Connect with us

News 11

Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia Lepas Relawan Kloter Ketiga Ke Lombok

Published

on

Kabarhiburan.com, Banten – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Drs Nurul Falah Eddie Pariang, Apt, kemarin melepas keberangkatan apoteker relawan kloter ke 3 di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Rabu (19/9).

Relawan apoteker tanggap bencana ini dikirimkan ke Lombok untuk membantu di rumah sakit, puskesmas dan posko kesehatan di wilayah yang terdampak gempa.

Nurul Falah mengatakan, relawan yang diberangkatkan kali ini adalah kloter ketiga. Terdiri dari 11 apoteker yang berasal dari Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Bali, Samarinda dan Gorontalo.

Rombongan ini menyusul kloter pertama dan kedua, yang sudah lebih dulu berangkat, masing-masing terdiri dari 11 apoteker yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Papua.

“Jadi ini adalah peran serta relawan apoteker dari seluruh Indonesia,” ungkap Nurul Falah kepada wartawan disela pelepasan relawan.

Ketua Umum PP. IAI, Nurul Falah memasang rompi kepada salah seorang apoteker relawan, sebelum diberangkatkan untuk bertugas di Lombok

Relawan kloter pertama bertugas pada 6 – 13 September, disusul kloter kedua pada 13 – 20 September. Selanjutnya kloter ketiga akan bertugas mulai  20 – 27 September.

Rencananya, PD Jawa Barat juga akan mengirimkan 4 relawan apoteker pada 25 September mendatang.

Nurul menambahkan, pemberangkatan relawan apoteker atas biaya PP IAI ini, merupakan bentuk kepedulian profesi apoteker atas penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Lombok, akibat gempa bumi yang mengguncang pulau tersebut sejak akhir Juli lalu.

Selama berada di Lombok, para apoteker disebar di sejumlah  fasilitas kesehatan di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat.

Kedua kabupaten ini menjadi terdampak gempa yang paling parah. Sebut saja, Puskesmas Gunung Sari, Posko Darurat Kekait, RS. Lapangan BSMI, RSUP Mataram, Puskesmas Nipah, Puskesmas Gangga, Puskesmas Kayangan, Posko Darurat Pemenang Timur dan Puskesmas Desa Santong.

Di fasilitas kesehatan tersebut, para apoteker melakukan kegiatan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh profesi tersebut, yaitu penataan logistik dan pelayanan kefarmasian.

Mereka juga   melakukan trauma healing terhadap anak-anak serta upaya promosi kesehatan (promkes), seperti edukasi pola hidup bersih dan sehat, termasuk memberikan MPASI (Makanan pendamping ASI).

Sebelum mengirimkan relawan apoteker, PP IAI sudah mengirimkan bantuan melalui PD NTB, berupa dana dan barang seperti tenda, selimut, diapers dan pembalut.

“Beragam sumbangan tersebut berasal dari pengurus daerah, pengurus cabang dan apoteker secara pribadi yang dikumpulkan melalui Dompet Apoteker Peduli Lombok, yang dilakukan pada 6 Agustus hingga 21 Agustus silam. Donasi terkumpul sebanyak Rp 353.937.657,” ungkap Nurul.

Seiring berjalannya waktu, bantuan logistik yang masuk ke Lombok terus berdatangan dari berbagai penjuru, sehingga IAI kemudian memutuskan untuk mengirim relawan.

“Yang masyarakat Lombok butuhkan, bukan lagi sekadar logistik. Melainkan kehadiran para relawan yang secara fisik dan psikis akan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka, yang tengah mengalami trauma yang dalam dan berkepanjangan,” ungkap Nurul.

Kehadiran para apoteker di daerah bencana, ternyata mendapat apresiasi luar biasa dari tenaga kesehatan lain dan berbagai organisasi yang juga mengirimkan relawannya kesana.

Apoteker mampu mengatasi penataan logistik yang selama masa tanggap darurat sangat buruk. Logistik melimpah, namun tidak tertata dan terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, pelayanan kefarmasian menjadi terhambat, sehingga pasien harus menunggu lebih lama sebelum menerima obat yang dibutuhkan.

Kehadiran apoteker juga membuat perbekalan farmasi, berupa obat-obatan dan alat kesehatan dapat tertata dan terdokumentasi dengan baik. Akhirnya, pelayanan kefarmasian pun menjadi lebih lancar.

Sejumlah organisasi yang hadir di lokasi bencana, berharap kelak dapat  menjalin kerjasama lebih erat dengan IAI dalam menangani kondisi darurat bencana, seperti di Lombok.

Rabu (19/9) silam telah berlangsung rapat koordinasi kegiatan relawan dan puskesmas. Acara  yang digelar di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara ini  dipimpin Kepala Dinas Kesehatan KLU, Khairul Anwar, SKM, Mkes.

Rapat ini menghasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya, meminta IAI untuk memberikan dukungan manajemen penyimpanan obat untuk semua puskesmas.

“Rapat yang dihadiri oleh para koordinator relawan ini menunjukkan, bahwa kehadiran apoteker sangat dibutuhkan disana,” tutup Nurul Falah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News 11

Aktivitas Humaniora Foundation dan Artis Pendukung

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Depok
Melalui aksi sosial “Misi Kemanusiaan Universal – Barang Bekas Menolong Sesama” Humaniora Foundation secara rutin mengumpulkan sumbangan barang bekas dari masyarakat dan barang milik artis. Sumbangan tersebut langsung disumbangkan dan sebagian dijual. Dari hasil penjualan dananya juga disalurkan untuk diberikan kepada para dhu’afa, fakir miskin, anak yatim, piatu, janda lanjut usia, dan pemulung.

Humaniora Foundation melalui Sanggar Humaniora membimbing ratusan siswa, pelajar mahasiswa, anak-anak dan remaja putus sekolah yang dididik informal melalui pendekatan seni peran dan budi pekerti secara gratis.

Melalui Rumah Singgah Bunda Lenny, Humaniora Foundation, telah melakukan aksi sosial ratusan kali, baik peduli sosial, santunan yatim dan dhua’fa, membantu korban bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, serta pelayanan pendidikan non-formal.

Humaniora Foundation membina ratusan pemulung, fakir miskin, dan anak yatim, non-panti yang tersebar di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta), dan di Baleendah Bandung.

Sejumlah artis dan selebriti yang pernah membantu yayasan ini, antara lain; Yati Surachman, Pong Hardjatmo, Ray Sahetapy, Iwan Burnani, Ageng Kiwi, Iwan Fals, Krisdayanti, Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier, Yuni Shara, Inul Daratista, Mayangsari, Nikita Willy, Anisa Bahar, Juwita Bahar, Tiara Bahar, Nini Karlina, Fitri Karlina, Della Puspita, Ratu Bidadari, Ratna Listy, Krisna Mukti, Ayu Azhari, Marshanda, Eddies Adelia, Iis Dahlia, Ike Nurjanah, Misye Arsita (almarhumah), Pretty Asmara (almarhumah), Mella Yong (almarhumah).

Pebrio A. Ryan, Dean Desvi, Lia Emilia, Renny Agustine, Five V. Rachmawati, Irma Darmawangsa, Lisda Oktavianti, Irfan Sebastian, Livi Andriany, Aksay, Ratna Pandita, Lia Bulmat Raeshard, Ferly Putra, Adeliyana Indahsari, Meca Alba, Ratu Eva, Chan Kwie, Iqbal Perdana, Roman D. Man, Alfian Kadang, Grup Vokal ‘LAKI’, Dina ‘Sabun Colek,’ Suryandoro, Eny Sulistyowati, Gebby Pareira & Qonita, Gubernur Band, pianis Dhikapatrick, ustadz Ferdy Husainy, ustadz Wahyudin Yuha, ustadz Rizal Fauzi, serta tokoh spiritual Panglima Langit, dan para donatur lainnya.

Beberapa lembaga manajemen artis, seperti Nagaswara Music, Artis Manajemen *Positif Art, Sanggar Swargaloka, Triardhika Production, Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), dan organisasi lainnya, juga pernah turut membantu kegiatan sosial yang dilaksanakan Humaniora Foundation.
(Zar/KH)

Continue Reading

News 11

Sekolah Kemanusiaan

Published

on

By

Kabarhiburan.com Depok
25 tahun usia Humaniora Foundation menjadi momentum bagi arah dan perkembangan lembaga ini untuk meningkatkan apresiasi kemanusiaan melalui program yang disebut Sekolah Kemanusiaan.

Sekolah Kemanusiaan menurut Eddie Karsito, selaku pendiri — adalah institusi non-formal, wadah asah, asih, asuh, melalui cara-cara kesenian. Programnya mengarah pada pembinaan mental spiritual, pendidikan budi pekerti, kepemimpinan, dan nasionalisme — kebangsaan.

Sekolah Kemanusiaan, adalah gerakan dan kajian populer dalam perspektif budaya; perilaku sosial, dan pandangan hidup. Belajar menjadi manusia seutuhnya; memanusiakan manusia.

Lembaga ini diharapkan oleh pendiri dan pengurusnya dapat melahirkan pandu budaya, ” Khususnya dari generasi millennial; kids zaman “now”; gaul, kekinian; smart IT, memiliki perspektif masa depan sebagai generasi yang aktif, kreatif, inovatif, profesional, mandiri, empati, dan keelokan budi pekerti,” harap aktor serba bisa yang pernah mendapat penghargaan sebagai Aktor Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2008 ini.

Kegiatan pendidikan formal dan non-formal yang diselanggarakan oleh Humaniora Foundation secara gratis, menyelenggarakan berbagai kajian sosial budaya, dalam bentuk seminar, workshop, diskusi, pelatihan jurnalistik, pelatihan seni peran, maupun pendidikan sinematografi.

Hal ini pernah dikerjasamakan dengan RCTI dan institusi lainnya Humaniora Foundation menggelar ”Lomba Foto Masjid Waris Tamadun Islam (1996),” bekerjasama dengan Tabloid Hikmah memproduksi “Kuis Insan Cita TPI” (1995) dan “Kuis Ramadhan” SCTV (1996). Dengan Yayasan Ar-Rahmah menggelar “Tabligh Akbar” di Stadion Utama Senayan Jakarta (2001).

Tahun 2003 Humaniora Foundation ikut memprakarsai “Pameran Seni Rupa Film Indonesia” dalam rangka Hari Film Nasional bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Film Indonesia, Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Tahun 2008 bekerjasama dengan PT. Cahaya Insan Suci menerbitkan buku “Menjadi Bintang – Kiat Sukses Jadi Artis Panggung, Film dan Televisi.”

Humaniora Foundation, melahirkan banyak sineas yang kini menempati posisi penting di industri perfilman dan pertelevisian di tanah air, baik sebagai aktor, aktris, penyanyi, musisi, penulis skenario, sutradara dan praktisi pertelevisian. Sebagian lainnya ada yang menjadi wartawan media cetak, radio dan televisi, pembawa acara, presenter dan pembaca berita televisi (Zar/KH)

Continue Reading

News 11

Humaniora Foundation Rutin Bantu Kaum Dhuafa

Published

on

By

Kabarhiburan.com Depok
Syukuran ulang tahun Humaniora Foundation saban tahunnya, ditandai dengan acara berbuka puasa bersama, pemberian santunan bagi anak yatim, kaum dhua’fa, dan janda lanjut usia berprofesi sebagai pemulung. “Namun, karena ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan mencegah penyebaran virus Covid 19, acaranya dilakukan terbatas, jelas Eddie Karsito, selaku pendiri lembaga nirlaba, Humaniora Foundation.

Meski demikian, lanjut Eddie tetap ada pemberian santunan. Selama tiga pekan terakhir, melalui Rumah Singgah Bunda Lenny, Humaniora Foundation, “Kami menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terimbas wabah Covid 19,” terang Eddie dengan senyum yang khasnya itu.

Sumbangan dibagikan khususnya untuk para pemulung, janda lanjut usia, serta para pekerja keras di sektor non-formal. Antara lain, kuli bangunan, pekerja galian tanah, petugas kebersihan angkut sampah, pembantu rumah tangga (PRT), pedagang keliling, pengamen, serta profesi lainnya

Sejak didirikan, ungkap Eddie, Humaniora Foundation tidak memiliki sumber pendanaan dan donatur tetap. Namun bantuan terus mengalir dari masyarakat tanpa diminta, baik sumbangan uang tunai, maupun kebutuhan pokok.

“Selama pandemi Covid 19, lebih dari 25 juta rupiah nilai sumbangan telah disalurkan Humaniora Foundation,” tukasnya. Nilai tersebut, cerita Eddie merupakan akumulasi sumbangan masyarakat, baik sumbangan berbentuk uang tunai, sembako, makanan, minuman, dan alat kesehatan berbentuk masker, dan lain-lain.

“Pelayanan ini adalah anugerah yang Tuhan percayakan kepada kita. Alhamdulillah, meskipun kita tidak layak (dhoif : lemah) — tidak ada donatur tetap, tetapi Tuhan melayakkan (menolong) kita, untuk ikut ambil bagian dalam pekerjaan-Nya,” ujar relawan yang pernah mendapat penghargaan sebagai Pendiri Yayasan Pendukung Karir dan Prestasi “Pembangunan Award 2013” dari Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia ini.

Para volunteer yang terlibat di kerja sosial ini, kata Eddie, sebagian besar adalah anggota, dan pengurus Sanggar Humaniora. Sebagian lainnya adalah para artis yang tergabung di Komunitas Amal Sedekah Ikhlas Hati (KASIH).

_*“Semua relawan kami tidak ada yang menerima upah. Apapun bentuk bantuan dari masyarakat kami sepakat tidak boleh menikmatinya. Bantuan selalu dibagi habis untuk masyarakat yang lebih membutuhkan,” tutup Eddie Karsito. (Zar/ KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending