Connect with us

Lifestyle

Kisah Inspiratif, Fatimah Az-Zahra Penulis Buku ‘Omzet Miliar Tanpa Modal’

Published

on

Kabarhiburan – Di tengah pandemi Covid-19 yang menjenuhkan sejak 7 bulan silam, sudah banyak orang yang kehilangan mata pencaharian untuk menghidupi diri maupun keluarganya.

Situasi sulit tersebut juga menginspirasi Fatimah Az-Zahra, rela berbagi pengalamannya bagi orang lain dengan harapan agar bangkit bersama-sama.

Wanita kelahiran Serang, Banten ini menghadirkan dirinya bisa menggapai sukses sebagai pengusaha memiliki Omzet Miliaran Tanpa Modal. Hanya mengandalkan kuota internet.

Fatimah menceritakan perjalanan suksesnya telah menemui beragam masalah, kendala, hambatan dan gangguan. Tapi Fatimah tidak menunjukkan bahwa dirinya menyerah. Dia terus berjuang, hingga menemukan solusi dalam bisnis Virgin Coconut Oil (VCO)  dan herbal turunannya.

Sembuh Dalam 6 Bulan

Awalnya, saya mengalami gangguan pada rahim, ditandai sering pendarahan. Diagnosa awalnya adalah kista, tetapi dokter lain menyebut ada sel kanker. Untuk memastikannya, dokter minta agar saya melakukan papsmear, tindakan operasi dan sebagainya.

Bukannya saya tidak setuju. Hanya saja, saya sama sekali tidak punya dana untuk tindakan operasi. Untuk makan hari lepas hari  saja rasanya tidak leluasa dengan gaji saya sebagai guru les bahasa asing.

Mulailah saya menggali pengetahuan di internet tentang ciri-ciri kista, cara kerja tubuh melawan kanker. Saya juga mempelajari khasiat tumbuhan, akar-akaran, dedaunan tertentu. Semua saya pelajari secara otodidak di sebuah warnet, di dekat rumah.

Salah satu yang menarik perhatian, adalah Virgin Coconut Oil (VCO). VCO mengandung asam laurat yang tinggi, berkhasiat meningkatkan sistem imun tubuh. Padahal sistem imun akan memperbaiki kerja sel di seluruh organ tubuh dan menjadikan organ tubuh menjadi kuat melawan sel kanker.

Singkatnya, VCO diperlukan untuk menaikkan derajat sistem imun, sehingga mampu melawan sel penyebab kanker di organ tubuh. Inlah yang saya cari.

Timbul persoalan baru, tentang cara meracik VCO yang bermutu. Saya browsing lagi sampai menemukan racikannya. Saya gunakan kelapa hasil kebun sendiri, lalu meracik sendiri dan sempat gagal berulang kali.

Akhirnya, menemukan pola terbaik membuat VCO, selain meracik herbal lainnya untuk mendukung VCO dalam melawan penyakit di rahim saya.

Hasilnya, gangguan di rahim saya sembuh total dalam tempo enam bulan. Meski demikian, saya masih rutin mengonsumsi VCO lantaran membuat badan lebih bugar. VCO kan, tinggi kadar antioksidannya.

Kesembuhan penyakit saya kemudian melahirkan ide untuk berbagi kepada orang lainn yang bermasalah dengan kesehatan. Mulailah saya share cara bikin VCO, yakni dengan tanpa pemanasan, tanpa enzimatis, dan tanpa bahan kimia. Benar-benar virgin.

Saya tuliskan pula, “Anda yang punya masalah dengan kesehatan, silakan hubungi saya. Saya akan share cara membuat VCO yang baik untuk kesehatan”. Tidak lupa saya sertakan nomor telepon.

Siapa sangka, kalimat yang demikian justru membuat orang lain respek dan yakin pada niat baik saya. Sebagai balasan yang saya terima, mereka justru minta agar saya membuat VCO, lalu kirimkan ke mereka.

Masih saya ingat, tahun 2012 order pertama lewat telepon sebanyak seliter VCO. Saya beri harga Rp 70.000, didasarkan pada harga bahan plus laba sebesar 50 persen. Ha ha ha.

Keesokan harinya kembali dapat order, pesan 5 liter VCO dan seterusnya. Pada awalnya VCO yang saya bikin dengan berbagai merek, tergantung permintaan.

Selanjutnya, permintaan berkembang, diantaranya minta dibuatkan 1000 sabun VCO tanpa deterjen. Saya bersedia bikin 3.000 sabun, asal mereka berkenan kirim down payment (DP) terlebih dulu. Artinya mereka yang modalin saya untuk membuat Sabun VCO.

Saya pun tertantang untuk membuat sabun VCO tanpa deterjen tapi berbusa. Kembali, saya browsing di internet hingga menemukan racikan yang pas. Demikian pula pesanan lotion dengan VCO dan pesanan baru lainnya, selalu saya mulai dengan browsing di internet.

Para pemesan biasanya sudah punya pasar tapi tidak punya produsen, makanya ketika pesan mereka menitipkan merek juga. Jadi, awalnya VCO yang saya bikin dengan berbagai merek tergantung permintaan. Setelah punya modal barulah saya punya merek sendiri.

Makanan dari Mulut Kucing

Terus terang, ketika mengawali usaha ini pada tahun 2012, saya harus jungkir balik sendirian. Tidak jarang sendirian harus membawa berkarung-karung bahan, digusur-gusur sendirian, atau tengah malam masih di jalanan sendirian.

Dasarnya saya  anak yatim yang sudah terbiasa dengan kerasnya kehidupan. Bila perlu, tidur di mana saja oke. Bahkan saat masih remaja terpaksa menyantap makanan yang terlepas dari mulut kucing, saat berbuka puasa.

Usaha ini mulai memperlihatkan hasil yang nyata pada tahun 2017. Alhamdulillah, sudah menangani ratusan produk dan omzet mencapai 1 Milar per bulan. Saat itu, mulai terpikir untuk bikin buku berjudul Omzet Miliar Tanpa Modal.

Bukan mau gagah-gagahan, melinkan untuk membagi inspirasi sukses kepada banyak orang, bahwa menjadi sukses bisa diraih dengan tanpa modal.

Manajemen perusahaan pun mulai dibenahi oleh Kahfi Suresh, suami saya. Kini sudah tertata dengan baik, selain membeli pabrik baru. Semua ini berdampak pada peningkatan omset menjadi 20 – 30 Miliar per bulan pada saat ini.

Pada tahun 2019, kami mulai berinvestasi memiliki pabrik tambahan. Sekarang sudah menghimpun ratusan karyawan. Alhamdulillah, selama masa pandemi Covid-19 omzet perusahaan justru stabil oleh penjualan handsanitizer yang banyak dibutuhkan masyarakat. Itu sebabnya, kami tidak terpikir untuk melakukan PHK pada karyawan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Renume Aesthetics Indonesia Tawarkan Solusi Agar Tetap Menarik di Usia Menua

Published

on

By

Personal consultant di Renume Aesthetic Indonesia dapat dihubungi selama 24 jam

Kabarhiburan.com – Setiap orang akan mengalami proses penuaan, ditandai oleh munculnya kerutan di wajah, kulit pun menjadi kering, tipis dan kendur.

Sekarang tersedia teknologi kedokteran di bidang kecantikan dan estetik, yang bisa membuat setiap orang tetap menarik di usianya yang menua. Kulit wajah menjadi tampak cerah, muda dan menarik dapat dicapai dengan menggunakan krim anti aging.

Tapi krim saja tidaklah cukup. Solusi lain yang dinilai tepat dan ampuh adalah perawatan dengan cell therapy alias stem cell.

Salah satu klinik di Jakarta yang menawarkan treatment tersebut adalah Renume Aesthetics.

Shanty Reifansyah selaku Business Development Renume, menjelaskan bahwa perawatan dengan stem cell berasal dari lemak pasien itu sendiri. Stem cell memiliki kemampuan untuk melakukan replicate (memperbanyak diri) dan differentiate (menjadi sel tipe lain).

Setelah diproses, kemudian disuntikan ke bagian wajah atau tubuh pasien. Stem cell bisa memberikan efek anti aging karena bisa menggantikan atau meregenerasi sel-sel di tubuh yang mengalami penuaan.

“Hal ini membuat wajah pasien bersinar awet muda. Ada juga yang dimasukkan ke pembuluh darah bertujuan mencegah menopause dini pada perempuan,” ujar Shanty dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).

Manfaat lainnya adalah mengatasi elastisitas kulit, kelembaban kulit, dan meningkatkan ketebalan kulit sehingga kulit lebih kencang.

Lebih lanjut Shanty memaparkan treatment tersebut merupakan cell therapy treatment yang menggunakan sel hidup (stem cell) yang bersumber dari tali pusat (umbilac cord), darah tepi (peripheral blood), sumsum tulang belakang (bone marrow), darah tali pusat (umbilical cord blood), dan jaringan lemak (adipose).

Untuk hasilnya, Shanty menerangkan, anti aging memiliki sifat yang sangat individual, sehingga tak bisa di samaratakan pada masing-masing pasien.

“Masing-masing pasien tak sama. Anti aging setiap pasien adalah istimewa. Sehingga saat stem cell disuntikkan, dia akan pergi ke mana-mana. Stem cell tahu rumahnya di dalam tubuh manusia, salah satunya bisa memperlambat gejala menopause dini,” jelasnya.

“Selain untuk anti aging, stem cell juga cocok untuk pasien yang membutuhkan terapi sebagai anti aging, rejuvinasi, anti body, hair loss therapy, dan sebagai Oesteoartritis therapy,” tutur Shanty menambahkan.

Renume Aesthetics tidak hanya menawarkan stem cell. Masih ada treatment lain yang tak kalah banyak peminatnya, yakni pemeriksaan gen atau tes DNA, diambil dari sample air liur (saliva) yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik tubuh seseorang.

Hasilnya, digunakan sebagai acuan atau pedoman diri berupa personalized report yang berhubungan dengan kesehatan diri seseorang sesuai genetiknya.

Klinik Renume menawarkan 2 jenis tes DNA. Pertama, Nutri-Genme untuk tubuh, yang dapat mengetahui karakteristik tubuh seseorang secara menyeluruh berkaitan dengan kebutuhan protein, nutrisi, olahraga, vitamin atau supplement secara tepat bagi kebutuhan tubuh, serta dapat mengetahui dari 78 Gen dan Risk panel berkaitan dengan kesehatan.

Kedua, Skin-Genme untuk kulit, yaitu pemeriksaan DNA untuk mengetahui karakteristik kulit secara meyeluruh berkaitan dengan nutrisi yang baik untuk kulit, mengetahui kandungan skincare yang tepat untuk kulit wajah,dan rambut.

Skin-Genme juga berfungsi untuk mengetahui perawatan kulit yang tepat, serta untuk mengetahui skin risk panel-nya yang berhubungan dengan kulit.

“Test DNA ini untuk sekali seumur hidup, sangat efektif untuk semua pasien yang membutuhkan perawatan secara tepat dan tepat di Renume sesuai acuan Personalized Report dari hasil pemeriksaan tes DNA. Bahkan ini tingkat efektifitas sampai 100 persen,” tutur Shanty (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Warung Jame 100 % Asli Aceh, dari Kuliner Tradisi Aceh Hingga Dukung Kegiatan Anak Muda

Published

on

By

Kuliner tradisional Aceh ini bisa disantap di Warung Jamee 100 % Aceh

Kabarhiburan.com – Jakarta sebagai ibu kota Indonesia sekaligus merupakan surga kuliner nusantara. Tinggal sebut ingin bersantap kuliner nusantara seperti apa? Kalau kangen hidangan tradisional Aceh yang kaya rasa rempah nan menggetarkan lidah, bisa ditemukan di Warung Jame 100 % Aceh.

Berada di kawasan ramai. Persisnya, di pertigaan Jalan Duren Tiga dan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak jauh dari markas grup band Slank.

Jame diambil dari pepatah Aceh yang terkenal, yakni ‘Peumulia Jamee Adat Geutanyoe’ artinya, memuliakan tamu adalah adat kami.

Seperti namanya, Jame 100 % Aceh, warung yang beroperasi sejak Maret 2022 ini menyajikan hidangan tradisional Aceh bagi tamunya.

Tamu dapat memilih ruang smoking maupun non smoking yang memadai, sehingga ramah untuk keluarga.

Masing-masing meja dan kursi ditata sedemikian membuat tamu betah nongkrong berlama-lama. Sudah begitu Lokasi Warung Jame juga dekat dengan fasilitas ibadah, yaitu Mushala.

Pendirinya, Juanda Maulana, anak muda kreatif asal Langsa, kota di pesisir Timur Pulau Sumatera. Ia seorang karyawan yang berani menghabiskan tabungannya untuk membuka bisnis pertamanya ini.

“Dari hobi nongkrong bersama teman-teman, kita bentuklah warung Jame ini,. Kami ingin mengenalkan masakan tradisonal Aceh hingga bahkan jajanan, kerajinan dan sebagainya.

“Selama ini orang Jakarta cuma kenal menu mainstream dari Aceh, seperti martabak, mie aceh, teh tarik dan kopi . Ada baiknya sekarang mengenal masakan tradisional Aceh,” ujar Juanda Maulana.

Jadi, kalau Anda bosan dengan menu mainstream Aceh yang itu itu aja, di warung Jame masih ada sederetan hidangan hidangan tradisional Aceh siap dihidangkan.

Sebut saja Nasi Tangkap dengan pilihan ayam atau bebek, yang digoreng dengan rempah dan daun temurui. Menu tradisional lainnya, yakni Sirebu, Kari Kambing Koblangon, Kuah Belingu dan masih banyak lagi. Selain rasanya yang nikmat di lidah, harganya pun sangat terjangkau.

“Kami berusaha menghadirkan pelayanan terbaik dengan fasilitas mencukupi. Semoga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk nongkrong untuk siapa saja, dari anak muda hingga  keluarga,” pinta Juanda.

Juanda Maulana Owner Warung Jame 100 % Aceh (kanan) dan Muhammad Suhajad dari BG FC tandatangani program kerja sama.

Dukung Kegiatan Positif Anak Muda

Sepintas memperkenalkan kuliner asli Aceh tidak ada kaitannya dengan komunitas anak muda. Namun lewat pemikiran kreatif, kedua kegiatan tersebut dapat diwujudkan di Warung Jame 100 % Aceh.

Robi selaku Bisnis Lead Jame 100 % Aceh mengatakan keinginannya untuk membawa Warung Jame, from local to global.

Caranya, dengan menjadikan Warung Jamee sponsorship Banda Glorius FC, sebuah komunitas sepak bola anak muda Aceh di Jakarta.

“Kita berkontribusi dan berperan terhadap segala kegiatan positif teman-teman dari Aceh. Ini sesuai dengan tagline Warung Jame 100 % Aceh, ingin dikenal lebih luas. Impactnya, baik secara ekonomi maupun sosial bagi Warung Jame,” ujar Robi.

Sebelumnya, Robi juga mengundang praktisi bisnis untuk melakukan sharing bagi anak muda Aceh yang minat berbisnis dalam sesi Jame Bekasi sebanyak dua kali.

Melalui kegiatan sponsorship ini warung Jame ingin mempererat tali silaturahmi sesama anak muda Aceh.

“Kalau hari ini warung Jame menggandeng  komunitas anak muda di bidang sepak bola, ke depannya bisa untuk komunitas otomotif dan sebagainya,” ujar Juanda Maulana. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Nikmati Kemewahan Teknologi Dolby Konser Maliq D’Essentials di ‘Orkes Semesta’ Vision+

Published

on

By

Vision+ menghadirkan originals  terbaru, Orkes Semesta. (Foto: Dok. Vision+)

Kabarhiburan.com – Sebuah inovasi baru di industri musik kembali hadir di aplikasi Vision+. Menghadirkan konten originals Orkes Semesta, sebuah konser audio visual terkini yang mengadopsi teknologi dari Dolby, yaitu Dolby visualTM dan Dolby Atmos.

Konten originals Orkes Semesta resmi dirilis pada 22 Mei 2022 silam, menjadi originals bergenre musik pertama dengan konser audio visual.

Dolby Vision adalah teknologi imaging canggih yang menggabungkan rentang dinamis tinggi (HDR) menghadirkan gambar yang lebih jelas dan nyata, dengan warna yang hidup, kontras yang lebih tajam, dan kaya akan detail.

Sementara itu, Dolby Atmos menghasilkan suara dengan kejernihan luar biasa yang memungkinkan pengguna mendengar detail yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Semua kemewahan tersebut mampu memberikan pengalaman streaming yang menyenangkan saat menonton konser eksklusif Maliq & D’Essentials di Orkes Semesta di ponsel, tablet maupun TV.

Grup band jazz dan pop ternama ini juga berkolaborasi dengan para musisi, mulai dari Iwa K, King Nassar, Hondo, Lyodra, David Bayu, Ayu Gurnitha dan Muhammad Hanafi Lubis.

Selain konser, Orkes Semesta, juga menyiarkan wawancara tertutup dengan Maliq & D’Essentials yang belum pernah dipublikasikan di mana pun, demi menyenangkan para penggemar dan pecinta musik.

Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+ menyebutkan bahwa Orkes Semesta  merupakan terobosan dalam bidang konten, sekaligus teknologi layanan streaming untuk menjadi platform OTT pertama di Indonesia yang mengadopsi Dolby Vision dan Dolby Atmos.

“Dengan konsep bertema surealis seputar “Angkasa” dan “Orbit”, dipadukan dengan dialog akrab yang mencatat manifestasi Maliq D’Essentials dalam karis dan identitas mereka,” tutur Clarissa dalam keterangannya, Selasa, (24/5/2022).

“Seiring dengan meningkatnya batasan kualitas konten dan media lokal, Vision+ akan terus bereksplorasi agar dapat menggunakan standar ini dalam seluruh produk dan platform kami yang lain,” tambahnya.

Ashim Mathur, Senior Regional Director, Japan and Emerging Markets, Dolby Laboratories mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Vision+ untuk meningkatkan pengalaman hiburan konsumen di rumah maupun saat di luar.

“Dengan Orkes Semesta, konsumen akan menikmati pertunjukan musik spektakuler melalui TV, ponsel, dan tablet yang didukung oleh Dolby,” kata Ashim Mathur.

Ingin saksikan serunya penampilan Maliq & D’Essentials dan berbagai musisi lokal lainnya? Jangan lupa nonton Orkes Semesta eksklusif di Vision+. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending