Connect with us

Musik

Kampanye Lestarikan Bahasa Ibu, Shinta Priwit Rilis ‘Kangen Kutho Solo’

Published

on

Kabarhiburan.com – Sambut Hari pendidikan Nasional pada 2 Mei 2021, musisi Shinta Priwit merilis lagu berbahasa Jawa, berjudul Kangen Kutho Solo.

Lewat lagu terbarunya, perempuan kelahiran Solo itu, ingin kampanye pelestarian Bahasa Ibu (Bahasa Daerah), yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Lagu dan lirik Kangen Kutho Solo diciptakan oleh Shinta Priwit, kemudian diterjemahkan ke Bahasa Jawa yang lebih halus, oleh Bambang Winarto selaku pamannya dan sahabatnya Aishayuta, serta Yustina selaku sepupunya.

Proses rekaman dilakukan di Tracking Studio Purwokerto. Shinta melibatkan musisi Yuyut Isabintoro untuk aransemen musik, sedangkan mixing dan mastering digarap oleh Andre Mesa.

Kangen Kutho Solo menceritakan kerinduan seseorang yang sudah lama meninggalkan kota Solo. Yang paling dirindukan adalah sosok neneknya, suasana kota Solo dan kulinernya,” tulis Shinta Priwit dalam keterangannya, Minggu (2/5).

“Tapi, kalau rindunya sama mantan atau kekasih pujaan hati atau siapapun, ya tinggal ganti aja kata Eyang Dalem (Nenek Aku) ,dengan nama mantan kamu. Wis ndak usah pusing,” celotehnya sambil tertawa.

Rasa kangen atau rindu yang dilukiskan dalam lagu ini, membuat Shinta Priwit sengaja merilis Kangen Kutho Solo, menjelang Idul Fitri. Shinta berharap lagu ini sebagai hadiah buat perantau yang enggak mudik tahun ini.

Shinta menjelaskan, Lagu Kangen Kutho Solo ditujukan bukan hanya untuk orang Jawa dan warga Solo semata.

“Ada banyak sekali orang yang punya memori tersendiri pada Kota Solo, meskipun bukan asli Kota Solo,” ujar Shinta yang mendukung program pemerintah, Jangan Mudik agar angka kasus Covid-19 tidak meningkat.

Menariknya, di dalam lirik lagunya menyebutkan berbagai macam kuliner khas Kota Solo. Alasannya, ia ingin mempromosikan berbagai kuliner di Kota Solo.

Bilamana ingin berkolaborasi dengannya untuk Bahasa Ibu (Bahasa Daerah) lainnya, Shinta mempersilakan untuk mengganti lirik lagu Kangen Kutho Solo menjadi lirik lagu Kangen Kota masing-masing. Tentu dengan menyertakan kuliner maupun tempat wisata kota masing-masing.

“Jadi, selain melestarikan Bahasa Ibu, sekaligus mempromosikan potensi wisata kotanya,” kata Shinta Priwit.

Baginya, Hidup adalah terus berkarya dan bisa berbuat sesuatu yang menjadi manfaat dan membawa berkah untuk dirinya, keluarganya serta orang banyak. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Rindunya Personil JD Eleven Tampil Bersama

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Personil JD Eleven akhirnya berkumpul kembali, setelah hampir setahun lamanya tidak tampil di panggung. Kabar gembira tersebut mereka umumkan di Program Semangat Senin Indosiar (18/10).

Personil boy band jebolan ajang LIDA Indosiar tersebut, yakni Faul LIDA, Randa LIDA, Hari LIDA, Ridwan LIDA dan Gunawan LIDA, kompak menyatakan keriduan mereka untuk tampil bersama JD Eleven.

“Rindu moment latihan, suasana saat nunggu tampil di panggung. Pokoknya kami rindu mengguncang panggung,” ungkap Ridwan sambil menyelipkan banyak keinginan.

“Semoga harapan kita terwujud, seperti debut single JD Eleven. Berharap kami main di series. Kita nggak hanya nyanyi saja kok, tapi akting juga bisa,” pinta Ridwan berpromosi.

Pada kesempatan tersebut, mereka ditantang menyanyikan lagu anak tanpa menyebutkan huruf vokal yang sudah ditentukan. Sayangnya, Ridwan LIDA, Faul LIDA dan Gunawan LIDA harus melakukan push up karena gagal menyelesaikan tantangannya.

Selanjutnya, masing-masing menceritakan segudang aktivitas selama absen dari panggung.

“Walaupun jarang menyanyi di atas panggung, tapi sebagai penyanyi kami selalu melatih vokal kami di waktu lowong seperti di kamar mandi,” ujar Ridwan LIDA sambil tertawa, menjawab tentang menjaga kualitas vokalnya agar tetap prima.

Personil lainnya menceritakan kesibukan, seperti mengisi konten YouTube atau menggarap single. Ada pula yang sibuk kuliah.

“Kesibukannya lebih fokus ke YouTube, vlog ningkatin sosmed supaya endorse masuk. Sambil skripsi dan bimbingan online. Nanti ketika sidang dan wisuda kembali ke Jambi,” ujar Hari LIDA.

Senada dengan Hari, Ridwan LIDA dan Faul LIDA juga sibuk menyelesaikan kuliah. “Masuk ke semester lima kuliah ditambah lagi ada kerjaan FTV. Selama itu pekerjaan menghasilkan, dijalani saja,” kata Ridwan LIDA.

“Kalau aku nggak sibuk banget sih. Mau selesaikan kuliah dan juga fokus ke YouTube. Alhamdulillah ditambah sekarang dapat program baru dari Indosiar. Lagi belajar ngehost,” sambung Faul LIDA.

Adapun Randa LIDA dan Gunawan LIDA punya aktifitas lain. “Kalau Gunawan lagi sibuk ngerjain single duet. Kemarin ada kerjaan sambil pulang kampung.

“Alhamdulillah video bareng Rara LIDA disambut baik sama masyarakat,” ujar Gunawan tentang single duet Rara LIDA berjudul Kala Cinta Menghampiri Jiwa yang rilis pekan lalu.

“Kalau Randa, ada kontrak endorse selama tiga bulan. Walau nggak ada kerjaan di Indosiar, tapi ada aja yang dikerjain. Lebih ke mengolah suara dan juga kesehatan. Ditambah lagi hobi mancing, jadi me time buat Randa,” ujar Randa. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Fariz RM Hibur Penggemarnya Lewat ‘Dehills an Intimate Concert of Fariz RM’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musisi senior Fariz RM menyapa penggemarnya lewat konser bertajuk ‘Sound From Dehills an Intimate Concert of Fariz RM’. Konser ini digelar secara live streaming dari Deheng Hills Bogor, Jumat (15/10) malam.

Fariz pun mengaku senang bisa kembali menggelar konser. Rasa senangnya dia wujudkan dengan menyanyikan 12 lagu berturut-turut.

Lagu-lagu hits milik Fariz RM, diantaranya berjudul Penari, Sungguh, Hasrat dan Cita, Terindah, Suzie Bhelel, Barcelona, Hati yang Terang, Nada Kasih. Tidak ketinggalan aksi instrument piano dari Fariz RM.

“Saya senang sekali bisa konser di Deheng Hills. Ini intimate concert, kita bisa sedekat ini, benar-benar menikmati musik karya saya,” ujar Fariz RM di sela-sela konsernya.

“Semoga konser malam ini bisa menjadi silaturahmi panjang kita,” pinta Fariz RM, yang menyebut konser ini sebagai bentuk terima kasihnya kepada para pecinta karya musik dan lagu-lagunya selama berkarir.

“Malam ini saya hanya membawakan lagu hits saya. Ini memang untuk Anda, karena selama 45 tahun saya berkarir dan tetap eksis di panggung ini, ya karena Anda,” kata Fariz kepada penonton yang menyaksikan konser Fariz RM secara virtual.

Di tempat yang sama, Hendra Sinadia selaku Direktur Utama Deheng Hills Music Club (DMC) yang menjadi insiator dari Intimate Concert Fariz RM, mengatakan bahwa pihaknya memang berkomitmen untuk memberi sumbangsih di musik Indonesia, yang kali ini lewat Intimate Concert.

“Deheng Hills Music Club ini memang dibentuk untuk mendukung musik Indonesia dan membantu para musisi Indonesia untuk terus berkarya. Itulah komitmen kami,” ujar Hendra.

Sejauh ini Deheng Hills Music Club sudah menggelar 25 event dan ke depannya akan terus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi musik di Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Gandeng Tatjana Saphira dan Ben Sihombing, Rendy Pandugo Rilis Video Klip ‘Morning Light’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kalau pada 3 September 2021 silam, solois Rendy Pandugo merilis single terbaru berjudul ‘Morning Light’ bersama Wonderland Records/Universal Music Indonesia, hari ini, 13 Oktober 2021, Rendy Pandugo merilis video musik dari lagu tersebut.

Rendy sebagai penulis dan produser, melalui “Morning Light”, menyanyikan isi hatinya saat mencoba untuk mendapatkan wanita idaman yang ia sebut sebagai “Morning Light” nya.

Pemujaan ini tergambar dalam video musik “Morning Light” yang dibintangi oleh Rendy Pandugo dan artis Tatjana Saphira, dibawah arahan sutradara Gilbert March dan produser Helen Wangsa.

Video musik ini menggambarkan perasaan kekaguman Rendy terhadap Tatjana Saphira. Rendy sebagai performer dan Tatjana sebagai fotografer, terlihat dari kalung mereka berdua melambangkan persahabatan.

Tatjana terpukau oleh suara lembut Rendy yang tercurah dari lagunya, seperti sinar pertama dari “Morning Light”. Di sisi lain, Rendy selalu menunggu kehadiran Tatjana di setiap penampilannya.  Tapi, ternyata Tatjana sudah memiliki pasangan, yakni Ben Sihombing.

“Morning Light” seolah membawa penggemarnya kembali ke masa ketika Rendy Pandugo pertama kali memulai perjalanannya di tahun 2017. Inilah Rendy benar-benar menjadi dirinya sendiri, melakukan apa yang dia mau.

Video Musik “Morning Light” menghadirkan versi lain dari Rendy Pandugo, yang mengeksplorasi nuansa vintage dan melodi modern secara bersamaan.

Video musik “Morning Light” akan tayang pertama kali (premiere) hanya di Channel YouTube Rendy Pandugo. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending