Connect with us

Event

Iwan Fals, Dewa Feat Once, dan ‘Tribute To Agnez Mo Song’ Sambut Superstar Pop Academy

Published

on

Kabarhiburan.com – Ajang pencarian bakat Pop Academy yang berlangsung sejak Oktober 2020, segera melahirkan Superstar, diantara 2 Grand Finalis yang berhasil lolos hingga ke babak akhir.

Sebelum sampai ke sana, Indosiar terlebih dulu menggelar acara Road To Grand Final Pop Academy pada Jumat, 15 Januari 2021 LIVE pukul 20.30 WIB.

Sementara Grand Final Concert akan hadir pada Sabtu, 16 Januari 2021 LIVE pukul 20.00 WIB dan penentuan pemenang berlangsung pada Minggu, 17 Januari 2021 LIVE pukul 20.00 WIB dalam Winner Concert.

Menyambut lahirnya Superstar, pada Selasa, 19 Januari 2021 Indosiar menghadirkan Konser Persahabatan LIVE pukul 20.00 WIB dan Welcome To Indosiar Family, Rabu, 20 Januari 2021 LIVE pukul 20.00 WIB dengan menampilkan para pemenang dari Pop Academy.

Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming SCM menyatakan antusiasnya atas kelahiran Superstar baru yang akan meramaikan persaingan industri hiburan Tanah Air.

“Indosiar akan terus memberi wadah bagi para jebolan ajang pencarian bakatnya untuk dapat terus berkarya sekreatif mungkin untuk mewarnai layar kaca.” tutur Harsiwi.

Grand Final Concert dan Winner Concert akan semakin meriah dengan kehadiran Agnez Mo sebagai Dewan Juri.

Selain Agnez Mo, Dewan Juri Soimah, Ariel NOAH, Mario Ginanjar dan Melly Goeslaw juga akan turut menilai penampilan 2 Grand Finalis di Grand Final Concert dan Winner Concert.

Sementara Raffi Ahmad, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Mario dan Eda akan hadir memandu jalannya acara.

Pada Grand Final Concert, 2 Grand Finalis akan ditantang untuk berduet dengan Dewa dalam Duet With Dewa Feat Once, selain tampil lewat Tribute To Agnez Mo Song, yakni menyanyikan lagu-lagu hits Agnez Mo secara medley dengan dua tempo yang berbeda.

Pilihan lagu harus dibuka dengan tempo up beat dan diakhiri dengan lagu bertempo slow beat dalam satu penampilan.

Tantangan lainnya adalah memamerkan suara terbaiknya di Battle Of Two, yaitu berkolaborasi menyanyikan 1 lagu dengan teknik pecah suara.

Setelah tampil berduet dengan Dewa Feat Once di Grand Final Concert, Grand Finalis juga akan berkolaborasi dalam Duet With Iwan Fals di Winner Concert.

Penampilan mereka juga akan diuji melalui Best Perfomance dengan menyanyikan lagu terbaik yang dipersembahkan untuk Dewan Juri dan pendukung di seluruh Indonesia.

Secara istimewa lagu kemenangan (Winning Song) ciptaan Melly Goeslaw untuk para Grand Finalis juga akan dibawakan perdana di panggung Pop Academy.

Perjuangan 2 Grand Finalis untuk sampai di babak akhir tidaklah mudah, mereka harus bersaing secara ketat dengan 38 academia terbaik lainnya dimana satu per satu gugur di setiap babak.

Hadiah Total 650 Juta

Banyak hal yang terjadi di panggung Pop Academy,. Sebut saja, pemberian hadiah Rp 1 Juta oleh Raffi Ahmad bagi peraih all standing ovation dari Dewan Juri, serta pemberian baju bagi academia favorit dari Dewan Juri.

Duet bersama bintang D’Academy dan LIDA juga turut memberikan semangat bagi academia. Mereka saling mencoba genre yang berbeda dari basic skill yang mereka miliki.

Selain mendapatkan lagu kemenangan (Winning Song), nantinya para pemenang juga akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dengan total Rp 650 juta.

Hadiah tersebut terbagi menjadi Rp 350 Juta untuk Juara 1, Rp 250 Juta untuk Juara 2 dan Rp 100 Juta untuk Juara 3. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Valentino Simanjuntak Ajukan Syarat Ini Jika Mundur dari Liga 1 2021

Published

on

By

Valentino Simanjuntak

Kabarhiburan.com – Menyandang gelar sarjana hukum dan magister hukum, Valentino merasa nyaman sebagai komentator di berbagai pertandingan sepakbola.

Pria berusia 38 tahun yang akrab disapa Valentino Jebreeet, kini tengah memandu setiap pertandingan sepakbola pada perhelatan Piala Menpora 2021, di layar Indosiar.

Suara lantangnya yang khas meneriakkan diksi kekinian, seperti ‘Tangkapan Pomad’, Tendangan Ghosting dan masih banyak lagi, membuat tayangan piala Menpora yang tanpa penonton, menjadi meriah dan seru dinikmati.

Hanya saja, upaya tersebut mendapat sorotan dari sebagian pemirsa. Mereka menilai komentar Valentino sebagai berlebihan, lalu memunculkan #GerakanMuteMassal.

“Gerakan mute massal bagi gue itu ga masalah karena mungkin bagi mereka suara gue mengganggu selama masih tetap menyaksikan pertandingan sepakbola di Indosiar atau Vidio”, ujar Valentino dalam program Semangat Senin (19/4).

Kemudian Valentino berjanji akan mengajukan pengunduran diri sebagai komentator. Syaratnya, penggemar sepak bola harus bisa membuat rating Liga 1 2021 mengalahkan sinetron Ikatan Cinta.

“Dari pada semua viral rame-rame, lebih baik kita ramaikan saja Final Piala Menpora 2021. Kalau memang di final nanti perolehan audience share bisa mengalahkan sinetron unggulan yang sedang viral juga, saya akan mengajukan pengunduran dari Liga 1 2021,” ungkap Valentino.

Namun, ancaman untuk mundur yang masih sebatas ide ini, langsung mendapat protes dari Indosiar Mania.

Sebagai komentator, Valentino mengaku tidak membela klub sepak bola mana pun yang bertanding.

“Sebenarnya saya tidak membela salah satu klub sepakbola Indonesia manapun,” ujar Valentino menjawab selentingan dari netizen. (Tumpak S. Foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Event

Grand Final Indonesian Idol Hadirkan Duel Seru Mark Natama dan Rimar Callista

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Indonesian Idol Special Season akan mempertemukan duel antara Mark Natama dan Rimar Callista di Grand Final yang berlangsung  malam ini Senin (19/4/2021) pukul 21.00.

Keduanya bertarung di atas megahnya panggung Indonesian Idol, di Studio RCTI+ MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta demi  berebut vote pemirsa sebagai jalan keluar sebagai juara.

Mark dan Rimar bakal menghadirkan penampilan terbaiknya pada Grand Final, malam ini sambil berharap bisa memukau para juri dan pemirsa.

Kedua juga akan hadirkan special collaboration dengan musisi-musisi terbaik Indonesia. Rimar akan tampil maksimal bersama Slank, selain akan kolaborasi dengan Marion Jola.

Sementara Mark berjanji akan menampilkan aksi panggung terbaiknya dengan Slank serta Mark bersama Afgan.

Keduanya berharap mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia. “Aku bersyukur karena masyarakat Indonesia, terutama Markas (sebutan fans Mark) masih mempercayai aku,” kata Mark.

Mark berharap dirinya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. “Semoga aku bisa serius minggu depan bisa maksimal menghibur semua yang menyaksikan,” tambahnya.

Rimar juga menyampaikan hal yang sama dengan Mark.

“Alhamdulillah. Aku seneng banget dan gak nyangka bisa lanjut ke babak grandfinal. Yang jelas, nanti aku akan mempersiapkan diri dan terus konsisten dengan berlatih dan berlatih. Aku selalu melihat penampilanku sendiri di babak sebelumnya untuk mengetahui dimana kekurangannya,” ucap Rimar.

Bagi Rimar, yang penting adalah konsisten nggak monoton agar masyarakat bisa melihat sesuatu yang baru.

Para pendukung masing – masing grand finalis, bisa memberikan dukungannya dengan cara vote di aplikasi RCTI+ dan SiCepat.

Jangan lewatkan Grand Final Indonesian Idol Special Season, Senin 19 April 2021 pukul 21.00 WIB live di RCTI. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Ekspedisi 30 Summits, Ikhtiar Menghidupkan Pariwisata Indonesia

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pelaksanaan misi mengkhatamkan masing-masing satu juzz Alquran di tiga puluh puncak gunung di Indonesia oleh Samawe Adventure pada 26 Mei mendatang, tinggal menghitung hari.

Pendakian bertajuk Ekspedisi 30 summits ini, mendapat dukungan moril dari para seniman dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, yang menyebutnya sebagai ikhtiar menghidupkan pariwisata di Indonesia.

“Saya mengucapkan dan mendukung kegiatan anak bangsa bernama Samawe Adventurre, yakni Ekspidisi 30 Summit. Kegiatan ini selaras dengan upaya menghidupkan dan menggeliatkan kembali pariwisata di Indonesia,” ujar Sandiaga Uno, Minggu (18/4).

“Ini mendukung destinasi baru pariwisata di negeri kita. Semoga usaha ini dilancarkan oleh yang Maha Kuasa. Kami memberikan semangat dan motivasi agar kegiatan ini bisa membawa kemaslahatan buat bangsa Indonesia,” kata Sandiaga, secara virtual dalam jumpa pers, Minggu (18/4).

Tampak hadir dalam konferensi pers kali ini Ida Bagus Charma, Ananda Sukarlan, Didit T. Hidayat, Octa Carolina, Citra Utami, Harry ‘Koko’ Santoso dan Raden Bambang Adi Wijaya, selaku founder Samawe Adventure, sekaligus pendaki utama dalam ekspedisi 30 Summits.

Raden Bambang Adi Wijaya menjelaskan ekspedisi ini direncanakan berdurasi 10 bulan, dengan jeda selama 5 hari untuk berpindah ke gunung berikutnya.

Pria yang akrab disapa Awe ini menjelaskan bahwa pendakian ke 30 puncak gunung, nantinya dibagi ke dalam tiga etape pendakian. Pendaki yang akan melibatkan enam orang, yakni dua pendaki utama dan pendaki lokal, serta dua orang videografer.

30 gunung yang dipilih merupakan gunung mainstream, yakni paling ramai dikunjungi wisatawan, sekaligus paling tercemar sampah plastik.

“Etape pertama wilayah Sumatera. Gunung yang didaki rencananya Leuser, Singgalang-Merapi, Kerinci, dan Dempo di Sumatera Selatan. Selanjutnya etape kedua, gunung di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Lalu etape ketiga wilayah Sulawesi, Kalimantan, Ambon, dan Papua,” paparnya.

Awe mengatakan di setiap puncak gunung nantinya diniatkan bisa tuntas satu juzz Alquran. Dengan 30 puncak yang disambangi, ia berharap, rencana khatam Alquran bisa diwujudkan.

“Dalam eksepedisi ini kita mencoba merekam semua kondisi faktual dari setiap gunung melalui video. Tapi kami tidak hanya sekadar mendaki saja, tetapi ada misi yang bersifat refleksi dengan cara melantunkan ayat Alquran dari atas gunung,” ujarnya.

Harry ‘Koko’ Santoso, pemerhati seni dan budaya, menyambut baik semangat dari komunitas Samawe maupun dukungan dari pemerintah.

Harry Koko mengatakan kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan persatuan di negeri ini.

“Ketika perbedaan masih sering terdengar, maka kegiatan pendakian 30 puncak gunung ini justru memberikan pesan kuat bahwa generasi muda itu harus berani berjuang, bersusah payah tetapi memiliki tujuan untuk menuju puncak. Inilah filosofi mendasar dari kegiatan ini”, ujarnya.

Harry Koko mengatakan kegiatan semacam ini penting juga untuk menguatkan solidaritas dari seluruh anak bangsa.

“Kegiatan ini kan bisa berjalan dan sukses jika ada kerjasama dan solidaritas dari semua yang terlibat. Inilah yang sekarang kita butuhkan buat bangsa ini dan hal ini dicontohkan oleh Samawe Adventure,” kata Koko. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending