Connect with us

Sinetron

Kevin Bzozovski Taroreh Jadi Bocah Sakti Dalam ‘Sinetron Ali’

Published

on

Produser Syaiful Drajat (kedua dari kiri) di antara para pendukung ‘Sinetron Ali, di antaranya Dewi Rezer, Nizam Hasan, Kevin Bzozovski dan Ciara Nadine.

Kabarhiburan.com, Jakarta – MNCTV bekerja sama dengan rumah produksi Visual Generasi akan menghadirkan sinetron drama kolosal terbaru berjudul Sinetron Ali.  Tayang di MNCTV saban hari mulai besok, Minggu (7/7) pukul 19.00 WIB.

Seperti judulnya, sinetron ini mengisahkan sepak terjang Ali, bocah yang sejak lahir hidup dan diasuh oleh hewan-hewan di hutan. Situasi ini membuat Ali tumbuh menjadi sosok yang lincah dan memiliki kesaktian.

Ali yang merupakan tokoh sentral, diperankan oleh Kevin Bzezovski Taroreh. Sebelumnya, Kevin ikut membintangi film Danur. Dalam Sinetron Ali, Kevin mendapat lawan main yang sepadan, yakni si serigala yang diperankan oleh Nizam Hasan.

Sinetron Ali juga menghadirkan Ciara Nadine Brosnan dan Dewi Rezer sebagai ibunya Ali. Ada pula Daus Mini yang berperan sebagai  Paman Elang dan Choky Andriano sang Siluman Macan Kumbang.

Kebanyakan tokoh dalam sinetron ini, sengaja mengambil nama-nama hewan, bahkan lokasi syuting pun memilih areal Hutan Kota, di kawasan Srengseng, Jakarta Barat.

Menurut produsernya, Syaiful Drajat, rangkaian cerita dalam Sinetron Ali adalah fiktif belaka, namun berlatar belakang kisah nyata di wilayah Banten, Jawa Barat.

Di sana pernah tinggal seorang alim ulama bernama Ki Manara, yang menikah dengan siluman Harimau. Pernikahan ini melahirkan anak bernama Pangeran Surya.

“Sampai disini merupakan kisah nyata di tanah Banten, dibuktikan oleh adanya makam Ki Manara sampai sekarang,” ujar Syaiful disela-sela acara Halalbihalal dan Syukuran Sinetron Ali di Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (5/7).

Menjelang akhir hayatnya, Ki Manara berpesan agar Pangeran Surya menjaga keselamatan seluruh keturunannya, termasuk Ali, dari gangguan musuh. Musuh yang dimaksud adalah Siluman Macan Kumbang.

Macan kumbang dendam kepada Ki Manara, lantaran ratunya siluman macan kumbang ini pernah  dikhianati oleh ratu siluman harimau. Sejak saat itu Siluman Macan Kumbang bersumpah akan membunuh seluruh anak cucu kiai manara.

“Sebagai titisan Pangeran Surya sekaligus cucu dari Ki Manara, Ali tentu saja memiliki kesaktian tanpa harus belajar,” ujar produser dari rumah produksi Visual Generasi ini.

“Pesan yang ingin disampaikan rangkaian cerita di dalam Sinetron Ali bahwa betapa sengsaranya hidup, kalau dipenuhi dendam yang tak berkesudahan,” pungkas Syaiful Drajat. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Iris Bella Come Back Lewat Sinetron ‘Indah Pada Waktunya’, Ini Sinopsisnya

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kerinduan penggemar kepada aktris Irish Bella diharapkan terobati dengan hadirnya sinetron ‘Indah Pada Waktunya’ di layar SCTV sebagai persembahan terbaru. Sinetron garapan SinemArt ini hadir mulai hari ini, Senin 19 Oktober 2020, pukul 16.40 WIB.

Melihat jam tayangnya, ‘Indah Pada Waktunya’ akan menggantikan sinetron ‘Cinta Tapi Benci’.

Sinetron garapan SUTRADARA Emil G. Hamp ini mengetengahkan kisah kehidupan keluarga dengan segala permasalahannya, mengusung sederet nama aktor dan aktris papan atas, seperti Irish Bella, Ersya Aurelia, Bryan Domani, Rizky Nassar, Roger Danuarta, Anjasmara, Lydia Kandou, Teuku Ryan, Dylan Carr, Anthony Xie, Sylvia Menul, dan Windy Wulandari.

Sinetron Indah Pada Waktunya dibuka dengan sosok Salma (Ersya Aurelia) seorang gadis pekerja keras yang memiliki mimpi menjadi artis terkenal seperti artis pujaannya yaitu Marissa (Windy Wulandari).

Namun ada satu rahasia yang tidak diketahui Salma selama ini, yakni Aisah  (Sylvia Menul) yang selama ini  mengurus dirinya dengan penuh cinta dan sudah dianggap sebagai ibu kandungnya ternyata bukanlah ibu kandungnya. Justru Marissa yang merupakan ibu kandung Salma.

Aisah sendiri merupakan sahabat baik Marissa semasa sekolah. Karena ingin meniti karier menjadi seorang artis, sehingga Marissa menitipkan Salma sejak masih bayi kepada Aisah.

Walaupun bukan anak kandung, namun rasa cinta Aisah kepada Salma sudah layaknya seorang ibu dan anak, sehingga dirinya tidak dapat membayangkan bagaimana jika dirinya harus terpisah dari Salma.

Konflik yang berbeda dialami oleh Merry (Irish Bella), seorang wanita muda yang sukses dalam karirnya. Semua mimpi dan angan-angannya selalu diwujudkannya lewat segala usaha dan kerja keras.

Hanya saja, dibalik kesuksesan Merry terdapat satu permasalahan yang masih menghantui pikirannya selama ini, yakni hubungannya dengan Panji (Rizky Nassar) yang menjalin cinta dengan Merry.

Selama enam tahun terakhir, namun Panji masih merasa belum siap untuk melangkah  ke tahap yang lebih serius, sementara Merry selalu ingin membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Merry pun memilih bertahan karena rasa sayangnya kepada Panji. Merry berharap suatu saat nanti Panji akan berubah pikiran.

Pesan moral yang akan tertuang dalam setiap episodenya selalu memancing rasa penasaran pemirsa untuk terus mengikuti kelanjutan kisah sinetron “Indah Pada Waktunya”, setiap hari pukul 16.40 WIB hanya di SCTV. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Bintang Sinetron ‘Samudra Cinta’ Jumpa Penonton di Yogyakarta Secara Virtual

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sinetron Samudra Cinta sudah memasuki episode 413, di layar SCTV pada pukul 21.40 WIB, Sabtu (17/10).

Sinetron garapan rumah produksi SinemArt yang tayang setiap hari ini, selalu ditunggu pemirsa yang penasaran untuk menyimak kelanjutan kisah Samudra dan Cinta, yang dipadu dengan konflik yang dibawa orang-orang disekitarnya.

Sinetron yang dibintangi oleh Haico Van der Veken (Cinta), Rangga Azof (Samudra), Angela Gilsha (Vina), Mischa Chandrawinata (Ariel), Cut Syifa (Intan), Dylan Carr (Doni), Dinda Kanya Dewi (Nora), Ben Kasyafani (Novan) dan Jonas Rivanno (Panji) ini, memang sangat digemari.

Di tengah padatnya jadwal syuting, mereka juga dipertemukan dengan penggemarnya di Yogyakarta dan sekitarnya, melalui Virtual 3xtraOrdinary Meet and Greet, Sabtu (17/10) sore.

Selama lebih dari 60 menit, kegiatan yang dipandu oleh David Rizal dan Risca Andalina ini menguji kekompakan dan kerja sama para pemain, melalui deretan games seru yang disiapkan oleh tim kreatif SCTV.

Sebelum sampai ke sana, mereka terlebih dulu menjelaskan karakter di dalam rangkaian cerita Samudra Cinta, khususnya para pemain baru bergabung, seperti Ben Kasyafani dan Dinda Kanya Dewi.

“Saya sebagai Nora, yang selalu berupaya menghalangi kebahagiaan Samudra dan Cinta. Intinya antagonislah,” ujar Dinda Kanya. Sementara Ben Kasyafani menjawab singkat. “Saya sebagai Novan, peran antagonis.”

Giliran Cut Syifa, menjelaskan karakternya sebagai Intan yang polos dan cerewet.

“Setelah ketemu dengan Ariel jadi baik. Akhirnya Intan suka sama Ariel,” kata Cut Syifa yang dibenarkan oleh Mischa Chandrawinata.

“Ariel suka sama Intan. Apapun akan dilakukan (Ariel) agar Intan tersenyum,” ujar Mischa.

Haico van Der Veken Jadi Juri

Selanjutnya kesembilan bintang ini diajak main games ‘Pilihan Sulit’. Makan sepotong apel bila memilih jawaban A atau makan sepotong pare bila memilih jawaban B.

David Rizal dan Risca Andalini menyediakan pilihan jawaban bagi Dinda Kanya, Cut Syifa dan Angela Gilsha, yakni A –  punya pasangan pembohong dan enggak setia, atau B – punya cowok ganteng dan setia.

Ketiga pemain aktris ini kompak memilih jawaban B, meski harus menikmatinya pahitnya pare.

Demikian pula, bagi Ben Kasyafani, Jonas dan Dylan Carr. Mereka memilih merasakan pahitnya pare karena memilih jadi jadi orang baik dan keren, dari pada menjadi orang gila.

Usai mengunyah pare, kesembilan pemain ini diminta untuk memindahkan biji kolang-kaling menggunakan sumpit. Tentu saja tidak selalu mudah, namun semua pemain berhasil melakukannya. Haico yang didapuk sebagai juri menyatakan semua peserta jadi pemenangnya.

Demikian pula ketika tantangan beralih ke ‘Memindahkan Kapas ke Mangkuk’ yang dilakukan dengan mata tertutup, semua pemain berhasil melakukannya.

Kehadiran 2 pemirsa dari Yogyakarta, Dewi dan Rini Anggraini menambah seru acara Virtual  3xtraOrdinary Meet and Greet di Yogyakarta. Baik Dewi maupun Rini mengagumi akting Haico van Der Veken dan Rangga Azof.

“Semua cewek  itu idaman selama dia baik hati,” ujar Haico dan dibenarkan Rangga menjawab pertanyaan Dewi asal Tasikmalaya. (Tumpak S.)

Continue Reading

Sinetron

Serunya 3xtraOrdinary Meet and Greet Pemain Sinetron Anak Band di Bandung

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sinetron Anak Band menjadi sorotan pemirsa, menyusul suksesnya melejit ke tangga pertama sebagai tayangan favorit dan menyisihkan sejumlah tayangan yang sudah populer sebelumnya.

Sinetron garapan SinemArt ini tayang setiap hari di layar SCTV pada pukul 19.40 WIB sejak 5 Oktober 2020 silam.

Para pemainnya memang sudah tidak asing bagi pemirsa. Sebut saja, seperti Natasha Wilona, Ochi Rosdiana, Stefan William, Angga Putra, Ajun Perwira dan Bobbie Antonio, memiliki kemampuan akting yang memukau.

Mereka juga hadir dalam Virtual 3xtraOrdinary Meet and Greet selama lebih dari 60 menit, menyapa langsung penggemar sinetron di Kota Bandung dan sekitarnya.

Stefan William dan rekan-rekannya menjelaskan tentang sosok karakter yang mereka perankan, dipandu oleh host David Rizal dan Ricca Andalina.

”Aku memerankan Cahaya, anak tukang sayur yang ingin menjadi penyanyi. Orangnya baik hati, pekerja keras dan pantang menyerah,” jelas Natasha, yang disusul oleh Angga Putra pemeran Dika selaku personel band Junas, yang diam-diam memendam cinta kepada Cahaya, sahabatnya.

Sementara Ajun Perwira sebagai Dion yang antagonis, menentang hubungan Gilang (Stefan William) dan Cahaya.

”Dion menginginkan Gilang lebih fokus pada karir musik dari pada sibuk pacaran. Intinya dituakan gitu, perannya lebih ke antagonis lah,” jelas Ajun. Sebaliknya, Bobbie yang memerankan si pemain bass Dennis, sahabat Gilang.

Stefan William sendiri tidak menjelaskan karakternya sebagai Gilang, melainkan mengajak pemirsa agar setia menonton sinetron Anak Band pada pukul 19.40.

”Kebanyakan dari pemain sinetron nya punya basic ngeband,” jelas Stefan.

Selain mengenalkan karakter masing-masing, pengetahuan mereka tentang kota Bandung pun diuji, lewat aneka kuis bikinan tim kreatif SCTV.

Angga menyebut aneka kuliner Bandung menjadi salah satu daya tarik baginya saat berada di Kota Bandung.

“Belum makan batagor berarti belum ke Bandung,” jelas Angga yang didukung oleh Natasha Wilona.

”Aku lebih suka kulinernya. Ada surabi, soto Bandung, mie, risol, baso cuanki dan banyak deh. Aduh jadi pengen,” kata Natasha.

Sementara Ajun dan Bobbie menyukai sisi lain Bandung. Bobbie menyebut alam dan panorama Lembang yang indah, sedangkan Ajun lebih suka di tempat nongkrong anak Bandung.

”Dulu aku sering nge-dj di daerah Dago. Ada tempat tongkrongan yang asyik. Selain itu harga-harganya murah,” timpal Ajun.

Peristiwa bersejarah di kota Bandung juga ditampilkan dalam kuis, seperti Konperensi Asia Afrika, Bandung Lautan Api dan masih banyak lagi. Semua terjawab dengan sempurna.

Begitu pula dengan tantangan yang kocak, yakni games Skrip Pletok. Keempat anak muda ini diminta melakukan dialog sinetron sambil menikmati permen pletok. Meski tidak mudah, mereka menikmati permainan tersebut.

Pada akhirnya, Natasha menyanyikan lagu Ballonku dengan iringan alat musik seadanya dimainkan oleh Ajun, Angga dan Bobbie.

Tentu saja, alunan musik yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan, namun setidaknya menghibur pecinta sinetron Anak Band di kota Bandung dan sekitarnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending