Connect with us

Musik

Lagu Lagu Cover Version Ampuh Untuk Anak Zaman Millennial

Published

on

Lagu ‘l Will Always Love You’ yang ngetop top itu,  disenandungkan  Whitney Houston dalam soundtrack film ‘Bodygiard hingga kini masih terdengar dan di on air kan oleh banyak stasiun radio —- ternyata masih ampuh untuk para penikmat musik di zaman millennial ini untuk  dinikmati.

Sejatinya, lagu tersebut sudah lahir dari awal di bawakan oleh artis Dolly Parton. Terasa, lagu tersebut, lebih populer saat di buat cover version atau cover song, ketimbang yang aslinya.

Setidaknya, itulah yang diutarakan oleh Rahayu Kertawiguna, selaku produser Nagaswara sebagai pembicara dalam Semiloka 2017 sesi tema ‘Plus Minus Musik Cover Version’ —- yang selenggarakan oleh Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan PWI Jaya di Wisma Agra Mulya, Cisarua, Puncak Bogor Selasa (12/12)

Sejauh ini, urai Rahayu, soal tentang perbedaan cover version dengan plagiat, kentara jelas. Menurutnya,  Membawakan sebuah karya orang Iain tapi tidak mengakui atau mengklaim bahwa karya itu miliknya, bisa disebut, karya seperti itu disebut  Cover Version.


Sedangkan Plagiat, lanjut Rahayu lagi,  membuat suatu karya dari menjiplak, baik itu keseluruhan maupun sebagian dari karya orang Iain dan mengaku akui, bahwa karya tersebut sebagai karya miliknya sendiri, “ Nah yang seperti ini, disebut plagiat, “ tegasnya.

Untuk urusan hukumnya atau pelanggaran hak cipta — menyanyikan lagu cover version tentu tak melanggar hak cipta. Jika sejauh itu bukan untuk tujuan komersial. Akan tetap, sang pembuat, seyogyanya harus mencantumkan nama dari pencipta lagu atau mencantumankan pemagang hak cipta ( dalam hal ini produser atau publising,red)  untuk mendapatkan izin lisensinya.

Contoh cover version lainnya yang sempat bertaburan di layar televisi dan kini masih terdengar di radio radio  —- seperti Lagu ‘Baik-Baik Sayang’, ‘Cari Jodoh’ dan ‘Aku Bukan Bang Toyib’ dari group band Wali sempat dibuat cover version yang dinyanyikan oleh Fabrizio Faniello, penyanyi asal Malta berdarah Italia di tahun 2010-2012.

“Lagu tersebut juga disadur dalam versi bahasa inggris, diedarkan di Eropa dan mencetak hits di pasar musik Eropa, “ ungkapnya bangga.

Selain Rahayu Kertawiguna, acara Semiloka dengan tema Plus Minus Musik Cover Version ini  dipandu moderator Rosihan ‘Hance’ Nurdin, juga menghadirkan para pembicara lainnya, yaitu Hari Koko Santoso (Deteksi Karya Utama), Muhammad Roem Aziz (KFC Musik) dan Seno M. Hardjo (Target Pop dan Target Pro), serta Agi Sugiyanto (Pro Aktif), yang membahas lebih dalam lagi plus minus musik cover version (MN/KH/foto dok KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Aldiv Persembahkan Single ‘Tuhan Kirimkan Hatimu’ bagi Penikmat Musik Indonesia

Published

on

By

Aldiv rilis lagu ‘Tuhan Kirimkan Hatimu’.

Kabarhiburan.com – Hanya perlu waktu lima pekan bagi solois muda, Aldiv, untuk menghadirkan dua karya terbaru bagi penikmat musik Indonesia.

Setelah merilis Tinggalkan Rasa, yang mengisahkan cintanya tak berbalas sepenuh hati, pada 21 Januari 2020 silam, Aldiv kini terobati hatinya melalui lagu terbaru berjudul Tuhan Kirimkan Hatimu.

Aldiv memperkenalkan lagu Tuhan Kirimkan Hatimu, karya komposer Badai tersebut melalui Dumeca Records, di Hard Rock Café, Jakarta, Selasa (2/3).

“Liriknya bertemakan romantis, menceritakan kekaguman seorang lelaki kepada perempuan yang tulus memberikan cintanya. Lirik dan nadanya easy listening,” ujar Aldiv.

Lagu ini memuat komposisi sederhana tapi enak didengarkan. Petikan gitar akustik serta piano yang terdengar empuk, lirik yang romantis, berbalut harmoni vokal yang hangat.

”Ketika diminta untuk menggarap lagu untuk Aldiv, pertama kali yang saya lakukan adalah menyelami karakter vokal Aldiv. Baru saya carikan tema lagu. Bagi saya, yang namanya tema, lirik dan notasi harus pas, juga klop untuk sang penyanyi,” jelas Badai.

Aldiv diapit oleh Badai dan Ferry Ardiansyah.

Ferry Ardiansyah selaku Executive Producer sekaligus Founder Dumeca Records, mengaku mendapat kejutan tak terkira. Ia tidak menduga kalau lagu Tuhan Kirimkan Hatimu memiliki keterkaitan dengan single Tinggalkan Rasa.

“Saya pikir, walaupun masing-masing lagu memiliki kisah tersendiri, namun kedua single ini bisa dijadikan plot cerita, semacam webseries,” jelas Ferry Ardiansyah.

Wajar saja kalau Ferry Ardiansyah bersama Dumeca Records, mengaku optimis Aldiv akan memberi kontribusi positif bagi kemajuan industri musik Tanah Air.

“Dengan dukungan karya yang bagus dari para komposer hebat, kehadiran Aldiv dapat diterima pasar musik Indonesia,” ujar Ferry.

Seperti diketahui, single perdana Tinggalkan Rasa yang sudah mengudara di berbagai radio di Indonesia, telah mendapat respon positif dari penikmat musik Tanah Air.

Apresiasi positif juga datang dari ranah media sosial. Lebih dari 80 video cover single Tinggalkan Rasa yang diunggah ke kanal YouTube dengan berbagai genre.

Semangat tersebut telah menginspirasi Dumeca Records untuk menyediakan hadiah menarik berupa uang tunai bagi lima terbaik pada ajang lomba cover song Tinggalkan Rasa. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Dumeca Records)

Continue Reading

Musik

Anak Muda Banyumas Persembahkan Lagu ‘Sahabat Sejatiku’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Genap setahun sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia, pada 2 Maret 2020 silam. Sejak saat itu pandemi virus menjadi momok menakutkan bagi semua orang, termasuk di dunia hiburan.

Beruntung, kreativitas selalu menemukan jalannya, sehingga pelaku seni terus menyemai karya. Salah satunya dari kalangan anak muda di Kabupaten Banyumas, yakni Ayu Sasmita, Rizzona Brillia, Jovita Daniswara,  Galih Putra Banyumas, Latif Setiawan, Eru Leonardo dan Galih Karuniawan. Mereka meluncurkan lagu anak-anak bertajuk Sahabat Sejatiku.

Lagu yang dinyanyikan Rizzona Brillia ini menceritakan tentang persahabatan dua anak yang dipisahkan oleh jarak. Menariknya, lagu ini dibungkus dengan sentuhan irama gamelan yang enak didengarkan, garapan Galih Putra Banyumas.

“Sentuhan etnik dalam lagu Sahabat Sejatiku merupakan cerminan bahwa anak muda Banyumas mampu membuat musik yang bagus, tanpa meninggalkan nilai budaya di dalamnya,” ujar Galih Putra Banyumas, selaku arranger, dalam keterangannya, Selasa (2/3).

Ayu Sasmita berharap, melalui lagu ini, Banyumas sebagai kabupaten yang kaya akan nilai seni dan budayanya, akan muncul sebagai lakon baru di blantika musik Nasional,

“Kami merasa optimis dapat bersaing dengan pelakon musik muda di ibukota,” ujar Ayu Sasmita yang sudah menekuni karir di dunia hiburan Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Kolaborasi Bersama Iwan Fals di Panggung ‘Semarak Indosiar’, Rara Lida Kenang Momen Ini

Published

on

By

Rara Lida (Foto: Instagram raralida)

Kabarhiburan.com – Tiara Ramadhani yang akrab disapa Rara Lida, turut memeriahkan panggung Semarak Indosiar, Senin (1/3) malam ini pukul 20.30 WIB.

Di panggung tersebut, peraih juara kedua di ajang Lida 2018 ini berkolaborasi bersama legenda musik Indonesia, Iwan Fals. Tentu saja, mereka akan menyanyikan lagu-lagu karya Iwan Fals yang terkenal itu.

“Enggak nyangka, bisa berkolaborasi dengan beliau, bareng teman-teman lainnya,” ujar Rara dengan wajah sumringah, pada jumpa pers virtual, Senin (1/3) petang.

Ini kesempatan kedua bagi Rara tampil bersama Iwan Fals. Sebelumnya, keduanya juga berkolaborasi di panggung D’Star (2019). Panggung tersebut memberikan kesan mendalam bagi Rara.

Apa itu? Masih segar di ingatan Rara, saat tangannya dicium Iwan Fals di panggung D’Star tersebut.

“Padahal bisa sepanggung saja dengan beliau, saya sudah bersyukur banget. Ini sampai dicium tangan. Buat Rara, sangat istimewa dan membuat semakin kagum dan menjadi motivasi tersendiri buat Rara. Insya Allah bisa memacu semangat Rara dalam meniti karir,” ujar runner up D’Star 2019 ini.

Di panggung Semarak Indosiar, kesempatan sepanggung dengan Iwan Fals datang lagi. Rara pun akan memanfaatkan kesempatan ini untuk tampil sebaik mungkin.

“Yang pasti, fokus menghafal lagu-lagu Iwan Fals sudah sejak beberapa hari lalu. Masih banyak lagu-lagu beliau pernah Rara dengar. Di antaranya, ada lagu yang akan diubah genrenya menjadi dangdut,” jelas Rara yang menyukai lagu Dongeng Sebelum Tidur milik Iwan Fals. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending