Connect with us

Profil

Kisah Sukses Lucy Soemiatno Bikin Sandal Etnik Berbahan Lokal

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Merasa jenuh kerja kantoran, Lucy Soemiatno (52) banting stir menjadi pengusaha busana muslimah dan aneka sandal etnik yang diberi label ‘diya’ sejak 3 tahun silam.

“Saya menyebut  etnik sandal karena modelnya etnik. Lagi pula orang nggak mesti harus bersepatu, dengan sandal pun perempuan bisa tetap cantik, ”  ujar Lucy kepada Kabarhiburan.com  yang menemuinya di ajang  International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Produksi sandal etnik yang dilakukan perempuan kelahiran Jakarta 12 September 1966 ini merupakan pengembangan usaha busana etnik muslimah yang lebih dulu  dirintisnya, tiga tahun silam.

“Kebetulan  usaha fashion  muslimah saya juga fokus pada yang etnik, sehingga saat membuat  sandal otomatis  terkoneksi.  Alhamdulillah, pelanggan fashion saya  pada suka sandal juga. Jadi nyambung deh,” ujar Lucy yang mengaku hobi mengoleksi sandal sejak lama.

Siapa sangka hobi tersebut,  kini menghasilkan  ide cemerlang dalam  menciptakan kreasi baru, berupa sandal etnik.

“Kalau  jalan-jalan ke luar kota, yang saya cari sandal, termasuk  saat saya ke Bali. Tau kan, di sana sandal etnik lucu-lucu. Dari situ saya berpikir, kayaknya bisa deh bikin sendiri,” kenang ibu dari tiga anak ini.

Secara perlahan Lucy belajar membuat  sandal etnik tanpa guru, alias otodidak. Mula-mula beli bahan sedikit-sedikit, lalu gunting sana-sini dan padupadankan.  “Pokoknya seperti membuat prakarya. Modelnya, hasil browsing di Google, yang kemudian saya  modifikasi. Setelah pas, lalu saya cari perajin,” jelasnya.

Lucy menambahkan, cara kerjanya membuat sandal ini sama persis ketika mulai memulai bisnis busana etnik muslimah. “Saya bukan fashion designer, melainkan passionpreneur, sehingga apa yang saya kerjakan karena passion, bekerja dengan hati. Alhamdulillah, ternyata saya bisa,” katanya.

14 Model Sandal

Istri dari Boni Soemiatno ini pernah mengenyam pendidikan di jurusan manajemen Swinburne University, Melbourne, Australia. Usai kuliah sempat menikmati bekerja sebagai orang kantoran, terakhir  di perusahaan minyak sawit hingga pada 2010.

“Mulai 2014 saya mulai memikirkan mau bikin apa dan usaha apa. Akhirnya mencoba-coba bikin baju, ternyata bisa, selanjutnya saya tekuni  sebagai usaha sejak tiga tahun silam. Sukses dengan baju, saya merambah usaha sandal etnik,” kenangnya.

Lucy mengaku tidak kesulitan mencari bahan membuat sandal, seperti kulit sintesis hingga pernak-perniknya. Semua produk dalam negeri yang melimpah tersedia di Jakarta, Bandung, Garut dan kota lainnya.

“Saya cari bahan  dari dalam negeri. Banyak loh, bahan-bahan yang lucu-lucu. Sekarang gimana ngolahnya saja. Yang pasti, ini produk dalam negeri yang mengerjakan pengrajin lokal,” jelasnya.

Sempat terpikir untuk membuat sandal dari kulit asli, tapi kemudian Lucy mengurungkan niatnya. Selain terlalu banyak saingan, harga jual pun sudah pasti lebih mahal dibanding sandal berbahan karet sintetis.

“Dari situ saya mencari sesuatu yang beda,” tambah Lucy yang kini sudah memiliki 14 model sandal etnik nan unik. Dua model di antaranya,  model Gold Series dan Tiker Series yang paling diminati pelanggannya.

Lucy menyadari posisinya masih  pemula di bidang bisnis sandal, sehingga pangsa pasar yang dibidiknya pun masih terbatas pada  kalangan menengah, agar produknya  bisa dipakai semua kalangan, yakni harga mulai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.

“Banyak yang memuju dengan mengatakan sandalnya unik, artinya banyak yang pakai dan nggak malu-maluin. Kan banyak juga yang malu gengsi pakai produk Indonesia. Itu membuat saya bangga,” kata Lucy yang memasarkan busana etnik muslimah dan sandal etnik di dua outlet, di kawasan Panglima Polim,  Jakarta Selatan dan Bintaro sektor 9, Tangerang Selatan.

Meski demikian, Lucy mengaku lebih sering memasarkan produknya melalui berbagai pameran. Melalui  pameran, produk ini  jadi cepat dikenal, selain dapat bertemu lebih banyak pelanggan,” imbuhnya. (Rachmawati AB/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Dira Sugandi dan Setiawan Djody Jadi Juri Ajang The Ace Indonesia

Published

on

By

Willy Hidayat, selaku CEO MyWill Entertainment.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Berpengalaman mengurus konser artis mancanegara serta menjadi produser artis Indonesia berkarir di pasar Internasional, Willy Hidayat, selaku CEO MyWILL Entertainment, kini coba melahirkan The Ace Indonesia.

The Ace Indonesia merupakan ajang pencarian bakat menyanyi yang siap terjun berkarir di kancah musik Internasional. Selain mampu membawakan lagu hits orang lain, mereka juga siap menciptakan lagu sendiri.

Pemenang The Ace Indonesia bakal diajak rekaman dan langsung berkarir di dunia, melalui industri musik Inggris (Eropa).

“Beberapa kali saya bawa band Indonesia rekaman di Inggris, di antaranya sudah ada yang berkarier di sana. Ada tantangan dari pihak di sana, kenapa cuma bawa satu-satu saja. Nggak sekalian banyak gitu ya musisi-musisi kita go international,” papar Willy Hidayat dalam keterangan tertulisnya.

The Ace Indonesia menjaring bakat-bakat muda Indonesia, baik penyanyi solo, duo, maupun  grup musik alias band. Bisa juga format Girl Band dan Boyband.

Diva Muda dari Inggris

Pendaftaran mulai dibuka pada 5 Januari 2020 melalui website The Ace Indonesia. Saat mengirimkan demo contoh rekaman, para calon peserta bisa menyanyikan lagu cover dan langsung dinilai oleh juri Internasional via online.

The Ace Indonesia menggandeng deretan juri dari mancanegara dan Indonesia saat ditayangkan di salah satu stasiun televisi.

Juri Internasional di Inggris, salah satunya diva muda dari Inggris yang diidolakan banyak kaum milenial, akan melihat bakat-bakat Indonesia itu lewat demo yang dikirimkan.

Sebanyak 20 peserta yang tersaring, terdiri dari penyanyi solo, duo atau grup, bakal dipentaskan di layar kaca. Mereka selanjutnya akan mengatasi tantangan, beradu kemampuan bermusik dengan sesama peserta.

MyWILL Entertainment menggandeng penyanyi Dira Sugandi dan juga pengusaha sekaligus seniman Setiawan Djody. Begitu ditawari Setiawan Djody. Sementara, nama juri internasional masih dirahasiakan.

“Masih dirahasiakan para juri dari mancanegara. Yang pasti, The Ace akan menggandeng juri dari mancanegara yang telah terbukti di industri musik dan hiburan dunia,” jelas Willy Hidayat yang pernah memboyong band /rif rekaman di Abbey Road London, Inggris.

“Kami merencanakan The Ace Indonesia tayangkan oleh satu tv swasta nasional pada pertengahan tahun 2020 mendatang,” imbuh Willy Hidayat.

Tunggu apalagi? Segera kirimkan video demo contoh lagu cover ke website:  www.theaceindonesia.com. Selamat mencoba…. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Profil

Dr. Ayu Widyaningrum: Sukses Jangan Diukur dari Finansial

Published

on

By

Dr. Ayu Widyaningrum menolak anggapan bahwa kesuksesan berkaitan dengan uang.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Prestasi yang direngkuh dr Ayu Widyaningrum terus melaju,  sejalan dengan sukses kinik kecantikan miliknya,  Widya Beauty Clinic di Banjarmasin, yang telah melambungkan namanya sebagai dokter kecantikan ternama.

Tak heran, kalau dokter cantik yang biasa dipanggil Widya ini, telah menjadi ‘buah bibir’ bagi pasien yang datang ke klniknya.

“Saya sering terharu pada pasien yang kepada anaknya mengatakan,’kamu harus seperti dokter Widya’. Pada saat itu saya langsung terharu,” kenang Widya.

Baginya, prestasi maupun sukses itu tidak hadir begitu saja. Ia terlebih dulu harus melewati beragam rintangan yang membuatnya harus jatuh dan bangkit lagi. Semua situasi ini telah menggembleng dan menjadikan dirinya setegar sekarang.

“Menurut saya, menjadi sosok yang sukses seperti saya tidak mudah. Banyak situasi yang membuat saya jatuh dan bangkit lagi melewatinya,” ujar ibu dari tiga anak ini.

Widya mengaku enggan mengalah pada keadaan, dengan terus menggali potensi dirinya untuk menciptakan peluang dan keberanian agar bisa maju dan optimis.

“Saya mencontoh kerja keras orang tua saya, bahwa kalau ingin sukses harus bekerja dari nol. Belajar dan belajar. Ini akan membuat kita kuat dan menghargai potensi saya,” ujar Widya.

Si sulung dari dua bersaudara ini terlahir dari keluarga sederhana, pasangan H. Suwaji dan Hj. Kusworini. Ia mengatakan, sejak masih sekolah hingga lulus kuliah kedokteran, sudah hidup mandiri.

Setelah menjadi dokter, Widya kemudian mendirikan klinik kecantikan, juga dari nol. Jiwa bisnis telah membentuk dirinya menjadi sosok dokter yang profesional nan tajam melihat peluang bisnis, telah membawa klinik kecantikan miliknya, terus berkembang pesat.

Berbagai kalangan rupanya mengikutinya perjalanan hidupnya, lalu mengapresiasi karyanya yang bermanfaat bagi orang lain di bidang kecantikan. Mereka pun menganugerahkan Widya perhargaan. Sebut saja di antaranya The Best Clinic of The Year, Top Woman Awards, maupun penghargaan Youth Enterpreur dan masih banyak lagi.

Widya menerima penghargaan The Best of Beauty Clinic 2019 dan turut merilis buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia.

Termasuk lembaga Pusat Profil dan Biografi Indonesia, merasa tertarik untuk menulis profil Widya sebagai kisah inspiratif. Judulnya Sukses Jangan Diukur dari Finansial.

Kisah ini tertuang dalam buku terbaru bersampul mewah: Profil Wanita Inspirasi Indonesia, Seri Kekayaan yang Tersembunyi, Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses.

Sesuai perjalanan hidup yang ditulisnya dalam buku tersebut, Widya mengatakan bahwa kesuksesan bukan berawal dari uang.

“Saya sangat menolak anggapan bahwa kesuksesan berawal dari uang. Saya berasal dari keluarga sederhana. Saya membangun klinik Widya dari nol,” tegasnya usai menghadiri peluncuran buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia,” di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (1/3) malam.

dr. Widya (keempat dari kiri) bersama wanita inspiratif lainnya menerima penghragaan di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (1/3).

Sekali lagi Widya menegaskan bahwa wanita inspiratif itu, adalah sosok wanita yang bisa memberikan motivasi dan semangat kepada orang lain. Terutama anak muda maupun wanita lain untuk bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.

“Agar bisa sukses, kita harus bekerja dari nol, lalu belajar dan belajar. Itu akan membuat kita kuat dan menghargai apa yang ada di dalam diri kita. Gagal sekali dua kali, jangan menjadi putus asa. Siapa tahu kesuksesan itu bisa jadi luar biasa,” imbuhnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Profil

Menginspirasi Sukses Ci Michelle, Perintis Kecantikan yang Humanis

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sukses dan menginsprasi adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Michelle Wibowo, seorang wanita muda pengusaha di bidang kecantikan.

Pada usia masih terbilang muda, 28 tahun, Michelle sudah mengelola Foxy Beauty Clinic & Academy, sekaligus menekuni bisnis olahan madu untuk kesehatan dan kecantikan secara Multi Level Marketing (MLM), di perusahaan bernama Harmoni Dinamik Indonesia (HDI).

Lebih jauh, Michelle mengatakan bahwa Foxy Beauty Clinic and Academy yang  dirintisnya sejak tiga tahun silam, telah membantu banyak wanita yang bermasalah kulit dan kecantikan.

Sudah begitu, lembaga ini pun ikut  menciptakan banyak lapangan kerja dan mencetak  pengusaha baru di bidang klinik kecantikan.

Demikian pula HDI, dimana Michelle selaku Diamond Leader pun memiliki kepedulian besar terhadap sesama. Melalui program semacam CSR (Corporate Social Responsibility), HDI giat membagikan bantuan untuk program pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu. Salah satunya, di kota Batu, Malang, Jawa Timur.

“Kami sisihkan 5 persen dari keuntungan untuk  membangun sebuah lembaga pendidikan bernama ‘Sekolah Selamat Pagi Indonesia’ di kota Batu, Malang, Jawa Timur,” jelas Michelle dalam sebuah seminar di Jakarta baru-baru ini.

Sekolah ini disebut juga ‘Kampung Kids’, lantaran disana sudah ada ratusan siswa dari keluarga tidak mampu dan anak yatim piatu. Mereka tinggal di asrama yang menempati areal lahan seluas 20 Hektare.

Di lokasi yang sama, Michelle sudah berencana untuk membangun sebuah universitas yang memiliki program studi kewirausahaan. Menariknya, belajar di universitas ini tidak memungut biaya, alias gratis.

“Mumpung saya masih bisa membantu, saya akan lakukan apa yang bisa saya berikan,” ungkap Michelle.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang belajar kewirausahaan di universitas ini, akan lebih banyak mendapat materi praktek. Kelak setelah lulus, mereka diharapkan bisa langsung mengaplikasinya dan menciptakan lapangan kerja baru. Ini memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

“Program studi ini akan menjawab persoalan banyaknya sarjana yang menganggur karena minimnya lapangan kerja,” tutur Michelle.

Kesuksesan Sebenarnya

Tanpa disadarinya, berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan, telah mengundang sejumlah lembaga untuk memberi apresiasi dan penghargaan untuk Michelle.  Sebut saja di antaranya, Top Woman Award 2019, Best Spirited, Inspiring & Creativity Woman Award Winner 2019, Indonesian Entrepreneur 2019 dan Pengusaha Wanita Kreatif &Inspiratif 2019.

Mengetahui perjalanan hidup dan eksistensi Michelle di berbagai kegiatan sosial pun menggoda Penerbit Pusat Profil dan Biografi Indonesia untuk menyertakan profil Michelle Wibowo ke dalam buku baru mereka.

Profil yang berjudul Ci Michelle Perintis Kecantikan yang Humanis, turut menghiasi buku bersampul mewah berjudul Profil Wanita Inspirasi Indonesia, Seri Kekayaan yang Tersembunyi Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses.

Michelle pun turut hadir dalam acara peluncuran buku Profil Wanita Inspirasi Indonesia, yang berlangsung di hotel Mercure, Jakarta Selatan. Michelle, Jumat (1/3) malam.

“Semua penghargaan yang datang bukanlah  target pencapaian, melainkan sekadar  penambah semangat sekaligus tanggung jawab agar terus berkarya dan bermanfaat untuk sesama,” ujar Michelle.

Dalam kesempatan yang sama, Michelle memberi penjelasannya tentang arti kesuksesan.

“Bagi saya, sukses jika bisa berbagi dengan orang lain, bisa menjadi inspirasi buat orang lain. Kemudian,  saya bisa memberikan dampak positif kepada orang lain, sekaligus bisa membantu orang lain untuk sama-sama sukses. Itulah arti kesuksesan yang sebenarnya,” pungkasnya sambil tersenyum. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending