Connect with us

News 11

Kerjasama Sektor Kehutanan Indonesia Untuk Meningkatkan Promosi Ekspor Bersama (1)

Published

on

Dari kiri ke kanan : Adam Beaumont (Regional Director FSC Asia Pacific), Dammy Everste (TBI Board member), Wim Ellenbroek (TBI Program Director), Rulita Wijayaningdyah (Chairperson FSC International Board of Director), Jesse Kuijper (TBI Board member), Rahardjo Benyamin (Wakil Ketua Umum APHI)

Kabarhiburan.com, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengadakan pertemuan antara perwakilan dari industri pengolahan kayu Indonesia, pengusaha hutan, perusahaan perdagangan internasional dan kementerian, Selasa (6/3).

Pertemuan ini membahas kerjasama untuk meningkatkan akses pasar dan kegiatan promosi ekspor produk kayu bersertifikasi Indonesia, dimana saat ini Indonesia telah mengalami peningkatan volume produk kayu yang lestari.

“Hari ini, kami merayakan pencapaian sertifikat FSC ke-25 kami di Indonesia, yang menghasilkan 2,7 juta ha di bawah pengelolaan hutan lestari,” kata Jesse Kuijper, anggota dewan The Borneo Initiative.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari badan-badan sektoral (APHI), berbagai sektor kementerian (Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), organisasi pendukung (Forest Stewardship Council®, the Borneo Initiative, WWF, TFF), para pengusaha industri kehutanan, serta perwakilan dari pengolahan kayu industri dan pembeli internasional.

“Sektor kehutanan di Indonesia mengalami transformasi yang signifikan, dengan penerapan standar tertinggi dalam pengelolaan hutan lestari. Ini merupakan kontribusi besar bagi target Pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan pengembangan ekonomi hijau,” ujar  Jesse Kuijper  yang berharap akan  meningkatkan kesadaran di antara pembeli kayu internasional yang semakin banyak mencari produk bebas deforestasi yang diproduksi secara lestari.

Profil Hijau

Sebagai perwujudan komitmen untuk menghentikan kehilangan dan degradasi hutan, APHI meminta anggotanya agar menerapkan praktik pengelolaan terbaik dengan menyiapkan sertifikasi FSC®, skema sertifikasi hutan yang diakui secara internasional dengan mekanisme berbasis pasar untuk mempromosikan pengelolaan hutan lestari.

Dengan dukungan dari organisasi mitra seperti The Borneo Initiative, FSC®, WWF, TFF, TNC, dan WanaAksara Institute, terdapat 25 unit konsesi hutan alam Indonesia dengan luas cakupan 2,7 juta hektare dari target 3,1 juta hektar are yang sudah memiliki sertifikasi FSC sejak 2010.

Seperti diketahui, saat ini sebanyak 20 persen dari 14 juta ha konsesi alam aktif di Indonesia telah disertifikasi oleh FSC. Pertumbuhan ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di kawasan tropis dalam sertifikasi FSC.

Hal ini juga merupakan dorongan utama untuk program sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dari Pemerintah Indonesia, karena perusahaan bersertifikat FSC lebih siap untuk memenuhi persyaratan SVLK juga.

Sementara Direktur Program The Borneo Initiative, Wim Ellenbroek menganjurkan, peningkatan profil hijau sektor kehutanan Indonesia di pasar internasional perlu dilakukan secara kolektif. “Sama halnya dengan kemitraan kami dengan organisasi lain dalam sertifikasi hutan, kami juga perlu bergabung sebagai organisasi dalam platform bersama untuk mempromosikan ekspor industri kayu bersertifikasi ini,” katanya.

Bagi Wim Ellenbroek, slogan:  ‘Produk kayu bersertifikasi Indonesia: Berkelanjutan. Kualitas. Dijamin, mencerminkan potensi produksi hutan Indonesia yang besar, yang didukung kualitas dan keandalan industri kayu Indonesia.” (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News 11

Setelah Video Kini Kirim Surat, Angeline Sebut Kesalahan Ayahnya Sengaja Dicari-cari

Published

on

By

Angeline bersama Iwan Liman

Genap satu tahun lamanya Iwan Cendekia Liman mendekam di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta. Selama itu pula  buah hatinya, si sulung Angeline tak henti memendam rindu akan kehadiran sang ayah, agar berkumpul kembali di rumah mereka, di Surabaya.

Apalah daya seorang bocah berusia 12 tahun dan  masih kelas 6 Sekolah Dasar. Angeline tidak mungkin mendatangi dan ngobrol bersama sang ayah tercintanya di Rutan Salemba.

Satu-satunya cara yang paling mungkin  Angeline lakukan hanya merekam dirinya pada  video yang diunggah di netizenvoiceofindonesia berdurasi 60 detik.

Belakangan, Angeline menitipkan dua lembar surat melalui ibunya, Siau Ing agar disampaikan kepada Iwan Cendekia Liman.

Di surat tersebut, Angeline menuliskan kegundahan hatinya atas kasus yang menimpa sang ayah. Ia menulis bahwa kesalahan sang ayah sengaja dicari-cari, seakan dirinya tengah berhadapan dengan Iwan Cendekia Liman.

 

Pada lembar pertama, Angeline menulis dalam bahasa Inggris:

Hy daddy, how are you?i knew this problem from my friend , kevin. But I dont believe that, dad. You know me, i miss you so much. And i need you to come home. I’ve read the news and its really ridiculous. I know my daddy and i know you will not do that. I’ve read instagram comment and many people hates you from that ridiculous and wrong news and im very proud of you. My mom is very sad she really misses you and so i do. My brother doesnt know anything accept the thing that youre in singapore and working. My brother misses you very much. I really miss you dad, im very very proud of you, why?

Beacause your innocent, you were just blamed and you can face all of this. Youre very strong and have made me proud, dad. Go home quickly, DAD!!! I hope you will have a agood day dad. I miss you so much. I LOVE YOU”.

Sementara pada lembar kedua, Angeline menulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris:

(Daddy kan bilang “kalo ada apa-apa sama aku”…)

Daddy jangan gitu, cece sayang kok sama daddy. Cece sayang sama daddy nya, bukan yang lai. Cece Cuman mau sama daddy, bukan yang lain. Im sad without you, dont worry dad. I Feel nothing but proud of you. Cece tau semua Daddy memang nggak salah, daddy cuman dicari cari kesalahannya. Tapi bagaimanapun namanya orang nggak salah, dicari caripun nggak mungkin bis. Suction your tears. Lets play a game”

Mencari Keadilan Hukum

Seperti diketahui, Iwan Cendekia Liman tengah menggapai keadilan hukum baginya, yang didakwa melakukan penggelapan yang tidak dilakukannya, pada proses jual beli mobil mewah. Perkara ini tengah bergulir di Mahkamah Agung RI.

Iwan Cendekia Liman bersama ibunya, Melia Chandra dan Siau Ing, istrinya terus mencari keadilan hukum ke sejumlah lembaga terkait. Diantaranya,  ke Komisi Yudisial, Jamwas Kejagung RI, hingga ke Staf Khusus Presiden yang menangani laporan permasalahan hukum masyarakat. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

Insiden Gigitan Ular Sanca, Lia Callia Layangkan Somasi Terhadap Lucky Hakim

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta –  Kesabaran Lia Callia sudah habis. Penyanyi dangdut berjulukan ‘Ratu Goyang Pecut’ sampai pada kesimpulan bahwa aktor Lucky Hakim tidak punya itikad baik dalam menyelesaikan insiden gigitan ular secara kekeluargaan.

Lia pun mengambil jalur hukum. Ia  melayangkan somasi terhadap Lucky Hakim, pemilik ular yang menggigit lengan kirinya yang tinggal di awasan Kalibata, Jakarta Selatan.

“Pihak managemen saya bukannya minta apa-apa. Hanya  agar Lucky meminta maaf karena ular piaraannya itu telah menggigit saya,” ujar Lia didampingi kuasa hukumnya, Junahal Naiggolan  dan Mataraja Simarmata, saat ditemui di Thamrin City, Jakarta, Senin (14/5).

Lia tetap bersikukuh bahwa kejadian ular sanca yang  mengigit lengannya adalah  murni akibat kelalaian pihak Lucky Hakim.

“Bukan cuma itu saja. Saudara Lucky juga nggak bersikap baik terhadap Lia pada saat di kediamannya. Padahal Lia dan Lucky, kan sama-sama publik figure. Mengapa bisa bersikap seperti itu terhadap sesama profesi,” ujar Junahal Naiggolan.

Pada surat somasi yang dilayangkan, Lia Callia mencantumkan kerugian yang dialami. “Klien kami mengalami trauma atas peristiwa itu. Selain rugi akibat tidak dapat  memenuhi kontrak menyanyi di Bali pasca peristiwa itu. Yang ada, klien kami harus menanggung biaya pengobatan di rumah sakit,” tambah Mataraja Simarmata.

Sambil menunjukkan surat somasinya, Lia Callia menambahkan, sudah menghabiskan waktunya demi menunggu itikad baik Lucky untuk meminta maaf namun hasilnya nihil.

“Saya dibilang mabuk dan disuruh keluar dari rumahnya. Boro-boro dijenguk, nanya kabar lewat sms aja misalnya, nggak ada.” ungkap Lia.

Dengan adanya somasi tersebut, pihak Lia Callia menginginkan adanya tanggung jawab dari Lucky Hakim terhadap kasus ini. Bila dalam waktu dekat Lucky Hakim belum menanggapi, kuasa hukum Lia akan melaporkan Lucky Hakim kepada pihak yang berwajib.

Sejauh ini, pihak Lia Callia masih membuka diri secara kekeluargaan, untuk Lucky Hakim mau datang dan meminta maaf terhadap Lia Callia atas peristiwa tersebut.

Sebelumnya Lucky Hakim sudah menyatakan bahwa dirinya tidak merasa bersalah dalam insiden gigitan ular yang menimpa Lia, sehingga tidak perlu harus meminta maaf kepada Lia. “Itu sebabnya saya tidak ingin menghubungi, termasuk menjawab telepon dari mereka. Masih banyak hal yang lebih penting yang harus saya dahulukan,” ujar Lucky.

(Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

Curahan Hati Istri dan Anak dari Iwan Cendekia Liman yang Ditahan di Rutan Salemba

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Baru tiga hari sejak diunggah sudah  dibaca 747 kali.  Sebuah  video berdurasi 60 detik yang diunggah di laman netizenvoiceofindonesia, menampilkan sosok bocah perempuan yang terpaksa menahan kerinduan pada ayahnya, Iwan Cendekia Liman yang tengah menjalani masa tahanan di Rutan Salemba sejak Mei 2017.

Nama saya Angeline dan usia saya 12 tahun. Saya putri dari  Iwan Liman. Saya sudah tidak bertemu papa saya selama setahun. Saya sangat kangen papa dan kita perlu keadilan. Saya tahu papa saya tidak bersalah.

Ditemani  ibunya, Siau Ing dan Bryan adiknya, Angeline yang kini duduk di kelas 6 Sekolah Dasar di Surabaya tersebut, kembali melukiskan kerinduannya pada sang ayah. Ia mengaku sedih tidak boleh bertemu papanya, mengingat usianya masih bocah.

“Papi saya enggak salah, kenapa kok ditahan? Ini tidak sesuai dengan sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang saya pelajari di sekolah,” ujar  Angeline dengan suara lantang. “Saya yakin, Papi saya enggak bersalah, ” kata Angeline sekali lagi, saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5).

Keyakinan  yang demikian membuat Angeline, kini enggan menanggapi reaksi teman-temannya seputar kasus yang menimpa ayahnya. “Sekarang, kalau masih ada teman yang bicara tentang papa. Saya biarin aja,” katanya.

Jauh-jauh hari sebelum video tersebut diunggah, Angeline maupun  adiknya Bryan sempat  menjadi sasaran empuk hujatan teman-temannya di sekolah. “Di sekolah banyak teman yang nanyain tentang papa. Saya jawab di Singapura, tapi ada teman yang cerita bahwa Papa saya di penjara.

Saya sedih, apalagi Mama saya. Saban hari dia menangis. Kalau ditanya kenapa menangis, dia bilang sakit kepala, kalau enggak sakit perut.

Sempat Berbohong

Dibenarkan oleh Siau Ing, mengaku sempat  berbohong kepada kedua anaknya seputar kejadian yang menimpa  suaminya.

“Semula saya rahasiakan dari mereka dengan mengatakan bahwa papanya sedang kerja di Singapura. Namun berbohong kepada anak-anak tidak ada gunanya.

Apalagi kasus tersebut selalu ramai diperbincangkan  di banyak media Surabaya. Bahkan kedua anak saya mengetahui  kalau papanya sudah di penjara, justru dari teman-temannya lewat hujatan di sekolahnya, ‘Papamu di penjara ya’,” ujar Siau Ing.

Menurut Siau Ing, teman-teman anaknya mendapat kabar tersebut  dari orang tua masing-masing, bahkan ada orang tua yang melarang anaknya berteman dengan Angeline karena papanya di penjara.

“Aneka hujatan mendera anak saya selama beberapa bulan. Sejurus dengan waktu, surut karena mereka sudah capek sendiri karena anak saya tidak lagi menanggapi,” ujar Siau Ing yang menambahkan bahwa  Iwan Liman sehari-hari bekerja sebagai konsultan keuangan, selain usaha jual beli properti.

Sementara tentang kasus yang menimpa Iwan, secara singkat Siau Ing mengatakan bahwa sosok pelapor yang bernama Rezky Herbiyono merupakan sahabat Iwan Liman sejak lama.

“Dia sering bertandang ke rumah, bahkan kedua anak saya menyebutnya uncle,” ujar wanita yang sudah membentuk rumah tangga bersama Iwan sejak tahun 2002 ini.

Menyangkut persoalan hukum yang membelit suaminya, Siau Ing menceritakan secara singkat.

“Intinya, si pelapor punya utang ke Iwan. Jadi Iwan suami saya dikurung supaya Iwan enggak bisa menagih utang tadi. “Kepada majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat,  pelapor sudah mengaku punya utang kepada Iwan yang nilainya di atas Rp10 Miliar,” ujar Siau Ing.

Dari pengakuan Rezky di persidangan, meyakinkan Siau Ing  bahwa sebetulnya Iwan tidak bersalah dan  didukung oleh bukti-bukti yang sah. “Tetapi  kok malah Iwan yang dikurung.  Ini ada apa?” jerit Siau Ing mempertanyakan

Siau Ing bertekad akan terus berusaha mencari keadilan yang hakiki. “Kalau memang enggak salah, jangan seperti ini. Iwan adalah suami dan ayah yang baik, sekaligus tulang punggung keluarga yang sudah satu tahun tidak bekerja,” jerit Siau Ing sambil mengusap kelopak matanya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending