Connect with us

Event

Lagu ‘Rayu Aku’ Sabet Lima Penghargaan Terbaik di AMI Awards 2019

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta –  Adu Rayu tampaknya menjadi  LAGU yang berhasil pada tahun ini. Terbukti, lagu yang menceritakan dua lelaki yang berusaha merebut hati seorang wanita agar memilih salah satu dari mereka, tersebut mampu  lima dari 71 penghargaan  pada ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) 2019.

Kelima penghargaan yang diberikan pada lagu Adu Rayu, dari kategori Penata Musik Pop Terbaik oleh Yovie Widianto, Produser Rekaman Terbaik oleh Yovie Widianto, Tim Produksi Suara Terbaik oleh Ari Renaldi, Karya Produksi Kolaborasi Terbaik dan Karya Produksi Terbaik oleh Yovie Widianto, Tulus dan Glenn Fredly.

Panggung AMI Awards 2019 yang mengusung tema ‘Musik Bahasa Dunia’, ditayangkan RCTI secara live dari studio RCTI+, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (27/11), merupakan ajang bergengsi bagi insan musik Tanah Air sepanjang tahun 2019.

Acara ini dimeriahkan oleh musisi lintas generasi dan genre. Di antaranya adalah Andmesh, Fatin, Lesti, Yovie Widianto, Tulus, BCL, Rizky Febian, Lale Ilman Nino, Feel Koplo, Tohpati, Tasya Rosmala, Indro Hardjodikoro, Dimas Pradipta dan Sri Hanuraga.

Tidak ketinggalan, Sheryl Sheinafia, Judika, Andien, Marcel, Steven & Coconuts Treez, Raisa, Marion Jola, Bams, Brisia Jodie, Gleen Fredly, Titi DJ, Iis Dahlia, Yura Yunita, Gamaliel, Audrey, Cantika, Siti Badriah, Donnie Sibarani, Siantar RAP Foundation, Sal Priadi, Dwiki Dharmawan, Nadin Amizah dan Rahmania Astrini.

Berikut Daftar Para Peraih Penghargaan Terbaik pada AMI Awards 2019:

BIDANG POP

  1. Artis Solo Wanita Pop Terbaik: Bunga Citra Lestari – Harta Berharga (Ost Keluarga Cemara)
  2. Artis Solo Pria Pop Terbaik: Andmesh Kamaleng – Cinta Luar Biasa
  3. Duo/Grup Pop Terbaik: Noah – Wanitaku
  4. Pencipta Lagu Pop Terbaik: Faisal Resi – Cinta Luar Biasa
  5. Penata Musik Pop Terbaik: Yovie Widianto – Adu Rayu
  6. Album Pop Terbaik:  Yura Yunita – Merakit.

BIDANG ROCK

  1. Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik: Marcello Tahitoe – Sampah Dunia
  2. Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik: Kotak – Beranikan Dirimu
  3. Album Rock Terbaik: Galaksi Palapa –  Kelompok Penerbang Roket

BIDANG JAZZ

  1. Artis Jazz Instrumentalia Terbaik: Indra Lesmana – Hon
  2. Artis Jazz Vokal Terbaik: Ardhito Pramono  – Superstar
  3. Album Jazz Terbaik: Gong – Simak Dialog.

BIDANG SOUL/R&B

  1. Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B Terbaik: Rahmania Astrini – It’s Amazing
  2. Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik: Raisa, Dipha Barus  – My Kind of Crazy.

BIDANG DANGDUT

  1. Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik: Ikke Nurjanah – Terluka
  2. Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik: Siti Badriah  – Harus Rindu Siapa
  3. Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut Kontemporer: Lesti, Fildan  Lebih Dari Selamanya
  4. Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik: Ghea Youbi  – Gak Ada Waktu Beib
  5. Pencipta Lagu Dangdut Terbaik: Adibal Sahrul – Lebih Dari Selamanya
  6. Penata Musik Dangdut Terbaik: Hendro Saky – Terluka.

BIDANG LAGU ANAK

  1. Artis Solo Lelaki/Perempuan Anak-Anak Terbaik: Naura  – Selamanya Untukmu
  2. Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik: Naura, Devano  – Harmoni
  3. Pencipta Lagu Anak-Anak Terbaik: Dimas Adista – Cintai Ibu dan Ayah
  4. Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik: Ali Akbar, Doni Sundjoyo  – Bintang KeciL

BIDANG URBAN

  1. Artis Solo Pria/Wanita Urban Terbaik: Tulus – Labirin.
  2. Duo/Grup Vokal/Kolaborasi Urban Terbaik: Vidi Aldiano, Sheryl Sheinafia, Jevin Julian –  I Don’t Mind

BIDANG ALTERNATIF

  1. Artis Solo Pria/Wanita Alternatif Terbaik: Kunto Aji  -Topik Semalam
  2. Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Alternatif Terbaik: Pee Wee Gaskins – Salah.

BIDANG KARYA PRODUKSI

  1. Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer/Stambul/Langgam Terbaik: Krontjong Toegoe -Tanah Tugu
  2. Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik: Avhath – The Annual Horrors
  3. Karya Produksi Progressive Terbaik: Dewa Budjana – Queen Kanya
  4. Karya Produksi Rap/Hip Hop Terbaik: Ramengvrl – Ca$hmere
  5. Karya Produksi Reggae/Ska/Rocksteady Terbaik: Steven & Coconutttreez  – Kembali
  6. Karya Produksi Dance/Electronic Dance Terbaik: Midnight Quickie, MatterMos – Summer Love
  7. Karya Produksi Kolaborasi Terbaik: Yovie Widianto, Tulus, Glenn Fredly – Adu Rayu
  8. Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik: Bunga Citra Lestari – Harta Berharga (Ost Keluarga Cemara)
  9. Karya Produksi Grup Vokal Terbaik: Gamaliel Audrey Cantika – Lagu Hari Ini
  10. Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik: Near, Dian Sorowea – Karna Su Sayang
  11. Karya Produksi Instrumentalia Terbaik: Indra Lesmana – Hon
  12. Karya Produksi World Music Terbaik: Kuaetnika – Sesaji Nagari
  13. Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik: Ifa Fachir – Harta Berharga (Ost Keluarga Cemara)
  14. Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik: Nadin Amizah – Rumpang
  15. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik: Sabyan – Syukran Lillah
  16. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik: Lea Simanjuntak –  Dari Pulau dan Benua

BIDANG KARYA PRODUKSI

  1. Produser Rekaman Terbaik: Yovie Widianto – Adu Rayu
  2. Grafis Desain Album Terbaik: Naufal Abshar –  Mantra Mantra
  3. Tim Produksi Suara Terbaik: Ari Renaldi – Adu Rayu

BIDANG UMUM

  1. Pendatang Baru Terbaik Terbaik: Nadin Amizah – Rumpang
  2. Album Terbaik Terbaik: Mantra Mantra  Kunto Aji
  3. Karya Produksi Terbaik Terbaik: Adu Rayu – Yovie Widianto, Tulus, Glenn Fredly.

PENGHARGAAN KHUSUS

Penghargaan Khusus Legenda Musik Indonesia:

– Ebiet G Ade

– Bimbo dan Iin Parlina

Penghargaan Khusus Dedikasi Musik Indonesia:

– Erwin Harahap

– Dimas Wahab

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Semakin Seru, Panggung LIDA 2020 Memasuki Kontes Top 12

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ajang pencarian bakat Dangdut terbesar LIDA 2020 semakin mendekati tangga juara. Dari 70 Duta yang mewakili 34 provinsi, kini menyisakan 12 Duta atau Top 12.

Mereka adalah Dini (Sumatera Utara), Hari (Jambi), Wulan (Banten), Meli (Jawa Barat), Diyah (Jawa Timur), Eva (Nusa Tenggara Barat), Hamid (Nusa Tenggara Timur), Andari (Sulawesi Barat), Nia (Sulawesi Selatan), Aco (Sulawesi Tenggara), Gunawan (Maluku Utara), dan Janna (Papua Barat).

Tentu saja persaingan pun berlangsung kian sengit dan semakin menarik untuk dinikmati oleh pemirsa di rumah. Apalagi, kini mereka ditantang untuk berkolaborasi bersama para bintang Indosiar, baik LIDA maupun D’Academy.

Pada babak Top 12, maka para duta dikelompokkan ke dalam 3 grup. Grup 1 menampilkan Dini (Sumatera Utara), Diyah (Jawa Timur), Hamid (Nusa Tenggara Timur) dan Wulan (Banten), berlangsung Minggu (29/3).

Kolaborasi apik Diyah (Jawa Timur) dan Fildan DA berbuah standing ovation dari Dewan Juri.

Kontes LIDA Show Top 12 Grup 1 dibuka oleh penampilan Hamid (Nusa Tenggara Timur) berduet dengan Irwan DA. Mereka membawakan lagu Kembalikanlah Dia yang dipopulerkan Asep Irama.  Totalitas yang diberikan Hamid berbuah standing ovation dari semua Dewan juri.

Reza DA menilai penampilan Hamid sudah bagus. Suara tipis yang menjadi karakter Hamid dalam membawakan sebuah lagu sudah dapat dikatakan cukup kuat. Kalaupun ada kekurangan lebih pada artikulasi dari beberapa lirik lagu terdengar masih kurang jelas.

Sementara Diyah (Jawa Timur) tetap mengandalkan suara merdunya. Ia tampil bersama Fildan DA, mampu meraup 4 standing ovation, usai membawakan lagu Ae dil hal mushkii ciptaan Arkit Singh.

Menurut Dewi Persik, penampilan Diyah sudah sangat sempurna dari suara, penampilan di atas panggung dan gaya sudah sangat sesuai dengan karakter dirinya, sehingga terlihat sangat natural.

Tidak mau kalah dari Hamid dan Diyah, Wulan (Banten) yang bersinergi dengan Ical DA memberikan penampilan memukau saat membawakan lagu Oleh-oleh, yang dipopulerkan Rita Sugiarto.

Nassar mengungkapkan penampilan Wulan (Banten) sudah sangat sempurna dan menarik untuk dinikmati.

Dini (Sumatera Utara) bersama Rara LIDA menerbitkan harapan bagi Dini untuk melanjut ke babak berikutnya.

Sementara Dini (Sumatera Utara) yang berduet dengan Rara LIDA dalam lagu Maling yang dipopulerkan Nita Thalia, kembali membuat dewan juri melakukan standing ovation.

Dewan juri Elvi Sukaesih memuji penghayatan lagu Dini sudah demikian baik. Begitu pula dengan kolaborasinya dengan Rara,

“Penghayatan kamu sudah bagus dan kolaborasi kamu dengan Rara sudah sangat sempurna malam ini,” ujar Elvy Sukaesih kepada Dini.

Perolehan sementara Konser LIDA 2019 Show Top 12 Grup 1 menempatkan Wulan (Banten) berada di posisi terakhir. Hanya saja perolehan ini masih dapat berubah sesuai akumulasi besarnya dukungan dari pemirsa dan penilaian Dewan Juri.

Keempat peserta masih memiliki satu kali kesempatan, tampil maksimal di Konser LIDA 2019 Top 12 Result Grup 1 yang berlangsung Senin, 30 Maret 2020 pukul 20.00 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Event

PWI Jaya Peduli Salurkan Bantuan Dampak Covid-19

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebanyak 30 paket bantuan berupa sembako dan penunjang kesehatan yang diperoleh tim PWI Jaya Peduli, telah diserahkan kepada warga RT 04/RW 08 Petojo Binatu, Kelurahan Petojo Utara, Jakarta Pusat, Senin (30/3).

Guna menghindari kontak fisik dan kerumunan, serah terima bantuan harus dilakukan secara simbolis, dari PWI Jaya kepada perwakilan RT setempat, berlangsung di markas PWI Jaya, Jalan Suryapranoto nomor 8, Jakpus.

Ketua PWI Jaya Peduli, Nonnie Rering, mengatakan aksi ini bagian dari upaya membantu pemerintah dalam meringankan beban warga tak mampu di masa tanggap bencana nasional penanggulangan virus corona (Covid-19).

“Bukan semata sense of crisis masyarakat yang dibutuhkan, tapi juga pentingnya kepedulian bersama agar kita semua bisa melewati pandemi corona ini. Mohon diterima bantuan tak bernilai ini, semoga bermanfaat,” kata Nonnie saat menyerahkan bantuan kepada Putri dan Ihsan mewakili pengurus RT 04/RW 08 Petojo Binatu.

Nonnie juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang berpartisipasi dalam aksi galang dana PWI Jaya Peduli memerangi wabah virus corona yang telah dimulai sejak pertengahan Maret ini.

Masing-masing paket bantuan berisi beras 5 kg, hand sanitizer, masker, biskuit, minyak goreng, dan mie instan.

“Terima kasih atas bantuan dari PWI Jaya Peduli,” ucap Putri.

Dalam kesempatan itu juga hadir sejumlah wartawan untuk menerima bantuan PWI Jaya Peduli.

Bantuan tersebut diperoleh dari para donatur perorangan maupun instansi. Mereka adalah Joko Umboro, Agus Salim (Oval Advertising), Dharmawan Gunawan, Cak Herry (Laras Post), Nonnie Rering (Elatravel), H. Heru Pujiartono (Nendia Primarasa), Amy Atmanto, William Tjugiarto, Wahyu Surya Danil-Medan, Indra Surya Nasution – Medan.

Donasi lainnya datang dari Benny Susatyo (Uzone.id), Naek Pangaribuan, Umi Sjarifah (Majalah Sudut Pandang), Sumber.com, Koin24.id, Cornelius Naibaho (Pempred FaktaPers), Jakartanews, IKWI Jaya, Royal Media Indonesia Harian Indonesia, Danone, dan Let’s Go Chicken.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Jaya, Tubagus Adhi mengapresiasi apa yang dilakukan Nonnie dan kawan-kawan PWI Jaya Peduli.

“PWI Jaya Peduli juga harus concern terhadap apa yang terjadi di masyarakat. Apalagi kasus Covid-19 sudah menjadi permasalahan nasional, bencana yang tidak terduga,” ungkap Tb. Adhi yang juga pembina PWI Jaya Peduli.

TB.Adhi yakin masih banyak warga masyarakat yang peduli atas apa yang terjadi saat ini. “Untuk itulah PWI Jaya Peduli perlu hadir. Kita bisa menjadi jembatan untuk memenuhi apa yang diinginkan masyarakat,” jelasnya.

Senada disampaikan Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah, mengatakan  masyarakat  sudah banyak menyadari pentingnya mencegah penularan virus corona. Salah satunya dengan mengikuti imbauan pemerintah agar membatasi aktivitas di luar rumah selama 14 hari ke depan dan menjaga jarak fisik dalam interaksi sosial (social distancing).

Nonnie menambahkan, aksi galang dana dan sumbangan sembako atau alat penunjang kesehatan ini masih terus berlanjut. Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening PWI Jaya, Bank BNI Cabang Harmoni Nomor 0018283591.

Untuk sumbangan sembako atau alat penunjang kesehatan silakan diserahkan langsung ke markas PWI Jaya. *

Continue Reading

Event

Wulandari (Sulawesi Barat) Cetak ‘Hattrick’

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sejak Minggu (22/3) panggung Konser LIDA 2020 memasuki babak baru, Top 18. Sebanyak 18 Duta dari 16 Provinsi masih memiliki harapan untuk meraih hadiah total Rp 1 Miliar plus piala bergilir dari Indosiar.

Ke-18 Duta dikelompokkan menjadi 6 grup, masing-masing tampil secara bergiliran. Grup 1 Top 18  menampilkan  Wulandari (Sulawesi Barat), Diyah Safira (Jawa Timur dan Rana Safira (Sumatera Barat), memasuki konser pada Minggu (22/3) malam.

Penampilan mereka ditandai oleh penampilan cantik Dewan Juri, Dewi Perssik, membawakan lagu Kartonyo Medot Janji, berhasil menghangatkan Konser Top 18 grup 1.

Suasana hangat tersebut dilanjutkan oleh penampilan terbaik Rana (Sumatera Barat) melalui lagu Sudahlah, yang dipopulerkan Iyeth Bustami.

Dewan juri menilai terlalu banyak improvisasi, Rana (Sumatera Barat) tersenggol dari babak Top 18.

Rana memamerkan kreasi cengkok yang bagus pada suara indahnya, namun belum cukup memuaskan bagi Dewan Juri.

“Tadi kamu terlalu banyak improvisasi, sehingga aku tidak dapat menikmati lagu yang kamu bawakan,” ujar Dewi Perssik.

Sebaliknya, Diyah (Jawa Timur) kembali mencetak prestasi yang manis, yakni lima standing ovation dari Dewan Juri usai membawakan lagu Mimpi Manis. Diyah berhasil menyamai raihan standing ovation pada babak Top 24.

“Kamu selalu memberikan kejutan di setiap penampilan dan kamu selalu menikmati itu. Pokoknya aku selalu suka sama penampilan kamu. Keluarkan semua potensi kamu,” ujar Lesti DA.

Semangat ingin menyamai prestasi pada babak sebelumnya, juga menggelora pada Andari (Sulawesi Barat). Hadir sebagai penguasa grup di babak Top 33 dan Top 24, Andari ingin mencetak hattrick alias tiga kali kemenangan secara berturut-turut.

Tampil sebagai peserta terakhir, Andari memilih lagu Cinta Berpayung Bulan, yang dipopulerkan Mirnawati, berhasil meraih standing ovation dari empat Dewan Juri.

Apalagi, polling LIDA 2020 uga melambungkan nama Andari ke posisi polling teratas. Itu artinya, Andari berhasil mencetak tiga kemenangan secara berturut-turut, yakni Top 33, Top 24 dan Top 18, alias hattrick.

Sebenarnya polling LIDA 2020 menempatkan Diyah (Jawa Timur) ke posisi terakhir, namun Dewan Juri sepakat menyelamatkan atau memberikan wildcard bagi Diyah, yang tampil sempurna pada kontes kali ini.

Tampil memukau, Diyah (Jawa Timur) diselamatkan Dewan Juri dan melaju ke babak selanjutnya.

Diyah (Jawa Timur) dinyatakan berhak melaju ke babak selanjutnya. Sebaliknya Rana (Sumatera Barat) harus  berhenti sampai di babak Top 18 LIDA 2020.

Rana menyusul rekannya seprovinsi, Puspa (Sumatera Barat) yang tersenggol pada babak Top 24 pada Jumat (20/3). Masyarakat Sumatera Barat kehilangan seluruh idolanya di panggung LIDA 2020.

Situasi yang sama juga dialami masyarakat Bangka Belitung, menyusul tersenggolnya Cinta pada babak Top 24 yang berlangsung Sabtu (21/3). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending