Connect with us

Sinetron

Keseruan Sinetron Jenaka ‘Trio Gabut Kursus Iman’ di Lokasi Syuting

Published

on

Qausar Harta, Ge Panungkas dan Billy Syahputra dalam Trio Gabut.

Kabarhiburan.com – Trio jenaka, Billy, Ge dan Qausar menjadi buron atas tudingan sebagai dokter sunat gadungan. Mereka juga menculik putri seorang preman.

Apa boleh buat, guna mengamankan diri, ketiganya rela menjadi santri dadakan di sebuah pesantren. Dari sinilah cerita kocak sinetron ‘Trio Gabut Kursus Iman’ SCTV dimulai.

Sejak tayang perdana pada 3 April 2022, kelucuan dan celotehan yang spontan dan jenaka dari Trio Gabut, yang terdiri dari Billy Syahputra, Ge Pamungkas dan Qausar Harta menjadi saling mengisi.

Trio Gabut juga menghadirkan aktris Maria Vania selaku Yasmin dan Adinda Azani sebagai Mawar, menjadikan ‘Trio Gabut Kursus Iman’ menjadi hiburan segar bagi pemirsa SCTV usai bersantap sahur, pukul 4.30 WIB.

Trio Gabut mengklaim ide kelucuan yang mereka tawarkan, murni mereka gali dan rancang sedemikian rupa sebagai ide kreatif sendiri, alias bukan mengadopsi lagi kelompok yang pernah ada.

“Selama ini kami tidak memiliki referensi-referensi dari trio yang ada sebelumnya. Semuanya murni dari gaya kami sendiri, sehingga punya kekhasan,” ujar Billy Syahputra, didampingi rekannya Ge Pamungkas dan Qausar Harta dalam wawancara virtual pada Rabu (13/4/2022).

Maria Vania dan Adinda Azani yang dihadirkan dalam wawancara tersebut, menyebutkan kelucuan tidak cuma dihadirkan di depan kamera, melainkan juga saat syuting.

Maria Vania mencontohkan Billy, yang dengan entengnya melemparkan petasan ke belakang Maria Vania yang tengah melakukan take gambar. Tingkah Billy tersebut  membuat semua yang terlibat spontan kaget, namun memancing tawa.

“Saat aku lagi take, eh tiba-tiba Billy tuh membanting sesuatu, yang ternyata petasan. Dan aku kebetulan gak melihat. Tapi ya udah gak masalah, karena bisa jadi hiburan juga buat ngilangin ngantuk,” kenang Maria Vania yang berperan sebagai Yasmin yang jadi rebutan Trio Gabut. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Eva Anindita Perankan Karakter yang Tak Biasa di ‘Sinetron Cinta 2 Pilihan’

Published

on

By

Kabarhiburan.com‘Cinta 2 Pilihan’ telah memasuki bulan ketiga, tayang setiap hari di layar SCTV. Sinetron drama keluarga produksi SinemArt ini menampilkan tokoh utama, yakni Shandy Aulia (Sukma), Marcel Chandrawinata (Fathir) dan Eva Anindita (Clara). Ketiganya sudah tidak asing lagi bagi penggemar sinetron Indonesia.

Eva Anindita misalnya, sampai mendapat julukan ratu antagonis lantaran sering kebagian peran sebagai tokoh yang tidak disukai penonton. Kali ini memabawakan karakter Clara, ibu dengan satu anak, yang menjadi orang ketiga dalam keluarga pasangan Fatir dan Sukma.

Kehadiran Clara sebagai mantan kekasih Fathir, berhasil menyulut lahirnya beragam konflik yang membuat alur cerita sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’ kian membuat penontonnya emosional.

Sosok Clara juga memperkuat eksistensi Eva Anindita si Ratu Antagonis. Ia berpura-pura baik sambil menyusun rencana buruk untuk mengusik kebahagiaan Sukma bersama Fathir.

Dalam wawancara virtual, Eva mengaku sangat menikmati karakter Clara yang dibawakannya. Baginya, peran antagonis justunya lebih banyak tantangannya dibanding peran protagonist.

“Bagiku, peran antagonis lebih mudah dibanding protagonis. Keluar dari kebiasaan kita sehari-hari, memerankan karakter yang nggak biasa. Sebaliknya, protagonis, kan harus sedih atau nangis, ya, justru lebih capek menurutku,” ujar Eva didampingi Marcel Chandrawinata dalam wawancara virtual, Jumat (23/9).

Eva Anindita didamping Marcel Chandrawinata.

Eva Anindita pun meyakini bahwa karakter antagonis, kalau dibawakan dengan baik maka penggemar akan memberikan apresiasi lebih.

“Selama 15 tahun berkarir, sejauh ini aku belum pernah sampai mendapat reaksi tidak mengenakkan dari fans. Aku belum pernah ditimpuk orang, atau diapain lah. Karena tentunya mereka tahu ini hanya akting dan aslinya tidak seperti itu,” imbuhnya.

Untuk menambah wawasannnya, Eva mengaku selalu menimba pengetahuannya dengan menonton dan membaca kisah para aktor dan aktris baik dalam maupun luar negeri.

Sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’, selain menyajikan sebuah hiburan, banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik.

Cinta 2 Pilihan menegaskan bahwa kita tidak akan bisa menyenangkan semua pihak, saat menghadapi situasi seperti dalam cerita sinetron ini. Tetap harus ada yang diprioritasnkan, yakni keluarga, agar bisa mendatangkan kebaikan bagi semua,” jelas Marcel Chandrawinata. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Tantangan Baru Dinda Kirana di Sinetron ‘Takdir Cinta Yang Kupilih’, Apa Itu?

Published

on

By

Tantangan baru Dinda Kirana (Foto: Instagram pribadi)

Kabarhiburan.com – Menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) sekaligus pelakor, apa enaknya? Karakter seperti itulah yang diperankan oleh artis cantik, Dinda Kirana sebagai Tammy, dalam sinetron Takdir Cinta Yang Kupilih SCTV.

Kedua karakter antagonis tersebut justru dijadikan tantangan baru bagi Dinda Kirana, yang sudah melakoni beragam karakter seiring perjalanan karir aktingnya sepanjang puluhan judul sinetron dan FTV, sejak 2004 silam.

Sebagai tantangan baru, Dinda mengaku berupaya keras untuk melakukan pendalaman karakter sebagai korban KDRT. Caranya, tak cukup hanya membaca skrip yang diterimanya, mengingat Dinda mengaku belum pernah mengalami KDRT.

“Aku juga membaca banyak novel yang di dalamnya berkisah tentang KDRT, sehingga dalam menghayatinya menjadi lebih mudah,” jelas wanita berusia 27 tahun ini, saat wawancara virtual, Kamis, 8 September 2022.

Diceritakan, Tammy melarikan diri ke Indonesia setelah tersiksa akibat KDRT di Belanda. Beruntung, ada Novia (Alisia Rininta), sahabatnya di Indonesia yang memberinya tumpangan di rumahnya.

Jonathan Frizzy diapit oleh Dinda Kirana dan Alisia Rininta.

Hanya saja, rumah tangga Novia yang bersuamikan Hakim (Jonathan Frizzy) berdiri tanpa alas cinta. Bisa ditebak, kehadiran Tammy malah mempertajam konflik di dalam rumah tangga  Novia dan Hakim.

Dari sinilah cerita yang diciptakan oleh penulis Donna Rosamaya di bawah arahan sutradara Encep Masduki, dimulai. Berbagai problematika rumah tangga pun bermunculan, yang pasti membuat penonton selalu ingin terus mengikuti jalan ceritanya.

“Yang aku rasakan, jalan ceritanya mengalir. Misalnya, saat muncul cerita pelakor, rasanya berjalan smooth. Tidak ada kesan dipaksakan.

Apalagi, Dinda Kirana juga beradu akting dengan Jonathan Frizzy dan Alisia Rininta yang sudah tinggi jam terbangnya di dunia akting, dirasakan turut membantunya menjawab tantangan baru di sinetron yang tayang sejak 5 September 2022, setiap hari pada pukul 21.15 WIB. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Sinetron ‘Takdir Cinta Yang Kupilih’ Tayang Besok, Ini Kata Donna Rosamaya

Published

on

By

Sinetron ‘Takdir Cinya Yang Kupilih’ Tayang di SCTV besok, Senin (5/9/2022)

Kabarhiburan.com – SCTV siap menyajikan tayangan sinetron drama berjudul ‘Takdir Cinta Yang Kupilih’. Tayang setiap hari, mulai Senin 5 September 2022 pukul 21.15 WIB.

Sinetron produksi SinemArt ini dibintangi oleh sederetan nama yang sudah tidak asing lagi bagi pemirsa. Mereka adalah Alisia Rininta (Novia), Jonathan Frizzy (Hakim, Randy Pangalila (Jeffry), Dinda Kirana (Tammy) dan masih banyak lagi.

Mereka memainkan karakter yang dibentuk oleh Donna Rosamaya selaku penulis cerita sekaligus penulis skenario. Selanjutnya, di lokasi syuting ada sutradara Encep Masduki yang mengarahkan.

Menurut Donna, para pemain bukan orang baru di sinetron. Karena jam terbang sudah tinggi, sehingga bisa memerankan karakter masing-masing dengan baik.

“Mas Ijonk, misalnya, saya rasa dia duluan jadi pemain sinetron daripada saya jadi penulis sinetron. Ha ha ha,” ujar Donna saat wawancara virtual, Sabtu (3/9).

“Juga ada Bang Encep (Masduki), yang akan men-deliver skenario menuju gambar. Dia akan membentuk karakter dari Novia dan Hakim,” tambahnya.

Sejauh ini Donna Rosamaya mengaku puas dan senang akan hasil visualisasi dari skenario yang dia bikin. Ia juga mengapresiasi akting semua pemain. Masing-masing pemain bisa memainkan emosi dengan baik, sehingga penonton nanti bisa merasakan apa yang mereka rasakan.

“Mas Ijonk bagus. Adegan marah-marahnya bagus, saya suka. Alisia juga begitu. Saat nangis, bukan yang kayak lebay. Dengan dia meneteskan air mata aja, penonton sudah ter-deliver rasa sakit dia gimana,” ungkap Donna Rosamaya.

Donna menyebut Takdir Cinta Yang Kupilih beda dari karya-karya dia sebelumnya. Ini untuk kali pertama Donna menulis sinetron bergenre drama keluarga dan persahabatan.

“Konfliknya tentang kesetiaan, komitmen, persahabatan. Gimana sih sebenarnya sahabat. Sahabat itu akan bahagia kalau sahabatnya bahagia. Dia akan sedih kalau sahabatnya sedih. Itu sih yang mau saya angkat dari sini,” jelas Donna Rosamaya. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending