Connect with us

Sinetron

Kiat Ninok Wiryono Jawab Kritik Penonton Sinetron ‘Cinta Buta’

Published

on

Ninok Wiryono diapit oleh Anjasmara dan Rezky Aditya saat syuting sinteron ‘Cinta Buta’.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Aktris senior Ninok Wiryono tengah menikmati karakter sebagai Kania, sosok istri yang tau betul tidak dicintai karena suami masih mencintai wanita lain selama bertahun-tahun. Jadilah keluarga yang tadinya harmonis berubah jadi berantakan.

Adegan pergulatan batin seorang istri yang seperti inilah dituang Ninok Wiryono ke dalam adonan cerita menarik dalam sinetron unggulan berjudul Cinta Buta, yang tayang saban hari di layar SCTV.

Dalam sinetron produksi Sinemart ini, Ninok menjadi istri Mirza (diperankan Anjasmara) dan memiliki anak Reyhan (diperankan Rezky Aditya). Sementara sosok wanita lain yang dimaksud Ninok adalah Marlina (diperankan oleh Nova Soraya).

Ceritanya, di masa lalu Kania dan Mirza adalah sahabat seangkatan di kampus. Saat itu Kania sudah mengetahui bahwa Mirza pacaran dan mencintai Marlina, adik kelas mereka di kampus yang sama. Hanya saja, hubungan Mirza dan Marlina harus terputus karena Marlina berangkat ke luar negeri untuk belajar desain.

Kalaupun Mirza mau menikah dengan Kania, tidak lebih karena kehadiran anak. Rahasia ini yang bertahun-tahun disimpan Kania akhirnya meledak, setelah melihat kehadiran Marlina kembali dalam rumah tangganya. Emosi Kania pun meledak, lalu menampar Marlina.

“Inti ceritanya adalah Cinta Buta menyodorkan berbagai macam persoalan, seperti  dendam, rahasia, cinta di masa lalu dan sebagainya. Lalu sinetron ini mencoba memberi solusi-solusi terhadap masalah yang terjadi,” jelas Ninok Wiryono.

Selain Ninok, Anjasmara, Rezky Aditya dan Nova Soraya, sinetron yang tayang sejak Februari 2019 ini juga menghadirkan para aktor dan aktris ternama. Sebut saja Nikita Willy, Rangga Azof, Michella Putri, Jihan Almira, Adam Jordan, Eeng Saptahadi dan masih banyak lagi.

“Semua aktor dan aktris yang ikut dalam sinteron ini bertindak profesional,” ungkap Ninok Wiryono yang ditemui saat syuting Cinta Buta di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Bermain dengan Rizky Aditya dan Anjasmara sangat menyenang, lho. Untuk menyatukan chemistry, kami terlebih dulu diskusi tentang adegan sebelum take di depan kamera,” imbuh pemeran Risma dalam sinetron Sekar (2009) ini.

Tantangan lain yang tak kalah menarik dihadapi Ninok dalam Cinta Buta, justru datang dari para penonton. Mereka selalu siap memberi komentar di media sosial untuk setiap adegan yang Ninok lakukan.

“Komentarnya beragam.  Banyak yang suka dan ada pula yang enggak suka dan mencerca secara fisik. Antara lain, mereka bilang saya tidak sepadan dengan Anjasmara,” kenang Ninok yang menjawab kritik penonton melalui akting.

“Mereka akhirnya senang dengan karakter yang saya bawakan dan  berangsur-angsur dapat menerima kehadiran saya,” cerita Ninok yang juga sempat mendapat cibiran atas dialognya yang bercampur bahasa Inggris.

Aktris yang berlatar belakang guru ini menyikapinya semua kritik dengan welas asih. “Saya ucapkan terima kasih telah menonton sinetron Cinta Buta. Lalu, saya menjelaskan bagan sinetron seperti apa, akhirnya mereka memahami.

Ia memaklumi sepenuhnya, kalau secara fisik mungkin dirinya kalah dibanding pesinetron lain.

“Tetapi saya tidak kalah dalam akting. Semoga comeback saya semakin disukai penonton,” imbuhnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Immanuel Caesar Hito dan Natasha Wilona Bersatu Demi ‘Cinta Karena Cinta’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Hari ini, Kamis, 1 Agustus 2019 dipilih sebagai waktu yang tepat untuk tayang perdana kisah asmara terbaru di SCTV. Menampilkan  Immanuel Caesar Hito dan Natasha Wilona dalam sinetron Cinta Karena Cinta,  pukul 20.00 WIB, alias primetime.

Episode perdana menceritakan perjuangan Jenar (Natasha Wilona) dengan sang adik, Dinda (Sandrina Michelle) yang hidup di panti asuhan.

Musibah yang dialami keluarganya, membuat Jenar dan Dinda harus kehilangan kedua orangtua mereka. Mereka pun masih harus mencari Mila (Gabriella Larasati), kakak kandung yang belakangan diketahui masih hidup dan diadopsi oleh sepasang suami istri.

Mereka pun berjuang di Jakarta mencari Mila, hingga mempertemukan mereka dengan Rama (Aditya Zoni).

Musibah kembali menimpa Dinda yang menjadi korban tabrak lagi dan membuat Jenar hidup sebatang kara. Cerita terus bergulir hingga mempertemukan Jenar dengan Mirza (Immanuel Caesar Hito).

Adegan mesra Mirza dan Jenar dalam sinetron ‘Cinta Karena Cinta’

Sebuah rahasia besar disembunyikan Mirza kepada kekasihnya, yang membuat Mirza merasa bersalah dengan Jenar.

Mirza terus mengingatkan kekasihnya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya, namun sang kekasih bersikeras untuk menolak.

Kekecewaan yang begitu besar di hati Mirza, membuatnya harus memutuskan hubungan asmara dengan sang kekasih. Tapia da daya, ia harus mengakui bahwa hatinya telah terpaut kepada Jenar.

Kenyataan pahit juga harus dihadapi Mirza. Kehidupan yang bergelimang harta tidak menjadi jaminan Mirza mendapat kebahagiaan seutuhnya.

Berbagai permasalahan bisnis harus diterima sang ayah yang mengakibatkan perekonomian keluarga teguncang. Tidak berhenti sampai disitu, ayahnya pun diketahui telah berselingkuh dengan wanita lain. Konflik ini berimbas pada hubungan Mirza dengan Jenar.

Satu-persatu rahasia besar akan terkuak di setiap episode sinetron Cinta Karena Cinta. Konflik keluarga akan menjadi bumbu-bumbu yang membawa pemirsa penasaran dengan kelanjutan kisahnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Sinetron

‘Sinetron Ali’ Siap Tayang di MNCTV

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – MNCTV terus menghadirkan sinetron drama terbaru untuk menghibur pemirsa. Terbaru, setasiun televisi yang bermarkas di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat ini akan menayangkan Sinetron Ali.

Sinetron garapan Visual Generasi ini mengisahkan sepak terjang Ali, bocah yang sejak lahir hidup dan diasuh oleh hewan-hewan di hutan. Situasi ini membuat Ali tumbuh menjadi sosok yang lincah dan memiliki kesaktian.

Ali yang merupakan tokoh sentral, diperankan oleh Kevin Bzezovski Taroreh. Sebelumnya, Kevin ikut membintangi film Danur. Dalam Sinetron Ali, Kevin mendapat lawan main yang sepadan, yakni si serigala yang diperankan oleh Nizam Hasan.

Sinetron Ali juga menghadirkan Ciara Nadine Brosnan dan Dewi Rezer sebagai ibunya Ali. Ada pula Daus Mini yang berperan sebagai  Paman Elang dan Choky Andriano sang Siluman Macan Kumbang.

Kebanyakan tokoh dalam sinetron ini, sengaja mengambil nama-nama hewan, bahkan lokasi syuting pun memilih areal Hutan Kota, di kawasan Srengseng, Jakarta Barat.

Menurut produsernya, Syaiful Drajat, rangkaian cerita dalam Sinetron Ali adalah fiktif belaka, namun berlatar belakang kisah nyata di wilayah Banten, Jawa Barat.

Di sana pernah tinggal seorang alim ulama bernama Ki Manara, yang menikah dengan siluman Harimau. Pernikahan ini melahirkan anak bernama Pangeran Surya.

“Sampai disini merupakan kisah nyata di tanah Banten, dibuktikan oleh adanya makam Ki Manara sampai sekarang,” ujar Syaiful disela-sela acara Halalbihalal dan Syukuran Sinetron Ali di Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (5/7).

Menjelang akhir hayatnya, Ki Manara berpesan agar Pangeran Surya menjaga keselamatan seluruh keturunannya, termasuk Ali, dari gangguan musuh. Musuh yang dimaksud adalah Siluman Macan Kumbang.

Macan kumbang dendam kepada Ki Manara, lantaran ratunya siluman macan kumbang ini pernah  dikhianati oleh ratu siluman harimau. Sejak saat itu Siluman Macan Kumbang bersumpah akan membunuh seluruh anak cucu kiai manara.

“Sebagai titisan Pangeran Surya sekaligus cucu dari Ki Manara, Ali tentu saja memiliki kesaktian tanpa harus belajar,” ujar produser dari rumah produksi Visual Generasi ini.

“Pesan yang ingin disampaikan rangkaian cerita di dalam Sinetron Ali bahwa betapa sengsaranya hidup, kalau dipenuhi dendam yang tak berkesudahan,” pungkas Syaiful Drajat. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Sinetron

Kevin Bzozovski Taroreh Jadi Bocah Sakti Dalam ‘Sinetron Ali’

Published

on

By

Produser Syaiful Drajat (kedua dari kiri) di antara para pendukung ‘Sinetron Ali, di antaranya Dewi Rezer, Nizam Hasan, Kevin Bzozovski dan Ciara Nadine.

Kabarhiburan.com, Jakarta – MNCTV bekerja sama dengan rumah produksi Visual Generasi akan menghadirkan sinetron drama kolosal terbaru berjudul Sinetron Ali.  Tayang di MNCTV saban hari mulai besok, Minggu (7/7) pukul 19.00 WIB.

Seperti judulnya, sinetron ini mengisahkan sepak terjang Ali, bocah yang sejak lahir hidup dan diasuh oleh hewan-hewan di hutan. Situasi ini membuat Ali tumbuh menjadi sosok yang lincah dan memiliki kesaktian.

Ali yang merupakan tokoh sentral, diperankan oleh Kevin Bzezovski Taroreh. Sebelumnya, Kevin ikut membintangi film Danur. Dalam Sinetron Ali, Kevin mendapat lawan main yang sepadan, yakni si serigala yang diperankan oleh Nizam Hasan.

Sinetron Ali juga menghadirkan Ciara Nadine Brosnan dan Dewi Rezer sebagai ibunya Ali. Ada pula Daus Mini yang berperan sebagai  Paman Elang dan Choky Andriano sang Siluman Macan Kumbang.

Kebanyakan tokoh dalam sinetron ini, sengaja mengambil nama-nama hewan, bahkan lokasi syuting pun memilih areal Hutan Kota, di kawasan Srengseng, Jakarta Barat.

Menurut produsernya, Syaiful Drajat, rangkaian cerita dalam Sinetron Ali adalah fiktif belaka, namun berlatar belakang kisah nyata di wilayah Banten, Jawa Barat.

Di sana pernah tinggal seorang alim ulama bernama Ki Manara, yang menikah dengan siluman Harimau. Pernikahan ini melahirkan anak bernama Pangeran Surya.

“Sampai disini merupakan kisah nyata di tanah Banten, dibuktikan oleh adanya makam Ki Manara sampai sekarang,” ujar Syaiful disela-sela acara Halalbihalal dan Syukuran Sinetron Ali di Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (5/7).

Menjelang akhir hayatnya, Ki Manara berpesan agar Pangeran Surya menjaga keselamatan seluruh keturunannya, termasuk Ali, dari gangguan musuh. Musuh yang dimaksud adalah Siluman Macan Kumbang.

Macan kumbang dendam kepada Ki Manara, lantaran ratunya siluman macan kumbang ini pernah  dikhianati oleh ratu siluman harimau. Sejak saat itu Siluman Macan Kumbang bersumpah akan membunuh seluruh anak cucu kiai manara.

“Sebagai titisan Pangeran Surya sekaligus cucu dari Ki Manara, Ali tentu saja memiliki kesaktian tanpa harus belajar,” ujar produser dari rumah produksi Visual Generasi ini.

“Pesan yang ingin disampaikan rangkaian cerita di dalam Sinetron Ali bahwa betapa sengsaranya hidup, kalau dipenuhi dendam yang tak berkesudahan,” pungkas Syaiful Drajat. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending