Connect with us

Sinetron

Iris Bella Come Back Lewat Sinetron ‘Indah Pada Waktunya’, Ini Sinopsisnya

Published

on

Kabarhiburan.com – Kerinduan penggemar kepada aktris Irish Bella diharapkan terobati dengan hadirnya sinetron ‘Indah Pada Waktunya’ di layar SCTV sebagai persembahan terbaru. Sinetron garapan SinemArt ini hadir mulai hari ini, Senin 19 Oktober 2020, pukul 16.40 WIB.

Melihat jam tayangnya, ‘Indah Pada Waktunya’ akan menggantikan sinetron ‘Cinta Tapi Benci’.

Sinetron garapan SUTRADARA Emil G. Hamp ini mengetengahkan kisah kehidupan keluarga dengan segala permasalahannya, mengusung sederet nama aktor dan aktris papan atas, seperti Irish Bella, Ersya Aurelia, Bryan Domani, Rizky Nassar, Roger Danuarta, Anjasmara, Lydia Kandou, Teuku Ryan, Dylan Carr, Anthony Xie, Sylvia Menul, dan Windy Wulandari.

Sinetron Indah Pada Waktunya dibuka dengan sosok Salma (Ersya Aurelia) seorang gadis pekerja keras yang memiliki mimpi menjadi artis terkenal seperti artis pujaannya yaitu Marissa (Windy Wulandari).

Namun ada satu rahasia yang tidak diketahui Salma selama ini, yakni Aisah  (Sylvia Menul) yang selama ini  mengurus dirinya dengan penuh cinta dan sudah dianggap sebagai ibu kandungnya ternyata bukanlah ibu kandungnya. Justru Marissa yang merupakan ibu kandung Salma.

Aisah sendiri merupakan sahabat baik Marissa semasa sekolah. Karena ingin meniti karier menjadi seorang artis, sehingga Marissa menitipkan Salma sejak masih bayi kepada Aisah.

Walaupun bukan anak kandung, namun rasa cinta Aisah kepada Salma sudah layaknya seorang ibu dan anak, sehingga dirinya tidak dapat membayangkan bagaimana jika dirinya harus terpisah dari Salma.

Konflik yang berbeda dialami oleh Merry (Irish Bella), seorang wanita muda yang sukses dalam karirnya. Semua mimpi dan angan-angannya selalu diwujudkannya lewat segala usaha dan kerja keras.

Hanya saja, dibalik kesuksesan Merry terdapat satu permasalahan yang masih menghantui pikirannya selama ini, yakni hubungannya dengan Panji (Rizky Nassar) yang menjalin cinta dengan Merry.

Selama enam tahun terakhir, namun Panji masih merasa belum siap untuk melangkah  ke tahap yang lebih serius, sementara Merry selalu ingin membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Merry pun memilih bertahan karena rasa sayangnya kepada Panji. Merry berharap suatu saat nanti Panji akan berubah pikiran.

Pesan moral yang akan tertuang dalam setiap episodenya selalu memancing rasa penasaran pemirsa untuk terus mengikuti kelanjutan kisah sinetron “Indah Pada Waktunya”, setiap hari pukul 16.40 WIB hanya di SCTV. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Mini Series Suara Hati Istri: Zahra Tayang Perdana 27 Mei 2021

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Selepas Hari Raya Idul Fitri 2021, Indosiar siap menyajikan tontonan terbaru, berjudul Mega Series Suara Hati Istri Zahra. Tayang perdana, Kamis, 27 Mei 2021 mendatang.

Sebuah drama rumah tangga yang akan menguras emosi penonton, diangkat dari kisah rumah tangga dari tengah masyarakat, yakni rumah tangga pria kaya raya dengan 3 istrinya.

Sesuai judulnya, Zahra adalah nama sang istri ketiga, diperankan oleh aktris pendatang baru, Lea Clarachel Forneaux, sebagai pemeran utama.

Lea beradu akting dengan aktor dan aktris yang sudah akrab bagi penonton FTV dan sinteron, yakni Panji Saputra, Metta Permadi, Zora Vidyanata dan Bryan Andrew.

Sebelum tayang perdana, Indosiar terlebih dulu menghadirkan Clarachel Forneaux, Panji Saputra, Metta Permadi, Zora Vidyanata dan Bryan Andrew dalam program Semangat Senin Indosiar, 10 Mei 2021.

Zora Vidyanata yang memerankan Ratu sebagai istri pertama, mengatakan bahwa mega series Zahra menitipkan pesan bahwa suami yang berpoligami, tidak begitu saja selesai masalahnya, meski merasa bertindak adil kepada istri-istrinya.

“Masih banyak konflik yang datang dan pergi dalam rumah tangga yang demikian,” ungkap Zora Vidyanata dalam wawancara virtual, yang disaksikan lebih 6 ribu viewers.

“Dari sini bisa terlihat bahwa rumah tangga dengan suami yang memiliki 3 istri sekaligus, merupakan lelaki yang sangat mendominasi,” tutur Panji Saputra, pemeran Tirta, suami yang memiliki 3 istri.

“Aku sering memainkan karakter yang menyebalkan, tapi di mini series kali ini, akan lebih menyebalkan lagi. Tantangannya, aku harus mampu memainkan karakter yang berbeda dari sebelumnya.

Lea Clarachel dan Panji Saputra

Lea Clarachel memerankan sosok remaja bernama Zahra, digoda oleh pria yang jauh lebih tua darinya, Tirta (Panji Saputra) dan berhasil. Zahra pun menikah dengan Tirta, menjadi istri ketiga.

Awalnya Zahra anaknya ceria dan merangkai banyak mimpi gitu. Namun masa remaja Zahra seketika berubah,” cerita Lea Ciarachel tentang debutnya syuting harian.

Menariknya, Lea Clarachel menitipkan pesan positif nya kepada penonton tentang aktingnya di Miniseries Zahra.

“Aku memerankan Zahra, semoga dapat mewakilkan suara hati remaja wanita di Indonesia yang dipaksa menikah. Mudah-mudahan dapat memberikan banyak pelajaran positif”, harap Lea Ciarachel, yang langsung ditimpali oleh Panji Saputra.

“Kalian semua wajib nonton ini karena akan banyak pesan positif dengan berbagai karakter yang berbeda,” tambahnya.

Seperti halnya Zora, Metta Permadi, yang memerankan karakter Putri sebagai istri kedua, mendapat tantangan berakting yang menarik dalam mini series Zahra.

“Jika sebelumnya aku selalu kebagian sebagai istri yang tersakiti dan tertindas. Kali ini, menjadi istri yang berani melawan suaminya. Ini tantangannya,” jelas Metta.

Di sisi lain, ada Alshad yang diperankan oleh Bryan Andrew. Ia sosok yang ekstrovert dan puitis, merupakan tempat Zahra mengadu, membuat Alshad sering adu mulut dengan Tirta.

“Konflik baru kemudian muncul, ketika Zahra mengalami perubahan fase kehidupan,” jelas Bryan.

Seperti apa keseruan Mini Series Suara Hati Istri: Zahra, saksikan penayangannya di Indosiar pada Kamis, 27 Mei 2021 mendatang (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Menanti Kehadiran Aliando Syarief Lewat Sinetron Terbaru di SCTV

Published

on

By

Aliando Syarief (Foto: Instagram ofc.syarieffamz)

Kabarhiburan.com – Sempat vakum dari dunia peran dan berbulan-bulan lamanya tidak posting kegiatan di media sosial, ternyata sosok Aliando Syarief masih ditunggu oleh penggemarnya.

“Kita akan hadirkan lagi Aliando dengan sinetron baru yang bombastis,” ujar Banardi Rachmad selaku SVP Programming Acquisition SCTV dalam jumpa pers virtual, pekan lalu.

“Aliando masih ditunggu pemirsa. Semoga kemunculannya akan mengobati kerinduan pemirsa,” katanya.

Seperti diketahui, nama Aliando Syarief dibesarkan SCTV lewat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (2014).

Lewat rilis resminya, SCTV memastikan Aliando akan hadir lewat sinetron terbaru yang tayang di SCTV pada Mei 2021.

Kerinduan para penggemar terhadap sosok Aliando Syarief tak lama lagi akan terbayar. Aliando bakal hadir lewat sinetron terbarunya yang tayang di SCTV.

Kabar kembalinya Aliando ke dunia akting, yang sudah beredar sejak beberapa pekan belakangan, segera menjadi kenyataan. Aliando muncul dalam cuplikan sinetron berjudul Kejaiban Cinta.

Aliando akan memerankan sosok Darwin. Ia akan beradu akting dengan sederet bintang, seperti Sitha Marino, Atalarik Syah dan Maudy Wilhelmina.

Hanya saja, cuplikan sinetron tersebut tidak dilengkapi dengan jadwal pasti penayangannya..

“Nantikan kembalinya Aliando Syarief, segera di SCTV,” demikian isi rilis resmi tersebut.

Menyambut Lebaran, sinetron-sinetron unggulan SCTV juga akan tetap tayang sejak pukul 16.30 WIB dengan sinetron Dari Jendela SMP.

Selanjutnya, masih ada sinetron Buku Harian Seorang Istri pada pukul 18.10 WIB, serta sinetron Love Story The Series pada pukul 20.10 WIB. Adapun sinetron Samudra Cinta tayang sejak pukul 21.40 WIB. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Gara-gara Akting Sebagai Pelakor, Hana Saraswati Pernah Dicubit Ibu-ibu

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sejak hadir di layar SCTV pada pertengahan Januari silam, sinetron Buku Harian Seorang Istri (BHSI), hingga kini sudah melewati 160 episode dan berhasil menyita perhatian masyarakat.

Akting para aktor dan aktris muda, seperti  Zoe Jackson, Cinta Brian, Antonio Blanco dan Hana Saraswati, terbukti mampu mengaduk-aduk emosi penontonnya.

Salah satunya, akting Hana Saraswati yang berperan sebagai Alya Wijaya Kusuma, begitu meresap dan mendapat sorotan dari pemirsa.

Penonton dibuatnya jengkel pada karakter Alya yang dimainkan Hana sebagai pelakor, belakangan menjadi pendendam.

“Tidak terhitung lagi banyaknya umpatan dan makian yang penonton kirimkan lewat media sosial. Bahkan, aku pernah dicubit ibu-ibu yang gemes pada sosok Alya yang aku perankan,” ujar Hana Saraswati sambil tertawa, dalam wawancara virtual, Jumat (7/5).

Hana memang begitu piawai berakting sebagai pelakor. Ia juga berhasil  menghidupkan cerita prahara keluarga Dewa Buana (Cinta Brian) dan Nana (Zoe Jackson), yang menikah karena terpaksa.

Bagi Hana, Buku Harian Seorang Istri adalah sinetron kesekian kali dirinya kebagian peran sebagai pelakor, pendendam alias sosok wanita jahat.

Situasi ini, lalu menerbitkan keinginan Hana untuk sesekali merasakan akting sebagai wanita baik-baik. Setidaknya untuk membuktikan wajah yang menurutnya jutek, bisa kok, jadi wanita baik-baik.

“Tantangan terbesarku, gimana agar mukaku yang jutek ini jadi kelihatan melas, jadi happy, gitu,” pinta perempuan berusia 24 tahun ini.

Meski langganan peran sebagai wanita jahat, Hana keberatan kalau akting tersebut dijadikan sebagai representasi dirinya di dunia nyata. Hana mengatakan bahwa peran sebagai Alya di sinetron dan dirinya di kehidupan nyata, beda jauh.

Baginya, sosok Alya tak lebih dari sekadar peran, yang di dalamnya perlu penghayatan dan totalitas berkarya.

“Aku gak akan punya mental yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Bagiku, kalau sudah tidak bisa, ya tidak usah. Sebaliknya, Alya akan berusaha terus untuk mencapai tujuan,” jelas Hana, yang kini giat kuliah disela-sela waktu syuting.

Terlepas dari hal tersebut, Hana Saraswati mengaku masih dapat mengambil sifat positif dari karakter Alya.

“Salah satunya, tentang semangat dan kegigihannya yang sangat luar bisa. Karena Alya memiliki jiwa pantang menyerah,” katanya.

Hana tidak memungkiri bahwa peran sebagai Alya, menjadi salah satu yang peran antagonis yang paling berkesan baginya. Alasannya, selain scenenya banyak, setiap scene memerlukan permainan emosi naik turun dalam waktu cepat.

“Dalam satu scene yang singkat saja bisa empat emosi yang harus ditampilkan. Itu memerlukan energy yang banyak. Sekaligus berkesan, sih,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kisah dalam Buku Harian Seorang Istri, konflik baru muncul setelah Dewa Buana dijebloskan ke penjara. Ibunda Dewa yakni Farah (Dian Nitami) mulai tidak suka kepada Nana, menantunya yang belum juga memperoleh keturunan.

Farah lalu bersekongkol dengan Alya untuk memisahkan Dewa dan Nana. Pucuk dicinta ulam tiba. Alya yang masih mencintai Dewa, langsung menyambut rencana tersebut. Karena dendam, Alya ingin menghancurkan rumah tangga Dewa dan Nana.

Sebelum Dewa menikah dengan Nana, Alya yang menjadi sekretaris Dewa, sekaligus kekasih. Hubungan mereka hancurgara-gara Dewa terpaksa menikah dengan Nana. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending