Connect with us

Musik

Lagu ‘Mawar Putih’ dari Rana (Sumatera Barat) Bikin Fildan Luluh

Published

on

Lagu Mawar Putih dari Rana berhasil raih empat standing ovation.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Empat bakat dangdut terbaik telah mewakili provinsinya tampil dalam Konser LIDA 2020 Top 44 Grup 5, yang berlangsung pada Rabu (26/2).

Mereka adalah Andari (Sulawesi Barat), Defri (Riau), Keket (Nusa Tenggara Timur) dan Rana (Sumatera Barat), berupaya tampil sebaik mungkin untuk mencuri perhatian Dewan Juri dan pemirsa Indosiar, demi meraih polling LIDA terbanyak, kunci menuju babak selanjutnya..

Rana Safira memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan berhasil. Duta Sumatera Barat ini langsung melejit, raih empat standing ovation dari Dewan Juri, usai mempersembahkan lagu Mawar Putih.

Terlebih Fildan DA, begitu terpukau dengan penampilan Rana, yang katanya tidak pernah mengecewakan.

“Ini sudah penampilan ketiga dan masih tetap konsisten. Rana selalu memberikan progress di setiap penampilannya”, puji Fildan DA.

Rana berbeda tipis dari Wulandari alias Andari. Duta Sulawesi Barat ini begitu menghayati lagu Bukan yang Kupinta.

Spontan Inul Daratista dan Caren Delano pun bereaksi, memberikan dua standing ovation bagi Andari.

Penampilan Defri (Riau) digemari pemirsa, meski mendapat kritik dari Dewan Juri.

Rana dan Andari boleh saja berbangga atas perolehan standing ovation, namun Arif Defri Arianto alias Defri (Riau) jualah yang meraih posisi teratas untuk perolehan polling LIDA.

Tampil menarik saat menyanyikan lagu Madu, namun Defri dinilai belum berbuah hasil maksimal. Soimah pun memberikan kritik keras kepada Defri.

Soimah mengatakan seharusnya Defri bisa mengimbangi dukungan maksimal dari para penggemarnya, yang menjadikan Defri di posisi tertinggi,

“Tetapi malam ini saya belum melihat kualitas terbaik suara kamu. Terlihat hanya seperti hiburan saja, bukan seperti sebuah kompetisi,” kata Soimah.

Suapan Terakhir Keket

Ketherine Wetangbubung alias Keket (Nusa Tenggara Timur) yang tampil dipenghujung konser Top 44, terlihat berbeda dibanding penampilannya pada babak sebelumnya.

minimnya poling LIDA 2020, membuat Keket tersenggol dari panggung LIDA 2020.

Keket yang biasanya begitu jenaka seketika menghilang, diganti dengan penghayatan saat menyanyikan lagu Percuma.

“Hari ini Keket berhasil membuat saya berkaca-kaca. Kalau di hari-hari sebelumnya kamu bertingkah lucu, tapi kali ini sangat berbeda karena kamu begitu mendalami isi lagunya. Saya begitu takjub pada penampilanmu,” tutur Reza DA.

Panggung LIDA 2020 juga menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi Keket, yang mendapat kesempatan mencicipi pizza. Gadis manis ini mengaku ini pertama kali menikmati makanan asal Italia tersebut. Saking senangnya, Keket bergegas memberi suapan pizza kepada Reza DA.

Sayangnya kebahagiaan Keket harus berakhir sampai babak Top 44, setelah perolehan polling LIDA 2020 menempatkannya di posisi terakhir.

Sementara Defri (Riau), Rana (Sumatera Barat), dan Andari (Sulawesi Barat) berhak melaju ke babak selanjutnya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Band D’Masiv Wujudkan Mimpi Bikin Album Di Abbey Road, London

Published

on

By

Band D’Masiv berhasil wujudkan mimpi mereka, yakni melakukan rekaman di Abbey Road Studios sekaligus manggung di London.

Peristiwa spesial tersebut dikemas sebagai kado terindah bagi D’Masiv, guna menandai perjalanan mereka selama 17 tahun di industri musik Tanah Air.

Sesuai dengan tujuan perjalanan bersejarah tersebut,  grup band yang digawangi oleh Rian, Kiki, Rai, Rama, dan Wahyu ini, merilis album bertajuk Live Acoustic @ Abbey Rd.

Album ke-7 ini berisi sepuluh lagu hits, yakni Merindukanmu, Diantara Kalian, Jangan Menyerah, Sudahi Perih Ini, Rindu 1/2 Mati, Diam Tanpa Kata, Natural, Salah Paham, Melodi dan Pernah Memiliki.

D’Masiv mengungkapkan bahwa pembuatan album kali ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa.

“Pada tahun 2012, ketika D’Masiv sedang membuat cover album kedua berjudul Persiapan. Kami melihat poster The Beatles yang lagi nyebrang di zebra cross Abbey Road. Sejak saat itu, D’Masiv punya keinginan kuat untuk bisa berkunjung kesana,” ujar Rian dalam rilis, Jumat (18/9).

“Jadi, sebenernya ini berawal dari mimpi-mimpi dan omongan positif yang selalu kita ucapkan setiap kita latihan di studio. Akhirnya doa kami terjawab pada tahun 2019. D’Masiv dapat kesempatan untuk beneran manggung di London, sekaligus bisa rekaman juga di Abbey Road Studios,” jelas Rian.

Perjalanan D’Masiv menuju London pun dihiasi dengan berbagai cerita unik. Misalnya, Kiki yang ditinggal oleh teman-temannya, tidak tersedianya slot untuk rekaman, hingga waktu yang singkat mengharuskan mereka merekam 20 lagu tanpa mengulang.

“Dari 20 lagu yang kami rekam disana, akhirnya diputuskan untuk memasukkan 10 lagu saja di album ini,” ujar Rian.

“Album Live Acoustic @ Abbey Rd sekaligus menjadi sejarah bagi D’Masiv, dimana semua lagunya direkam one take ok, selain ada beberapa lagu  yang diaransemen dengan versi live dan akustik.

“Kalau kalian dengar pasti ada salah-salahnya, tapi itu justru yang membuat dinamikanya jadi seru,” kata Rama.

Album Live Acoustic @ Abbey Rd dari D’Masiv sudah bisa dinikmati di seluruh portal musik digital sejak hari ini, 18 September 2020. Album tersebut  akan dirilis secara fisik dalam bentuk Vinyl, CD dan DVD dalam waktu dekat.

“Kami merilis Album ini dalam rangka 17 tahun D’Masiv. Ini hadiah untuk seluruh Masivers. Semoga kalian suka dan terus dengerin lagunya,” harap Rian. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok. Musica Studios).

Continue Reading

Musik

NOAH Umumkan Pemenang Lelang Piringan Emas Album ‘Keterkaitan Keterikatan’

Published

on

By

Foto: Instagram @noah_site

Kabarhiburan.com – Melengkapi perayaan HUT ke 8, band NOAH melepas album spesial Keterkaitan Keterikatan dalam format piringan hitam atau vinyl, Rabu (16/9).

Selain dapat dikoleksi, album format vinyl dipercaya mampu menyuguhkan kualitas audio yang lebih baik dibandingkan format lain.

Musica Studios yang menaungi band NOAH, bahkan telah mencetak album vinyl tersebut dalam jumlah terbatas, yakni 1000 keping yang diedarkan secara regular.

“Kami cetak dan edarkan, terbatas 1000 keping dulu. Nanti kami lihat perkembangannya,” ujar Indrawati Wijaya dari Musica Studios, pada jumpa pers virtual bertajuk NOAH #Eightniversary, Rabu (16/9).

Menariknya, di luar 1000 keping piringan hitam tersebut, NOAH juga mencetak satu album piringan hitam dengan label Gold Edition.

Piringan hitam edisi emas tersebut, kemudian dilelang. Hasilnya, didonasikan bagi kru musik yang terkena dampak Covid-19.

“Kita lihat, kru ini deket sama dunia NOAH atau band lain dan belum terlalu terjangkau (bantuan). Jadi kayaknya kita konsen di sini (untuk kru musik),” kata Ariel NOAH.

Foto: Instagram @noah_site

Proses lelang sudah berlangsung sejak 1 September 2020 silam dan berakhir pada acara puncak perayaan HUT ke-8 NOAH. Pemenangnya diumumkan di kanal YouTube NOAH Official, Rabu (16/9).

Berbagai kalangan, mulai dari penggemar, sesama musisi hingga selebritis Tanah Air, seakan berlomba untuk memiliki album Gold Edition NOAH. Namun tawaran tertinggi masih dipegang oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

“Di hari ke-16 dengan nominal Rp 260.000.000 Piringan Emas Album Keterkaitan Keterikatan jatuh kepada RaffiNagita.” Demikian disampaikan pihak Musica Studios melalui instagram, Rabu (16/9) malam.

Hasil lelang tersebut akan disumbangkan kepada seluruh kru band yang ada di Indonesia. “Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat dan membantu teman-teman kru,” ujar pihak Musica Studios. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Meriahkan HUT ke-8, NOAH Tampil Virtual Selama 8 Jam

Published

on

By

Personil band NOAH (Instagram @noah_site)

Kabarhiburan.com – Band NOAH genap berusia 8 tahun pada hari ini, 16 Desember 2020, sekaligus merupakan hari lahir vokalisnya, Ariel NOAH.

Pada perayaan hari spesial tersebut, NOAH menggelar serangkaian suguhan spesial untuk memanjakan penggemarnya. Salah satunya, lewat pertunjukan musik eksklusif live streaming di kanal YouTube NOAH Official selama 8 jam!

Selama itu pula NOAH yang digawangi Ariel, David dan Lukman berinteraksi langsung dengan penggemar lewat sesi tanya-jawab.

Kegiatan tersebut merupakan upaya NOAH untuk selalu dekat dengan para penggemar.

“Masih banyak yang ingin kami buat untuk para penggemar,” ujar Ariel NOAH dalam jumpa pers virtual bertajuk #Eightversary, Rabu (16/9).

Pada kesempatan yang sama, NOAH juga melepas video klip terbaru mereka berjudul Menemaniku.

Candi Soeleman selaku sutradara video klip ini mengungkapkan, konsep video dalam lagu Menemaniku didedikasikan sebagai penghargaan untuk Sahabat NOAH.

Lagu ini bercerita tentang kerinduan para personil NOAH kepada fans, yang selalu setia menunggu untuk mengadakan konser kembali karena terkendala pandemi.

“Inti dari ceritanya adalah ungkapan terima kasih NOAH terhadap Sahabat NOAH yang selalu setia mendukung mereka dalam bentuk apapun,” jelas Candi.

Lagu Menemaniku dari NOAH sudah dapat dinikmati di Spotify dan seluruh digital platform, mulai Rabu (16/9).

“Semoga kalian dapat menikmati lagu ini dan mendapatkan semangat dalam hidup. Harapan itu ada bila saling support satu sama lain di masa sesulit apapun. Ada sosok Sang Pencipta serta dukungan dari keluarga dan teman kalian,” ujar Ariel, David dan Lukman. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending