Connect with us

Musik

Ketika Diva Pop dan Diva Dangdut Beradu Cengkok, Jambi Kehilangan Dutanya

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Usai rehat beberapa hari, LIDA 2019 kembali bergulir pada konser Top 16 Grup 4, Minggu (7/4). Konser ini terasa berbeda oleh kehadiran Juri Non Dangdut Ruth Sahanaya yang memamerkan kemampuan cengkoknya lewat lagu Biarlah Merana.

Tentu saja dewan juri dibuat terkesima, khususnya Rita Sugiarto yang notabene merupakan penyanyi asli Biarlah Merana. Apalagi, para host berhasil memprovokasi Rita Sugiarto agar beradu cengkok dengan Ruth Sahanaya.

Jadilah duet diva pop dan diva dangdut ini menghangatkan suasana kompetisi Top 16 Grup 4. Menghadirkan Fikoh (Bangka Belitung), Alif (Kalimantan Timur), Beni (Banten) dan Ebi (Jambi), kompetisi dibuka oleh Fikoh.

Seperti penampilan sebelumnya, Fikoh  langsung memamerkan suara merdunya lewat lagu Cinta Hanya Sekali, yang membuat Fomal, sang Fashion Guru menitikkan air mata.

Kejutan lain muncul saat ibunda Fomal muncul di panggung untuk menemui Fikoh. Secara terang benderang ibunya Fomal meminta agar Fikoh bersedia jadi menantunya.

Keinginannya segera diwujudkan dan mendudukkan Fikoh dan Fomal di kursi pelaminan. Pasangan ini mendapat dukungan dari Nassar, Soimah dan Dewi Perssik yang menyanyikan lagu romantis.

Kompetisi berlanjut ke penampilan Alif yang dinilai Soimah sangat bagus aktingnya saat bernyanyi lagu Ampunilah. Soimah juga mencatat kekurangan Alif dalam hal nada yang datar, pitching serta cengkok yang tidak terselesaikan dengan baik.

Soimah kembali memberi kritik untuk Beni yang menyanyikan lagu Sonia. Meski sudah sangat  ekspresif, Beni dirasa belum pas membwakan lagu. “Tempo kamu kejar kejaran dan body language kamu kaku,” jelas Soimah.

Sementara Ebi yang menjadi penutup konser, tampil dengan semangat. Lagu Sonia yang diaransemen ke dalam pop dan dangdut, memberi Ebi lampu biru dari 4 Panel Provinsi dan 3 Dewan Juri.

Hanya saja, Nassar menilai Ebi hanya bagus di bagian pop saja, tetapi kurang bagus saat di paruh dangdut karena cengkoknya kurang tajam seperti sebelumnya. Alhasil, Ebi hanya memperoleh skor 22.55 sehingga harus tersenggol dan Provinsi Jambi kehilangan seluruh dutanya di LIDA 2019.

Mulai Senin (8/4) LIDA 2019 memasuki babak baru, yakni Top 12 Group 1. Konser ini akan menghadirkan Alif (Kalimantan Timur), Beni (Banten), Kiki (Kepulauan Riau) dan Puput (Sulawesi Selatan). Siapa yang akan tersenggol?

Saksikan terus panggung LIDA 2019 secara live mulai pukul 18.30 WIB dari studio 5 Indosiar. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Trauma Cinta Dikhianati, Gamma1 Luncurkan Lagu ‘Sendiri’

Published

on

By

Para personel Gamma1

Kabarhiburan.com – Gamma1 kembali merilis lagu terbaru berjudul ‘Sendiri’. Mereka ingin mengulang sukses setahun silam, saat berduet dengan Happy Asmara, merilis lagu Bertepuk Sebelah Tangan.

Lagu Sendiri tercipta spontan di tangan Heri, sang vokalis. Musiknya pun sengaja dibuat berbeda dari lagu-lagu Gamma1 sebelumnya, yakni lebih slow tanpa menghilangkan ciri khas musik Melayu ala Gamma1, dengan formasi: Nilam dan Heri (vokalis), Panji (keyboard), Andan (drum), Alung (gitar) dan Pandi (bass).

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang memutuskan untuk berdiam diri tanpa memikirkan cinta, karena rasa sakit dan trauma dikhianati sang kekasih. Namun, kesendiriannya hanya sementara sifatnya.

Keadaan ini relate dengan kehidupan percintaan banyak orang dan bisa didengar lewat lirik berikut, “Lebih baik aku sendiri, daripada nanti sakit hati, menangis lagi dan kecewa, lebih baik aku begini walaupun sendiri.”

Menurut Heri, materi lagu sudah ada sejak 2019-2020. Hanya saja, pandemi virus corona, membuat mereka di Bangka Belitung tidak bisa ke mana-mana.

“Akhirnya, kami memutuskan untuk melakukan rekaman jarak jauh. Biasanya, saya didampingi pengarah suara, sekarang semuanya sendiri. Jadi, sesuai insting saja. Hasilnya, saya merasa puas,” ujar Heri dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6).

Di sisi lain, video klip digarap oleh sutradara muda, Dmaz Brodjonegoro, setelah diskusi dengan Trinity Optima Production, memilih beberapa kejadian nyata yang nempel di benak para netizen dan masyarakat Indonesia.

“Konsep ini bukan berarti menyindir pihak-pihak tertentu, justru ingin mengingatkan orang banyak untuk menjauhi toxic relationship demi kesehatan jiwa raga setiap orang,” jelas Dmaz Brodjonegoro.

Proses syuting tidak menampilkan para personel Gamm1. Porsi mereka digantikan dengan cerita dari awal sampai akhir,” jelas Dmaz yang menambahkan bahwa proses syuting berlangsung selama 15 jam.

Heri dan kawan-kawan berharap lagu Sendiri bisa diterima dengan baik oleh seluruh pecinta musik Tanah Air dan mancanegara.

“Gammania (sebutan untuk para fans Gamma1) sudah menunggu karya kami. Semoga pandemi corona cepat berlalu, kita semua tetap sehat dan para musisi Indonesia kembali bebas berkarya,” pinta Heri. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Prince of Ska Indonesia Rilis Single Terbaru ‘Thank You Lord’

Published

on

By

Denny Frust , Prince of Ska Indonesia

Kabarhiburan.com – Mengucap syukurlah dalam segala hal. Pesan itulah yang ingin disampaikan musisi reggae Denny Frust dalam karya terbarunya.

Musisi yang memiliki julukan The Prince of Ska Indonesia resmi meluncurkan single bertajuk Thank You Lord, pada 28 Juni 2021 mendatang.

Bersama lagu terbarunya, Denny menyampaikan rasa syukur karena masih bisa terus berkarya di tengah pandemi Covid-19 yang tidak kunjung surut.

Thank You Lord merupakan lanjutan dari single Tak Melebihi Kekuatanmu, yang rilis sebelumnya.

“Dengan tujuan untuk semakin menguatkan kita dalam menghadapi dan melalui pandemi ini, salah satunya dengan bersyukur,” jelas Denny Frust dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/6).

“Pesan yang ingin saya sampaikan adalah untuk mengingatkan bahwa apapun yang kita dapat, baik dan buruk. Kita wajib bersyukur,” tambahnya.

Menggarap single Thank You Lord, Denny tidak sendirian. Ia mendapat dukungan dari sahabatnya sesama musisi. Sebut saja, Freed Gasa mengisi bass, Javier Aswebert mengisi gitar dan Andreas Ponda untuk horn section dan suara latar.

Sedangkan mixing dan mastering ditangani oleh Bastian Cozy dari Cozy Republic. Mereka mampu menyelesaikan proses rekaman Thank You Lord selama satu bulan.

Seperti judulnya, Denny sengaja menulis lirik berbahasa Inggris, maksudnya agar bisa menjangkau lebih banyak pendengar, di Indonesia dan mancanegara.

Itu sebabnya, Denny memanfaatkan benar kemajuan teknologi dalam upaya promo, yakni stasiun radio, media online, hingga digital music platform.

Kelak setelah merilis single Thank You Lord, Denny akan melakukan tur ke berbagai kota. Kota yang dipilih adalah kota-kota di Indonesia berzona hijau, dilakukan secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan.

“Semoga lagu ini bisa menjadi berkat buat banyak orang. Menguatkan kita untuk tetap optimis melewati pandemi dan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur,” pungkas Denny Frust. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Meidina Wujudkan Mimpi Lewat Single ‘Cukup Sudah’

Published

on

By

Meidina kini meramaikan industri musik Indonesia

Kabarhiburan.com – Solois asal Jakarta, Meidina, mencurahkan perasaan terdalamnya menyanyikan single berjudul berjudul Cukup Sudah, karya Muhamad Amirudin.

“Ini keinginanku sejak lama. Kini terkabul, memasuki industri musik Indonesia,” ujar Meidina saat mengenalkan single perdananya, di D’Luna Café di Kawasan Kota Tua Jakarta, Senin (21/6).

Karakter suaranya yang serak-serak basah dipadu oleh iringan musik berirama pop, saat mengisahkan perjalanan cinta yang putus di tengah jalan, terasa menyayat hati.

“Lagu ini bercerita tentang orang yang sedang patah hati karena dikhianati. Cukup sudah disini bisa berarti luas, termasuk pandemi yang kini melanda Indonesia, Cukup Sudah,” ujar Meidina, yang mahir bermain keyboard.

Bakat menyanyi Meidina terasah sejak masih bocah, sering memenangkan ajang lomba nyanyi. Sempat pula menjadi wakil paduan suara antar sekolah sekolah. Seiring dengan waktu,  Meidina merambah ke beberapa café di Jakarta, sempat pula menjadi penyanyi homeband di berbagai program televisi nasional.

Begitu kenyang pengalaman sebagai biduan, kini lulusan London School of Public itu memberanikan diri merilis single. Meidina menggandeng Bertiga Musicprod’s, menyatakan siap meramaikan industri musik Indonesia.

Penulis lagu sekaligus produsernya, Muhamad Amirudin yang melibatkan Takaeda sebagai arranger, mengatakan bahwa lirik Cukup Sudah gampang diingat dan komersil.

Meidina diapit oleh Muhamad Amirudin, Phiet dan Krisna dari Bertiga Musikprod’s.

“Bicara lagu Cukup Sudah, ini kisah nyata dan satu-satunya lagu yang aku buat untuk penyanyi wanita. Biasanya aku bikin lagu untuk diraku sendiri,” jelas Amirudin, yang mengisahkan pertemuannya dengan Meidina 5 bulan silam.

“Saat mendengar suaranya saat menyanyi, aku semakin yakin bahwa lagu Cukup Sudah berjodoh dengan Meidina. Harapan aku cukup besar dan antusias, lagu ini dapat diterima oleh semua kalangan pecinta musik Indonesia,” pinta Amirudin.

Lagu Cukup Sudah dapat dinikmati di berbagai streaming music digital dan kanal YouTube Bertiga Official. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending