Connect with us

Film

‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Wakili Indonesia di Oscar 2020

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sejak rilis pada April silam dan sudah melanglang buana ke lebih dari 25 negara yang meraih penghargaan di berbagai festival. Film Kucumbu Tubuh Indahku kini bersiap menuju ajang festival film Internasional paling bergengsi.

Film garapan sutradara Garin Nugroho ini menuju Academy Awards atau Oscar tahun 2020 yang berlangsung di Dolby Theatre Hollywood, Amerika Serikat, pada 9 Februari 2020 mendatang.

Di ajang tersebut, film Kucumbu Tubuh Indahku mewakili Indonesia untuk kategori International Feature Film, atau yang dulu dikenal dengan Best Foreign Language Film. Film ini akan bersaing dengan film, seperti Parasite dari Korea Selatan dan Weathering With You dari Jepang.

“Setelah dilakukan penilaian dengan seksama, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, Indonesian Academy Awards 2019 menetapkan film berjudul Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia ke Academy Awards ke-92 untuk kategori International Feature Film,” ujar Sheila Timothy, selaku Sekretaris Komite Film Indonesia.

Penetapan ini dibacakan dan disaksikan oleh komite seleksi yang terdiri dari Christine Hakim, Lola Amaria, Lala Tymothy, Roy Lolang, Benny Setiawan, Benny Benke, Thoersi Agiswara, Reza Rahadian, Adi Surya Abdi, Mathias Muchus, Aliem Sudio dan Firman Bintang, dalam jumpa pers yang berlangsung di XXI Lounge Plasa Senayan, Jakarta, Selasa (17/9).

Dok. Fourcolour Films.

Garapan rumah produksi Fourcolours Films ini bercerita tentang seorang penari Lengger Lanang bernama Juno yang bisa tampil luwes meski ia seorang pria. Kisah Juno diceritakan dalam 3 masa, yaitu Juno Kecil, Juno Remaja, dan Juno Dewasa.

Juno Kecil terpaksa harus hidup sendiri sejak ditinggal ayahnya. Di tengah kesendiriannya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger. Tanpa diduga tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Sampai akhirnya Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai seorang penari Lengger.

Tari Lengger merupakan budaya asli Indonesia dari Banyumas, Jawa Tengah. Tarian ini dibawakan oleh lelaki yang mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Berlenggok dengan gemulai bak wanita sungguhan.

Kucumbu Tubuh Indahku mengalahkan 41 judul film lainnya dalam seleksi yang dilakukan komite yang dibentuk oleh Persatuan Produser Film Indonesia.

Christine Hakim yang menjabat sebagai Ketua Komite Film Indonesia menambahkan bahwa film itu dipilih karena memiliki paket lengkap.

“Kami sepakat memilih film Kucumbui Tubuh Indahku setelah melihat film itu sebagai sebuah karya lengkap. Film itu bukan hanya bahasa oral dan gambar saja, tetapi ada bahasa batin dan rasa,” jelas Christine Hakim. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

‘Jeritan Malam’ Bukan Sekadar Film Horor Berbiaya Mahal

Published

on

By

Sutradara Rocky Soraya diapit oleh para pemain utama film ‘Jeritan Malam’. Herjunot Ali (kiri), Cinta Laura dan Indra Brasco (kanan).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Keinginan rumah produksi Soraya Intercine Film untuk menutup tahun 2019 dengan film horor milenial, diwujudkan pada film berjudul Jeritan Malam.

Sutradaranya, Rocky Soraya, mempersembahkan karya bagi penikmat film horor Indonesia. Film Jeritan Malam tayang serentak di layar bioskop Tanah Air, mulai Kamis, (12/12).

Sebelum sampai kesana, Soraya Intercine Film terlebih dulu menggelar gala premiere film Jeritan Malam, di Bioskop XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (7/12).

Rocky Soraya menjelaskan bahwa film Jeritan Malam dibuat dengan sangat teliti. Mulai dari mencari sejumlah lokasi syuting terpisah, hingga pemilihan properti, berupa rumah, mobil, alat komunikasi disesuaikan dengan setting cerita aslinya, yakni tahun 1990-an.

“Itu yang membuat biaya pembuatan film ini menjadi mahal, meski tergolong film horor,” jelas Rocky Soraya.

Cukup beralasan kalau Rocky harus menghabiskan biaya yang lumayan besar untuk menghadirkan film Jeritan Malam.

“Ini bukan sekadar horor biasa, tapi yang memiliki kualitas kepada penonton film Indonesia. Apalagi penonton kita semakin hari semakin cerdas dan membutuhkan tontonan yang cerdas pula. Selain juga tetap menghibur,” tambahnya.

Salah satu target penonton film ini yang utama adalah kalangan milenial, yang juga aktif di media sosial. Apalagi, kisah dalam film ini diangkat dari cerita yang pernah tayang di applikasi Kaskus.

Untuk itu, Rocky Soraya menghadirkan pemain muda, seperti Cinta Laura Kiehl, Herjunot Ali dan Wingky Wiryawan sebagai pemeran utamanya.

“Jujur, salah satu alasan memasang Cinta Laura adalah karena fans base yang cukup besar. Begitu pula Herjunot Ali dan Wingky Wiryawan, memiliki jumlah fans yang besar. Mereka juga memiliki kualitas akting yang sudah tidak diragukan lagi,” jelas Rocky Soraya.

Film Jeritan Malam  berkisah tentang Reza (Herjunot Ali), seorang pemuda yang menerima tawaran pekerjaan di pelosok Jawa Timur. Di sana menempati mess perusahaan yang sudah dihuni oleh Indra (Wingky Wiryawan), dan Minto (Indra Brasco).

Siapa sangka mess tersebut merupakan rumah bagi penghuni gaib yang kerap menampakkan diri.

Menghidupkan Cerita

Bagi Cinta Laura, film Jeritan Malam menjadi film horor pertama dalam karirnya. Ia pun mengajukan alasannya berkenan menerima tawaran bermain dalam film horor Jeritan Malam.

“Salah satunya adalah faktor cerita. Saya sudah dengar dari Pak Rocky tentang ceritanya yang menurut saya memang sangat menarik. Ditambah suasana kerja yang sangat disiplin dengan aturan yang sudah seperti aturan main di Hollywood,” kata Cinta yang pernah bermukim di Amerika Serikat.

Herjunot Ali yang menghidupkan cerita.

Berbeda dengan Herjunot Ali, yang menjadikan Jeritan Malam sebagai film kesekian dalam karirnya.

“Tapi, di film ini tantangannya sungguh berbeda. Disini saya menjadi tokoh sentral, yang menghidupkan cerita. Ini berat. Semoga penonton puas,” ujar pemain film The Doll 2 ini. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Sutrisno Buyil)

Continue Reading

Film

MNC Pictures Rilis Poster Film Animasi Terbaru, ‘Titus – Mystery of The Enigma’ Siap Tayang

Published

on

By

Tim produksi dan dubber film animasi ‘Titus – Mystery of The Enygma’

Kabarhiburan.com, Jakarta – Karakter animasi Kiko, si anak ikan mas yang lincah dan riang bersama empat sahabat baiknya, sudah demikian melekat di benak keluarga Indonesia.

Serial animasi Kiko tayang di RCTI setiap Minggu pagi, sejak Februari 2016. Seiring dengan popularitas mereka, serial animasi ini telah melanglang buana ke 52 negara di dunia. Versi layar lebar pun ada, dengan judul Kiko In The Deep Sea.

Menyusul sukses Kiko, MNC Animation bersama MNC Pictures kembali melahirkan karakter baru dalam film animasi. Dialah Titus si Tikus yang akan beraksi dalam film animasi berjudul Titus – Mystery of The Enygma.

Sebelum tayang serentak di layar bioskop pada 9 Januari 2020 mendatang, poster dan trailer Titus – Mystery of The Enygma pun diperkenalkan di MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/12).

Kehadiran Titus akan semakin menguatkan eksistensi MNC Animation yang terus mendukung animasi lokal, karya anak bangsa.

“Jadi, kita sepatutnya bangga dan mendukung produk kita sendiri. Film ini menghadirkan konten animasi yang membawa unsur hiburan dan edukasi di dalamnya,” ujar Liliana Tanoesodibjo, selaku Chief Executif Officer MNC Animation.

Titus – Mystery of The Enygma menceritakan perjuangan detektif bernama Titus dalam memecahkan misteri. Titus selalu mengedepankan nilai-nilai kejujuran, persahabatan dan menolong antar sesama.

“Anak-anak pun diharapkan tidak mudah putus asa. Tapi tetap berjuang mengatasi setiap permasalahan dengan sebaik mungkin. Apabila perjuangan itu dilakukan dengan giat, dengan baik, pasti hasilnya baik,” ujar Liliana.

Tidak hanya mempersoalkan cerita, Liliana berhasil mewujudkan mutu produk animasi Indonesia yang mampu bersaing dengan produk animasi mancanegara.

Jebolan Indonesian Idol 2018, Glenn Samuel, dipilih menyanyikan soundtrack berjudul ‘Detektif Tikus’.

“Saya melihat potensi Indonesia, animasi lokal kita tidak kalah dengan internasional. Film Titus – Mystery of The Enygma, salah satunya,” tutur Liliana yang juga menciptakan soundtrack berjudul Detektif Tikus.

“Lagunya asyik, ceritanya bisa hidup dengan lagu itu. Saya bersyukur diberikan karunia untuk menciptakan lagu itu,” ujar Liliana yang memilih jebolan Indonesian Idol 2018, Glenn Samuel untuk membawakan soundtrack tersebut.

Film animasi ini didukung oleh para bintang yang bertindak sebagai pengisi suara. Mereka adalah Arbani Yasiz sebagai Titus, Ranty Maria sebagai Fyra, Lukman Sardi sebagai Bobit, Robby Purba sebagai Bulpan dan Jessica Tanoesoedibjo sebagai Jessica.

Aktor Arbani Yasiz mengisi suara Titus

Khusus untuk Titus – Mystery of The Enygma, MNC Animation menggarap gambar lebih detail dan terukur. Salah satunya, karakter Titus yang memperlihatkan bulu-bulu yang terlihat lebih alamiah.

“Ceritanya bagus dan semua karakter dalam film ini berasal dari budaya kita, meski pun setting-nya agak Eropa, karena film ini kelak akan menjelajah ke berbagai negara,” terang Titan Hermawan selaku Direktur MNC Pictures.

MNC Animation berharap Titus – Mystery of The Enygma bisa menyajikan tayangan animasi terbaik di layar lebar. Mereka juga berharap bisa menembus pasar industri film animasi internasional. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Sinema Wajah Indonesia SCTV Raih 3 Piala Terpuji Festival Film Bandung 2019

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – SCTV kembali membuktikan prestasinya lewat tayangan hiburan berkualitas, baik sinetron maupun FTV.

Bukti tersebut ditampilkan pada ajang Festival Film Bandung (FFB) 2019, yang berlangsung di Kota Baru Parahiyangan, Sabtu (23/11).

FTV Sinema Wajah Indonesia produksi Demi Gisela Citra Sinema, yang tayang di SCTV dinyatakan berhasil meraih tiga piala Terpuji dari sembilan piala yang diperebutkan untuk segmen televisi.

Ketiga penghargaan Terpuji dimaksud adalah:

1.Film Televisi Terpuji (Teman Waktu Kecil).

2.Penulis Skenario Terpuji (Teman Waktu Kecil).

3.Sutradara Terpuji (Cinta Bersemi Rantangpun Kembali).

Program Sinema Wajah Indonesia yang tayang di SCTV pada setiap awal bulan, memang merupakan salah satu program unggulan SCTV.

Kehadiran Sinema Wajah Indonesia terasa berbeda dengan FTV lainnya. Setiap judulnya selalu menyajikan berbagai kisah menarik yang sarat dengan nilai budaya, sosial serta kearifan lokal masyarakat Indonesia dengan kemasan yang tetap menghibur.

FTV Sinema Wajah Indonesia didukung kemampuan akting para pemain dan sejumlah kreator film handal Indonesia yang telah menyabet berbagai penghargaan film Indonesia. Hasilnya, pemirsa FTV Sinema Wajah Indonesia seperti menonton film layar lebar sesungguhnya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Istimewa))

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending