Connect with us

Musik

Kolaborasi DJ Stroo dan Alex Kuple Persembahkan ‘Street Carnival’

Published

on

Kabarhiburan.com – Sebuah karya seni lukisan bisa saja melahirkan karya seni musik. Salah satunya, single berjudul ‘Street Carnival’, yang dirilis pada Jumat (7/1/2022).

Single hasil dari sinergi antara DJ Stroo dan Alex Kuple, ini masih mengacu pada karakter Dance Music,  dengan sentuhan Jazz analog yang lebih kentara. Karakter musik yang memang tampak fresh.

Menurut DJ Stroo, ide terciptanya lagu ini berawal pertemuannya dengan Nugrahanto Widodo (Totok), sahabatnya yang juga pelukis. DJ Stroo menyampaikan ide karya lukisan yang akan dijadikan art work sebagai pendukung produksi musik selanjutnya.

Hasilnya, terciptalah lukisan berjudul ‘Pasar Rakyat’ yang justru menginspirasi DJ Stroo untuk menciptakan lirik lagu baru, yang kemudian diberi tajuk ‘Carnival Street’.

Menurut Dj Stroo, tema pasar rakyat terasa pas dengan kondisi pandemi saat ini, dimana banyak orang tidak bisa merasakan keseruan hiburan di pasar rakyat.

“Kerinduan akan suasana hiburan meriah semacam inilah, yang menginspirasi terciptanya lagu ini,” ungkap DJ Stroo melalui keterangan resmi, Jumat (7/1/2022).

Ia pun menghubungi Alex Kuple, pemain bass Alv Band dan Baim Trio. Keduanya sempat terlibat dalam proyek musik di band bergenre Electronic Pop, The Audioproject (2008). Tentu saja, proses kolaborasi keduanya tidak menemui kendala yang berarti. Hanya 5 kali saja pertemuan di studio Alex Kuple di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, lagu ‘Street Carnival’ dinyatakan siap edar.

Menariknya, saat proses penggarapan lagu, DJ Stroo menawarkan konsep dengan genre Deep House, bergeser menjadi karakter musik lounge, dengan tetap menghadirkan aura dance music. Hal ini karena banyak masukan unsur Jazz dari Alex Kuple, membuat lagu ini easy listening.

“Tidak hanya dance elecetronic, tapi ada juga unsur Jazz Fusion, latin percussion hinga Cuban Jazz dari permainan bass yang saya tampilkan. Nuansanya jadi lebih beragam dan ramai,” ungkap Alex Kuple, yang juga menangani Mixing hingga Mastering lagu ini.

Dari lukisan berjudul ‘Pasar Malam’, akhirnya DJ Stroo memberi judul Street Carnival’, karena memang banyak mengambil nuansa musik dari beberapa penjuru dunia.

‘Street Carnival’ dipilih mengawali rilisan awal tahun 2022, dari beberapa single lainnya yang telah disiapkan oleh DJ Stroo atau Alex Kuple secara pribadi. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Delapan Musik Orbitkan Penyanyi Pendatang Baru Dinda Putri

Published

on

By

Tengku Shafick dan Dinda Putri rilis single ‘Tak Sama’.

Kabarhiburan.com – Dinda Putri menjadi penyanyi pendatang baru di belantika musik Indonesia. Gadis belia dan masih duduk di bangku SMP yang memiliki karakter suara nan unik, bisa terjun ke industri setelah bakat menyanyinya ditemukan oleh Tengku Shafick, CEO label rekaman 8 Musik.

Tengku Shafick yang telah berpengalaman memproduksi puluhan lagu dalam karirnya bersama grup musik 3 Composers, terpikat pada warna vokal Dinda Putri saat membawakan lagu dalam lomba menyanyi di sekolahnya.

Mengetahui Dinda Putri memiliki kemampuan bernyanyi, Shafick pun mengajak Dinda Putri untuk bergabung di label rekaman 8 Musik.

Kini, Dinda Putri merilis single perdana berjudul ‘Tak Sama’ ciptaan Tengku Shafick, untuk memperkenalkan warna baru di kancah musik Tanah Air.

Aransemen lagu  ‘Tak Sama‘ dibangun bernuansa kesenduan ini bergenre Pop, dibuat dengan nada dan lirik sederhana, sesuai dengan tema yang Dinda Putri rasakan sendiri, yakni mengisahkan seorang anak yang di-bully teman teman sekolahnya serta dampaknya bagi korban bullying.

Tengku Shafick, menjelaskan bahwa lirik lagu Tak Sama awalnya sangat universal, yakni untuk orang-orang yang pernah menyakiti kita.

“Tapi Dinda Putri mampu membawanya jadi cerita bully mem-bully. Sekalian saja kita angkat tema stop bullying,” tutur Tengku Shafick, saat ditemui di Monogram Bistro, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/5/2022).

Dinda Putri (Foto: Tangkapan video musik Afe Pictures)

Lewat lagu ‘Tak Sama’, Dinda Putri sebenarnya juga ingin menyampaikan pesan agar sesama teman seyogianya saling menghargai, enggak boleh merendahkan.

“Karena kalau sudah mem-bully, maka hubungan pertemanan akan berantakan, hancur. Kalau sudah begitu, hubungan persahabatan pasti rasanya Tak Sama,” tuturnya.

Dengan terjun ke dunia musik, Dinda Putri mengaku siap untuk menunjukkan bahwa dirinya bisa terus konsisten dalam bermusik sambil tekun belajar di sekolah formal.

Dinda Putri yang mengidolakan penyanyi kenamaan, Maudy Ayunda juga mengungkapkan pengalaman barunya sebagai penyanyi.

“Rasanya luar biasa dan keren banget. Aku dapat pengalaman baru dan bertemu dengan orang orang baru. Semoga lagu ‘Tak Sama’ disukai pecinta musik Indonesia, sehingga bisa lanjut ke single kedua,” pinta Dinda Putri yang bercita-cita ingin berprofesi sebagai dokter hewan.

Proses rekaman lagu ‘Tak Sama’ berlangsung di studio Afe Records, disusul video lirik dan video musik Dinda Putri sudah bisa dinikmati di berbagai toko musik digital dan radio di seluruh Indonesia. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Mika Rafello dan Ezra Simanjuntak Kolaborasi Gitaris Lintas Generasi

Published

on

By

Mika Rafello (foto: Dok. Pribadi)

Kabarhiburan.com – Sukses merilis single perdana bejudul ‘Ketika Aku di Ketika’ dengan menampilkan vokal Roy Jeconiah, yang mencatatkan namanya pada Kategori Produksi Metal Terbaik, sekaligus peraih nominasi paling muda pada ajang AMI Awards 2021.

Itulah Mika Rafello (14). Gitaris remaja berbakat di jalur musik metal Tanah Air. Usianya masih muda, namun sudah mahir memainkan semua alat musik, menulis lagu dan merekam sendiri sampai proses mixing.

Gebrakan Mika Rafello di jalur musik metal Tanah Air yang mendapat sambutan luar biasa, juga membawanya meraih endorsement dari gitar Aria Pro II Japan.

Semua sukses itu datang kepada putra dari Imran St Sati ini sejak hadirnya pandemi Covid-19 di Tanah Air yang membuat Mika hanya bisa berdiam di rumah.

Mika akhirnya mencoba memainkan gitar sang ayah, yang juga sound engineer dari Soundsation Mastering. Imran pernah menggarap Boomerang, 7 Kurcaci, Sucker Head, Rotor, Trauma, Tengkorak, Ungu, Radja, Ada band, Dewi Sandra dan banyak lagi.

Siapa sangka, Mika dalam waktu singkat fasih memainkan semua alat musik, termasuk memainkan gitar lagu lagu Slipknot dan Iron Maiden. Kemudian berkembang ke lebih banyak band, seperti Metallica, Megadeth, Pantera dan Gojira.

Hanya berkisar 3 bulan lamanya, Mika sudah membuat lagu sendiri dan merekamnya di studio rekaman milik orang tuanya. Mika akhirnya memiliki karya instrumentalia dan belum ada notasi vokal dan liriknya.

Suatu saat Roy Jeconiah vokalis Jecovox bertandang ke rumah Imran St. Sati dan mendengar Mika bermain gitar lagu ciptaannya.

Roy terkejut dengan musik ciptaan Mika dan langsung menyediakan waktunya untuk mengisi vocal di lagu milik Mika, akhirnya munculah kolaborasi Mika Rafello dan Roy Jeconiah pada single Ketika Aku di Ketika’.

Sukses berlanjut, ketika Mika menyetujui saran ayahnya untuk kolaborasi dengan gitaris Ezra Simanjuntak. Ezra pun menyambut ajakan kolaborasi setelah melihat sendiri karya Mika yang mengesankan.

“Kemampuan Mika membuat komposisi juga merekam sendiri karyanya, membuat saya antusias ikut serta dalam project yang akan menjadi single kedua Mika Rafello,” ujar Ezra dalam keterangan tertulis, Rabu (17/5/2022).

Apalagi Mika sudah memiliki lagu instrumental yang memang disiapkan untuk kolaborasi dengan musisi lain. Terjadilah kolaborasi gitaris  antar generasi, yakni Raja shredding Indonesia dan bocah metal ajaib.

Proses penggarapan dilakukan selama dua hari. Itupun terbentur kegiatan belajar Mika di SMP dan bulan suci Ramadan. Usai Lebaran, Mika Rafello dan Ezra Simanjuntak merilis single ‘Temporal Sequence’.

Tidak berhenti sampai single kedua. Mika Rafello juga sedang menyelesaikan album pertamanya. Sejauh ini penggarapan musiknya telah rampung, yang akan dirilis pada pertengahan 2022 mendatang.. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Gelar Mini Konser dan Rilis Single Terbaru, Maharaja 48 Banjir Dukungan

Published

on

By

Maharaja 48 gelar mini konser dan rilis single ‘Aku Ayah Mu’

Kabarhiburan.com – Dukungan bertubi-tubi datang dari para musisi ternama kepada grup band rock Maharaja 48, yang menggelar mini konser di Hard Rock Café, SCBD, Jakarta pada Rabu, 11 Mei 2022 malam.

Uyeahhh mantap,” tulis Jeconiah vokalis Jecovox band, menyampaikan apresiasinya melalui Instagram @maharaja48official, kepada grup band rock indie asal Depok ini. Apresiasi senada juga datang musisi tenar lainnya, diantaranya dari Posan Tobing dan Sandy Pas Band.

Maharaja 48 yang beranggotakan Amar Ma’ruf (vokalis dan gitar), Leon (gitar), David (gitar), Madi (drum) dan Dani (bas), menggelar mini konser dalam rangka perilisan single terbaru bertajuk ‘Aku Ayah Mu’.

Amar Ma’ruf mengungkapkan bahwa ide pada lagu ‘Aku Ayah Mu’, terinspirasi dari sebuah film yang menggambarkan pria seolah-olah tidak bertanggung jawab.

“Saya ciptakan lagu ‘Aku Ayah Mu’ ini berangkat inspirasinya dari sebuah film. Film itu menceritakan di mana seolah-olah ini laki-laki brengsek banget, awalnya itu,” kata Amar kepada awak media.

“Setelah nonton, lalu saya ciptakan lagu ‘Aku Ayah Mu’. Saya berharap, lagu Aku Ayah Mu dapat memberi pemahaman bahwa manusia memang harus berbuat dan berprasangka baik. Tidak semua laki-laki yang pergi keluar rumah dan pulang pagi adalah laki-laki yang tidak bertanggung jawab,” tutur Amar.

Lebih lanjut, pesan moral yang ingin disampaikan lewat lagu ‘Aku Ayah Mu’ adalah, seorang ayah entah sedang berada di manapun untuk bekerja, tetap yang utama harus dekat dengan Tuhan dan keluarga.

“Makanya pesan moral yang ada di lagu ‘Aku Ayah Mu’, sesibuk apapun, sejauh apapun, di luar kota di luar negeri, tetap kita dekat dengan keluarga, anak, istri, terlebih dekat dengan Tuhan. Kira-kira seperti itu,” ujar Amar. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending