Connect with us

Selebritas

Lagu ‘Ikan Asin’ Bikin Tessa Mariska Merasa Ditinggal Barbie Kumalasari

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Kasus ‘ikan asin’ yang sempat ramai diperbincangkan pada pertengahan Juli silam, kini kembali menghangat. Kali ini lagu berjudul Ikan Asin malah berujung somasi.

Somasi dilayangkan oleh Nurdiansyah alias Dian, mantan band dangdut G4UL melalui kuasa hukumnya, Gus Bejo, terhadap penyanyi Tessa Mariska dan Barbie Kumalasari, Selasa (12/11) silam.

Dalam somasinya, Dian mengaku sudah membuat lagu berjudul Ikan Asin sesuai pesanan Tessa Mariska dan Barbie Kumalasari, namun kelanjutan proyek lagu tidak jelas sampai saat ini.

Akibat ulah Tessa Mariska dan Barbie Kumalasari, telah menciptakan kerugian bagi Dian, berupa kerugian materil dan immaterial, total sebesar Rp 200 juta.

Salah Alamat

Somasi dari Dian menjadi pangkal persoalan bagi Tessa Mariska. Pelantun Kesihir Cinta ini lalu meminta bantuan hukum kepada pengacara, Henry Indraguna.

Henry mengatakan bahwa somasi Dian terhadap Tessa Mariska, sebagai somasi yang salah alamat.

“Menurut kami, somasi tersebut tidak ada relevansinya terhadap klien kami. Somasi harusnya dilayangkan kepada Barbie Kumalasari. Bukan kepada klien kami,” ujar Henry yang ditemui di kantornya, kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat, Senin (18/11).

Henry menunjukkan kesalahan penulisan pada surat somasi yang dilayangkan Dian.

Henry mendasarkan pendapatnya pada surat somasi yang diterima Tessa Mariska.

“Disitu sudah jelas tertera bahwa Tessa hadir dalam sesi rekaman. Oleh sebab itu somasi yang dilayangkan kepada Tessa amatlah keliru,” ujar Henry.

Henry juga menemukan berbagai kesalahan penulisan pada surat somasi dari Dian, seperti penulisan nominal kerugian.

“Dia menulis Rp 3 miliar, tetapi di dalam kurung ditulis Rp 3 juta. Mana yang benar?,” ujar Henry yang menilai kuasa hukum Dian membuat kesalahan lain.

“Kenapa tiba-tiba ada angka (kerugian immateril) Rp 100 juta untuk ciptakan lagu, padahal tidak ada kesepakatan sebelumnya. Dari mana angka itu?” ujar Henry mempertanyakan.

Henry pun meminta agar Dian dan kuasa hukumnya, membuat pernyataan mohon maaf melalui  media massa.

“Klien kami sangat terbuka untuk memaafkan, kok. Tapi kalau tidak dilaksanakan dalam 3 kali 24 jam, maka kami akan layangkan somasi. Kasus ini telah membuat klien kami dirugikan harga dirinya,” tegas Henry.

Diantara Dua Sahabat

Bagi Tessa Marsika, kasus ini membuat dirinya merasa ditinggal sendirian oleh sahabatnya, Barbie Kumalasari. Niatnya ingin berduet dalam sebuah lagu yang diciptakan oleh Dian, malah berujung somasi.

Tessa Mariska merada ditinggal sendirian oleh Barbie Kumalasari.

Berawal dari ide Barbie yang ingin berduet dengan Tessa Mariska, justru membuatnya bernyanyi seorang diri saat sesi rekaman tiba.

“Barbie di bulan Agustus bilang ‘ya sudah Tessa saja yang nyanyiin. Aku enggak usah’, kata dia begitu. Padahal, lagu bertema Ikan Asin merupakan keinginan Barbie sebelumnya,” ujar Tessa, yang sudah bersahabat dengan Barbie Kumalasari selama belasan tahun. Begitu pula dengan Dian, Tessa bersahabat selama belasan tahun pula.

“Dia (Barbie) mau duet dengan saya. Lalu, nanya ke saya. Apakah ada orang yang bisa ciptain lagu? Nah, saya kenalkan ke Dian,” kenang Tessa.

Tessa bertambah bingung, lantaran dirinya ikut disomasi Dian.

Tessa juga tidak tahu menahu, asal muasal kerugian yang diklaim Dian. Pasalnya tidak ada kesepakatan tertulis terkait nominal.

Hanya saja, Tessa dan Barbie sudah memberikan sejumlah uang kepada Dian. Uang tersebut sebagai tanda jadi dirinya akan rekaman di sebuah studio.

“Saya transfer Rp 2 juta untuk sewa studio, sedangkan dari Barbie Rp 3 juta,” pungkas Tessa. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selebritas

Mediasi Gagal, Persidangan Dugaan Wanprestasi Astrid Melawan Baim Wong Berlanjut

Published

on

By

Astrid (kedua dari kiri) didampingi kuasa hukumnya, Ristan Simbolon, Didit Wijayanto dan Erdiana.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Upaya mediasi selama 2 kali 30 hari yang diberikan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bogor kepada para pihak yang berseteru, Astrid selaku CEO QQ Production dan Baim Wong dan Lucky Pradana, rupanya menemui jalan buntu.

Dengan demikian, persidangan dugaan wanprestasi yang dilaporkan Astrid di Pengadilan Negeri Kota Bogor terhadap Baim Wong dan Lucky Pradana, memasuki tahap baru.

“Persidangan ini jalan terus. Saya siap menghadapinya apa pun yang terjadi,” ujar Astrid didamping tim kuasa hukumnya, Didit Wijayanto, Ristan Simbolon dan Erdiana, yang ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Mereka sepakat untuk melanjutkan saja persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Kota Bogor, Jawa Barat, besok, Rabu (11/12) dengan agenda: Jawaban para tergugat.

Astrid menyayangkan upaya perdamaian melalui mediasi di pengadilan tidak membuahkan berhasil. Padahal, pada kedua belah pihak sudah sepakat damai, meski tidak menyebutkan nilai nominal sebagai kompensasi yang akan diberikan Baim Wong kepada Astrid.

“Hanya saja, janji tersebut tidak kunjung direalisasikan,” ujar Astrid yang mengembalikan kebenaran serta keadilan kepada Majelis hakim, selain berserah kepada Tuhan yang Maha Esa.

Senada dengan kliennya, Didit Wijayanto menilai sikap Baim yang tak kunjung menandatangani kesepakatan ganti rugi kepada Astrid.

“Mereka sedang melakukan upaya tricky atau licik, untuk tidak melaksanakan kesepakatan dan membayar sejumlah ganti rugi tersebut,” ujar Didit.

Seperti diberitakan sebelumnya, Baim Wong dan Lucky Perdana dilaporkan oleh CEO QQ Production, Astrid. Dia dituduh melanggar kontrak kerja hingga menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Kasus ini bermula dari adanya kerja sama antara Baim Wong dengan manajemen artis QQ Production untuk sebuah tugas jadi caleg dari salah satu partai politik. Hanya saja, di tengah jalan Baim Wong dan Lucky Perdana dianggap tidak menepati janji atau kesepakatan.

Astrid lalu melayangkan surat gugatan dugaan wanprestasi terhadap Baim Wong digugat dengan total kerugian lebih dari Rp100 miliar oleh Astrid. Sementara Lucky Perdana digugat sekitar Rp50 miliar. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Tidak Terima Dituding Pelakor, Ratu Meta Laporkan Kakak Mantan Istri Siri Eddy Faisal

Published

on

By

Ratu Meta diapit tim kuasa hukumnya dari Henry Indraguna & partners.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Penyanyi dangdut Meta Nurmalasari alias Ratu Meta mendatangi Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/11) sore. Ia didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna.

Ratu Meta melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang menimpa dirinya, lewat akun instagram milik kakak mantan istri siri Eddy Faisal.

“Ratu Meta  melaporkan satu akun yang diduga menyerang kehormatannya,” ujar Henry Indraguna usai membuat laporan.

Henry mengatakan, dugaan pencemaran nama baik dilakukan kakak dari mantan istri siri Eddy Faisal. Lewat  akun Instagram @f2438, telah menuding Ratu Meta sebagai penyebab keretakan rumah tangga sang adik dan Eddy Faisal.

“Kata-katanya yang sungguh sangat keterlaluan. Klien kami dibilang pelakor, dituduh lagi munafik, buka tutup hijab,” ujar Henry membacakan beberapa kalimat yang ditulis kakak mantan istri siri Eddy Faisal di akun Instagram.

Henry menambahkan, sebenarnya telah berulangkali memperingatkan sang pemilik akun di kolom komentar agar jangan membully lagi.

“Akan tetapi terus saja dia menyerang,” imbuh Henry yang melaporkan dugaan pelanggaran Pasal  27 ayat (3) juncto 45 UU ITE, dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun penjara,” imbuhnya.

Bagi Ratu Meta, tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal, lantaran Eddy Faisal sudah berpisah dari istri sirinya tersebut, saat Ratu Meta memutuskan menikah dengan Eddy Faisal.

Atas dasar keterangan tersebut, Ratu Meta bersama Henry Indraguna lantas melaporkan ucapan adik mantan istri siri Eddy Faisal yang dianggap telah melakukan pencemaran nama baik.

“Jadi gimana kalau dikatakan pelakor? Itu harus dibuktikan. Apabila tidak bisa dibuktikan, masuklah ranahnya menyerang kehormatan,” kata Henry. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Selebritas

Polemik ‘Ikan Asin’ Berlanjut, Tessa Mariska Layangkan Somasi Kedua

Published

on

By

Tessa Mariska diapit kuasa hukumnya, Henry Indraguna & partners.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tenggat waktu selama 3 x 24 jam pada somasi terdahulu telah habis, pedangdut Tessa Mariska lalu melayangkan somasi kedua terhadap mantan personel band dangdut G4ul, Nurdiansyah alias Dian Gaul.

Melalui Henry Indraguna selaku kuasa hukumnya, Tessa Mariska menjelaskan alasan melayangkan somasi kedua untuk Dian Gaul.

“Kami kirimkan somasi yang kedua kepada saudara DG (Dian Gaul) per hari ini,” ujar Henry Indraguna yang ditemui di kantornya, Kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat, Senin (25/11).

“Ini teguran kedua, setelah somasi pertama sampai hari ini, belum ada tanggapan,” imbuhnya.

Tessa Mariska memberikan waktu selama 3 x 24 jam untuk menjawab somasi yang kedua ini.

“Jika tidak diperhatikan, kita upayakan hukum, dengan laporan dugaan penyerangan kehormatan dan disertai fitnah yang dilakukan di media massa, seperti diatur dalam 27 Ayat (3) jo Pasal 45 UU ITE, kami akan laporkan ke Mapolda Metro Jaya,” pungkas Henry.

Henry menambahkan bahwa materi somasi yang dilayangkan, masih sama dengan materi somasi pertama.

“Intinya, agar DG bikin pernyataan minta maaf di media massa atau mediasi. Tolong kontak kami, lalu kita cari solusi,” ujar Henry, yang membenarkan bahwa Tessa Mariska sebagai korban dalam proses pembuatan lagu Ikan Asin, ciptaan Dian Gaul, Agustus silam.

“Saya sudah melaksanakan semua yang diminta, tapi saya malah ikut disomasi DG. Ini tidak adil dan melanggar kehormatan saya,” ujar Tessa Mariska.

Tessa Mariska mengatakan, dirinya diminta berduet oleh Barbie Kumalasari (BK). BK yang menelepon DG agar dibuatkan lagu yang akan dinyanyikan duet BK dan Tessa Mariska.

“BK juga yang menyebut judulnya, Ikan Asin. Saya hanya mengikuti. Makanya kalau dibilang korban, sayalah yang korban,” ujar Tessa Mariska. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending