Connect with us

Sinetron

Jeremie Moeremans, Ochi Rosdiana dan Jonathan Adriano Membintangi Sinetron ‘17+’

Published

on

Kabarhiburan.com – Wajah artis Jeremie Moeremans, Ochi Rosdiana dan aktor Jonathan Adriano, sudah tidak asing lagi bagi penggemar sinetron Tanah Air. Ketiganya siap tampil dalam sinetron terbaru, berjudul 17+.

Menariknya, sinetron drama itu memiliki alur cerita yang fresh dan penuh intrik, akan hadir di layar SCTV, setiap hari, mulai Kamis, 1 Juli 2021 pukul 21.55 WIB mendatang.

Ketiganya didukung oleh Latief Sitepu, Merry Mustaf, Rasyid Karim, Hanna Hasyim, Cholidi Asadil Alam, Almanda Salmakira, Afrizal Anoda, Jonathan Adriano, Siva Aprilia, Kevin Lukas, Vera Detty dan Binyo.

Banardi Rachmad selaku Deputy Director Programming SCTV, membenarkan bahwa serial drama keluarga ini menyuguhkan racikan cerita, dibumbui kisah cinta anak muda yang bikin gregetan.

“Konflik antar orang tua, seteru sesama tetangga serta cerita cinta insan muda yang terhalang restu orang tua dikemas apik dalam “17+,” jelas Banardi Rachmad dalam keterangan tertulis, Senin (28/6).

Sinetron 17+ berkisah tentang persaingan diantara dua pemilik kontrakan. Masing-masing ingin lebih dahulu berhasil menjadi Juragan Kontrakkan 17+.

Persaingan mereka dibalut dengan beragam karakter para pengontrak yang berasal dari berbagai latar adat berbeda, yang sering kali mengganggu keharmonisan hubungan bertetangga.

Cerita bermula dari obrolan ringan, antara Cang Usni (Rasyid Karim) dengan Pak RW (Afrizal Anoda) dan Pak Ustaz (Cholidi Asadil Alam) di halaman masjid. Cang Usni bercita-cita memiliki belasan pintu kontrakan.

“Kalau sudah bisa memiliki kontrakan 17 pintu, bisa disebut sebagai Juragan Kontrakan 17+,” seloroh Pak RW, yang membuat telinga Babe Jen (Latief Sitepu), yang dikenal sebagai juragan kontrakan pun panas.

Merasa diremehkan, Cang Usni pun menceritakan kekesalannya pada istrinya, Asih (Hanna Hasyim), yang didengar putrinya Lina (Almanda Salmakira). Lina pun bertekad untuk menabung untuk membangun kontrakan impian sang Ayah.

Di sisi lain, pasangan Babe Jen dan Nyak Roh, dengan dua anaknya, Julia (Ochi Rosdiana) dan Jani (Jeremie Moeremans). Sosok Julia yang cantik dan ramah, membuat Babe Jen dan Nyak Roh selektif memilih pasangan bagi Julia. Diantaranya, Taufik (Jonathan Adriano) dan Rizal (Kevin Lukas).

Nyak Roh lebih setuju Julia memilih anak orang kaya, Rizal. Sebaliknya, Babe Jen memilih Taufik yang sederhana dan sopan santun untuk menjadi pendamping hidup anaknya.

Suatu hari, Lina menolong Taufik, yang mengalami kecelakaan. Sayangnya, Lina bergegas pergi sebelum Taufik sempat mengucapkan terima kasih.

Akankah Taufik mencari tahu tentang Lina dan berpaling dari Julia? Siapa laki-laki yang akan dipilih oleh Julia? Bagaimana kelanjutan konflik Babe Jen dan Cang Usni? (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

SCTV Hadirkan ‘Lara Ati’, LokaDrama yang Menghibur Masyarakat

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Usai audisi bertajuk ‘Bayu Skak Golek Pemain Lara Ati LokaDrama’ di Surabaya, pada Juni silam, kini saatnya LokaDrama tersebut hadir di layar kaca SCTV.

Penulis sekaligus sutradaranya, Bayu Skak, mengatakan bahwa LokaDrama ini menggabungkan nilai budaya khas Jawa Timur dan nilai-nilai universal pada setiap episodenya.

“Senang sekali karena ternyata begitu tinggi antusiasme dari teman-teman daerah ketika open casting dilaksanakan pada bulan Juni lalu. Ada begitu banyak talenta yang akhirnya kami pilih untuk bisa tampil di LokaDrama ini,” ujar Bayu Skak dalam jumpa pers, Kamis, 4 Agustus 2022.

Ia pun berharap Lara Ati’ LokaDrama ini dapat menghibur sekaligus mendorong kepercayaan diri sineas lokal untuk lebih berani mengangkat kisah dari daerahnya masing-masing.

“Dengan begitu, nilai budaya lokal Indonesia dapat lebih dipahami dan dinikmati khalayak yang lebih luas,” ujar Bayu Skak yang juga hadir sebagai pemain.

Lara Ati’ LokaDrama menceritakan tentang kisah empat sahabat karib yakni, Joko (Bayu Skak), Fadli (Dono Pradana), Riki (Indra Pramujito), dan Cokro (Benedictus Siregar) yang ingin keluar dari tekanan masa muda mereka (quarter life crisis). Hanya saja, lingkungan sekitar tidak mendukung, sehingga mereka semakin terpuruk dan merasa sakit hati (Lara Ati).

“Dengan alur cerita yang fresh, genre komedi, dan dekat dengan kehidupan anak muda saat ini, ‘Lara Ati’ akan menjadi LokaDrama yang menghibur masyarakat,” ujar David Suwarto selaku Produser Eksekutif PT Sinemart Indonesia.

David Suwarto menambahkan, LokaDrama ini juga merupakan series yang spesial dengan konsep drama lokal yang kental dengan khas Jawa Timur. Syutingnya pun dilakukan di Surabaya.

“Kami harap, ‘Lara Ati’ LokaDrama ini dapat diterima dengan baik, sekaligus dapat melestarikan warisan budaya Indonesia,’’ pintanya.

PeluncuranLara Ati’ LokaDrama yang dilakukan di Kota Surabaya, menjadi momen berharga sekaligus bersejarah bagi SCTV yang lahir di Kota Pahlawan ini.

“Kami berharap ‘Lara Ati’ LokaDrama dapat menjadi pertanda yang baik bagi SCTV dapat semakin lekat dengan pemirsa setianya jelang perayaan HUT SCTV yang ke-32 pada bulan Agustus 2022,” kata Banardi Rachmad selaku Deputy Director Programming SCTV. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Keseruan Sandy Aulia dan Lucky Perdana di Sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’

Published

on

By

Sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’ (Foto: Istimewa)

Kabarhiburan.com – Sinetron baru ‘Cinta 2 Pilihan’ SCTV memulai episode perdana pada Rabu, 20 Juli 2022, menjadi tayangan unggulan dengan aktor dan aktris ternama di Tanah Air.

Cinta 2 Pilihan’ menghadirkan Shandy Aulia, Marcel Chandrawinata, Randy Pangila dan Lucky Perdana.

Bagi Shandy Aulia, sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’ menjadi yang kedua setelah ‘Suci Dalam Cinta’ SCTV pada Oktober 2021, sejak dirinya kembali aktif di dunia sinetron. Usai sinetron Perempuan Pembawa Berkah  (2011), Shandy Aulia lebih sering wira-wiri di berbagai judul film layar lebar.

“Saya merasakan kembali kebahagiaan saat bergabung menjalani syuting striping. Ini kesempatan saya untuk memberikan yang terbaik kepada para pemirsa,” ujar Shandy didampingi Lucky Perdana dalam wawancara virtual, Jumat, 22 Juli 2022.

Mendapat tawaran peran sebagai Sukma, Shandy dipasangkan dengan Marcel Chandrawinata yang berperan sebagai Fathir. Keduanya sebagai pasangan suami-istri mengarungi biduk rumah tangga dengan segala problematikanya.

Selain Marcel, Shandy juga berbagi peran dengan Lucky Perdana yang memerankan karakter dokter Vano, yang menangani Zahra, buah hati Sukma dan Fathir.

Shandy Aulia menceritakan karakter Sukma, sosok ibu rumah tangga yang tekun membantu kegiatan sang suami.

“Karakter Sukma mirip dengan karakter aku. Punya anak satu dan perempuan juga, walaupun usia anak di sini sudah 5-6 tahun. Karena aku punya anak juga. Jadi akting tersalurkan dengan lebih mudah,” ujar Shandy Aulia.

Sementara Marcel merasa mendapat tantangan ketika mendapat tawaran sebagai dokter untuk pertama kali. Karenanya, ia terlebih dulu melakukan observasi tentang kegiatan dokter spesialis jantung.

“Perlu waktu sebulan lamanya untuk memahami istilah kedokteran. Selanjutnya saat syuting saya harus menggunakan istilah medis. Meski sempat grogi, namun akhirnya berlangsung lancar,” kenang Lucky Perdana. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Cerita Esta dan Erdin Tentang Dua Sosok Rapuh Menjadi Kuat dengan Cara Salah

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Memasuki pekan ke empat penayangannya, sinetron aksi Roda Roda Gila SCTV kian memikat jalan ceritanya, tentang kisah romantisme yang rumit di kalangan anak motor, yang melibatkan Elvano (Junior Roberts) dan Mika (Callista Arum).

Menariknya, cerita yang dibangun oleh sutradara Akbar Bhakti dari rumah produksi SinemArt, ini juga mempertemukan Esta Pramanita dan Erdin Werdrayana.

Keduanya memainkan sosok anak muda yang rapuh, namun menjadi kuat dengan cara yang salah dalam waktu yang singkat. Jadilah setiap episodenya dilalui dengan tantangan yang menarik.

Esta Pramanita yang berperan sebagai Isyana, misalnya, memerankan sosok perempuan yang tadinya lembut, baik dan tulus kepada orang disekitarnya, namun dikecewakan oleh orang tuanya.

“Isyana kembali semangat setelah bertemu Nando (Erdin Wedrayana), menjadi kuat dan pemberani, tapi dengan cara yang salah,” jelas Esta dan Erdin tentang karakter mereka.

“Demikian pula, Nando adalah sosok anak yang baik, cupu, hingga kerap dibully di sekolahnya. Kemudian berubah menjadi sosok percaya diri dan kuat sejak bertemu Isyana,” ujar Erdin menimpali.

Tantangan yang tak biasa ini membuat Esta yang biasa bermain di sinetron drama, harus lebih dalam lagi mengeksplor kemampuan aktingnya di ranah sinetron aksi. Ia juga dituntut mahir mengendarai motor berukuran besar, yang belum pernah dia lakukan.

Situasi ini menjadi tantangan luar biasa bagi Esta yang mengaku kesulitan mengendarai motor sport, lantaran postur tubuhnya yang terbilang kecil. Apalagi kalau harus memboncengi orang.

“Ceritanya sudah bisa mengendarai motor dan membonceng Nando. Padahal bawanya aja belum bisa, ini disuruh bonceng. Jadinya, selama syuting selalu takut,” kenang Esta.

Namun tantangan terberat Esta dalam sinetron Roda Roda Gila adalah menjaga emosi agar karakter dan perannya bisa sampai kepada penonton.

“Karakter Isyana itu berubah ubah emosinya. Menjaga ritme emosi itu paling sulit. Saya masih harus berusaha belajar lebih banyak lagi agar penonton suka,” ujar Isyana.

Demikian pula dengan karakter Nando yang antagonis. Erdin dituntut selalu emosional dan menguasai beladiri. Situasi ini membuatnya kerap merasa kebablasan ketika beradu akting dengan Junior Roberts.

“Suka kebablasan emosinya. Kalau enggak gitu, suka kepikiran. Makanya, main total ajalah,” ujar Erdin yang menikmati peran antagonisnya. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending