Connect with us

Event

Kompetisi LIDA 2020 Berlangsung Tanpa Penonton di Studio

Published

on

Standing ovation dari 4 Dewan Juri yang memuji penampilan duet Rana (Sumatera Barat) dan Irsya DA.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia sedang berupaya keras melakukan penanganan, pencegahan serta penyebaran Coronavirus (COVID-19). Situasi ini juga mengubah suasana di studio Emtek City, tempat berlangsungnya LIDA 2020, terhitung sejak hari, Senin (16/3).

“Indosiar turut serta dalam upaya bersama ini, dengan meniadakan penonton di dalam Studio 6 EMTEKCity selama program LIDA 2020 berlangsung terhitung mulai malam ini Senin, 16 Maret 2020”. Demikian rilis yang diterima Kabarhiburan.com, Senin (16/3).

Harsiwi Achmad selalu Direktur Programming SCM, mengatakan kebijakan menayangkan kompetisi LIDA 2020 tanpa penonton akan diberlakukan hingga situasi kondusif.

“Kami juga menghimbau masyarakat terutama para pendukung Duta Provinsi agar tidak menggelar nonton bareng LIDA 2020 baik indoor maupun outdoor,” ujar Harsiwi.

Seluruh pecinta musik dangdut dan pendukung Duta Provinsi masih dapat terus menyaksikan perjuangan mereka di LIDA 2020 melalui layar kaca Indosiar secara live setiap hari pukul 20.00 WIB.

Si Flamboyan Ikut Tersenggol

Masa-masa sulit akibat penyebaran coronavirus belakangan ini, tidak begitu saja menyurutkan api persaingan di Konser LIDA 2020 Top 33 Grup 11, yang berlangsung Minggu (15/3).

Menampilkan Eva Yolanda (Nusa Tenggara Barat), Rana Safira (Sumatera Barat) dan Erpan Purnama (Jambi). Mereka lebih fokus pada dua tempat tersisa, jelang babak di Top 24.

Duet Eva (Nusa Tenggara Barat ) dan Faul DA bikin Eva nyaman di posisi teratas grup 11..

Sebagai salah satu juara grup di babak Top 44, Eva (Nusa Tenggara Barat) tampil percaya diri saat membuka konser Top 33 Grup 11.

Eva berduet dengan Faul LIDA membawakan lagu Janji Jana. Penampilan totalnya membuat penonton merasa terhanyut.

Inul Daratista mewakili Dewan Juri memuji penampilan Eva yang sudah maksimal dan terus menunjukkan kemajuan dibanding penampilan sebelumnya.

Eva pun nyaman di tempat teratas pada perolehan polling, alias  juara pada grup 11. Situasi memicu persaingan kian seru antara Rana (Sumatera Barat dan Erpan (Jambi). Keduanya berebut satu-satu kursi di Babak Tp 24.

Rana (Sumatera Barat) tampil bersama Irsya DA menyanyikan lagu Fatwa Pujangga langsung memikat 4 Dewan Juri untuk serentak memberikan standing ovation.

Dewi Perssik menilai penampilan Rana saling mengisi dengan lawan duetnya. Kompoisi suara keduanya  tidak ada yang mendominasi, sehingga harmoni dalam lagu ini tetap indah untuk dinikmati.

“Pada dasarnya suara kamu sudah indah, jadi ketika kamu ingin membentuk cengkok pada sebuah lagu pun tidak berkesan berlebihan. semoga kamu bisa menyajikan penampilan yang lebih spektakuler lagi,” tambah Reza DA.

Sementara Erpan (Jambi) yang tampil flamboyan bersama Randa DA saat membawakan lagu Mata Air Cinta, mendapat apresiasi yang minim dari Dewan Juri.

Soimah menyayangkan, Erpan yang seharusnya denga sajian konsep yang unik, dapat menggali lebih melalui body language yang luwes, maupun interaksi yang lebih dengan teman duet.

Situasi ini membuat Erpan (Jambi) tersenggol di penghujung Konser LIDA 2020 Top 33, menyusul Ica (Aceh) yang tersenggol sehari sebelumnya, Sabtu (14/3).

Sebaliknya, Eva dan Rana terus melangkah ke babak Top 24, yang mengawali aksinya tanpa kehadiran penonton di studio, mulai Senin (16/3). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Dendangkan ‘Bisik Bisik Tetangga’, Langkah Risa Terhenti di 8 Besar KDI 2020

Published

on

By

Ruben Onsu mengumumkan bahwa Risa harus terhenti perjuangannya pada panggung KDI 2020..

Kabarhiburan.com – Memasuki babak 8 besar Kontes KDI 2020, nuansa persaingan pun kian sengit, seperti terlihat di panggung MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (21/9) malam.

Kontes menampilkan Grup 1 yakni Wahid (Sidoarjo), Risa (Garut), Elsa (Tasikmalaya) dan Haviz (Dumai). Mereka saling beradu ketrampilan menyanyi yang terbaik agar dapat lolos ke babak berikutnya.

Wahid membuka kontes dengan lagu Tak Bosan membuat Eri Suzan terkesima. “Buat aku malam ini kamu sempurna,” puji Eri Suzan.

Selanjutnya, giliran Risa tampil di atas pentas juga berhasil membuat juri berdecak kagum, usai membawakan lagu Bisik Bisik Tetangga.

“Aku rasa Risa pada malam ini banyak perubahan pada minggu lalu, sekarang sudah lebih enak lagi production vocal-nya,” ujar Danang.

Elsa yang tampil setelah Risa, tidak kalah bagus dengan penampilan sebelumnya. Ia membawakan lagu Setangkai Bunga Padi dengan sempurna. “Elsa nyanyinya benar-benar power, jadi berasa lagunya,” kata Danang.

Kemeriahan kontes 8 besar grup 1 KDI 2020 ditutup dengan penampilan Haviz dengan lagu Lets Have Fun Together.

Keempat kontestan telah menampilkan penampilan terbaiknya. Ruben Onsu mengumumkan bahwa Risa harus terhenti perjuangannya pada panggung KDI 2020.

“Untuk masyarakat Indonesia dan keluarga Risa terimakasih banyak semuanya, juga teman-teman. Mudah-mudahan Risa bisa memberikan yang terbaik,” ungkap sendu.

Senin (28/9) mendatang, Kontes KDI 2020 akan menampilkan babak 8 besar grup 2. Mereka adalah Gita (Lombok), Rahman (Bogor), Cindy (Bone) dan Reka (Garut). (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok MNCTV)

Continue Reading

Event

Betrand Peto Putra Onsu Gelar Konser, Ruben Onsu Bangga

Published

on

By

Kabarhiburan.com – MNCTV sukses menggelar Kilau Konser Betrand Peto Putra Onsu di Studio 14, MNC Studios, Jakarta, pada Jumat (18/9).

Konser berdurasi 2 jam ini dipadukan dengan keindahan panorama Nusa Tenggara Timur dan tarian etnik ke atas panggung megah dan tata lampu spektakuker.

Betrand juga berkolaborasi dengan beberapa sahabatnya yang juga merupakan penyanyi top Indonesia seperti, Tiara dan Brisia Jodie Idol, Jihan Audy, Mario G Klau dan JKT48.

“Saya sangat bahagia malam ini karena bisa tampil di hadapan seluruh masyarakat, khususnya pemirsa MNCTV di mana pun berada. Semoga lagu- lagu saya banyak digemari dan disukai dan terlebih lagi dapat menghibur masyarakat,” ucap Betrand yang menyanyikan 15 lagu.

Di awal penampilanya, Bertrand menari yang diiringi oleh marching band yang lanjut menyanyikan lagu berjudul Telanjur Mencinta yang berduet dengan Tiara Andini. Dalam beberapa penampilannya, selain bernyanyi Betrand juga menari tarian asal NTT.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat dan orang-orang yang sudah memberikan dukungan kepada saya selama ini dalam berkarya dan terutama yang sudah ikut memeriahkan konser pertama saya malam ini,” ucap Betrand.

Tampak hadir pula keluarga Betrand Peto, yakni Ruben Onsu dan Sarwendah. Pasangan ini memberi dukungan sekaligus bangga pada Betrand yang tampil percaya diri di atas panggung.

“Terima kasih MNCTV yang telah memberikan kesempatan bagi Onyo (Betrand) nyanyi di panggung besar. MNCTV memberikan ruang bagi putra kami untuk bisa menampilkan sesuatu yang berarti dalam perjalanan hidupnya,” ujar Ruben.

Di tengah konser tunggalnya, Betrand diberikan kejutan dengan hadirnya Oma dan Opa Betrand. Tangis bahagia pun tak terbendung di mata Betrand. Air mata mengalir saat Betrand dipertemukan dengan Oma dan Opa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

PWI Jaya SJI Series Gelar Webinar: ‘Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik’

Published

on

By

Jakarta – Selama pemerintah belum menemukan vaksin penyembuh infeksi Covid-19, selama itu pula informasi seputar virus akan simpang siur membuat bingung masyarakat.

Beragam informasi sudah berseliweran di jagad media sosial tentang cara penyembuhan tanpa melalui tindakan medis. Ada yang mengatakan, Covid-19 dapat sembuh oleh deksametason, klorokuin, asap cair tempurung kelapa, minyak kayu putih, probiotik dan masih banyak lagi.

Semua informasi ini membuat masyarakat kian panik. Alhasil, perbaduan pandemi dan infodemi ini, membuat wabah yang seharusnya bisa diatasi dengan baik justru menjadi seperti bola liar. Ada orang yang lebih takut dengan pandeminya, namun, ada pula yang khawatir dengan infodeminya.

Beranjak dari persoalan tersebut, Forum PWI Jaya Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Series akan menyelenggarakan webinar bertema: Hoax Covid-19 Antara Pandemik dan Infodemik, pada, Kamis, 17 September 2020, pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Sayid Iskandarsyah, SE, MH selaku Ketua PWI Jaya, menyatakan dukungannya pada  program yang bermanfaat bagi banyak orang, apalagi saat ini kita dikepung Covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir.

“Melalui webinar diharapkan semua peserta bisa mengambil manfaatnya. Intinya kita ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Sayid Iskandarsyah, di Jakarta, Selasa (15/9).

Direktur SJI PWI Jaya, Romi Syahril, SSos, MM. mengaku khawatir dengan peningkatan jumlah orang yang terjangkit dan meninggal dunia akibat Covid-19.

“Semoga webinar ini bisa memberikan edukasi bagi kita semua tentang cara menyikapi Covid-19,” katanya.

Romi menambahkan bahwa paradigma orang terhadap wabah Covid-19 kian berbeda-beda. Ada yang cuek dengan menganggap wabah ini tak ada, selain banyak pula yang patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Banyak pula yang berlebihan menanggapinya, sampai menutup diri dari pergaulan dan memilih tak keluar rumah sama sekali. Tapi semua itu pilihan,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan webinar, Forum PWI Jaya SJI Series mendapat dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Webinar ini menghadirkan empat narasumber yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah dr. Reisa Broto Asmoro – Jubir Satgas Covid-19, Dr. Marlinda Irwanti, SE, MSi – Direktur Pascasarjana Usahid, Sumarjono – Direktur Perencanaan Strategis & TI BPJS Ketenagakerjaan dan Apt. Dra. Julian Afferino, MS – CEO Pharma Care Consulting. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending