Connect with us

Musik

Lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’, Anisa Rahman Raup Lebih dari 20 Juta Penonton

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Lagu Aisyah Istri Rasulullah memberi berkah sukses tersendiri bagi penyanyi yang membawakannya. Mantan backing vokal grup Sabyan Gambus yang kini bersolo karir, Anisa Rahman, sedang menikmati sukses tersebut.

Hanya dalam waktu dua minggu sejak menyanyikan lagu Aisyah Istri Rasulullah, Anisa Rahman sudah meraup penonton YouTube lebih dari 20 juta!

Jumlah ini masih akan terus bertambah, sehingga menciptakan rekor penonton dengan jumlah yang fantastis, di tengah gencarnya wabah corona tengah melanda Indonesia dan dunia.

Penyanyi berusia 25 tahun dan kelahiran Bekasi, Jawa Barat tersebut, memang memiliki vokal bercengkok melayu agak Arabik. Vokal demikian cocok menyanyikan lagu-lagu bernuansa religi.

“Harus disyukuri dengan cara meningkatkan kualitas diri,” ujar Anisa Rahman melalui rilis yang dikirim, Jumat (10/4).

Seperti diketahui, musik religi kian digemari masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk para milenial. Anisa Rahman menjadikan situasi ini sebagai berkah sekaligus tantangan.

Bulan Maret silam, para penggemar dan temannya meminta agar Anisa Rahman meng-cover lagu Aisyah Istri Rasulullah.

“Langsung kami coba rekam sama Mas Ega sekaligus bikin videoklipnya. Kemudian kami pasang di YouTube, ternyata responnya luar biasa. Dalam tempo sehari sudah 1 juta orang menonton video tersebut,” ujar Anisa Rahman.

“Alhamdulillah banget. Saya, Mas Ega dan Mas Bobby gak nyangka sampai begitu. Saya mengucapkan terima kasih kepada penggemar dan teman-teman yang menyukai lagu ini, sehingga mendapatkan viewers sampai 20 juta lebih,” jelas Anisa sumringah.

Anisa Rahman merupakan penyanyi pertama yang meng-cover lagu Aisyah Istri Rasulullah. Jejak Anisa kemudian diikuti oleh penyanyi lain.

“Kami dari HP Music telah mendapatkan izin untuk menyanyikan lagu ini, istilahnya telah mengantongi legal formal dari penciptanya, Razif Projector Band dan Mr. Bie dari Malaysia,” ujar Bobby Anugrah, selaku Eksekutif Produser HP Music.

“Keberhasilan Anisa menggaet jumlah penonton yang begitu besar dalam dua kinggu, membuktikan lagu ini diterima masyarakat Indonesia,” imbuh Bobby Anugrah yang juga menaungi para penyanyi papan atas, seperti Iis Dahlia, Devano Danendra, Ivan Gunawan dan Nicky Astria.

Hal senada diungkapkan Anisa Rahman, yang melejitkan namanya lewat lagu Lawkana Baynanal Habib dengan gubahan syair dari KH. MD Ubadilah (2019).

“Selain musiknya yang easy listening, liriknya juga sangat menyentuh hati. Saya aja sampai mau nangis pas rekaman. Gak kebayang Rasulullah dengan istrinya, Aisyah, seperti itu,” jelas Anisa Rahman.

Ia berharap, lagu ini menjadi pelajaran yang baik buat semua perempuan di dunia, terlebih bagi mereka yang sudah berumah tangga.

“Benar-benar menginspirasi sekali buat saya pribadi. Semua lirik lagu itu berdasarkan hadist-hadist Nabi, bukan karangan orang semata,” ungkat Anisa Rahman.

Sukses lagu Aisyah Istri Rasulullah tidak membuat Anisa cepat berpuas diri. Anisa ingin melanjutkan suksesnya dengan lagu hits berikutnya, yakni single berjudul Berakhir Dalam Taubat.

Lirik dan musiknya digarap oleh Ega HQ, gitaris band Blackout. Video klip lagu tersebut sudah tersedia di Channel YouTube HP Music. Audionya dapat diunduh melalui i-Tunes, Joox dan Spotify. Tersedia pula RBT-nya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Resmi Dirilis, Lagu ‘Rindu Ini’ Milik Mendiang Chrisye

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Karya mendiang Chrisye masih bisa dinikmati hingga saat ini. Bahkan, masih ada karyanya berupa sebuah lagu yang belum pernah dirilis. Lagu yang dimaksud berjudul Rindu Ini.

Lagu ciptaan Tito Soemarsono dan Cecep tersebut selesai almarhum rekam pada tahun 1992. Selama 28 tahun tersimpan, sehingga lagu Rindu Ini dinyatakan sebagai ‘Harta Karun dari Chrisye yang Tersimpan Berpuluh Tahun’.

Kemudian Musica Studios berinisiatif akan merilis lagu Rindu Ini, pada September 2020, bertepatan dengan bulan kelahiran Chrisye.

Rindu Ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati kepada pasangannya dan senantiasa merindukannya. Meskipun ada cerita sedih di masa lalu, namun dia tetap tulus mencintai sang kekasih hingga akhir hayatnya.

“Lagu Rindu Ini diciptakan dengan menggunakan balutan teknologi keluaran awal tahun 1990-an yang terbilang modern pada masanya. Jika diperdengarkan dengan seksama, aransemen dan musiknya masih relevan dengan zaman sekarang,” ujar Dwiki Dharmawan selaku produser, Sabtu (26/9).

Indrawati Widjaja selaku Executive Producer dari Musica Studios menjelaskan alasan kenapa Rindu Ini belum dirilis pada 1992, yakni proses untuk pemilihan lagu andalan pada masa itu tidak mudah. Perlu pertimbangan yang matang untuk memasukkan lagu andalan ke dalam rangkaian album selanjutnya.

“Demikian juga dengan lagu Rindu Ini. Lagu ini adalah salah satu lagu yang saat itu diunggulkan dan masih tersimpan rapi sampai saat ini. Musica baru memutuskan untuk mengeluarkan lagunya sekarang karena lagu ini dirasa memiliki materi bagus dan tetap bisa dinikmati oleh pencinta musik saat ini,“ ujar wanita yang akrab disapa Ibu Acin.

Lagu Rindu Ini dari Chrisye bisa dinikmati pada tanggal 25 September 2020 di Spotify, YouTube dan seluruh digital platform. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Langkah Pasti Minola Sebayang Angkat Musisi Karo ke Kancah Musik Indonesia

Published

on

By

Suasana konser ‘Karo Memanggil Kami Hadir’ berlangsung di Resto Toba Dream, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Kabarhiburan.com – Selain kesibukan sebagai pengacara kenamaan,  Minola Sebayang masih menaruh perhatian besar kepada perkembangan budaya, terutama pada pelaku seni dan musisi Tanah Karo, Sumatera Utara, sejak belasan tahun silam.

Minola kini melangkah lebih jauh lagi dengan membentuk MSP alias Minola Sebayang Project, sebagai wadah untuk mengorbitkan musisi Tanah Karo ke industri musik Tanah Air.

Salah satu caranya, MSP menggagas acara musik berjudul  Karo Memanggil Kita Hadir, di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Sebuah konser live streaming di kanal YouTube Toba Dream TV, menampilkan empat penyanyi berbakat dari Tanah Karo, yakni Maharani Tarigan, Mey Permata Tarigan, Rainson Surbakti dan Trisna Key. Mereka menunjukkan penampilan terbaiknya dalam membawakan lagu-lagu yang akrab di telinga pendengarnya.

“Keempat penyanyi ini punya talenta yang besar dari Karo. Saya ingin mengangkat nama Karo di pentas musik Indonesia,” ujar Minola, yang ditemui seusai acara.

Minola Sebayang (kedua dari kanan) diapit oleh para penyanyi asal Tanah Karo yang diorbitkan.

Minola Sebayang mengaku optimistis, bakat besar yang dimiliki keempat penyanyi tersebut akan mengangkat nama musisi asal Karo semakin dikenal di jagat musik Indonesia.

“Artis Karo punya talenta besar di musik yang tak kalah dengan musisi lain. Sekarang saya mencoba membawa mereka berkiprah di musik tingkat nasional,” ujar Minola yang berjanji akan membuka kerjasama dengan musisi Indonesia demi mengangkat nama Karo.

“Saya telah bekerja sama dengan Rieka Ruslan dalam proyek ini. Termasuk juga dengan Viky Sianipar, seperti pada acara konser streaming ini. Semoga ke depan musisi dari Tanah Karo bisa bersaing dan diakui di musik Indonesia,” pinta Minola.

Minola juga menyebutkan, tekadnya untuk membesarkan nama Karo di musik Indonesia itu sudah dilakukannya sejak tahun 1999. Hingga kini, Minola terus konsisten memperjuangkan nama Karo di musik.

Baginya, untuk membangun Karo tidak harus menjadi pemimpin, misalnya menjadi kepala daerah terlebih dahulu.

“Sebagai seorang putra daerah pun, saya harus bisa membawa nama harum Tanah Karo di banyak bidang. Salah satunya adalah bidang seni, seperti kita tahu, Karo adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan seni budaya sendiri,” pungkas Minola Sebayang. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Istimewa))

Continue Reading

Musik

Duta Provinsi Jambi, Jawa Barat dan Maluku Utara Tampil di ‘Konser Menuju Puncak’

Published

on

By

Meli (Jawa Barat) menduduki tempat teratas di antara 3 grand finalis LIDA 2020.

Kabarhiburan.com – Indosiar akan menggelar Konser Menuju Puncak LIDA 2020, pada hari Sabtu, 26 September 2020 LIVE pukul 20.00 WIB.

Konser tersebut menampilkan tiga Duta Provinsi sebagai Grand Finalis yakni Meli (Jawa Barat), Hari (Jambi) dan Gunawan (Maluku Utara).

Untuk itu, pemirsa dapat mengirimkan dukungan sebanyak-banyaknya melalui SMS dengan format LIDA (spasi) Nama Duta Provinsi kirim ke 97288.

Ketiganya memastikan diri akan memperebutkan hadiah total senilai Rp 1 Miliar dan piala bergilir bagi provinsi kebanggannya, setelah mengalahkan 67 duta lainnya dari 34 provinsi di Indonesia. Termasuk memutus langkah Wulan (Banten) pada babak Top 4 Result Show, Kamis (24/9) malam.

Konser Top 4 tersebut dipandu oleh Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Rizky Billar, Rara LIDA, dan Jirayut DAA. Keempat Duta Provinsi menerima tantangan berduet dengan Dewan Juri, yakni Soimah, Dewi Perssik, Inul Daratista, dan Nassar.

Wulan (kiri) tersisih di Konser TOP 4 LIDA 2020

Kompetisi dibuka oleh penampilan Wulan berduet dengan Inul Daratista, menyanyikan lagu Madu Tuba sukses membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation.

“Wulan, penampilan kamu dengan Mbak Inul sukses, keren banget. Kamu tidak terlihat minder, sehingga dapat saling mengimbangi. Semoga warga Banten mengirimkan dukungan SMS untuk kamu sebanyak-banyaknya,” pinta Soimah.

Duet apik juga disuguhkan Gunawan dan Soimah yang menampilkan mashup lagu berjudul Baca dan Jagad Anyar Kang Dumadi. Seluruh Dewan Juri pun memberikan standing ovation bagi Gunawan dan Soimah.

Suasana konser Top 4 LIDA 2020 Result Show semakin meriah oleh kehadiran lagu Mari Berdendang, persembahan Hari dan Dewi Perssik.

Hari (Jambi) terbilang istimewa, lantaran berduet dengan dua dewan juri, yakni dengan Dewi Perssik dan Lesti DA.

Seluruh Dewan Juri memuji duet tersebut. Bahkan Lesti DA mengajak Hari berduet menyanyikan lagu yang sama, juga sukses membuat cemburu Rizky Billar.

Tentu saja, Meli tidak mau kalah dari ketiga pesaingnya. Gadis dari ranah Sunda ini pun berupaya tampil maksimal saat berduet dengan Nassar, menyanyikan lagu Gejolak Asmara. Hasilnya, Meli sukses mencuri hati seluruh hati Dewan Juri.

Keempat Duta Provinsi telah berupaya tampil dengan maksimal, namun dukungan yang dikirimkan pemirsa melalui SMS menjadi penentu nasib mereka di panggung LIDA 2020.

Perolehan akhir polling LIDA 2020 menempatkan Meli di posisi teratas, disusul oleh Hari dan Gunawan. Sementara Wulan (Banten) berada di posisi terendah. Itu artinya, Wulan gagal melaju ke babak Grand Final LIDA 2020. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-Foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending