Connect with us

Event

Kalimantan Barat Gelar Lomba Menyanyi ‘Shei Shi Ge Shou’ dan Rilis Lagu Imlek Unik

Published

on

Sebagian dari pendukung SSGS. Dari Kiri ke kanan: Anna Polnaya, Ariga Liu, Marcos Tjung, Feline Xiao, Pter Huang dan Yanna Lin.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Seorang artis barulah dikatakan sukses di industri hiburan, jika sudah memiliki karya dan prestasi yang dikenal masyarakat. Jika artis sudah memiliki karya dan mendapat pengakuan dari masyarakat, niscaya tawaran pekerjaan akan berdatangan.

Demikian semangat yang mendorong MTjung Production, Kalimantan Barat, kembali menggelar ajang pencarian bakat menyanyi lagu-lagu Mandarin, Shei Shi Ge Shou (SSGS) atau dalam bahasa Indonesia disebut Siapakah Penyanyinya.

Seperti diketahui, MTjung telah meraih sukses menggelar ajang SSGS bertaraf Nasional pada 2016 dan 2018 silam. Para juaranya, antara lain Feline Xiao sang juara SSGS 2016 dan  gadis berdarah Maluku, Anna Polnaya sang juara SSGS 2018. Mereka pun telah berkiprah di panggung musik hiburan berbahasa Mandarin hingga ke Mancanegara. Selain, keduanya akan menjadi juri pada SSGS 2020 mendatang.

Sang juara SSGS 2016, Feline Xiao (kiri) dan Anna Polnaya, juara SSGS 2018.

“Kini ajang kompetisi SSGS kembali membuka pintu seluasnya bagi kaum milenial, yang ingin mengukir prestasi dan berkarya di ajang lomba menyanyi bahasa Mandarin,” ujar Marcos Tjung, selaku produser yang ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Senin (28/10).

Ia mengatakan, jika pada penyelenggaraan SSGS sebelumnya melakukan audisi secara online. Selanjutnya, dewan juri yang terdiri dari Noveo Alexander, Andy Setiawan, Livienne Russellia dan Marcos Tjung menetapkan peserta terbaik untuk dikirim ke Jakarta, guna menempuh masa karantina dan  Malam Grandfinal Shei Shi Ge Shou.

Kini pola audisi SSGS sudah berubah menjadi sistem live audition, demi menjangkau jumlah peserta yang lebih banyak. Artinya, dewan juri sendiri yang akan melakukan live audition, pada 8 November 2019 mendatang. Sementara pendaftaran sudah dimulai pada hari ini, Senin (28/10).

Produser Marcos Tjung dari MTjung Producion, pelaksana SSGS

“Pada hari pertama saja, sudah 400 peserta yang mendaftar di Singkawang. Dalam audisi, kami mencari 10 peserta terbaik, yang berhak menjalani masa karantina selama 3 hari di Hotel Swissbell Singkawang,” jelas Marcos.

Selama masa karantina, kesepuluh peserta ini akan mendapatkan aneka ketrampilan, sebagai bekal untuk tampil di babak Grand Final di Taman Singkawang Grand Mall. Sebuah panggung outdoor yang spektakuler, berkapasitas 5000 penonton,” jelas Marcos, yang menambahkan bahwa perhelatan ini didukung oleh Tjhai Chui Mie selaku Walikota Singkawang.

Malam penyelenggaraan Grand Final nanti dijadwalkan berdekatan waktunya dengan perayaan Imlek 2020, juga menjadi saat yang istimewa merilis single Internasional lagu imlek. Single ini akan dilantunkan oleh MTjung Stars (Indonesia) duet Nick Chung, penyanyi Malaysia.

“Lagu dan video klip lagu Imlek terbaru ini sekaligus merupakan wahana yang menggambarkan keunikan budaya Indonesia dan China. Para pendukungnya video klip lagu imlek ini seluruhnya mengenakan Batik Tidayu, khas Kalimantan Barat,” pungkas Marcos. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Monica Khonado Raih Gelar Miss Earth Indonesia 2020

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Yayasan EL JOHN Indonesia melalui unit kerjanya EL JOHN Pageants sukses menggelar malam Grand Final Pemilihan Miss Earth Indonesia 2020 secara virtual, Sabtu malam (21/11/2020). Acara puncak pemilihan yang disiarkan langsung EL JOHN TV ini, berlangsung semarak dan meriah dengan menyuguhkan berbagai acara hiburan seperti penampilan talent show para finalis dan peragaan National Costume serta Evening Gown.

Babak penentu ini, menjadi babak yang ditunggu-tunggu para finalis untuk mengetahui siapa yang berhak menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2020. Ada 5 juri yang menilai para finalis di Malam Grand Final ini, yakni ketua dewan juri Loemongga Agus Gumiwang (Direktur Asiana Group), Coreta Louise Kapoyos(Ketua Umum Pernik Nusantara dan Ketua Harian Yayasan Batik Indonesia), Jamil Musanif (Sekjen Dewan Kopi Indonesia & Konsultan Amdal, Pertanian dan Agrowisata). Dr. Ir. Novrizal Tahar, IPM (Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian lingkunagn Hidup dan kehutanan), Nita Sofiani(Miss Earth Indonesia 2013) dan Juri Kehormatan yakni Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto. Malam Grand Final dihadiri Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani yang tampil sangat anggun .

Tahap awal malam Grand Final ini, para juri harus memilih finalis yang masuk 10 besar. Pemilihan dilakukan berdasarkan penilaian saat masa karantina. Para finalis yang masuk 10 besar ini, harus melewati sesi tanya jawab yang diajukan para juri. Pertanyaan yang disodorkan antara lain seputar lingkungan hidup dan kepribadian.

Para finalis pun sukses menjawab semua pertanyaan juri, namun juri harus memilih lima finalis yang terbaik untuk masuk lima besar. Akhirnya akhirnya terpilih lima finalis yakni Natasya Namoru, Vidya Paramitha, Inez Amalia, Saira Saima dan Monica Khonado.

Setelah memilih lima besar, juri juga langsung menentukan nama pemenang yakni untuk gelar tertinggi di raih oleh Monica Khonado. Wanita cantik berdarah Monado ini, berhak mengenak mahkota Miss Earth Indonesia 2020.

Sementara untuk empat gelar lainnya, diraih oleh Saira Saima (Miss Earth Indonesia Air 2020), Natasya Nomoru ( Miss Earth Indonesia Eco Tourism Indonesia 2020), Vidya Paramitha (Miss Earth Indonesia Fire 2020) dan Inez Amalia (Miss Earth Indonesia Water 2020).

Monica mengaku terkejut dan senang namanya diumumkan sebagai peraih gelar Miss Earth Indonesia 2020. Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan juga kepada pihak-pihak yang mendukungnya
“Saya sungguh terkejut dan senang, terima kasih semuanya atas dukungannya, terima kasih juga atas kepercayaan yang diberikan kepada Monica.

Monica akan berusaha, tidak akan mengecewakan semua orang yang telah memberikan kepercayaan ini dan semoga bisa meneruskan program-program dari kak Cinthia dan juga tentunya membawa program baru untuk pelestarian bumi,” kata Monica usai dinobatkan sebagai Miss Earth Indonesia 2020.

Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto mengucapkan selamat kepada para pemenang dan selamat betugas. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh finalis yang begitu semangat mengikuti proses pemilihan.

“Kepada para finalis Miss Earth Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih pada saat pandemi seperti ini, anda tetap aktif, tetap mengikuti kegiatan karantina, dari mulai awal sampai hari ini, kita menyelenggarakan grand final pemilihan Miss Earth Indonesia 2020 dengan tema Make Every Day Earth Day”. kata Tokoh Pariwisata Nasional ini.

Sementara itu, Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani berharap kepada penerusnya dapat menjalankan tugas dengan maksimal dalam melestarikan lingkungan.

“Untuk Miss Earth Indonesia 2020 semoga bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan yang terpenting adalah lakukan semuanya dari hati, karena walaupun kita bukan Miss Earth Indonesia bumi ini, tanggung jawab kita semua,” ungkap Cinthia.

Seperti diketahui, sebelum menjalani malam Grand Final, para finalis harus mengikuti serangkaian karantina secara virtual. Selama masa karantina, para finalis banyak mendapat pembekalan dari para nara sumber dan juga menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, seperti membuat video campaign tentang lingkungan hidup.

Kontes pemilihan Miss Earth Indonesia 2020 didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kesehartan, Parai Hotel & Resort, Istana Pool Villas Parai-Bangka, Sun Clinic, Komang Tri Jewlery, President Univesity, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indoneisa (PSMTI), Hakka Indonesia dan TASYA Hot Spring Eco Park.

Selain itu, acara ini juga disuport oleh media, yaitu EL JOHN TV, EL JOHN News, Majalah Travel Club Inspira, EL JOHN Radio, EL JOHN Magz, EL JOHN Mandarin News, EL JOHN Radio Mandarin dan Radio HKTI.

 

Continue Reading

Event

Alicia Djohar Resmikan Susunan Kepengurusan PB Parfi Periode 2020-2025

Published

on

By

Ketua Umum PB Parfi periode 2020 – 2025 (tengah)

Kabarhiburan.com – Pengurus Besar (PB) Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) memulai lembaran baru. Aktris gaek Alicia Djohar yang sudah menerima legalitas resmi dari Kemenhukham RI, untuk memangku jabatan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Parfi, mengawali kegiatannya.

Bertempat di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Alicia Djohar meresmikan susunan pengurus PB Parfi periode 2020 – 2025, Sabtu (21/11).

Dalam susunan pengurus tersebut, ada nama Paramita Rusadi sebagai Wakil Ketua umum; Gusti Randa sebagai Sekretaris umum; serta Yetty Lorent sebagai Wakil Bendahara Umum.

Aditya Gumay dan Tri Karta Dinata membidangi Keanggotaan dan Kaderisasi. Adapun sutradara Dedi Setiadi, Ismail Sofyan Sani membidangi Pendidikan dan Pelatihan Profesi.

Kemudian  Ratna Listy, Ozi Saputra dan Lita Gading dikukuhkan sebagai Humas Parfi. Untuk membidangi Dana dan Usaha ada nama Hanna Widjaya dan Helsy Heriinda. Sedangkan Lela Anggraini membidangi kesejahteraan. Dibidang LBH Parfi dipercayakan kepada Choki Sinambela.

Pada waktu dan tempat yang sama, PB. Parfi juga  meresmikan Yayasan Artis Film Indonesia (YAFl) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Parfi.

Parfi juga merencanakan sebuah rumah produksi yang diberi nama PT. Trimarta Parfi Sejahtera. Selain akan membentuk koperasi ‘Parfi Sejahtera’ yang tujuannya untuk membantu kesejahteraan para anggota.

Suasana penatikan pengurus PB Parfi periode 2020 – 2025.

Usai melantik kepengurusan, Alicia Djohar menyebut tekadnya menjadikan Parfi lebih maju dan anggota mendapatkan manfaat dari keanggotaan Parfi. Diantaranya memberikan perlindungan bantuan hukum jika ada masalah, serta menyediakan asuransi bagi anggota yang akting laga.

“Misalnya cacat atau patah kaki, dapat penggantian dan dapat nego melalui Parfi. Kemudian ada bidang sosial yang menjalin kerjasama dengan Kemensos RI yang telah memberikan bantuan sembako sebanyak 850 paket kepada anggota Parfi,” jelas Alicia Djohar.

“Alhamdulillah, kita fokus pelantikan (pengurus Parfi) daerah,” tambahnya.

Untuk menjadi pengurus Parfi di daerah, Alicia Djohar menyebut ada lima parsyaratan yang harus dipenuhi, yakni sosok terkenal di daerahnya dan bonafid, memiliki kantor, membuat sekolah pendidikan, dan mampu membuat film berupa layar lebar, FTV, sinetron, maupun miniseri.

“Dia harus bisa mengembangkan anggotanya, serta membuat sekolah pendidikan untuk syuting dan membayar iuran ke PB Parfi,” jelasnya.

“Tercatat, pengurus Parfi daerah sudah ada di 22 provinsi. Mereka sudah mulai, malah rebutan menjadi Ketua Parfi. Kami juga keliling Indonesia untuk melantik pengurus Parfi di daerah,” pungkasnya.

Gusti Randa selaku Sekretaris Umum Parfi menegaskan bahwa status hukum Parfi saat ini sudah lebih kuat.

“Legalitas dari Kemenhukham membuat Parfi sebagai organisasi resmi dan diakui negara. Ini keseriusan kami,” ujar Gusti Randa. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Hargai Kreativitas, Hotman Paris Menangkan Lelang Popcorn Candy Seharga 50 Juta!

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea kembali mengukir sukses membuat heboh dunia maya. Lewat akun jejaring sosial Instagram @hotmanparisofficial, pria berusia 61 tahun ini tengah memamerkan popcorn candy bernilai Rp 50 juta!

Ia mengaku membeli produk popcorn candy, lantaran melihat kreativitas tinggi sebagai karya seni yang patut dihargai setinggi itu.

“Popcorn dan karya seni jadi satu, sebuah masterpiece. Sebuah harga kecil untuk nilai kreativitas yang tak ternilai, makanya Hotman harus punya berapapun harganya dan rasanya sesuai dengan levelnya chef (ya Hotman menang lelang popcorn seharga Rp 50 juta!! Enak banget pertama popcorn),” tulis pengacara kondang ini  memamerkan popcorn candy tersebut.

Berawal dari tantangan chef Bobon, seorang chef terkenal Indonesia yang pernah membuat video cara memasak popcorn candy menggunakan Kopiko atau yang akrab disebut K-Pop alias Kopiko Popcorn.

Dia menjawab tantangan tersebut. Dalam akunnya, dia membuat Popcorn Candy Masterpiece secara live dengan menggunakan permen Kopiko. Kemudian, menambahkan  edible gold alias emas yang bisa dikonsumsi sebagai topping. Jadilah popcorn terlihat bekilauan dan mahal, yang dinamai The Next Level Popcorn Candy.

Karyanya tersebut bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan melelangnya lewat Sosial Media. Banyak dari netizen mengikuti lelang tersebut dan memasang angka yang pantas untuk mahakarya Kopiko Popcorn tersebut.

Mulai dari angka ratusan ribu, jutaan, belasan juta, hingga puluhan juta dipertaruhkan demi Maha karya salah satu Chef terkenal di Indonesia ini. Sampai akhirnya Popcorn Candy terjual dengan harga 50 Juta, yang dimenangkan oleh Hotman Paris. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending