Connect with us

Lifestyle

Karaoke Keluarga Manekineko Hadir di Jakarta Tawarkan Konsep Bebeda

Published

on

Hiroaki Kato (kanan) sebagai pembawa acara peluncuran rumah karaoke keluarga Manekineko di Baywalk Mall Pluit lantai 7, Jakarta Utara.

Setiap musisi tentu merasa bangga apabila karyanya dinyanyikan oleh lebih banyak penggemar. Sukacita yang sama juga dirasakan oleh penyanyi Hiroaki Kato.

“Pastilah sangat bangga bila karya kita dinyanyikan penggemar, di tempat karaoke atau konser musik,” ujar Hiroaki Kato, yang ditemui di sela-sela acara peluncuran rumah karaoke keluarga ‘Manekineko’  berlangsung di Baywalk Pluit Mall, Jakarta Utara, Jumat (13/3).

Suami Arini ‘Mocca’ ini mengaku senang lantaran rumah karaoke Manekineko juga menyertakan  karyanya di dalam playlist di ruang karaoke.

“Lagu-lagu saya, seperti Terima Kasih sudah ada di karaoke Manekineko. Jadi bisa dinyanyikan disini,” ujar Hiroaki Kato yang didaulat menjadi pembawa acara peluncuran family karaoke ‘Manekineko’.

“Anda yang suka menyanyi, kalian bisa nyanyi sepuasnya disini. Sudah ada ratusan lagu Jepang, lagu barat, maupun lagu Indonesia, yang bisa kalian pilih. Lagu saya juga ada,” ujar Hiroaki Kato berpromosi.

Hiroaki Kato mengatakan bahwa karaoke merupakan salah satu tempat hiburan, dimana banyak orang Jepang mengadakan satu acara.

“Sekarang karaoke sudah menjadi tempat hiburan bagi keluarga. Anak-anakpun diajak keluarganya karaoke. Seperti di Manekineko, karena memang tempatnya ramah untuk anak. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ungkap Horoaki yang sejak kecil sering diajak ke karaoke.

Hadirnya rumah karaoke keluarga ‘Manekineko’ di Jakarta akan membuat bisnis karaoke di Tanah Air semakin bergairah.

Akira Zama selaku Direktur Utama Koshidaka International Indonesia, memberikan potongan nasi tumpeng kepada karakter Manekineko, menandai peresmian rumah karaoke keluarga Manekineko di Jakarta.

Akira Zama selaku Direktur Utama Koshidaka International Indonesia mengaku optimis dapat bersaing di Indonesia.

“Kami melihat cukup banyak family karaoke di Indonesia. Ini menjadi tantangan bagi Manekineko untuk mengambil pasar pecinta karaoke di Indonesia,” ujar  Akira Zama, di sela pembukaan Manekineko.

Ia mengatakan bahwa Manekineko menawarkan konsep berbeda serta keunggulan teknologi, membuat Akira Zuma optimistis dapat bersaing.

Konsep yang ditawarkan Manekineko adalah karaoke keluarga dengan gaya dan konsep Jepang. Karaoke ini dapat dinikmati oleh keluarga dan kumpulan teman dengan berbagai tipe ruangan, yaitu VIP room, kids room, dan normal room.

Salah satu ruang karaoke untuk anak yang menyenangkan saat karaoke.

“Untuk kids room, para orang tua bisa berkaraoke sedangkan anak-anak bisa bermain dengan permainan anak seperti kuda-kudaan dan mini seluncur. Kami menyediakan drink bar, sehingga pengunjung bisa menikmati minum sepuasnya,” jelas Zama.

Warna cerah interior ruangan yang penuh warna,  serta dekorasi unik sangat pas untuk keluarga. Belum lagi karakter kucing bernama Manekineko yang lucu, menjadi daya tarik sendiri menikmati kegembiraan keluarga dan anak-anak. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Migi Rihasalay dan Andrew James Wujudkan Kecintaan Budaya di Rumah Joglo Tanjung Lesung

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Desainer muda Migi Rihasalay akhirnya wujudkan keinginannya berupa Rumah Joglo. Sebuah rumah bergaya arsitektur Jawa Tengah berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Mewujudkan Rumah Joglo tersebut, Migi tidak sendirian. Ia dibantu sang suami, Andrew James, asal Australia. Keduanya telah rampung merenovasi beberapa rumah joglo yang ada, kini dijadikan sebagai rumah inspirasi bagi para seniman di Indonesia.

“Saya dan suami memang termasuk orang yang senang dengan budaya. Dimana budaya dan bangunan dari tanah Jawa seperti rumah Joglo, aku hadirkan di Tanjung Lesung. Kelak akan menjadi lokasi wisata seni dan budaya,” ujar Migi kepada wartawan baru-baru ini.

Selain dibantu sang suami, Migi juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mendirikan Rumah Joglo sebagai kawasan budaya di atas lahan seluas 1 Hektare itu. Selain memindahkan Rumah Joglo dari tempat asalnya ke kawasan tersebut, Migi juga merenovasinya menjadi Rumah Joglo eksotis dan bernilai seni tinggi, yang kelak bisa bermanfaat bagi generasi muda.

“Untuk membangun Rumah Joglo ini, saya dan suami harus mendatangi ke beberapa wilayah, seperti Jepara untuk mencari beberapa rumah Joglo yang hampir rubuh. Kami lalu beli dari pemiliknya,  kemudian membawanya ke kawasan Tanjung Lesung, untuk dibangun kembali sesuai dengan gambaran aslinya,” kata Migi.

“Dengan demikian, nilai sejarah dan history-nya tetap terjaga. Apalagi Andrew seorang arsitek, dia memahami bagaimana menangani bangunan sejarah agar terlihat menarik dan nantinya dijadikan tujuan menarik buat para seniman berkarya,” ujar Migi didampingi Andrew James.

Andrew James membenarkan dan mengaku bangga telah mempersembahkan rumah Joglo sebagai wadah bagi para seniman ini. Kecintaannya atas Indonesia membawa dirinya kini memperjuangkan statusnya menjadi seorang WNI.

“Saya orang bule, tapi saya sangat cinta Indonesia, karena disini saya bebas berkarya dan mengekpresikan diri saya. Hal itu tidak bisa saya dapatkan di Australia sana. Ketika menikah dengan Migi, saya ingin mempersembahkan sesuatu yang mungkin nantinya bisa dimanfaatkan bagi kebaikan generasi muda Indonesia dalam hal budaya dan keragamannya. Salah satunya ya ini lewat rumah Joglo ini,” jelasnya.

“Dan saya saat ini sedang berjuang agar bisa jadi WNI dan ingin mati dan dikubur di Indonesia karena saya sangat cinta Indonesia,” ujar Andrew, yang berharapRumah Joglo kelak menjadi rumah inspiratif bagi para seniman dalam barkarya.

Tak hanya itu, di Rumah Joglo pula Migi kelak akan menggelar program free class bagi anak-anak Pandeglang dan sekitarnya, seperti mendesain, melukis, membatik dan membuat tembikar dan ruang berkreasi lainnya.

Di Rumah Joglo juga, Migi  berupaya melestarikan budaya dan bangunan khas Jawa agar bisa disaksikan generasi berikutnya dan dimanfaatkan sebagai tempat pernikahan, pertemuan dan berkesenian.

Sebagai langkah awal menuju ke sana, Migi dan Andrew memulainya dengan menyelenggarakan festival tempe bertajuk “Indonesian Tempe Movement 2021 dalam waktu dekat.

Festival ini akan diisi dengan kegiatan disikusi tentang asal ususl tempe, lomba membuat kreasi tempe dan diskusi tentang bagaimana mengolah tempe sebagai makanan dan beragam produk lainnya,” tandas Migi. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Luncurkan Kampanye ‘What Next’, Glenfiddich Ajak Keluar dari Zona Nyaman

Published

on

By

Duta Glenfiddich di Asia Tenggara (Instagram/bayly_of_the_deer)

Kabarhiburan.com – Glenfiddich, merek minuman Single Malt Scotch Whisky ternama, baru saja meluncurkan kampanye bertajuk Where Next. Sebuah kampanye yang dimaksudkan untuk menginspirasi banyak orang agar keluar dari zona nyaman, selain mendorong untuk menghadapi tantangan demi hidup lebih bermakna.

Berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand menjadi sasaran kampanye tersebut. Titik sentralnya adalah para “Mavericks-Mavericks” atau orang-orang yang cukup berpengaruh dan membawa perubahan.

Kampanye Where Next juga bekerja sama dengan TEDx di berbagai komunitas di seluruh Asia Tenggara, untuk mewakili semangat ImagiNext, yakni  sesi berbagi dengan menampilkan para pembicara hebat dari tiap-tiap negara di Asia Tenggara.

Duta Glenfiddich untuk Asia Tenggara, Brett Bayly, mengatakan bahwa kampanye Where Next mengusung pemikiran bahwa tumbuh kembang hanya bisa diraih dengan mencari tahu akan hal-hal baru.

“Kami ingin mengundang mereka dalam sebuah petualangan besar dari penemuan jatidiri di setiap fase kehidupan,” ujar Bret Bayly dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/12).

Dengan pengalaman Where Next Instagram, latihan digital sederhana memungkinkan pertanyaan diajukan kepada komunitasnya, tentang hal apa saja yang selalu ingin Anda coba, tetapi tidak pernah berani Anda lakukan.

Melalui langkah pertama ini, Glenfiddich berupaya memotivasi lebih banyak Mavericks untuk mengembangkan semangat yang tak tergoyahkan untuk memperbaiki diri. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Drama Korea ‘Mine’ Menggantikan ‘Vicenzo’, Sponsor Tetap Kopiko

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Drama Korea Vicenzo berakhir penayangan di tvN pada 2 Mei 2021. Serial drama yang dibintangi oleh si tampan Song Joong Ki dan si cantik Jeon Yeo Bin tersebut, Kopiko sempat hadir sebagai sponsor.

Sebagai pengganti Vicenzo, tvN menghadirkan drama Korea terbaru berjudul Mine, tayang sejak 8 Mei 2021 silam. Kopiko lagi-lagi tampil sebagai sponsor, pada serial yang dibintangi oleh  Lee Bo Young  dan Kim Seo Hyung tersebut.

Bahkan, Kopiko ditampilkan dalam salah satu adegan Mine, serial dengan rating tertinggi di sepanjang penayangan di tvN tersebut.

Adegan tersebut menampilkan permen Kopiko Blister di episode 4, yakni saat Seo Hee Soo yang diperankan oleh artis papan atas Lee Bo Young sedang dirias wajahnya. Saat menikmatinya, Lee Bo Young mengaku rasa kantuknya sudah hilang.

Adegan tersebut sontak membuat netizen bangga, seperti dituliskan Seleb TikTok yang memiliki 405 ribu pengikut, @boboholokal yang dijuluki Rajanya Drakor. Selain membahas alur cerita Mine, aku itu juga menulis tentang munculnya Kopiko pada adegan drama Mine, termasuk alur ceritanya.

Postingan tersebut langsung dibanjiri komentar netizen, diantaranya memperlihatkan rasa bangga pada produk lokal yang kini mendunia.

“Gw bangga karena Kopiko yang selama ini gw makan, juga dimakan sama aktor-aktor di drakor,” tulis akun @baekhyunatauchanyeol.

“Bangga banget Kopiko go internasional, tapi gak banyak TV lokal yang menyorot, ga banyak yang tau kalo ga nonton drakor. Semua kalah sama gosip xixixi,” tulis @user148516214.

Warga Korea emang lagi suka Kopiko buat pengganti ice Americano, kayaknya,” kata pemilik akun @asjkim30.

Seperti diketahui, hampir di setiap drama Korea, ada saja pemeran yang memesan Ice Americano untuk menghilangkan kantuk atau sekadar pemacu semangat. Namun sekarang, mereka sudah bisa menikmati Kopiko. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending