Connect with us

News 11

Kemenkominfo dan Kemenperin Songsong Era Industri 4.0

Published

on

Menkominfo pastikan sinyal 4G ada di seluruh kota kabupaten di Indonesia.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Dalam rangka menghadapi era digital 4.0, Pemerintah RI menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia. Ini menjadi salah satu tiang pancang yang paling penting untuk mengikuti kemajuan teknologi yang memengaruhi hidup semua orang.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menghadapi era digital 4.0, seperti diungkapkan dalam acara diskusi Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Menyongsong Era Industri 4.0, yang berlangsung Selasa (12/3).

Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informasi (KEMKOMINFO) ini, menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Rudiantara, Wakil Menteri Kementerian Keuangan, Mardiasmo dan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset dan Teknologi, Ainun Naim.

Rudiantara antara lain menjelaskan tentang kehadiran Base Transceiver Station (BTS) di berbagai kota di Indonesia, yang sudah mendekati mumpuni, yakni sudah mencapai 90 persen dari 514 kota di Indonesia.

Nilai 90 persen yang dimaksud, meskipun sudah banyak kabupaten yang memiliki BTS, kemampuan layanan sinyalnya tidak berarti mencakup seluruh pelosok kabupaten tersebut.

“Kalau di suatu kabupaten masih banyak hutannya, ya buat apa juga kita memasang BTS di hutan, ya kan,” kata Rudianto.

Ia menambahkan, bila Palapa Ring yang konon akan selesai di pertengahan tahun ini, begitu coverage signal mencapai kabupaten yang sebelumnya tidak memiliki BTS, maka diharapkan di kabupaten tersebut dapat langsung memanfaatkan sinyal komunikasi secara maksimal.

“Akhir tahun 2019 harusnya sinyal 4G ada di seluruh Indonesia. Ada loh ya, kembali lagi, jangan dikatakan seluruh kabupaten nantinya yang di cover, tapi ada di seluruh kabupaten.” kata Rudiantara.

Kemenperin akan fokus pada SDM 4.0

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Perindustrian RI, melalui sekretaris Jenderalnya, Haris Munandar, mengatakan dalam waktu dekat ini akan membangun yang namanya Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0.

Haris berharap proyek ini akan menjadi pusat inovasi dan pengembangan SDM 4.0 yang representatif untuk Indonesia.

“Tahun ini anggaran Kementerian Perindustrian 67% difokuskan untuk program-program pembangunan SDM Industri 4.0, dan hanya 33% nanti kita dorong untuk ke arah sektor ekonomi. Tepatnya 1,78 triliun rupiah untuk pembangunan SDM.” ucap Haris.

Haris menambahkan pihaknya dalam tahun ini menargetkan penerimaan sebesar 72.000 orang untuk diikutsertakan dalam Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja).

“Semua ini tujuannya adalah untuk mempersiapkan masyarakat kita dalam menghadapi Era Industri 4.0,” ungkap Haris. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News 11

Masuk Pantauan SWI, Suhanda: MeMiles Aman-aman Saja

Published

on

By

Eva Louisa dan Suhanda dalam acara membagikan hadiah bagi para costumer, baru-baru ini.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Eva Louisa dan Suhanda mewakili manajemen MeMiles kembali menjelaskan manfaat positif menjadi costumer MeMiles. Mereka juga menjawab pertanyaan seputar  legalitas MeMiles yang berdiri sejak 4 bulan silam tersebut.

Eva mengatakan, MeMiles bukan perusahaan MLM (Multi Level Marketing), investasi, perbankan, leasing atau lainnya. Melainkan aplikasi advertising online yang diberikan kepada masyarakat.

Costumer MeMiles pasang iklan yang tertera pada slot iklan di aplikasi MeMiles, dengan sejumlah dana yang ditentukan.

“Dana yang tidak mahal tersebut dimasukkan sebagai Top Up, menjadi saldo. Saldo inilah yang digunakan untuk pasang iklan. Berdasarkan jumlah saldo tadi, MeMiles kemudian memberikan rewards,” jelas Eva kepada wartawan di kawasan Kemayoran, Sabtu (3/8).

Berdasarkan nilai rewards tersebut, kemudian MeMiles memberikan hadiah sesuai keinginan costumer. Ada yang menerima handphone, sepeda motor atau mobil. Bahkan, MeMiles membantu mewujudkan cita-cita costumer untuk meraih gelar sarjana maupun ibadah ke Tanah Suci!

“Hadiah diberikan MeMiles kepada costumer melalui rewards tadi, sesuai omzet nasional plus 21 hari kerja,” ujar Eva yang membantah tudingan yang mengatakan bahwa MeMiles merupakan  sebentuk perusahaan investasi, seyogianya memiliki izin dan pengawasan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

“Saya dan Pak Suhanda mewakili manajemen MeMiles, tidak membenarkan tudingan tersebut. MeMiles tidak ada hubungan ke OJK lantaran bukan perusahaan investasi, melainkan perusahaan advertising online.

“OJK tidak mengeluarkan surat yang menyatakan MeMiles sebagai perusahaan bodong yang akan dibubarkan. MeMiles terdaftar di Dirjen AHU Kemenhukham. Di sana jelas dinyatakan bahwa MeMiles adalah  perusahaan advertising. Bukan perusahaan investasi,” ujar Eva.

Persaingan Tidak Sehat?

Eva dan Suhanda mengetahui lewat media tentang Satgas Waspada Investasi (SWI) yang merupakan gabungan OJK dan Bareskrim Polri, yang merilis 14 nama entitas investasi ilegal (bodong). Salah satunya, bernama PT. Kam and Kam (MeMiles) yang bergerak di bidang investasi aplikasi advertising.

Eva Louisa memberi penjelasan seputar rilis SWI dari OJK dan Bareskrim Polri, di Jakarta, Sabtu (3/8).

Meski demikian, Suhanda mengklaim bahwa PT Kam and Kam tidak bersalah, sehingga aman-aman saja.

Ia mendasarkan pendapatnya pada beberapa alasan. Salah satunya,  bahwa PT Kam and Kam mempunyai visi mencerdaskan bangsa dan menyejahterakan costumernya.

“Ini sudah dibuktikan, bukan sekadar janji yang terucap. Semua costumer yang bergabung dengan kami sudah mendapat haknya, sehingga MeMiles bukan perusahaan yang patut dicurigai,” tegas Suhanda.

Ia menambahkan, kalau pihak OJK sudah menyatakan bahwa MeMiles bersalah, mestinya MeMiles sudah menerima semacam surat peringatan terlebih dulu.

“Buktinya, sampai saat ini, kami tidak menerima surat peringatan,” lanjut Suhanda yang tidak setuju pada tudingan OJK bahwa MeMiles sebagai perusahaan investasi bodong.

“Faktanya, PT Kam and Kam adalah perusahaan yang mengkolaborasi antara aplikasi dengan marketplace dan advertising. Produknya iklan. Jadi, bukan perusahaan investasi sebagaimana  perbankan, leasing, MLM maupun asuransi,” jelas Suhanda.

“Kalau toh, perusahaan kami tetap dianggap bersalah, maka yang berhak menutup perusahaan kami adalah putusan pengadilan,” jelasnya.

Lebih jauh Suhanda mengatakan, bahwa sebelum MeMiles beroperasi,  mereka terlebih dulu sudah menyelesaikan semua prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan sebagai perusahaan yang legal.

“Kami  tunduk pada semua sistem yang ada di Indonesia. Apapun  sistem tersebut, sudah kami ikuti secara benar, termasuk mendaftarkan perusahaan kami ke OJK. Saat itu disebutkan bahwa perusahaan aplikasi iklan belum saatnya mendaftarkan di OJK. Iya, kami ikuti juga,” kenang Suhanda, yang menambahkan bahwa semua izin yang dimaksudkan sudah di tangan kuasa hukum perusahaannya.

Selanjutnya, sebagai perusahaan advertising maka para costumer yang membeli produk akan mendapatkan slot untuk pasang iklan.

“Semua dana yang masuk tidak kami putarkan, tidak kami investasikan,” ungkap Suhanda yang menduga adanya persaingan mulai tidak sehat dari perusahaan sejenis yang melihat MeMiles sangat bagus  perkembangannya.

“Hanya dalam 4 bulan, omzet kami sudah mendekati Rp 45 miliar. Artinya, para costumer sangat mendukung kami, karena mereka sudah merasakan benefitnya,”  pungkas Suhanda. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

Merasa Ditipu Pengembang Apartemen, Mahesa Putri Layangkan Gugatan

Published

on

By

Mahesa Putri didampingi kuasa hukumnya, Bayu Rizal,  Sosuharon. Nababan dan Bayu Santoso.

Kabarhiburan.com, Tangerang – Selebgram Mahesa Putri mengaku kecewa terhadap PT. Megakarya Maju Sentosa, selaku developer Apartemen Ciputat Resort yang berlokasi Kelurahan Cipayung, Ciputat, Tangerang.

Mahesa Putri tidak sendirian. Masih ada 11 rekannya sesama pembeli apartemen yang mengalami nasib serupa. Mereka pun melawan.

Mahesa Putri dan kawan-kawan, didampingi kuasa hukumnya, Bayu Rizal, SH.,MH, R. Sosuharon. Nababan,SH.,MH dan Bayu Santoso, SH, mendatangi Pengadilan Negeri Tangerang, untuk  melayangkan gugatan atas perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan developer.

Bayu Rizal menuturkan bahwa klien mereka berjumlah 12 orang sudah cukup sabar menunggu sejak tahun 2016 silam, menanti kepastian tentang kapan apartemen yang telah mereka pesan dapat diwujudkan. Namun, hingga kini tidak ada kepastian yang jelas dari pihak developer.

“Bila melihat isi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), serah terima harusnya pada tanggal 31 Desember 2019 dan paling lambat dapat diperpanjang 120 hari,” ujar Bayu.

Bayu pun meragukan itikad baik pihak Devlover dapat memenuhi prestasi yang diperjanjikan.

“Bagaimana bisa membangun 2 tower apartemen dalam kurun waktu 1 tahun? Tentunya itu mustahil,” imbuhnya.

Gugatan yang mereka layangkan ini bermaksud meminta pertanggungjawaban dari pihak devlover agar mengembalikan saja uang yang sudah dibayarkan oleh Mahesa Putri dan kawan kawan.

“Kerugian senilai kurang dari Rp 3 miliar sebagai kerugian materil, belum termasuk kerugian immateriil yang diderita oleh klien kami,” jelas Bayu yang sedang mempertimbangkan upaya hukum lain terhadap sang developer.

Mahesa Putri menuding, bahwa pihak devlover tidak bertanggung jawab dan kantornya sudah tutup.

“Ruangan kantornya hanya ditinggali oleh orang yang tidak mengetahui persoalan. Sudah begitu pihak marketing silih berganti, namun tidak satupun yang bisa memberikan jawaban pasti,” ujar Putri Mahesa yang akhirnya memilih untuk melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

‘Ayo Kuliah Di Malaysia’ Targetkan 20 Ribu Mahasiswa dari Indonesia

Published

on

By

Para guru Bimbingan Karier se- Jabotabek usai mengikuti pameran ‘Ayo Kuliah di Malaysia’,

Kabarhiburan.com, Jakarta – Demi meningkatkan minat generasi muda Indonesia belajar ke Negeri Jiran, Kedutaan Malaysia bekerja sama dengan Education Malaysia Indonesia (EMI) dan Q Study  mengadakan pameran pendidikan dengan tagline  ‘Ayo Kuliah di Malaysia’.

Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Profesor Madya Dr. Mior Harris Bin Mior Harun, mengatakan bahwa sudah memasang target untuk menggaet 20 ribu mahasiswa dari Indonesia yang mau berkuliah di Malaysia.

Di hadapan para guru Bimbingan Karier se-Jabotabek,  Mior Harris, mengabarkan bahwa minat pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di Malaysia, sebanyak 70 persen diantaranya merupakan mahasiswa strata satu. Sisanya, mahasiswa strata dua atau setingkat magister.

Calon mahasiswa dari Indonesia kebanyakan memilih ilmu sosial, diantaranya manajemen, bisnis atau komunikasi yang menjadi jurusan favorit sebesar 70 persen. Selebihnya  mahasiswa dari Indonesia memilih ilmu teknik.

“Kalau melihat dari segi bidang, sebenarnya tak ada bidang yang utama, apalagi universitas di Malaysia punya sekitar 500 jurusan, jadi tak ada jurusan yang dominan,” kata Mior Harris di acara yang berlangsung di Four Points by Sheraton, Thamrin, Jakarta, Jumat (26/4).

Alasan Memilih Malaysia

Tinggi animo pelajar Indonesia meneruskan kuliah di Malaysia, Mior Harris mengungkapkan, pertama karena jarak tempuh yang terbilang singkat antara Indonesia – Malaysia hanya sekitar 2 Jam. Demikian pula bila membandingkan dengan kampus swasta di Indonesia, universitas di Malaysia menerapkan biaya yang murah sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

“Makanya kami memberikan tagline, ‘Terjangkau dan Terakui’ untuk pendidikan tinggi di Malaysia. Apalagi Malaysia punya mutu pendidikan yang sama baik dengan di Eropa, sudah sewajarnya kalau mahasiswa Indonesia menjatuhkan pilihan di beberapa universitas di Malaysia,” ucapnya.

Sementara itu, dalam daftar Southeast Asia’s Best Universities 2019 yang dikeluarkan oleh QS Ranking 2019. Sebanyak 5 universitas negeri dan 1 universitas swasta di Malaysia, yaitu; Universitas Malaysia (peringkat ke-3), Universitas Kebangsaan Malaysia (peringkat ke-4), Universitas Sains Malaysia (peringkat ke-6), Universitas Teknologi Malaysia (peringkat ke- 7).

“Bagaimana dengan Indonesia? Universitas Indonesia menduduki peringkat ke-9 dan Universitas Gajah Mada berada di peringkat ke-14,” imbuhnya.

Mior Harris menambahkan, dalam waktu dekat akan membangun universitas Indonesia swasta di Malaysia. Hal itu akan memudahkan calon mahasiswa Indonesia yang ingin bersekolah di Malaysia.

Pameran pendidikan tersebut secara resmi dibuka oleh Deputy Direction General of Higher Education, Dato’ Prof. Ir. DR. Mohd Saleh Jaafar,. Dalam sambutannya, antara lain mengatakan bahwa di Malaysia tercatat sebanyak 170 ribu mahasiswa asing dari 162 negara.

“Yang membanggakan, terdapat 11 ribu mahasiswa asal Indonesia yang tersebar di beberapa universitas di Malaysia,” ungkap Mohd Saleh Jaafar, dalam sambutannya. (Rachmawati AB).

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending