Connect with us

Event

Ketua Umum PB IDI: Seharusnya IDI Lebih dilibatkan Dalam Penjagaan Mutu Pelayanan

Published

on

Presiden RI Joko Widodo bersama Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG(K) usai meresmikan Muktamar IDI ke-30 yang berlangsung di Samarinda. (Foto: Dok. PB IDI)

Kabarhiburan.com, Samarinda – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG(K) menyayangkan persoalan defisit dana JKN, seharusnya jangan terjadi karena sangat berdampak kepada kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Prof. dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG(K) dalam Muktamar IDI ke-30, yang berlangsung di Samarinda.

Ilham Oetama juga memberitahukan bahwa dampak dari terbatasnya dana JKN juga dirasakan pada ditunaikannya hak-hak dokter atas jasa medis.

“Belum diterimanya hak-hak tersebut selama beberapa waktu dan angkanya pun masih di bawah standar kepatutan bagi profesi yang mengemban tanggung jawab atas nyawa dan keselamatan pasien, tentunya secara manusiawi akan mempengaruhi sikap individual dokter, ujarnya dalam rilis yang diterima Kabarhiburan.com, Sabtu (27/10).

Namun fakta di lapangan, para dokter masih bisa bersabar berbulan-bulan dengan kondisi di mana hak-haknya belum ditunaikan.

Dugaan akan beban biaya yang disebabkan oleh tindakan medis yang tidak perlu, harusnya dapat diselesaikan dengan mekanisme Audit Medis yang menjadi domain IDI bersama perhimpunan profesi.

“Atas dasar ini, IDI seharusnya dilibatkan lebih dalam (involved) dalam penjagaan mutu pelayanan, bukan hanya dilibatkan sebagai pelengkap instrumen program JKN,” kata prof. dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG(K).

Ia menambahkan bahwa perbaikan sistem jaminan Kesehatan harus dibarengi dengan perbaikan sistem Kesehatan nasional. Perbaikan sistem Kesehatan nasional tidak lepas dari perbaikan SDM Kesehatan dan fasilitas Kesehatan, yang harus diikuti pula oleh perbaikan pembiayaan kesehatan.

“Pembiayaan kuratif yang dibebankan dalam pembiayaan JKN harus ditopang dengan pembiayaan preventif dan promotif kesehatan. Amanah UU No.36 tahun 2009 mengenai  minimal 5% dana Kesehatan dari APBN dan 10% dari APBD harus ditunaikan,” anjur Ilham Oetama Marsis.

Muktamar IDI merupakan musyawarah nasional dokter Indonesia yang digelar tiap tiga tahun yang salah satunya untuk menentukan kebijakan strategis nasional. Kali ini mengambil tema: ‘Transformasi Sistem Pelayanan kesehatan dan Sistem Pendidikan Kedokteran yang Komprehensif dan Multisektoral menuju Indonesia Sehat’.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah permasalahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) yang telah memasuki tahun ke-5. Program kesehatan untuk masyarakat ini disambut baik oleh IDI dan bersepakat harus berjalan baik.

Acara Muktamar IDI Ke-30 ini juga dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Dalam acara tersebut, Jokowi juga didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan seluruh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Rangkaian kegiatan Muktamar IDI ke-30 dimulai sejak tanggal 23 Oktober 2018 dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan sidang ilmiah. Muktamar dihadiri oleh 1.576 peserta yang terdiri dari 885 utusan IDI Cabang, 256 peninjau IDI Cabang, 180 peninjau IDI Wilayah, 126 peninjau perhimpunan, 48 peninjau kolegium, dan 81 peninjau dari pengurus PB IDI. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

‘Ikatan Cinta’ dan ‘Lapor Pak!’ Raih Terpopuler pada Indonesian Television Awards (ITA) 2021

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Ajang penghargaan bagi insan pertelevisian Indonesia tahun ini, Indonesian Television Awards (ITA) 2021, berlangsung Senin (27/09/2021) malam kemarin di studio RCTI+, Jakarta.

Sederet nama aktris dan aktror, serta program televisi keluar sebagai pemenang. Diantaranya adalah program sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI, dan juga Lapor Pak! yang tayang di Trans7.

Sinetron Ikatan Cinta RCTI keluar sebagai pemenang dalam kategori Program Prime Time Drama Terpopuler, sedangkan Lapor Pak! Trans7 menjadi juara di kategori Program Prime Time Non Drama Terpopuler.

Dua program tersebut merupakan pilihan masyarakat melalui voting yang dibuka sejak 1 September hingga 22 September 2021 di sosial media ITA (Instagram dan Facebook), serta aplikasi RCTI+.

“Kami mewakili ratusan sahabat Kami yang bekerja keras di balik layar Ikatan Cinta,  dan penghargaan ini untuk Kita semua. Dan sekali lagi terima kasih kepada pemirsa yang telah nge-vote. Terima kasih,” ujar Rista Ferina selaku Executive Producer MNC Pictures yang mewakili seluruh kru dan pemain Ikatan Cinta.

Malam Puncak ITA 2021 dipandu oleh Raffi Ahmad dan Astrid Tiar ini dimeriahkan oleh banyak artis papan atas. Sebagai pembuka adalah Ndarboy Genk berkolaborasi dengan Melisa Hart dan juga Rani Zamala yang membawakan lagu berjudul ‘Mendung Tanpo Udan’.

Kolaborasi selanjutnya yang tidak kalah seru adalah duet Krisdayanti dengan Aurel Hermansyah serta Atta Halilintar, menyanyikan lagu ‘This Is Indonesia’ yang merupakan lagu ciptaan Atta.

Lagu tersebut untuk pertama kalinya ditampilkan dan Atta mengaku gerogi membawakan lagu tersebut. Ia mengaku tak menjalani proses latihan sama sekali sebelum naik panggung.

“Iya perdana tadi bawain This Is Indonesia, bertiga sama Lola sama Mimi seru banget. Pertama kali jadi tadi agak deg-degan juga, karena kan lagunya haed beat juga,” ucap Atta.

Meski demikian, Atta tetap menikmati jalannya acara. Ia juga bersyukur bisa menyabet kemenangan dalam nominasi Public Figure Inspiratif Terpopuler. Bahkan kemenangannya mampu menyingkirkan aktor ternama seperti Raffi Ahmad dan Baim Wong.

Disamping Atta, ada pula Betrand Peto Putra Onsu, Anneth Delliecia serta Lyodra, yang ikut meramaikan malam puncak ITA 2021. Namun yang paling spesial dari malam Puncak ITA setiap tahun penyelenggaraannya adalah tampilnya hadirnya bintang tamu dari luar negeri, yakni penyanyi muda bertalenta asal Inggris, Jamie Miller, yang dikenal berkat lagu berjudul “Here’s Your Perfect“.

Berikut Daftar Pemenang Indonesian Television Awards 2021 :

  1. Artis Televisi Terpopuler : Amanda Manopo
  2. Public Figure Inspiratif Terpopuler : Atta Halilintar
  3. Pembawa Acara Televisi Terpopuler : Ruben Onsu
  4. Aktris Sinetron Terpopuler : Amanda Manopo
  5. Aktor Sinetron Terpopuler : Arya Saloka
  6. Program Spesial Terpopuler : Ikatan Cinta Atta-Aurel
  7. Program News Siang Terpopuler : Seputar INews Siang
  8. Program Ramadhan Non Drama Terpopuler : Hafiz Indonesia 2021
  9. Program Ramadhan Drama Terpopuler : Preman Pensiun 5
  10. Program Akhir Pekan Terpopuler : MasterChef Indonesia
  11. Program Non Prime Time Non Drama Terpopuler : Dahsyatnya 2021
  12. Program Non Prime Time Drama Terpopuler : Tukang Ojek Pengkolan
  13. Program Prime Time Non Drama Terpopuler : Lapor Pak
  14. Program Prime Time Drama Terpopuler : Ikatan Cinta

Continue Reading

Event

FFWI Luncurkan ‘Piala Gunungan’ Nan Penuh Makna

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) secara resmi telah mengumumkan dan menetapkan nama “Piala Gunungan” untuk para pemenang FFWI.

Pengumuman dikeluarkan Senin (27/9/2021) di Jakarta, setelah panitia FFWI meminta pendapat dan masukan dari berbagai pihak, melakukan diskusi dan perdebatan selama sepekan, sejak 20 September sampai 26 September 2021.

“Nama Piala Gunungan ditetapkan melalui musyawarah mufakat dengan suara bulat,” kata ketua Panita FFWI XI, Wina Armada Sukardi.

Gunungan berbentuk segi tiga lancip ke atas. Di dalamnya terdapat berbagai gambar kehidupan dan penghidupan di jagad raya, mulai dari fauna, flora, dan berbagai bentuk kehidupan lainnya.

Dalam dunia pewayangan, Gunungan dipakai untuk pembuka (opening) dan mengakhiri (closing) cerita. Di samping itu gunungan dipakai pula untuk tanda pergantian adegan.

Panitia FFWI sepakat, Gunungan patut dijadikan nama piala FFWI lantaran berakar kuat pada budaya Indonesia. Pada sisi lain, secara historikal gunungan tidak dapat dipisahkan dari pertunjukan layar putih dengan citra bergerak dalam masyarakat Indonesia zaman dahulu. Yang kiwari dalam zaman modern di belahan dunia Barat bermetamorfosis menjadi pertunjukan film.

Pertimbangan lain, Gunungan juga mengandung filosofi tinggi. Struktur Gunungan yang berbentuk segitiga terinspirasi dari bentuk gunung (api) yang merepresentasikan kombinasi kesejukan sekaligus kekuatan yang maha dashyat.

Dari bentuknya mengerucut ke atas Gunungan menghimpun cipta, rasa, karsa dan jiwa. Filosofinya semakin manusia ke atas, semakin berilmu, semakin dekat dengan Pencipta Yang Maha Tinggi. Di beberapa daerah Gunungan disebut juga dengan istilah Kayon.

“Jangan pula dilupakan, Gunungan tidak hanya dipakai dalam tradisi kebudayaan di Pulau Jawa saja, tetapi dengan berbagai nama lainnya juga dijumpai di banyak daerah Indonesia,” tambah Wina Armada.

Misalnya, Gunungan pun ada dalam acara Mauludan di daerah Bulukumba, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Di sana, Gunungan makanan diletakan di atas kapal kayu yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Dengan harapan mendapatkan berkah dari berbagai sajian makanan berbentuk Gunungan, itu.

Gunungan identik pula dengan filosofi Bugis Makassar. Dikenal dengan adagium 3S-nya dalam Gunungan, yakni Sipakainga (Saling Mengingatkan), Sipakalebbi (Respect bersama) dan Sipakatau (Equal antar sesama). Adapun filosofi 3S ini terinsiprasi  dari dua Gunung Besar Sulawesi Selatan, yakni Lompobattang dan Latimodjong.

Piala Gunungan terdiri dari lima tingkat yang merefleksikan Pancasila dengan tinggi total 28 centimeter. Bagian atas berdiri lambang FFWI dengan bagian paling atas berbentuk Gunungan.

Kemudian ada bagian bulat untuk dipegang tangan yang yang dihiasi gliter emas. Bagian ini sepanjang 10 cm sehingga pas dalam genggaman pemegangnya. Antara bagian atas dan bagian yang dipegang dibatasi satu bagian blok.

Begitu pula antara bagian tiang bulat untuk dipegang dengan bagian bawah ada blok lagi. Setelah itu baru bagian alas berwarna hitam berukuran tinggi 4 cm dan panjang 9 cm. Bagian ini menjadi penyangga, dan akan ditempelkan nama para pemenang.

Saat ini nama pemenang masih terbuat dari kuningan, tetapi direncanan ke depan jika FFWI sudah mapan, nama pemenang akan dibuat dari emas.

Menurut Wina Armada, desain ini dimatangkan secara “keroyokan” oleh panitia di bawah koordinasinya. Sedang teknis pembuatannya diserahkan kepada seorang ahli pembuat piala. “Ke depan kami akan mendaftarkan desain Piala Gunungan ke Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri,” tandas Wina.

Direktur Perfilman Seni dan Media, Direktorat Kebudayaan, Kemendibud Ristek, Achmad Mahendra, menyambut baik penamaan Piala Gunungan. “Tapi kami hanya bersifat mendukung. Karena pasti banyak filosofi dari terma Gunungan,” katanya.

Continue Reading

Event

Siapa Gerangan ‘Celebrity of The Year’, Saksikan Infotainment Awards Malam Ini

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Infotainment Awards merupakan ajang penghargaan bergengsi untuk mengapresiasi selebritas infotainment, serta artis yang terlibat dan menjadi bagian dari SCTV. Acara ini akan dihelat di layar SCTV, pada malam ini, Jumat (24/9).

Sebanyak 11 penghargaan akan dianugerahkan kepada tokoh dan pesohor tanah air yang dalam satu tahun terakhir mendapat perhatian penuh dari pemirsa SCTV hingga mewarnai sejumlah tayangan program infotainment di SCTV.

Acara ini menghadirkan para aktor dan aktris favorit pemirsa, seperti Ammar Zoni, Irish Bella, Rangga Azof, Haico Van Der Veken, Giorgino Abraham, Yasmin Napper, Rey Bong, Sandrinna, Cinta Brian, Zoe Jackson, Samuel Zylgwyn dan Shanice Margaretha.

Malam penghargaan ini juga dimeriahkan oleh penampilan sederet penyanyi Tanah Air, diantaranya Rossa, Christie, Betrand Peto dan Budi Doremi dan masih banyak lagi.

Sementara Raffi Ahmad, Sule dan Celine Evangelista akan memandu jalannya malam penganugerahan Infotainment Awards 2021.

Infotainment Awards pertama kali diberikan pada 20 Januari 2012 yang menghadirkan 9 kategori penghargaan yang direbutkan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending