Connect with us

Musik

Jeritan Hati Neng Wirdha dalam Single ‘Anak yang Hilang’

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Perseteruan antara Wirdha Sylvina alias Neng Wirdha dengan ibunya, Umi Elvy Sukaesih belum  juga menemui titik temu.

Sebagai anak, Neng Wirdha mengaku terus berupaya untuk mencairkan hati Ibundanya dalam berbagai kesempatan, namun masih menemui jalan buntu.

Neng Wirdha merasa dirinya diperlakukan berbeda, lalu menyebut dirinya sebagai Anak yang Hilang. Judul lagu yang ia dendangkan sambil menangis tersedu-sedu.

Ma..Ma.. Aku rindu peluk tanganmu/ Dulu aku kau puja-puja. Dulu aku kau manja-manja/ Tapi kini semua hilang dan musnah, termakan oleh racun berbisa/ Ma.. Ma.. mana kasih sayangmu dulu.

“Lagu ini mengena banget dengan yang saya alami.  Dan ternyata banyak banget orang yang senasib dengan saya. (lagu) Ini mewakili anak-anak yang merasa dibedakan. Mereka bilang, kakak tidak sendiri. Terlepas dari masalah yang saya hadapi,” ujar Neng Wirdha usai menyanyi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (9/8).

Dengan suara tersendat, ibu dari tiga anak ini pun berharap, ekspresi kerinduannya dalam video klip Anak yang Hilang didengarkan oleh ibundanya.

“Saya berharap lagu ini Umi dengarkan. Entah bagaimana caranya, saya ingin ketemu. Saya ingin kerinduan yang saya rasakan, beliau juga rasakan,” ujar perempuan berusia 42 tahun ini.

“Dalam setiap doa, saya selalu pinta, agar saudara-saudaraku jangan jauhkan aku dengan umi. Saya ingin berbakti,” imbuh Neng Wirdha didampingi sang suami, Zecky Alatas.

Baginya, Anak yang Hilang menjadi trilogi single. Sebelumnya Wirdha telah merilis single pertama dan kedua berjudul Tak Tau Diri dan Player. Semuanya ciptaan oleh Joel Bahar.

“Single ini berirama mellow. Berbeda dari single pertama dan kedua yang  berirama riang dan nge-beat,” jelas Neng Wirdha yang perlu waktu lebih lama untuk memutuskan untuk merilis single terbaru ini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Langkah Arci Ende Terhenti di Kontes 4 Besar KDI 2019

Published

on

By

Kontestan Funtastic 4 KDI 2019. Dari kiri ke kanan: Nia Pekanbaru, Arci Ende, Marvin Ponorogo dan Suci Asahan.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ajang pencarian bakat menyanyi, Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019 di MNC TV, akhirnya menemukan tiga kontestan terbaik.

Mereka adalah Marvin Ponorogo, Suci Asahan dan Nia Pekanbaru dinyatakan berhak tampil di Grand Final KDI 2019, yang berlangsung Jumat (18/10) mendatang.

Sebelaum sampai ke sana, mereka berhasil menggeser posisi Arci Ende dalam Kontes 4 Besar KDI 2019 yang berlangsung sengit, di Studio 14, MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/10) malam.

Didukung penampilan para pemusik gesek, Nia tampil memesona saat membawakan lagu ‘Ijuk’.

Apa boleh buat, hasil polling SMS menyatakan Arci hanya mampu meraih nilai sebesar 21.68 persen alias terrendah, dibanding perolehan SMS bagi Marvin Ponorogo, Susi Asahan dan Nia Pekanbaru.

Sebenarnya Arci sukses menarik perhatian dewan juri maupun penonton di studio. Arci menunjukkan penampilan terbaiknya saat berduet dengan Gita KDI, membawakan lagu Gerimis Melanda Hati ciptaan Adibal Sahrul.

Demikian pula saat tampil solo, penampilan Arci telah mempesona dengan suara khasnya saat  membawakan lagu ciptaan H. Rhoma Irama berjudul Puja.

Kontes yang mengambil tema Funtastic 4 KDI 2019 ini, berlangsung meriah oleh kehadiran para bintang tamu yang merupakan penyanyi dangdut kebanggaan masyarakat. Sebut saja, Evi Masamba, Danang, Delima KDI, dan Zaskia Gotik.

Titi DJ duet Iis Dahlia tampil memukau saat membuka konser Funtastic 4 KDI, Senin (14/10).

Salah satu Diva Indonesia, Titi DJ, bahkan ikut membuka kemeriahan malam ini lewat duet goyangnya bersama Iis Dahlia yang juga salah seorang juri KDI.

Sebagaimana Arci Ende, masing-masing kontestan mendapat kesempatan yang sama, yakni tampil duet maupun solo. Diawali oleh penampilan Nia Pekanbaru duet Evi Masamba membawakan lagu Sumpah Benang Emas ciptaan Herman Tanjung.

Sementara Marvin Ponorogo duet Delima KDI dalam lagu Suci Dalam Debu ciptaan Wan Zul yang diaransemen ulang. Episode duet diakhiri oleh penampilan Suci Asahan duet Danang membawakan lagu Sabda Cinta ciptaan Adibal Sahrul.

Zakia Gotik diapit oleh 4 kontestan KDI 2019.

Kemeriahan terasa memuncak saat Zaskia Gotik dan Marvin Ponorogo saling memperlihatkan kemahiran bergoyang. Kalau Zaskia mempertontonkan gemulainya goyang itik, sebaliknya Marvin memperagakan goyang Jabrix yang energik.

Zaskia kemudian menyita kekaguman penonton saat menyanyikan lagu andalannya berjudul Ayo Turu yang merupakan single terbaru penyanyi asal Bekasi, Jawa Barat ini.

Kemeriahan dan ketegangan KDI 2019 masih akan berlanjut hingga Malam Grand Final KDI 2019, Jumat (18/10) pukul 20.00 WIB. Siapa gerangan yang bakal memboyong gelar Juara KDI 2019. Apakah Nia, Susi atau Marvin? (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Regina Ivanova Hadirkan ‘Cerita Baru’ dan Rintis Kopi Idola

Published

on

By

Regina Ivanova rilis single terbaru berjudul ‘Cerita Baru’.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Regina Ivanova terus menekuni karirnya sebagai penyanyi, yang telah melambungkan namanya di belantika musik Tanah Air.

Hadir di berbagai konser off air di berbagai kota di Indonesia, merupakan kesibukannya belakangan ini. Salah satunya Regina bersama Eka Deli tampil di hadapan ribuan member aplikasi advertising MeMiles di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Suaranya yang khas mampu menyita perhatian penontonnya, saat melantunkan beberapa judul lagu, di antaranya berjudul Cerita Baru.

Lagu berirama pop ini merupakan single terbaru Regina Ivanova, yang baru saja dirilis di bawah naungan label Universal Music.

“Lagu ini ciptaan Mario G Klau menceritakan seseorang yang berupaya meyakinkan pasangannya bahwa mereka akan bersama seumur hidup,” jelas Regina.

“Sebelumnya Mario sudah berniat merilis lagu ini, namun label saya meminta agar saya mendengarkan dulu. Eh, saya suka, lalu menghubungi Mario agar saya yang rilis. Mario setuju. Jadilah, single terbaru saya,” kenang Regina.

Wanita yang masih betah sendiri ini menambahkan, Cerita Baru menjadi single kedua baginya di tahun 2019.

“Menjadi yang keempat saya di luar album tunggal berjudul Kemenangan  (2013),” imbuhnya.

Selain giat di panggung off air dan nyanyi di gereja, Regina sudah menggandeng Nowela dan beberapa temannya. Mereka merintis  usaha coffe shop yang diberi nama Kopi Idola, berlokasi di kawasan Rawasari, persisnya di Jalan Haji Ten, Jakarta Timur.

“Idenya lahir dari seringnya saya dan teman-teman kumpul dan diskusi. Dari pada nongkrong kumpul di tempat orang, kenapa enggak bikin tempat sendiri? Namanya pun diambil dari ajang pencarian bakat yang membesarkan kami,” jelas perempuan berdarah Bulgaria-Maluku ini.

Sebagai pemain baru di bidang bisnis kopi, Regina mengaku belum berani cerita yang muluk-muluk.

“Usaha ini masih recehlah. Tapi kami menawarkan sisi fun bagi pengopi, bisa gaming overtime, gitu, sesuai hastag kami: ngopibarengidola,” pungkasnya.

Selamat untuk Regina Ivanova. Semoga single Cerita Baru dan Kopi Idola mendapat apresiasi positif bagi masyarakat. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Hadirkan Formasi Teranyar, Band ST12 Rilis Single ‘Kepingan Hati’

Published

on

By

Pepep (drummer), Indra (gitaris) dan Firman Siagian (vikalis), tampil energik mengibarkan kembali band ST12.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Grup band bergenre Pop Melayu yang pernah berjaya di Tanah Air, ST12 kembali hadir dengan formasi baru nan segar, yakni Firman Siagian dan Indra.

Kehadiran vokalis Firman Siagian menggantikan posisi Charly Van Houten dan gitaris Indra menggantikan posisi Pepeng, kini mengisi ‘nafas baru’ bagi band yang lahir di Jalan Setasiun Timur 12, Bandung pada 2004 ini.

Sentuhan Rock Melayu yang kental dari karakter suara Firman Siagian mengikuti petikan energik gitar Indra serta gebukan drum Pepep yang khas. Menjadikan single repackage Kepingan Hati ciptaan Pepeng, yang pernah dirilis di Malaysia (2015). Kini terdengar baru, khas ST12.

Kehadiran Firman Siagian dan Indra memberikan nafas baru bagi Band ST12.

Lagu ini diangkat dari kisah nyata sahabat Pepep yang sudah divonis dokter hidupnya tidak akan lama lagi akibat Leukemia yang dideritanya sejak lama. Lagu ini kemudian diubah aransemennya sesuai karakter suara Firman Siagian.

Sudah Pepep rencanakan pula, lagu Kepingan Hati akan menjadi bagian dari album terbaru ST12 yang akan datang.

“Konsep musiknya tidak jauh beda dari sebelumnya. Bedanya, sekarang single Kepingan Hati lebih harmonis progresif, jadi lebih modern baik kualitas sound maupun aransemennya,” ujar Pepep sang drummer sekaligus pendiri ST12, dalam jumpa pers di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/10).

Dalam kesempatan yang sama, Pepep juga memperkenalkan Firman Siagian dan Indra berikut para additional player ST 12.

“Kami sudah tahu sosok Firman sebelumnya, sehingga saya tidak perlu kerja keras untuk menyatukan visi dan misi dalam membentuk warna dan karakter yang menjadi ciri ST 12 yang selama ini bergenre Pop Melayu,” jelas Pepep mengemukakan alasan pemilihan Firman Siagian.

Bagi Firman yang merupakan jebolan Indonesian Idol session 2 dan sempat bersolo karir, ia merasa mendapat kehormatan bisa terpilih menjadi vokalis ST12, yang pernah menjadi salah satu trendsetter musik Pop Melayu di negeri ini.

“Nagaswara sudah saya anggap rumah saya sendiri. Merupakan kebanggan bagi saya diberi kepercayaan menjadi vokalis band besar Indonesia, yang menjadi trendsetter Pop Melaytu Indonesia,” jawab pria kelahiran kota Balige, Sumatera Utara ini.

Lagu Kepingan Hati kemudian divisualisasikan lewat video klip, garapan sutradara Eman Pradipta berkonsep true story dalam bentuk web series yang to be continued. Video klip ini dipastikan bakal mengaduk-aduk emosi penontonnya. Ini sudah Pepep buktikan kepada Firman.

“Firman orangnya cukup detail. Dia dapat menerjemahkan apa yang saya minta secara visual. Dia mengulang nonton video klip sampai 256 kali dan mewek terus hingga ending-nya,” ujar Pepep menceritakan proses pembuatan video klip tersebut.

Tak heran, kalau Pepep mendedikasikan lagu ini buat sahabatnya tersebut, serta orang lain yang merasa kehilangan pasangan hidupnya.

 

Kehadiran formasi ST12 Anyar ini langsung mendapat sambutan optimis dari Rahayu Kertawiguna selaku CEO Nagaswara. Ia pun yakin ST12 bisa bangkit kembali.

Para ST Setia (fans base ST12) menyambut kehadiran band kesayangannya.

Di bawah naungan Nagaswara Music, ST 12 menggarap single Kepingan Hati secara optimal mulai dari lirik dan aransemen, video klip  hingga promosi lewat media sosial.

“Saya percaya dengan formasi baru ini, ST12 bisa bangkit lagi,” ujar Rahayu menyemangati personil ST12. Single Kepingan Hati akan disiarkan serentak ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan seluruh dunia,” ungkap Rahayu.

Senada dengan Rahayu, ST12 berharap karya terbaru mereka dapat diterima oleh ST Setia (nama fanbase ST12) dan pecinta musik Indonesia. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending