berlangsung lancar, meski sempat terkendala hujan.

“Alhamdulillah. Kami banyak dimudahkan. Kami berharap, film ini siap bertemu penonton di pertengahan tahun 2021,” ujar Ivan Bandhito dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Zara Leola yang kali ini menjadi pemeran utama, mengaku dirinya sudah tidak sabar dengan film Kau dan Dia.

Menurut aktris cilik sekaligus penyanyi ini, cerita film Kau dan Dia sangat dekat dengan dirinya. Bahkan mungkin pernah mengalaminya.

“Bikin baper dan bikin senyum-senyum sendiri. Apalagi, kalau melihat drama-drama cinta antar sahabat yang mungkin pernah dialami oleh banyak orang,” katanta.

Selain menjadi debut bagi Zara Leola sebagai peran utama, sederetan aktor dan aktris ikut andil dalam suksesnya film Kau dan Dia.

Film bertema persahabatan dan cinta ini juga menghadirkan  Anneth Delliecia, Ari Irham, Bima Azriel, Azela Putri, Franco W.M. Kusumah, Wulan Guritno, Enditha, Jenda Munthe, Vikri Rasta dan banyak lagi.

Selama proses film, banyak sambutan hangat yang mengalir ke akun resmi Instagram film Kau dan Dia. Para penggemar film indonesia tidak sabar menanti karya idolanya tayang.

Ikuti perjalanan film Kau dan Dia melalui media sosial Instagram @kaudandiamovie. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending