Connect with us

Musik

Lala Sawer Laksanakan Syuting Video Klip Saat Selat Sunda Berstatus Siaga Satu

Published

on

Kabarhiburan.com, Banten – Menyusul bencana alam tsunami yang melanda selat sunda pada 22 Desember silam, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika)  langsung menetapkan status siaga satu di wilayah selat sunda dan sekitarnya.

Itu artinya, masyarakat dihimbau berhati-hati selama menjalankan aktifitas dan tidak berada di radius 500 meter hingga 1 kilometer dari garis pantai.

Situasi kalut ini  sempat membuat penyanyi dangdut Lala Sawer  ragu untuk melaksanakan syuting video klip untuk single terbarunya berjudul A, I, U, E, O, Kamis (27/12).

Apa boleh buat. Lala memilih untuk tetap melaksanakan syuting sesuai  konsep video klip dan jadwal yang sudah disepakati sejak awal Desember silam.

Apalagi, lahirnya konsep tersebut didasarkan pada kecintaan Lala pada alam Indonesia, utamanya laut. Sesuai konsep itu pula, video klip ini memilih  background laut di pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

“Management bersama tim produksi  video klip bersepakat melakukan proses syuting pada 27 Desember 2018 di pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi,” tulis Lala lewat WhatsApp.

Lala tetap melaksanakan syuting video klip, setelah terlebih dulu timnya kembali memastikan situasi aman di lokasi yang sudah direncanakan.

“Awalnya sih, takut juga pas dengar kabar kejadian itu, makanya tim pastikan kembali dan cek lokasi untuk nanti shooting, dan menyatakan aman. Setelah yakin Allah bakal lindungi saya dan tim, rasa takut itu saya buang jauh-jauh,” jelas Lala.

Lala menjelaskan bahwa konsep video klip dibuat sederhana. Terdiri dari 7 segmen sesuai range lagu. Memanfaatkan 5 tempat dalam 1 lokasi, mulai dari pantai, taman dan sebagainya.

“Disini kami mengutamakan visualisasinya. Aku  dibantu 2 penari asal Papua. Alasannya, selain unik, aku memadukan musik dangdut bernuansa K-pop, hiphop dan RnB.

Tak hanya itu, Lala juga ditemani seorang model dari mancanegara.

“Alasannya sih, simple. Biar musik dangdut go international,” imbuh Lala yang turut berduka cita bagi korban musibah tsunami di selat sunda.

“Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Demikian pula bagi keluarga diberi kesabaran dan ketabahan. Mudah-mudahan di balik musibah ini ada hikmah luar biasa indah yang akan Allah berikan.” Demikian doa Lala. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Lepas Rindu dengan Ibunda, Nirwana dan Cut Berderai Air Mata

Published

on

By

Usai bertemu ibunda, terbukti ampuh melecut semangat Cut (Aceh).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tanpa terasa ajang pencarian bakat LIDA 2019 sudah berlangsung 3 bulan. Selama itu para duta provinsi terus mengasah kemampuan dan bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik.

Mereka pun harus menahan rindu kepada orang-orang tercinta, utamanya orang tua. Nirwana (Bengkulu) dan Cut (Aceh), misalnya, mengaku sudah sangat rindu kepada ibu tercinta.

Tanpa disangka, Indosiar telah menghadirkan ibu mereka di atas panggung. Seketika itu pula Nirwana maupun Cut memeluk ibu masing-masing dengan derai air mata bahagia. Suasana lepas rindu ini, turut mewarnai kontes LIDA 2019 Top 21 grup 1 pada Kamis (21/3).

Bertemu dengan ibu tercinta, terbukti ampuh melecut semangat Cut. Ia tampil  energik saat membawakan lagu Hijrah. Alunan musiknya sengaja diaransemen baru dengan tambahan musik tradisi Aceh. Tanpa sungkan Dewan Juri memberinya 5 lampu biru.

“Saya menikmati dan puas banget dengan penampilan kamu malam ini. Saya suka dengan part Acehnya dan aransemennya keren banget!” tutur Zaskia Gotik.

Kecupan sayang dari ibunda untuk Nirwana (Bengkulu).

Sementara itu, Nirwana yang sebelumnya selalu langganan lampu biru dari seluruh Panel Provinsi dan Dewan Juri. Kali ini justru kurang greget saat menyanyikan lagu Biarlah Merana.

“Lagunya banyak diubah. Adanya genre swing, menurut saya, mengganggu keindahan lagunya. Kemudian di bagian coda cengkoknya kebanyakan. Akan lebih baik menggunakan versi original-nya saja.” Demikian kritik dan saran Rita Sugiarto bagi Nirwana.

Tidak jauh berbeda dengan Anton (Kalimantan Utara). Ia hanya meraih  3 lampu biru dari Panel Provinsi dan Dewan Juri, usai menyanyikan Masih Punya Cinta.

Menurut Soimah, Anton salah dalam menginterpretasikan lagu, sehingga tidak memuaskan. “Bait pertama dan kedua lagu terasa tidak selaras dengan musiknya. Artikulasi dan cengkoknya pun kurang jelas. Belum lagi nafas, nada rendah dan nada tingginya bermasalah,” ujar Soimah.

Meraih skor terrendah, Anton (Kalimantan Utara) harus tersingkir dari LIDA 2019

Masalah Anton semakin bertambah, setelah dukungan dari pemirsa juga minim. Jadilah Anton hanya meraup skor 21.64, alias terrendah dan harus tersenggol dari LIDA 2019.

LIDA 2019 Top 21 berlanjut ke Group 2, Jumat (22/3),  menampilkan Dayat (Bali), Puput (Sulawesi Selatan) dan Yenti (Sumatera Barat). Siapa saja yang masih bertahan?

Saksikan terus LIDA 2019. Setiap hari live dari studio 5 Indosiar, pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Single ‘Memilih Dia’, Terbaru dari Bunga Citra Lestari, Berkonsep Sederhana dan Kekinian

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Bunga Citra Lestari (BCL) merilis single terbarunya, berjudul Memilih Dia. Sebuah lagu berkonsep sederhana namun kekinian.

Lagu ciptaan dan aransemen musisi LaleIlman Nino ini  berhasil menyatu dengan style dan ciri khas suara BCL. Jadilah lagu Memilih Dia terdengar sangat hystorical dan terkesan mewah pada intronya, diiringi  sapuan orkestra yang  lite.

Lagu ini menceritakan kegelisahan hati BCL yang memilih pergi setelah cinta sudah tidak bisa lagi dipaksakan.

Kegelisahan hati sangat tergambarkan dalam lagu ini, dimana BCL harus memilih salah satu yang paling dicintainya. Namun BCL enggan untuk melepaskan karena tak ingin dianggap mengkhianati komitmen dan kesetiaan.

Seperti pada lagu-lagu BCL sebelumnya, kekuatan lirik Memilih Dia sangat didukung oleh suara khas BCL. Suara yang melankolis namun terdengar padat, mampu menyiratkan semburat kegelisahan yang sangat dirasakan pada lagu ini.

Alunan emosi makin terasa ketika sontak meningkatnya oktaf pada potongan refrain dan ditutup lewat alunan syair lembut BCL yang menggantung.

Lirik yang jelas dan lugas tanpa banyak kiasan menjadi sebuah persembahan bagi penyanyi yang telah sukses menelurkan beberapa album dan single lagu di blantika musik Tanah Air.

Simak lirik dan lagu dari penyanyi yang akrab dipanggil Unge ini:

MemilihDia

Maafkanlah aku belahan hati

Tak ingin kukhianati, kasihku padamu

Namun ku tak kuasa

 

Dia hadir tanpa aku minta

Tapi dirimu pun tahu

Yang namanya cinta tak bisa disalahkan

 

Perlahan hangatpun menghilang

Tak mampu (lagi) kupertahankan cinta

 

Maaf bilaku harus memilih dia

Bukan aku tak setia

Namun cinta tak bisa terpaksa

Izinkan aku ‘tuk melangkah bersamanya

 

Maaf aku mencintainya

Melebihi cintaku padamu

Maafkan kasih kau bukan yang kupilih

 

Maafkan kuharus pergi.

Continue Reading

Musik

Bonus Kecupan Hangat dari Ruth Sahanaya untuk Hanan (Jawa Barat)

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Persaingan yang semakin memanas membuat  satu demi satu Duta Provinsi berguguran. Pada konser Top 28 Grup 7, Rabu (20/3), giliran Melki (Gorontalo) yang tersingkir. Ia menjadi peserta ke 59 yang gugur dari panggung LIDA 2019 ini.

Sebenarnya, penampilan grup 7 yang diisi oleh  Angga (Sumatera Utara), Hanan (Jawa Barat), Kiki (Kepulauan Riau) dan Melki (Gorontalo) sudah cukup memuaskan dewan juri.

Dimulai oleh Kiki yang menjadi peserta pertama. Berlanjut pada penampilan Angga lewat lagu Aku Dilahirkan Untuk Siapa. Keduanya mampu meraih lima lampu biru dari dewan juri.

Situasi ini memacu semangat Hanan untuk mengeluarkan bakat terbaiknya saat menyanyikan lagu Tujuh Sumur. Tidak sia-sia, usahanya justru mendapat bonus. Selain menerima lima lampu biru,  Hanan mendapat kecupan hangat dari Ruth Sahanaya.

Progress kamu luar biasa, percaya diri kamu juga semakin tumbuh dan tajam. Masukan untuk kamu, harus mulai membangun emosi dari awal lagu,” saran Ruth Sahanaya.

Minimnya dukungan pemirsa bagi Melki, membuatnya harus tersingkir dari LIDA 2019.

Prestasi yang serupa juga menghampiri Melki. Usai menyanyikan lagu Baca, Melki meraih lima lampu biru.

“Kamu menyampaikan isi lagu itu berhasil membuat saya terenyuh. Cengkok kamu enak dan membawakan lagu ini dengan sederhana tetapi menyentuh,” ungkap Dewi Perssik.

Meski mampu membuat Dewan Juri  merasa puas, namun Melki tidak mendapat dukungan yang sepadan dari pemirsa. Inilah yang menempatkan perolehan akhir Melki pada posisi terakhir, alias tersenggol dari panggung LIDA 2019.

Akumulasi perolehan akhir Grup 7 Top 28.

Kompetisi  LIDA 2019 sudah memasuki babak Top 21, mulai Kamis (21/3) malam. Indosiar pun menayangkan Top 21 Grup 1, menampilkan tiga peserta, Anton (Kalimantan Utara), Cut (Aceh), dan Nirwana (Bengkulu).

Saksikan penampilan mereka, secara live dari Studio 5 Indosiar, mulai pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending