Connect with us

Lifestyle

Kerap Treatment Wajah, Artis Chintami Atmanegara Terlihat Awet Muda

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Bagi seorang publik figur, merawat kecantikan adalah hal yang mutlak dilakukan. Karena mereka dituntut penampilannya harus terlihat kece, baik saat dilayar kaca maupun dipanggung hiburan. Tak terkecuali bagi artis senior Chintami Atmanegara. Walau usianya bisa dibilang paruh baya, namun soal penampilannya masih terlihat awet muda. Ia jelaskan karena ia kerap melakukan treatment di klinik Dermaster.

“Kelebihan treatment di Dermaster lantaran tak merasakan nyeri diwajah sama sekaki. Bahkan hasilnya menambah percaya diri, bila saya keluar rumah jarang pakai bedak. Dengan perawatan di Dermaster membuat kulit kita menjadi sangat sehat. Orang melihatnya kulit kita seperti fresh,” ujar Chintami Atmanegara, saat menghadiri peluncuran treatment terbaru Filler Algeness, di Klinik Dermaster Pondok Indah (21/3/2019).

Hal serupa dijelaskan oleh Putri Indonesia 2018 asal Babel, Sonia Fergina Citra, “Sebelumnya nggak pernah tahu tentang beauty klinik. Namun begitu menjadi Putri Indonesia 2018 dan kerap melakukan perawatan di Dermaster kulit saya sudah nggak jerawatan, malahan lebih bersih dan sehat. Sudah 3 tahun saya rutin melakukan perawatan di Dermaster”.

Jelang tahun ke-6 kiprahnya di Indonesia, Dermaster kembali menghadirkan produk Filler Algeness. Sebuah pengalaman treatment terbaru dan pertama kali diluncurkan di Klinik Dermaster Pondok Indah, Jl. Pinang Emas,  Jaksel (21/3). Peluncuran dihadiri oleh Dr. Joan Vandeputte selaku Plastic Surgeon and Clinical Advisory dari Belgium, Mr. Valentino Gitto selaku COO (Chief Operating Officer) Algeness dari Italy. Juga melibatkan sederetan artis seperti Sonia Fergina Citra (Puteri Indonesia 2017), Ivan Gunawan, Iis Dahlia dan Nikita Mirzani

“Acara ini di selenggarakan untuk memperkenalkan produk filler terbaru dan pertama di Indonesia yaitu Algeness. Algeness adalah filler yang berbahan dasar alami 100 % natural, chemical free dan aman bagi tubuh”, ujar Herry Setiawan selaku Director of  Marketing Dermaster Indonesia.

Filler adalah salah satu tindakan yang paling banyak diminati dalam dunia estetik. Filler secara mudah dapat membentuk wajah menjadi lebih proporsional seperti membentuk dagu, bibir atau kontur pipi, ataupun mengisi area yang cekung seperti area bawah mata, garis senyum, pelipis dan lain-lain.

Pemilihan bahan dasar Filler yang baik sangatlah penting untuk menjamin keamanan dan tidak menimbulkan efek alergi, bentuk yang terlihat natural dan masa bertahan filler dalam kulit.

Dermaster Indonesia memperkenalkan terobosan baru dalam dunia estetika, yakni menggunakan polisakarida dari ganggang (agarose gel) atau yang kita kenal dengan Agar-agar dapat secara aman digunakan sebagai filler.

“Algeness adalah Filler generasi terbaru yang sangat aman, menyatu sempurna dengan hasil yang natural. Bahkan Filler ini membuat wajah terlihat cantik alami”, ujar Dr.Jessy

Suryadi selaku Head Dokter Dermaster Mangga Besar. Berbeda dengan produk filler yang selama ini dikenal, filler Algeness berbahan dasar natural karena tidak mengandung bahan kimia atau sintetik seperti BDDE serta 100% dapat hilang dalam tubuh dan tidak meninggalkan residu.

Algeness dapat digunakan pada seluruh area wajah yang diperlukan, contohnya seperti area bibir, bawah mata ataupun pipi, dimana area ini sangat sulit menggunakan filler konvensional yang menyebabkan bengkak berlebihan. Dengan Algeness, diharapkan hasil yang di dapat lebih terlihat natural.

Filler Algeness akan hilang sempurna dalam tubuh dalam 12 bulan dan sudah dibuktikan dari berbagai studi klinis. Selain itu juga sudah terbukti aman dan tidak menimbulkan reaksi alergi. Aman digunakan dari usia 17 hingga 60 tahun .

“Algeness berfungsi untuk menambahkan volume di wajah dengan hasil yang natural, tidak bengkak, dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia”, ungkap Dr. Yenny Muliani selaku Dokter in House Dermaster Kemang.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Hadirkan ‘Fantasi Musikal’, RAPOT Gandeng Raisa, Yura Yunita dan Afgan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pendengar sudah dibawa bernostalgia ke masa SMA pada tahun 2006, berjalan-jalan ke Kerajaan Singosari di Kediri pada abad ke 13, sampai merasakan ketegangan yang luar biasa akibat dikejar zombie pada genre thriller.

Sekarang sampailah Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2 persembahan dari RAPOT (Reza Anka Radhini Abigail – Potkes) pada petualangan terakhirnya, yaitu episode 13 yang bergenre “Fantasi Musikal”.

Melalui keterangan resminya, Rabu (5/5), genre ini mengajak pendengar berpetualang di dunia yang penuh fantasi dengan misi mencari Reza Chandika yang tertinggal dalam petualangan sebelumnya.

Berbeda dari tiga genre sebelumnya, sebagian dialognya dibalut dalam format musikal. Sesuatu yang sama sekali belum pernah dilakukan oleh RAPOT. Karenanya, RAPOT berkolaborasi dengan berbagai musisi papan atas Indonesia seperti Afgan, Raisa, Sivia, Yura Yunita, Sheila Dara, Ardhito Pramono, dan Gamaliel yang sekaligus menjadi vocal director untuk genre fantasy musical ini.

Wastana Haikal didaulat menjadi illustrator untuk artwork dalam genre ini, menambah nuansa fantasy dan dreamy yang lebih kental, dibawah arahan Naya Anindita, sutradara muda, yang sebelumnya menyutradarai film “Eggnoid”, “Imperfect The Series”, dan masih banyak lagi.

Akankah Radhini, Abigail, dan Anka menemukan Reza Chandika? Bagaimana akhir dari petualangan RAPOT dalam Cinematic Audio Series Mau Gak Mau Season 2?

Dengarkan petualangan mereka dalam genre Fantasy Musical yang akan dirilis pada hari ini, Selasa 4 Mei 2021 pukul 16.00 WIB, eksklusif di Spotify. Jangan lupa untuk mendengarkan memakai earphone atau headphone untuk pengalaman yang maksimal. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Belajar dari Pengalaman Zaskia Sungkar yang Mencuci Pakaian dengan Tangan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Masih segar dalam ingatan, postingan Zaskia Sungkar yang menunjukkan celah jemari tangannya yang memerah, seperti terbakar. Konon, berawal dari mencuci pakaian anak dan suaminya dengan tangan.

Dalam sekejap postingan tersebut dibanjiri para sahabatnya sesama artis serta ribuan netizen. Selain menyatakan prihatin, ada netizen yang menuliskan tips mengatasi kulit tangan iritasi karena sabun.

Ada pula yang memberi penjelasan rinci tentang:  ‘Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Mencuci Baju’. Penjelasannya sebagai berikut:

Secara tidak sadar, saat melakukan suatu kegiatan kita sering melakukan kesalahan yang luput dari perhatian. Pada akhirnya, kesalahan itu menjadi kebiasaan yang kita lakukan setiap saat. Misalnya, kegiatan mencuci pakaian.

Mencuci memang bukan kegiatan sulit, namun tetap saja memerlukan ketelitian. Jika tidak teliti, maka pakaian tidak akan berumur panjang.

Foto: Istimewa

Berikut ini kesalahan mencuci pakaian, baik menggunakan mesin maupun menggunakan tangan.

Tidak Memisahkan Pakaian Terlebih Dahulu

Hal ini memang tidak dirasa perlu bagi sebagian orang, namun jika tidak dilakukan bisa menyebabkan pakaian luntur dan rusak.

Sebelum mencuci seyogianya terlebih dulu mengelompokkan pakaian sesuai warna maupun jenis bahan kain. Tindakan ini perlu demi mencegah kerusakan pada serat kain.

Tidak Membuka Kancing Pakaian

Membuka kancing saat mencuci pakaian, tujuannya agar kancing pakaian tidak tersangkut pada saat proses pencucian. Tindakan kecil dan singkat ini pun dapat membuat umur pakaian lebih panjang.

Menggunakan Pemutih Secara Berlebihan

Pemutih berfungsi untuk menghilangkan noda bandel seperti darah atau keringat yang membekas pada pakaian. Pemutih akan mengoksidasi kotoran yang menempel pada pakaian.

Hanya saja, jika digunakan untuk pakaian berwarna bisa menyebabkan warna pakaian jadi berubah. Karenanya, penggunaan pemutih sebaiknya hanya untuk pakaian putih dengan takaran secukupnya saja.

Terlalu Banyak Menggunakan Deterjen

Penggunaan deterjen secara berlebih akan membuat busa deterjen lebih sulit hilang saat dibilas. Apalagi, saat kulit bersentuhan langsung dengan deterjen, maka kulit tangan menjadi kasar dan terasa panas dibuatnya.

Lagi pula, berbagai hasil penelitian para ahli menyimpulkan bahwa penggunaan deterjen secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan polusi air.

Salah satu solusi mengatasi gangguan tersebut adalah penggunaan deterjen berbahan aktif tumbuhan tanpa LABSA, yakni deterjen yang terbuat dari minyak nabati yang didapatkan dari kelapa, kelapa sawit, atau kacang kedelai.

Sifatnya yang mudah terurai sehingga menjadi ramah lingkungan, sehingga deterjen berbahan dasar tumbuhan merupakan terobosan baru dalam mencuci pakaian.

Salah Pilih Deterjen

Deterjen berbahan tumbuhan sudah sejak lama digunakan di luar negeri. Sebaliknya, di Indonesia masih banyak beredar deterjen yang mengandung LABSA atau Linear Alkyl Benzene Sulphonic Acid.

LABSA adalah asam lemak organik (zat turunan minyak bumi) yang larut dalam air dan diencerkan untuk mengeluarkan panas. Jika tidak hati-hati, LABSA dapat membahayakan kulit. Kulit akan terasa panas dan keriput atau pecah-pecah dibuatnya. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan produk yang natural agar aman untuk kulit.

Tentu LABSA suatu saat nanti akan habis jika digunakan terus menerus. Seyogianya menjadi fokus Indonesia, mulailah mengganti bahan tersebut dengan bahan lebih natural seperti di luar negeri.

Selain lebih ramah kulit dan ramah lingkungan, deterjen berbahan tumbuhan lebih mudah larut saat membersihkan serat pakaian. Di Indonesia sudah ada belum ya, deterjen berbahan dasar tumbuhan? (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Solusi Raffi Ahmad Kala Nagita Slavina Ngidam Mie Instan

Published

on

By

Nagita Slavina ngidam mie instan

Kabarhiburan.com – Usia kehamilan kedua Nagita Slavina, kini memasuki bulan ketiga. Seperti ibu hamil pada umumnya, istri Raffi Ahmad ini ini mengaku sedang ngidam. Apapun dimintanya kepada sang suami, termasuk makanan dan hal-hal nyeleneh lainnya.

Sebagai suami suami tercinta, tentu saja mengikuti keinginan sang istri pada batasan tertentu. Dengan kata lain, Raffi tetap konsisten mengawasi Nagita agar tidak mengonsumsi makanan yang membahayakan kesehatan Nagita dan bayinya.

Salah satu yang dipantangkan Raffi bagi Nagita dalah mengonsumsi makanan instan. Karena, umumnya makanan praktis dinilainya kurang bernutrisi dan tidak baik untuk kesehatan Nagita dan kandungannya.

Raffi ternyata mengetahui benar bahwa makanan instan, seringkali mengandung bahan-bahan tidak alami, seperti pengawet dan penguat rasa.

Sebaliknya Nagita tidak begitu saja mampu menampik keinginan dari ngidamnya. Nagita masih saja  keukeh minta dibuatkan mie instan ke Raffi atau ke asisten rumah tangganya.

Beruntung, Raffi telah menemukan solusi untuk memenuhi keinginan Nagita, tetap boleh makan mie instan, asalkan Mie Lemonilo yang Raffi nilai lebih sehat.

Seperti diketahui, proses pembuatan Mie Lemonilo tidak melalui proses penggorengan, melainkan pemanggangan sehingga tidak menyumbang lemak. Terbukti, air rebusan Mie Lemonilo terlihat jernih.

Sudah begitu, Mie Lemonilo tidak menggunakan pengawet, pewarna buatan, maupun penguat rasa. Bahkan, warna hijau pada mie yang berasal dari saripati bayam,  sudah pasti lebih sehat dan aman untuk Nagita konsumsi.

Berbagai keistimewaan Mie Lemonilo pun melahirkan rasa nyaman dan bagi Raffi Ahmad, saat Nagita minta dibuatkan mie instan. Nagita pun menyukai dan menyantap dengan lahap. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending