Connect with us

Musik

LAFF 2018, Tampilkan Sebelas Konser Cinta Dalam Satu Malam

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Februari sering diidentikkan sebagai bulan penuh cinta, sengaja dipilih Berlian Entertainment sebagai waktu yang tepat untuk  menggelar festival musik yang diberi nama  LAFF (Love And Fabulous Festival#February LAFFbanget. Total ada 11 konser musik yang akan tampil di LAF Festival dalam satu malam, digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta pada Sabtu (10/2) malam.

Managing Director Berlian Entertainment, Dino Hamid mengatakan LAF Festival 2018 memperkenalkan  sebuah konsep festival unik. Sebuah konser yang  menyuguhkan banyak kolaborasi para musisi lokal yang belum pernah ada  sebelumnya di Indonesia.

Kolaborasi tersebut  di antaranya  Yura dan Tuan Tuan yang berisi kolaborasi RAN, Reza Rahadian dan Teza Sumendra;  D’Essentials of Groove yang merupakan kolaborasi grup  Maliq & D’Essentials dan The Groove;  Thorn & Roses yang diisi kolaborasi  Jevin Julian x Random Brothers feat. Neonomora, RamenGvrl, dan Andini dan kolaborasi  NEV Plus Dea dan Sophia Latjuba.

Melalui LAF Festival pula  akan diperkenalkan  grup vokal Kahitna versi perempuan. Tentu saja formasinya pun berisi penyanyi perempuan cantik, seperti Ava Victoria, Radhini, Lala Karmela dan Mikha Tambayong. Mereka tergabung dalam grup vokal Kahitsna.

Ada pun musisi lokal lainnya adalah Raisa Handmade Experience, Andien Metamorfosa 2.0 dan Hening Taifun oleh Barasuara. Sedangkan  musisi internasional yang akan hadir  adalah Anne Marie  dan grup lawas The Brand New Heavies.

“Yang paling seru lagi,  akan menghadirkan new experience di LAF Festival dengan menghadirkan Live Movie Reality dengan judul  Di Antara Cinta & Guest List. Ini sebuah format movie yang bisa disaksikan secara live pada saat event berlangsung,” ujar Dino Hamid yang mengatakan sebagai yang kesebelas ini ada dalam format movie.

Semua akan  tampil menghibur penonton lewat  3 panggung dengan konsep dekorasi unik sesuai  nama panggungnya,  Love, Hope dan Passion. Masing-masing  panggung  akan diisi berdasarkan jenis musik yang akan ditampilkan. “Setiap performer akan menghabiskan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam untuk tampil di atas panggung menghibur penonton,” ujar Dino saat ditemui di CGV Cinema, Grand Indonesia, Rabu (17/1).

Menariknya, para penonton  LAF Festival 2018 dianjurkan mengenakan  dresscode. Terbagi dalam tiga warna, yakni  hitam, merah dan putih. Kalau  warna hitam dikhususkan bagi pria yang single, merah untuk perempuan yang single dan putih untuk penonton yang datang berpasangan. “Jangan lupa support LAF Festival dengan memakai dress code Men in Black, Woman in Red dan Couple in White,” anjur Christian Soeseno, selaku Managing Director Hype Festival.

Semua keseruan LAF Festival 2018, dapat Anda nikmati dengan membeli tiket LAF Festival melalui situs resmi Hype Festival, yakni di www.laffestival.com. Adapun harga tiket dibanderol sekitar Rp 850.000 untuk kelas Festival dan Rp 1.750.000 untuk kelas VIP. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Ria Prawiro Percayakan Lagu ‘Tetap Cinta’ Dinyanyikan Mark Pattie

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kentalnya rasa pop yang manis dengan sentuhan halus RnB soul dilantunkan Mark Pattie, serasa membawa pendengarnya kembali kepada cinta yang sejati.

Pria berdarah Ambon-Manado itu menyanyi dengan penuh perasaan saat membawakan single terbarunya, berjudul Tetap Cinta, pada Rabu, 16 Juni 2021 sore. Lagu ini diciptakan oleh seorang pencipta lagu legendaris, Ria Prawiro.

Sebagai penyanyi berciri khas RnB Soul, Mark Pattie berhasil mengatasi tantangannya, menyanyikan Tetap Cinta yang bernuansa pop dinamis.

“Sebagai penyanyi, aku berusaha membawakan lagu ini dengan gaya dan karakter aku untuk menyampaikan pesannya kepada pendengar, yaitu apapun yang terjadi tetap cinta,” ujar Mark Pattie dalam jumpa pers virtual, Rabu (16/7).

Itu sebabnya, Mark mengaku tidak kesulitan melakukan take vocal, sebab terlebih dulu sudah menyamakan ide dengan musisi lintas generasi, seperti Ria Prawiro.

Seperti diketahui, Ria Prawiro sudah malang melintang di industri musik Indonesia, sejak dekade 1980-an. Ia berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi senior. Sebut saja Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Dodo Zakaria, Aminoto Kosin dan masih banyak lagi.

Kini, Ria Prawiro melintas generasi dengan mempercayakan karyanya kepada penyanyi muda, Mark Pattie. Alasannya, Ria merasa karakter vokal Mark Pattie cocok dengan lagu Tetap Cinta.

“Aku berkarya aja, tanpa memikirkan market. Setelah lagunya jadi, barulah aku cari penyanyi yang pas. Ketemulah sama Mark,” ujar Ria Prawiro yang juga produser Khariza Production.

Mark Pattie

Ria Prawiro meyakini, melalui Mark Pattie, lagu Tetap Cinta akan bisa diterima generasi milenial sebab liriknya relate dengan kehidupan anak-anak muda.

“Saya senang masih bisa bekerja sama dengan penyanyi muda, sekaligus membuktikan musik telah mempersatukan dirinya dengan banyak rang lintas generasi.

“Mungkin saya tidak bergaul dengan mereka, tetapi musik membuat dekat hubungan saya secara lintas generasi,” jelasnya.

Di sisi lain, arranger Gihon Lohanda, yang sudah bekerja sama dengan Ria Prawiro selama 10 tahun belakangan, mengaku bahwa versi asli lagu Tetap Cinta sudah apik. Gihon hanya memoles musiknya sedikit lagi agar musik terdengar indah.

“Tetap pakai orchestra tetapi yang lebih simpel. Menurut aku, lagu ini enak didengar. Sekali saja didengar langsung nyantol,” ujar Gihon.

Lagu Tetap Cinta sudah bisa dinikmati di seluruh digital platform dan ratusan stasiun radio di Indonesia. Adapun video klip Tetap Cinta dapat ditonton di kanal youtube  Kariza Productions. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Gerald Situmorang Rilis Karya Terbaru ‘Saga’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musisi Gerald Situmorang karyanya yang terbaru berupa album mini (EP) berjudul Saga. Terdapat tiga lagu di dalam EP , dimulai dari single Tapak Tilas yang melukiskan kesedihan Gerald atas meninggalnya ompung boru (Nenek) tercinta pada tahun ini.

Setelah kepergian Neneknya, Gerald diceritakan kembali tentang perjuangan ompung doli (Kakek) dan Ompung boru-nya, yang berjuang sejak masa perang sampai bisa menghidupi keluarganya.

Kakek Gerald seorang Brigadir Jenderal TNI AD yang meninggal tahun 1960 pada di usia 42 tahun, meninggalkan nenek-nya yang masih berumur 27 tahun. Selanjutnya, nenek menghidupi 5 anak, termasuk ibu Gerald yang masih dalam kandungan.

Proses produksi Tapak Tilas, Gerald yang merupakan pemain bass grup musik Barasuara ini, melibatkan Marco Steffiano, rekannya di Barasuara.

Selanjutnya dalam membuat EP, Gerald dibantu oleh Sri Hanuraga pada piano, Rishanda Singgih pada bass dan Yandi Andaputra pada drum.

Formasi tersebut diperkuat oleh musisi asal India, Faiman Khan, yang memainkan alat musik santoor di single berikutnya. Audio engineer dipegang oleh Stevano, selaku mix engineer dan Ted Jensen menjadi mastering engineer.

Dari sisi artwork, Saga merupakan kolaborasi dari berbagai bidang, dimana drawings dikerjakan oleh Rukmunal Hakim, foto oleh Jatidiri Ono, serta styling oleh Melodya Lukita.

Lagu Tapak Tilas sudah bisa dinikmati sejak 11 Juni 2021 silam. Disusul dua lagu lainnya dalam EP Saga, akan diperkenalkan secara berurutan pada 17 Juni dan 25 Juni 2021 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Kolaborasi Danilla, Ramengvrl dan Marion Jola dalam Lagu ‘Don’t Touch Me’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Tiga penyanyi perempuan, yakni Danilla Riyadi, Ramen Girl dan Marion Jola melakukan debut kolaborasi. Lahirlah lagu terbaru berjudul Don’t Touch Me.

Menariknya, ketiganya datang dari latar belakang musik yang berbeda. Danilla dengan indie folk, Ramengvrl dengan rap hip-hop dan Marion Jola dengan pop R’nB, dijadikan satu dalam balutan aransemen yang enak didengar.

Apalagi, mereka juga menulis lirik lagu langsung, diangkat dari pengalaman masing-masing di posisi yang diremehkan sebagai perempuan. Kemarahan itulah yang mereka tuliskan di lirik lagu.

Dalam jumpa pers virtual, Marion Jola, misalnya, mengaku tidak ada tahun tanpa pelecehan. Susahnya, adalah bercerita, sehingga memilih diam.

“Pokoknya kami kerja kelompok untuk menulis lirik,” ujar Jola yang mengaku pertama kali menulis lirik,” ungkap Marion Jola, Kamis (10/6).

“Pengalaman-pengalaman itu dijadikan inspirasi gue dalam lagu Don’t Touch Me,” sambung Ramen, yang menuliskan lirik ke dalam bahasa Inggris.

“Mau-mau aja menuliskannya ke dalam Bahasa Indonesia, namun melihat konten ceritanya, aransemen musik, sepertinya lebih enak pake bahas Inggris,” jelas Ramen mengajukan alasan.

Sudah seharusnya perempuan memiliki self-worth, kepercayaan diri, dan kebebasan untuk membuat pilihan sendiri. Seperti itu mereka memaknai isi pesan dari single Don’t Touch Me.

Alunan musik pop dengan sentuhan swing sangat kentara, namun dengan kepiawaian mereka bertiga dalam memberikan harmonisasi dari ciri khas masing-masing membuat lagunya menjadi sinkron. Tidak berlebihan, tapi sangat relevan perpaduan vokal mereka dalam aransemennya.

Danilla, Ramengvrl dan Marion Jola memercayakan  Anton Ismael untuk menggarap video klip Don’t Touch Me.

Label yang menaungi mereka, Universal Music Indonesia resmi merilis Don’t Touch Me di berbagai platform musik digital pada Jumat (11/6).  (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending