Connect with us

Musik

Kehadiran Raja dan Ratu Dangdut Sempurnakan Babak Top 64 LIDA 2019

Published

on

Elvy Sukaesih Obati rindu pemirsa dengan suara merdunya.

Kabarhiburan.com, Jakarta – LIDA 2019 memasuki babak baru. Babak Top 48 mulai bergulir,  Senin (18/2) malam. Sebanyak 48 Duta sudah memastikan diri lolos ke babak Top 48 LIDA 2019. Bisa dipastikan persaingan pun akan semakin ketat, karena langkah untuk meraih gelar Juara LIDA 2019 juga semakin dekat.

Babak Top 48 Grup 1 dihuni oleh empat Duta. Mereka adalah Cut (Aceh), Dayat (Bali), Hijrah (Sulawesi Barat) dan Rian (Kalimantan Utara) akan bersaing lebih ketat lagi. Apalagi kemampuan vokal mereka  yang kian meningkat dan dewan juri akan semakin kritis menilai seluruh penampilan peserta.

Sebelumnya, dalam episode yang tayang di hari Jumat dan Sabtu lalu, menjadi kesempatan bagi Grup 15 dan 16 yang tampil di Konser LIDA 2019 Top 64.

Dari Grup 15, Provinsi Sulawesi Barat harus kehilangan salah satu dutanya yakni Odi. Tiga peserta lainnya memastikan diri untuk melaju ke babak Top 48 yakni Hafiza (Sulawesi Selatan), Aisyah (Jawa Barat), dan Iwan (Sumatera Barat).

Keesokan harinya, giliran Grup 16 tampil di Top 64 LIDA 2019 Grup 16, Sabtu (16/2). Grup 16 menjadi penutup babak Top 64 sengaja digarap istimewa oleh Indosiar, dengan menghadirkan Rhoma Irama dan Soneta Band, yang menyanyikan lagu-lagu dangdut penuh makna.

Rhoma Irama menyanyikan lagu terbarunya berjudul Akhlak.

Rhoma Irama menandai kehadirannya dengan menyanyikan lagu terbarunya berjudul Akhlak di panggung LIDA 2019. Selain, ia memberikan apresiasinya kepada salah satu Diva terbaik Tanah Air, Ruth Sahanaya yang hadir sebagai Juri Tamu Non Dangdut.

Selain kehadiran Rhoma Irama, babak penutup Top 64 juga diramaikan oleh kehadiran Ratu Dangdut, Elvy Sukaesih yang mengobati rasa rindu pemirsa dengan suara merdu khasnya.

Empat Duta yang bertarung di babak Top 64 dari Grup 16 adalah Sheyla (Maluku), Rolenzo (Sumatera Selatan), Beni (Banten), dan Rezha (Kepulauan Bangka Belitung).

Sheyla (Maluku) tidak menyia-nyiakan kesempatan pertama yang diberikan padanya. Ia langsung  mencuri seluruh perhatian Dewan Juri melalui lagu ciptaan Rita Sugiarto berjudul Bunga Pengantin.

Sheyla menyanyi dihadapan Rita Sugiarto yang menjadi Dewan Juri. “Kamu berhasil membawakan lagu karya saya dengan baik. Ekspresi kamu juga bagus dan saya bangga dengan penampilan kamu,” puji Rita.

Tidak mau kalah dari Sheyla yang mendapat lampu biru dari seluruh Dewan Juri.  Beni (Banten) dan Rezha (Kepualauan Bangka Belitung) juga meraih lampu biru dari kelima Dewan Juri sekaligus menuai banyak pujian.

Perolehan nilai akhir Top 64 Grup 16.

Berbeda dengan Rolenzo (Sumatera Selatan) yang menyanyikan lagu Kehilangan, justru tidak mampu menaklukan hati seorang pun Juri agar menekan tombol biru. Artinya, Rolenzo harus menghentikan perjuangannya di panggung LIDA 2019 setelah nilai perolehan akhir berada di posisi terbawah.

Konser LIDA 2019 Top 48 mulai bergulir, Senin (18/2) malam 19.00 WIB secara live dari Studio 5 Indosiar. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Ariel Noah Menjadi Juri Pop Academia, Ini Pesannya Kepada Academia

Published

on

By

Dari kursi Juri, Ariel Noah membagikan tips tentang menjaga kualitas suara bagi para academia..

Kabarhiburan.com – Pertarungan akhir di Top 40 Pop Academy akan berlangsung nanti malam, Senin (26/10). Acara ini disiarkan langsung dari Studio EMTEK City, Daan Mogot, Jakarta, mulai pukul 21.00 WIB.

Empat academia, yakni  Ani (Medan), Ivon (Ende), Jason (Salatiga) dan Olivia (Jakarta) dari Grup 10 akan berjuang merebut tiga tiket tersisa di babak Top 30 Pop Academy.

Sebelumnya, Pop Academy Grup 9 kian semarak oleh kehadiran Ariel Noah di kursi Juri, Jumat (23/10). Vokalis band Noah ini membagi tips kepada para academia tentang menjaga kualitas suara agar senantiasa bagus, yakni mengatur waktu istirahat yang cukup.

Audrey (Jambi) menjadi academia pertama mendapat banyak masukan untuk dapat tampil lebih baik lagi, usai menyanyikan lagu Rapuh.

Audrey (Jambi) bukan jalannya ke Top 30 lewat lagu ‘Rapuh’.

“Kamu sudah cukup mampu menaklukkan rasa grogi. Hanya saja, banyak pemenggalan lagu yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Kamu seharusnya dapat mencari nada yang tepat supaya dapat menguasai lagu ini dengan baik,” saran Armand Maulana.

Audrey kembali mencoba menaklukkan hati Dewan Juri dengan unjuk kebolehan memainkan alat musik guzheng. Bahkan, Ariel pun mencoba langsung memainkan guzheng dengan lagu Terus Melangkah.

Giliran Gio (Ambon) tampil memikat hati Dewan Juri lewat lagu Nyali Terakhir, berbuah dua standing ovation dari Soimah dan Carendelano.

“Aku sangat menikmati penampilan kamu dengan lagu ini. Kontrol nafas kamu sangat bagus dan penghayatan kamu juga bagus. Aku sangat senang dengan penampilan kamu malam ini dan semoga kamu juga dapat mencoba genre lagu lainnya lebih baik juga”, harap Soimah.

Sebaliknya, Tesha (Bali) mendapat banyak kritik atas penampilannya pada lagu Moving On.

“Kamu seharusnya bertanggung jawab atas pilihan lagu yang kamu nyanyikan. Musik dari lagu ini sebenarnya sudah cukup membantu supaya kamu dapat lebih menghidupkan lagu ini. Hanya saja mungkin karena kamu menyanyi seperti berpikir, sehingga masih belum terasa groove-nya,” ungkap Ariel.

Kezia (Bogor) berhasil memanfaatkan kesempatan kedua.

Kezia (Bogor) menjadi academia terakhir yang tampil dari Grup 9, membawakan lagu Ku Tak Bisa milik Slank belum mampu memuaskan Ariel, Armand dan Soimah.

“Aku hanya menikmati suara kamu yang bagus, tapi tidak dapat menikmati penampilan kamu yang cukup membosankan. Kamu harus dapat menyesuaikan seluruh penampilan kamu mulai dari suara hingga kostum. Kalau memang ingin membawakan lagu yang sendu, kostum kamu pun harus disesuaikan”, tutur Soimah.

Polling terakhir menempatkan Gio (Ambon) dan Audrey (Jambi) di posisi teratas, memastikan diri melaju ke babak Top 30 Pop Academy.

Sedangkan Tesha (Bali) dan Kezia (Bogor) masih harus tampil di second chance, karena perolehan polling akhir menempatkan mereka di posisi dua terendah.

Tesha (Bali) memanfaatkan kesempatan kedua dengan menyanyikan lagu Cinta Pertama dan Terakhir. Sementara Kezia (Bogor) memilih lagu Pemeran Utama yang dipopulerkan oleh Raisa.

Armand Maulana dan Ariel ‘Noah’ sepakat untuk memberi kesempatan kepada Kezia (Bogor) untuk lanjut ke Top 30 bersama Gio dan Audrey. Sedangkan Tesha (Bali) tereliminasi dan harus rela meninggalkan panggung Pop Academy. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Pesan Aaliyah Massaid pada Single Terbaru, ‘Tak Searah’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Penyanyi muda Aaliyah Massaid resmi melepas single terbaru berjudul Tak Searah. Single ini menjadi yang keempat bagi Aaliyah yang kini tergabung di bawah naungan management MADE Entertainment.

Sebelumnya, Aaliyah telah merilis single ketiga dari album bertajuk Cintai (Tanpa Patah Hati).

Putri pasangan almarhum Adjie Massaid dan Reza Artamevia ini mengatakan, lagu Tak Searah menceritakan tentang sebuah hubungan dari satu pasangan yang masih berjalan, namun telah rusak dan tidak dapat diperbaiki meskipun telah berbagai macam cara yang dilakukan.

Alih-alih berusaha untuk memperbaiki, pasangan yang ada dalam single ini memutuskan untuk berpisah dan saling introspeksi diri, serta tidak saling menyalahkan satu sama lain.

“Pada single ini, aku ingin menceritakan dan menyampaikan pesan bahwa berpisah itu tidak selama salah. Ada kalanya dalam satu waktu kita memang harus berpisah demi kebaikan masing-masing pihak,” ujar Aaliyah, baru-baru ini di Jakarta.

Gadis kelahiran Jakarta, 8 Maret 2002 ini mengatakan bahwa doa dan harapannya terhadap lagu barunya itu masih sama dengan beberapa single sebelumnya.

“Semoga single ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang suka dengan lagu bergenre mellow. Karena liriknya sangat menyentuh,” ungkap Aaliyah Massaid.

Pika Iskandar, selaku pencipta lagu dan music producer dari MADE Entertainment mengungkapkan alasannya membuat single ini untuk Aaliyah.

“Kami menciptakan single ini untuk Aaliyah karena selain lagu ini sangat menyentuh, lagu ini juga easy listening. Dibalut dengan konsep musik 80-an, kami ingin pendengar dapat kembali bernostalgia ke masa tersebut,” ungkap Pika.

Kini, single Tak Searah sudah bisa didengarkan di berbagai music streaming platform, seperti Spotify, Joox, ITunes, dan Deezer.

Selain itu juga sudah bisa request di radio-radio berbagai daerah di Indonesia. Music video dari single ini juga sudah bisa disaksikan di Youtube Channel Aaliyah Massaid. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Catat! Kontestan Dumai, Lombok dan Sidoarjo Bertarung di Grand Final KDI Malam Ini

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Tiga kontestan Kontes Dangdut Indonesia (KDI), Haviz asal Dumai, Gita dari Lombok dan Wahid asal Sidoarjo, telah melewati banyak tahapan.

Kini mereka sama-sama menatap Grand Final KDI 2020, yang berlangsung malam ini, Senin (26/10).

Malam puncak ini menjadi ajang pembuktian mereka sebagai bintang dangdut masa depan  di Tanah Air, sebagai Juara KDI 2020.

Penampilan mereka akan disiarkan secara langsung oleh MNCTV dari Studio RCTI+ mulai pukul 19.00 WIB.

Saat ditemui di sela-sela Konser Malam Puncak Kilau Raya MNC TV 29, Sabtu 24 Oktober 2020, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengenang masa-masa membangun MNCTV dari kecil.

Stasiun televisi MNCTV berkibar berkat terobosannya menggelar ajang pencarian bakat penyanyi dangdut, Kontes Dangdut Indonesia (KDI) pada 2004 silam.

“Perjalanan MNCTV sangat luar biasa. Saya teringat pertama kali memproduksi talent search KDI tahun 2004. Langsung melejit, dari bawah menjadi TV papan atas. Saya bersyukur kawan-kawan mampu mempertahankan prestasinya,” tutur Hary.

Executive Chairwoman MNC Group Liliana Tanoesoedibjo pun berharap, MNCTV bisa terus menjadi pilihan masyarakat di Tanah Air.

“Harapannya, semoga MNCTV sukses terus, makin maju dan jadi tontonan yang baik bagi masyarakat,” ungkap Liliana.

Managing Director MNC TV Noersing memaparkan pada penampilan sebelumnya, Haviz berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan menyanyikan lagu Tidak Semua Laki-laki.

Begitu juga dengan Wahid yang memberikan suguhan tak kalah epik dari kontestan lainnya dengan membawakan tembang berjudul Gejolak Asmara.

Adapun, Gita sukses membuat kagum para juri dengan menyanyikan lagu Muara Kasih Bunda.

“Penasaran dengan penampilan 3 kontestan terbaik yang akan melaju ke babak Grand Final?_ Saksikan malam Grand Final KDI 2020, Senin 26 Oktober 2020, live di MNCTV dan RCTI+, pukul 19.00 WIB,” ujar Managing Director MNC TV Noersing, di Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Sejumlah artis papan atas, lanjut Noersing, bakal memeriahkan acara ini. Mereka adalah Dewi Perssik, Betrand Petro Putra Onsu, Via Vallen, Alwiansya, Niken Salindri, Limbad, Rhomedal.

Selanjutnya, ada Vina Fan, Suci KDI, Marvin KDI, Iis Dahlia, Ayu Ting Ting, Nita Thalia, Danang, Ivan Gunawan, Okky Lukman, Ruben Onsu dan Vega Darwanti.

Jangan lupa dukung jagoan Anda dengan cara vote via SMS, caranya ketik KDI spasi (nama kontestan) kirim ke 95151. Dukungan ke peserta juga bisa diberikan melalui voting di RCTI+. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending