Connect with us

Event

Kontes Kecantikan Miss Grand Indonesia, Gelar Audisi Perdana pada Februari

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menjelang ajang kontes kecantikan Miss Grand International (MGI) 2018, ternyata membawa kabar baik bagi  kaum hawa di Tanah Air. Sejak tahun ini peserta dari Indonesia yang mengikuti  ajang bergengsi tersebut adalah pemenang kontes Miss Grand Indonesia.

Kalau sebelumnya, peserta Indonesia di ajang MGI selalu diwakili oleh salah satu dari pemenang Putri Indonesia. Kini, panitia penyelenggara MGI  tak lagi bekerjasama dengan Yayasan Puteri Indonesia.

Sebagai gantinya, Yayasan Dharma Gantari Indonesia sebagai pemegang lisensi dari Miss Grand International Organization di Indonesia, akan  menggelar ajang baru bertajuk Miss Grand Indonesia. Ajang kontes kecantikan ini akan menjaring peserta senusantara, yang pemenangnya berhak mengikuti ajang MGI di luar negeri.

Kepercayaan yang diberikan oleh Miss Grand International Organization kepada Yayasan Dharma Gantari selaku pemilik lisensi di Indonesia, bukan tanpa alasan.

Menurut President Miss Grand International Organization, Nawat  Itsaragrisil, Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi memperkuat industri kontes kecantikan Indonesia dan membawanya menuju kontes kecantikan internasional.

“Kami percaya bahwa Indonesia yang indah dengan keragaman budayanya dapat tumbuh lebih kuat dan menciptakan pertumbuhan yang baik untuk ke tingkat internasional yang akan membawa Indonesia maju dalam industri kontes kecantikan. Kami berharap semua penggemar akan melanjutkan dukungan penuh kepada Organisasi Miss Grand Indonesia yang baru, serta Miss Grand International Organization,” ujar Mr Nawat  dalam jumpa persnya, di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (29/1).

Kunjungan Nawat ke Indonesia, selain melakukan penandatanganan MOU antara Miss Grand International Organization dengan Yayasan Dharma Gantari sebagai pemilik license, juga menunjuk Dikna Faradiba sebagai National Director dari Miss Grand Indonesia.

Bagi Dikna Faradiba, jabatan yang diemban akan mendukung cita-citanya  untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Apalagi, Dikna pernah mengemban tugas sebagai Miss South East Asia Tourism Ambassadress 2016-2017.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan untuk saya dipercaya sebagai salah satu organisasi penyelenggara ajang kontes kecantikan terbesar di dunia. Semoga saya bisa membantu mempersiapkan wanita-wanita Indonesia dengan potensi yang ada untuk menjadi seorang Miss Grand Indonesia, yang kelak  dikirim ke ajang Miss Grand International,” ungkap Dikna.

“Kebetulan saya juga sudah memiliki pengalaman di ajang kecantikan hingga ke kancah Internasional. Intinya, kami bisa berbagi ilmu yang bermanfaat dan membanggakan Indonesia di mata dunia,” tambahnya.

Dikna menambahkan, Miss Grand Indonesia akan diadakan rutin setiap tahun. Yayasan Dharma Gantari  akan mengadakan roadshow di 18 kota di Indonesia. Pada 28-29 Februari mendatang, audisi perdana akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan.

“Audisi akan dimulai Februari sampai pertengahan April. Jakarta pastinya bakal jadi big audition karena kami tidak roadshow ke semua kota di Indonesia, jadi bisa audisi di Jakarta,” tambahnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Duta Sulawesi Selatan Rayakan Standing Ovation dari Tim Juri

Published

on

By

Lagu ‘Cincin Kepalsuan’, memberi Ila standing ovation dari Tim Juri.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Dewan Juri Putih memberikan standing ovation kepada Ila (Sulawesi Selatan) dalam Konser Top 70 Grup 2 Putih.

Dewan Juri  Putih yang terdiri dari Fildan, Lesti, Reza dan Fomal, langsung berdiri dan bertepuk tangan,  usai Ila (Sulawesi Selatan) menyanyikan Cicin Kepalsuan dalam Konser Top 70 Grup 2 Putih, Senin (27/1).

Dewan Juri Putih juga memberi komentar bernada positif kepada Ila, bahkan Reza menyebut Ila sebagai  calon 3 besar. Senada dengan Fildan yang berasal dari Sulawesi Selatan, mengaku bangga pada Ila yang suaranya memiliki karakter berbeda dari penyanyi lain.

“Terlihat dari karakter suaranya, serak basah tapi memiliki power,” puji Fildan.

Selain Ila, Grup 2 Putih diisi oleh Yoyo (Maluku Utara), Mayang (Lampung), Bulan (Kalimantan Tengah) dan Jordan (Kepulauan Bangka Belitung).

Komentar positif juga diberikan tim juri kepada Jordan (Kepulauan Bangka Belitung) yang menyanyikan lagu India Khusiyan Aur Gam.

Jordan mampu membuat Lesti menitikkan air mata. “Kamu nyanyinya ikhlas banget, tenang,” ujar Lesti memuji.

Panggung LIDA 2020 juga menghadirkan kisah haru dari Mayang (Lampung). Ia telah berjuang pantang menyerah untuk bisa menjadi Duta Provinsi Lampung.

Bekerja sebagai asisten rumah tangga di usia muda, Mayang mengaku sangat bersyukur didukung oleh majikannya untuk mengikuti audisi LIDA 2020. Bahkan, sang majikan turut hadir di studio menyaksikan langsung Mayang saat membawakan Kejam.

Mayang senada dengan Yoyo. Duta dari Maluku ini meninggalkan pekerjaannya sebagai pencuci piring di hotel untuk membiayai ayahnya yang sakit, demi untuk mewujudkan cita-citanya berada di ajang kompetisi menyanyi terbesar ini.

Bulan (Kalimantan Selatan) tersenggol usai menyanyikan lagu ‘Bisik-bisik Tetangga’.

Berbeda dengan Ila (Sulawesi Selatan), Yoyo (Maluku Utara), Mayang (Lampung) dan Jordan (Kepulauan Bangka Belitung), penampilan Bulan (Kalimantan Tengah) kurang mendapat respon positif dari Dewan Juri, usai membawakan lagu Bisik-Bisik Tetangga.

Fildan menilai suara Bulan masih terdengar standar, begitu juga dengan Lesti yang mengatakan bahwa tempo Bulan saat bernyanyi juga masih rancu.

Polling akhir menempatkan Ila (Sulawesi Selatan) di posisi teratas disusul oleh Mayang (Lampung), Yoyo (Maluku Utara) dan Jordan (Kepulauan Bangka Belitung). Sedangkan Bulan (Kalimantan Tengah) harus puas berada di posisi terendah dan terhenti di kompetisi ini.

LIDA 2020 berlanjut malam ini Selasa, 28 Januari 2020 dalam Konser Top 70 Grup 3 Merah yang menampilkan Dini (Sumatera Utara), Erpan (Jambi), Fifa (Sulawesi Tenggara), Titi (Sulawesi Selatan) dan Wulan (Banten). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Perayaan Imlek Nasional 2020 Akan Dihadiri Kaum Difabel Hingga Presiden RI

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Perayaan Tahun Baru Imlek 2020 akan dilangsungkan secara nasional. Kegiatan tersebut digelar Indonesia Convention Center (ICE) BSD, Tengerang, Banten, pada 30 Januari 2020 mendatang.

Perayaan bertemakan ‘Bersatu untuk Indonesia Maju’ ini rencananya bakal dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020, G Sulistyanto menginginkan perayaan nanti, lepas dari sekat kelembagaan, organisasi dan kelompok. Menunjukkan perbedaan adalah keniscayaan, dan tidak perlu menjadikannya sebagai sumber pertentangan.

“Yang dapat dan mesti kita lakukan adalah bersatu untuk tujuan yang lebih mulia, kesejahteraan, kebahagiaan dan kemajuan diri serta bangsa,” ujar Sulistiyanto di Jakarta, Senin (27/1).

Simbol dari persatuan itu, lanjut Sulistiyanto, juga akan ditunjukkan dengan kehadiran dari 29 orang raja dari berbagai kerajaan di penjuru Nusantara, yang menjadikan Imlek sebagai kegiatan budaya,  bisa dinikmati semua orang. Bukan hanya etnis Tionghoa saja.

Tidak kurang dari 10.000 undangan yang berasal dari lintas pihak, profesi, suku dan keimanan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, akan hadir pula para perwakilan kaum difabel.

Ia menambahkan bahwa perayaan Imlek telah berlangsung lama, sebagaimana kiprah para pahlawan kemerdekaan yang dalam perayaan nanti akan diwakili oleh anggota keluarga mereka.

Demikian pula sumbangsih para pahlawan olahraga yang berkontribusi mengharumkan nama bangsa dan negara. Kala itu mereka hanya berpikir dan berupaya bagaimana Indonesia makin maju dan gemiiang, tanpa mempermasalahkan perbedaan yang ada.

“Untuk Indonesia yang semakin maju, sebagaimana tema perayaan kali ini, seluruh warga negara, termasuk suku Indonesia-Tionghoa mesti mengambil peran aktif,” ungkap Sulistiyanto.

Sementara itu, hidangan nasional khas lmlek yang disediakan berasal dari para pengusaha mikro kecil menengah Indonesia Tionghoa.

“Dalam kesempatan itu, kami juga memberikan penghargaan kepada pelaku UMKM untuk menyajikan hidangan gratis untuk para tamu undangan. Akan ada puluhan UMKM dari daerah sekitar yang sudah dibayar panitia. Kami pastikan konsumsinya cukup,” ujar Sulistiyanto. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Seni Menyatukan 70 Duta Provinsi di Panggung LIDA 2020

Published

on

By

Tangis haru mewarnai panggung LIDA 2020 kala menyaksikan perjuangan Janna (Papua Barat)

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebanyak 70 Duta Provinsi tampil membawakan budaya masing-masing dalam Konser Bhinneka Tunggal Ika di panggung Indosiar. Konser ini menandai dimulainya kompetisi dangdut terbesar di Indonesia, Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 di Indosiar, Kamis (23/1).

Kemudian mereka dibagi menjadi dua tim, yakni Tim Merah dan Tim Putih masing-masing terdiri dari 35 peserta.

Konser LIDA 2020 Top 70 Grup 1 Tim Merah yang berlangsung pada hari Jumat (24/1), Janna (Papua Barat) menggetarkan panggung LIDA 2020 dengan lagu Muara Kasih Bunda.

Kehilangan seorang ibu untuk selama-lamanya pada saat audisi, menjadi pukulan terberat dalam hidup Janna. Meski demikian Janna tetap tegar demi menampilkan bakat dangdut terbaiknya untuk mewujudkan mimpi almarhumah sang ibu. Seluruh dewan juri pun memberikan standing ovation untuk penampilan Janna malam itu.

“Janna, umur kamu masih muda tapi kamu sudah mampu berjuang demi keluarga. Meskipun kamu baru saja kehilangan seorang mama, malamhari ini aku sangat menikmati penampilan kamu dengan penuh penghayatan,” puji Dewi Perssik.

Nasib berbeda dialami Fadli (Sulawesi Tengah) yang harus menghentikan mimpinya untuk menjadi juara di LIDA 2020 karena harus tersenggol dengan perolehan polling terendah.

Fadli (Sulawesi Tengah) menjadi peserta pertama yang tersenggol dari LIDA 2020

Giliran Grup 1 dari Tim Putih yang membuktikan kebolehannya mendendangkan lagu-lagu dangdut. Eka (Papua), Hari (Jambi), Rana (Sumatera Barat), Tika (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Wiranti (Gorontalo) berjuang di Konser LIDA 2020 Top 70 Grup 1 Tim Putih pada hari Sabtu, 25 Januari 2020.

Malam itu Provinsi Papua harus kehilangan satu duta perwakilannya yakni Eka. Sementara lima peserta dari Grup 2 Tim Merah giliran unjuk diri di hadapan Dewan Juri dan seluruh pemirsa Indosiar, Minggu (26/1).

Polling akhir LIDA 2020 menempatkan Puspa (Sumatera Barat) di posisi teratas disusul oleh Anis (Kalimantan Selatan), Mahrus (Maluku), dan Andari (Sulawesi Barat).

Sedangkan Nila (Bali) harus puas berada di posisi terendah dan mengharuskannya untuk menghentikan perjuangan di kompetisi LIDA 2020.

Malam nanti akan menjadi malam pembuktian bagi Grup 2 Tim Putih, yakni Ila (Sulawesi Selatan), Yoyo (Maluku Utara), Mayang (Lampung), Bulan (Kalimantan Tengah), dan Jordan (Kepulauan Bangka Belitung). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending