Connect with us

Film

Kevin Julio dan Yunita Siregar Jadi Pasangan Pemerhati Lingkungan dalam ‘Cerita Kita’

Published

on

Kabarhiburan.com – Aktor Kevin Julio bersama Yunita Siregar dan Dian Sidik akan membintangi Cerita Kita. Sebuah drama series tentang edukasi pengelolaan lingkungan hidup, yang diangkat dari cerita  keseharian.

Menariknya, SCTV akan menghadirkan Cerita Kita di ruang keluarga Indonesia, setiap Minggu pukul 12.30 WIB, mulai 13 Juni 2021 mendatang. Usai menonton, segenap penonton pun diajak join dalam diskusi menarik lewat instagram SCTV.

Selain SCTV, penayangan drama series itu merupakan buah kerja sama dari berbagai pihak, yakni Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Kedutaan Norwegia, BBC  serta rumah produksi Screenplay.

Sebelum penayangannya, SCTV terlebih dulu memutar teaser Cerita Kita, dalam jumpa pers virtual, Kamis (10/6). Acara ini dihadiri oleh segenap pendukung mini series berdurasi 60 menit per episode tersebut.

Kevin Julio memperkenalkan karakternya sebagai sosok pemuda bernama Bodo Sejahtera, seorang anak harapan ibunya yang merantau ke Jakarta untuk sesuatu.

Kenyataannya, di Jakarta sedang dilanda musibah banjir, sehingga Bodo kembali lagi ke kampung asal. Di kampung, Bodo terlibat masalah soal isu lingkungan.

“Bodo ini simbol generasi muda yang sebenarnya punya suara untuk melakukan perubahan bersama-sama,” ujar Kevin Julio yang sudah membintangi puluhan sinetron, film dan FTV.

Di desa, Bodo bertemu dengan Tuji, anak Kepala Desa, yang diperankan oleh Yunita Siregar. Tuji adalah gadis terpelajar dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup.

“Akhirnya ketemu dengan Bodo yang memiliki visi misinya sama. Mereka sepakat untuk bikin sesuatu untuk lingkungan hidup yang lebih baik,” jelas pemain sinetron Hati yang Luka.

Selain Kevin Julio dan Yunita Siregar masih ada Dian Sidik yang memerankan karakter Salah, sosok lelaki yang trendy, tampan, energik dan penuh passion.

“Dia bisa mengejar apa saja keinginannya, termasuk dalam urusan asmara,” ujar Dian Sidik, yang mengaku bahagia mendapat andil dalam series bertema lingkungan.

“Gak melulu percintaan. Kepedulian kita terhadap lingkungan jauh lebih penting, yang semakin kesini banyak yang tidak peduli,” katanya.

Tak sekadar membawakan karakter yang diperankan, Kevin Julio mengaku mendapat  banyakpelajaran berharga, usai menjalani syuting Cerita Kita.

“Salah satu yang paling mengganggu pikiran saya adalah air. Saya baru tahu, baru dapat pengetahuan tentang air bahwa di tahun 2040 kita akan kehabisan air. Saya kepikiran sampai sekarang. Saya kan belum nikah, ya. Gimana nanti anak saya, kan kasihan,” ungkap Kevin.

Sutradara Vemmy Sagita meyampaikan antusis senada. Vemmy bahkan sempat menduga Cerita Kita merupakan sinetron biasa.

“Banyak banget yang bisa saya ambil sebagai pelajaran, yang sebelumnya kita enggak tahu apa-apa. Akhirnya jadi sangat spesial,” ungkap Vemmy yang mengaku suka pada ide edukasi yang dibumbui entertainment yang sangat menghibur.

Vemmy ditantang untuk memvisualkan cerita lingkungan ke dalam gambar dengan cara sangat sederhana dan mudah diterapkan kepada semua orang.

“Tidak akan pernah bosan dan merasa digurui dengan menonton cinta kita. Entertain banget,” pungkas Vemmy. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Keajaiban Itu Selalu Ada, Film ‘Kartu Pos Wini’ Angkat Kisah Anak Penderita Kanker

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang memiskinkan dan tidak jarang mematikan penderitanya. Kisah pilu para penderita kanker pun sudah banyak difilmkan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Sutradara Tarmizi Abka bersama Sinemata Productions, mencoba menawarkan kisah yang berbeda melalui film Kartu Pos Wini.

Sinemata mengadaptasi cerita penderita kanker yang sempat termuat di media digital Kanya ID berjudul sama, karya novelet Ruwi Meita.

Novelet asal Yogyakarta tersebut mengangkat cerita apik, tentang bocah penyandang kanker leukemia yang putus harapan, lalu menjadikan kartu pos sebagai satu-satunya teman berbagi cerita.

Cerita tersebut masih dibumbui romansa cowok dan cewek yang mengandalkan komunikasi lewat surat selama 18 tahun, meski tanpa kata cinta diantara mereka.

Segenap cerita yang sarat nilai kemanusiaan tersebut, langsung menarik minat sutradara Tarmizi Abka untuk menggarap Kartu Pos Wini.

“Saya tertarik karena ceritanya soal kemanusiaan yang tinggi,” ujar Tarmizi Abka saat perilisan teaser film Kartu Pos Wini, di Bioskop Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (11/11).

Acara tersebut juga menghadirkan Keiko Ananta, anak yang memerankan sosok Wini. Ia mengaku senang diajak ikut dalam film ini.

“Aku senang banget, ceritanya bagus banget. Teman-teman, nanti nonton ya filmnya,” pinta Keiko.

Produser Sinemata sekaligus penulis skenario, Aris Muda, menyebutkan bawa Kartu Pos Wini seakan mewakili problem masyarakat, yakni problem keinginan atau harapan yang sering dipatahkan oleh keadaan. Nyatanya keajaiban itu selalu ada.

“Makanya, kami ingin menggambarkan kanker, bukan dari sisi kesedihan dan air mata. Kami enggak menjual air mata,” jelas mantan wartawan.

Sisi menarik film Kartu Pos Wini adalah keinginan Sinemata Production, untuk menjadikan film ini semacam literasi bagi keluarga dan kerabat, tentang bagaimana memperlakukan penderita kanker.

Keinginan tersebut digapai melalui kolaborasi Sinemata Production dan Yayasan Kanker Indonesia dalam memproduksi Kartu Pos Wini.

Itu sebabnya, Sinemata merencanakan agar Kartu Pos Wini dirilis di bioskop dari jauh-jauh hari, yakni bertepatan dengan Peringatan Hari Kanker Sedunia, pada 4 Februari 2022 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

5 Fakta Menarik Tentang Film ‘Merindu Cahaya de Amstel’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Suradara Hadrah Daeng Ratu siap merilis film terbarunya, berjudul Merindu Cahaya de Amstel, yang dikeluarkan oleh Unimited Production.

Merindu Cahaya de Amstel menampilkan kisah dimana setiap orang punya kerinduan untuk menemukan cahaya dalam dirinya.

“Setiap orang punya masa lalu, yang menurutnya tidak baik. Dia akan selalu berusaha untuk menemukan cahaya dalam dirinya. Pada prosesnya, dia akan menemukan cahaya dan Tuhan dalam dirinya,” ungkap Hadrah Daeng Ratu dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/11).

Berikut fakta menarik film Merindu Cahaya de Amstel akan tayang pada awal 2022 mendatang:

Fakta Pertama, Merindu Cahaya de Amstel mengusung genre romantis komedi dengan bumbu mellow, diadaptasi dari kisah nyata yang sempat ditulis dalam bentuk novel dan dirilis di Wattpad. Ceritanya ditulis oleh Arumi E.

Fakta kedua, film ini mengungkap kisah seorang bule Belanda yang memilih untuk mualaf. Sebelum memeluk agama Islam, gadis keturunan Belanda tersebut menikmati hidupnya yang terus menerus menuruti hawa nafsu duniawi, hingga suatu saat merasa terpuruk dalam kegelapan.

Ia lalu mencari cahaya untuk meneyelamatkan dirinya. Itulah Marien Veenhoven, yang kemudian mengganti namanya menjadi Khadija Veenhoven saat berpindah keyakinan.

Fakta Ketiga, Dalam perjalanan menjadi muslimah, Khadija Veenhoven bertemu dengan seorang fotografer sekaligus jurnalis, Nicholas Van Djick dan Kamala, seorang mahasiswa asal Jogja yang kuliah  Jurusan Tari di Belanda.  Pertemuan tersebut kemudian membentuk persahabatan.

Seiring dengan waktu, Kamala yang awalnya sangat awam tentang Islam, akhirnya memilih untuk belajar kepada Khadija Veenhoven. Hanya saja, persahabatan mereka retak ketika Kamala mengetahui dirinya jatuh cinta pada Nicholas Van Djick.

Karakter Khadija Veenhoven diperankan oleh Amanda Rawles. Kemudian Bryan Domani memerankan Nicholas Van Djick, lalu Kamala ditampilkan oleh Rachel Amanda.

Fakta Keempat. Alhasil, ketiga tokoh sentral dalam film ini terlibat dalam kisah cinta segitiga yang rumit, selain mereka juga berbeda pendapat soal keyakinan, pasalnya Nicholas Van Djick adalah seorang agnostic.

“Lebih tepatnya, Nicholas tidak memeluk agama apapun. Dia agnostic,” ungkap Bryan Domani menjawab pertanyaan wartawan.

Selain Amanda Rawles, Rachel Amanda dan Bryan Domani, film ini juga didukung oleh para bintang seperti Ridwan Remin, Oki Setiana Dewi, Rita Nurmaliza dan Maudy Koesnaedi.

Keempat sosok tersebut menjadi alat untuk menampilkan pribadi dan pola pikir tokoh utama.

Ridwan Remin menjadi teman Kamala, Nicholas Van Djick dan Khadija Veenhoven. Sementara Maudy Koesnaedi merupakan ibu Kamala, lalu Rita Nurmaliza memerankan karakter Sarah yang dekat dengan Kamala.

Fakta kelima, film Merindu Cahaya de Amstel selesai diproduksi pada dua tahun silam. Unlimited Production memilih untuk menunda tayang demi mematuhi protokol kesehatan, menyusul pandemi Covid-19 masih merajai setiap kota di Indonesia. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’, Film Indonesia Paling Beringas Tahun Ini

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Usai berkeliling dunia, film ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’, menemui penontonnya di Indonesia pada Desember 2021 mendatang.

Palari Films melalui akun Instagram resminya mengumumkan bahwa film garapan sutradara Edwin tersebut akan tayang di Indonesia pada 2 Desember 2021.

“Catat tanggalnya: 2 Desember 2021. Ajo Kawir, Iteung, Budi Baik, dkk mohon doa restu dan siap membayar tuntas rindu,” tulis Palari Films, dikutip Selasa (2/11)

‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’, mengambil latar waktu pada akhir 1980 sampai 1990-an. Berkisah tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tidak takut mati. Hasrat besarnya untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia, ia impoten.

Ini masalah serius di kalangan masyarakat yang dikontrol oleh machismo dan patriaki. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur, lalu jatuh cinta.

Peraih Golden Leopard di Locarno Film Festival

Film yang dibintangi Marthino Lio dan Ladya Cheryl ini menyambangi Toronto International Film Festival. Selanjutnya ke berbagai festival film di Hamburg, Busan, London, Zagreb, Austria, Valladoid, Tokyo, Sao Paulo Kairo dan masih banyak lagi.

Selama perjalanan tersebut, ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ menerima sejumlah pujian dari berbagai media asing dan Indonesia.

Salah satunya, dari kanal YouTube Cinecrib yang berkesempatan menonton film tersebut di Toronto International Film Festival. Cinecrib mendeklarasikan film ini sebagai “Film Indonesia paling beringas tahun ini”.

Puncaknya, pada perjalanan ke Swiss, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, mencatat prestasi membanggakan industri perfilman Indonesia, yakni memenangkan hadiah utama pada Golden Leopard di Locarno Film Festival.

Sebelum sampai di Indonesia, film ini masih didaulat sebagai pembuka Singapore International Film Festival pada 25 November 2021 mendatang. Di sana, Edwin akan mengadakan sesi diskusi bersama sutradara Singapura, Yeo Siew Hua, yang pernah memenangkan Golden Leopard.

Untuk Informasi selanjutnya, diperbaharui melalui Instagram.com/sepertidendamfilm. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending