Connect with us

Musik

Langkah Arci Ende Terhenti di Kontes 4 Besar KDI 2019

Published

on

Kontestan Funtastic 4 KDI 2019. Dari kiri ke kanan: Nia Pekanbaru, Arci Ende, Marvin Ponorogo dan Suci Asahan.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ajang pencarian bakat menyanyi, Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019 di MNC TV, akhirnya menemukan tiga kontestan terbaik.

Mereka adalah Marvin Ponorogo, Suci Asahan dan Nia Pekanbaru dinyatakan berhak tampil di Grand Final KDI 2019, yang berlangsung Jumat (18/10) mendatang.

Sebelaum sampai ke sana, mereka berhasil menggeser posisi Arci Ende dalam Kontes 4 Besar KDI 2019 yang berlangsung sengit, di Studio 14, MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/10) malam.

Didukung penampilan para pemusik gesek, Nia tampil memesona saat membawakan lagu ‘Ijuk’.

Apa boleh buat, hasil polling SMS menyatakan Arci hanya mampu meraih nilai sebesar 21.68 persen alias terrendah, dibanding perolehan SMS bagi Marvin Ponorogo, Susi Asahan dan Nia Pekanbaru.

Sebenarnya Arci sukses menarik perhatian dewan juri maupun penonton di studio. Arci menunjukkan penampilan terbaiknya saat berduet dengan Gita KDI, membawakan lagu Gerimis Melanda Hati ciptaan Adibal Sahrul.

Demikian pula saat tampil solo, penampilan Arci telah mempesona dengan suara khasnya saat  membawakan lagu ciptaan H. Rhoma Irama berjudul Puja.

Kontes yang mengambil tema Funtastic 4 KDI 2019 ini, berlangsung meriah oleh kehadiran para bintang tamu yang merupakan penyanyi dangdut kebanggaan masyarakat. Sebut saja, Evi Masamba, Danang, Delima KDI, dan Zaskia Gotik.

Titi DJ duet Iis Dahlia tampil memukau saat membuka konser Funtastic 4 KDI, Senin (14/10).

Salah satu Diva Indonesia, Titi DJ, bahkan ikut membuka kemeriahan malam ini lewat duet goyangnya bersama Iis Dahlia yang juga salah seorang juri KDI.

Sebagaimana Arci Ende, masing-masing kontestan mendapat kesempatan yang sama, yakni tampil duet maupun solo. Diawali oleh penampilan Nia Pekanbaru duet Evi Masamba membawakan lagu Sumpah Benang Emas ciptaan Herman Tanjung.

Sementara Marvin Ponorogo duet Delima KDI dalam lagu Suci Dalam Debu ciptaan Wan Zul yang diaransemen ulang. Episode duet diakhiri oleh penampilan Suci Asahan duet Danang membawakan lagu Sabda Cinta ciptaan Adibal Sahrul.

Zakia Gotik diapit oleh 4 kontestan KDI 2019.

Kemeriahan terasa memuncak saat Zaskia Gotik dan Marvin Ponorogo saling memperlihatkan kemahiran bergoyang. Kalau Zaskia mempertontonkan gemulainya goyang itik, sebaliknya Marvin memperagakan goyang Jabrix yang energik.

Zaskia kemudian menyita kekaguman penonton saat menyanyikan lagu andalannya berjudul Ayo Turu yang merupakan single terbaru penyanyi asal Bekasi, Jawa Barat ini.

Kemeriahan dan ketegangan KDI 2019 masih akan berlanjut hingga Malam Grand Final KDI 2019, Jumat (18/10) pukul 20.00 WIB. Siapa gerangan yang bakal memboyong gelar Juara KDI 2019. Apakah Nia, Susi atau Marvin? (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Duet Romantis Fildan dan Rana (Sumatera Barat) Mengakhiri Babak Top 56

Published

on

By

Duet Fildan dan Rana membawakan lagu ‘Cinta Karena Cinta’

Kabarhiburan.com, Jakarta – Grup 7 Tim Putih menghadirkan Agung (Bengkulu), Rana (Sumatera Barat), Adilla (Kalimantan Selatan) dan Keket (Nusa Tenggara Timur), menjadi ‘gerbong terakhir’ babak Top 56 LIDA 2020.

Keempat duta ini sepakat ingin melaju ke babak Top 44 yang sudah di depan mata, telah menginspirasi agar tampil lebih baik lagi dibandingkan babak Top 70.

Mereka berusaha meraih apresiasi tertinggi dari Dewan Juri  dan penonton demi merebut tiga kursi terakhir, dalam Konser Top 56 Grup 7 Tim Putih, yang berlangsung Kamis (20/2).

Agung Putra R (Bengkulu) membuka kompetisi dengan suara merdu saat menyanyikan lagu Doa Suci, bahkan membuat Lesti DA terpesona.

Pada babak Top 70, Agung nyaris tersenggol. Kini menikmati standing ovation dari keempat Dewan Juri, yang terdiri dari Lesti DA, Reza DA, Fildan DA dan Maya Ratih.

“Terima kasih, kamu sudah bawakan lagu ini dan mampu membuatku tersentuh. Penyampaiannya pun sudah tepat. Saya suka penampilan kamu,” ujar Lesti DA memuji.

‘Tangis Bahagia’ Adilla berakhir di panggung Top 56 LIDA 2020.

Setelah kepada Agung, Dewan Juri kembali memberikan standing ovation untuk penampilan Rana Safira (Sumatera Barat) yang menyanyikan lagu Bagai Ranting Kering.

“Kamu keren banget. Dari awal kompetisi hingga kini masih tetap konsisten. Bahkan, kamu bisa menutupi kondisi kamu yang kurang sehat dengan suara merdumu,” tutur Fildan DA, lalu mengajak Rana berduet romantis dalam lagu Cinta Karena Cinta.

Pada babak 70 Rana bercokol di posisi kedua, kini menikmati puncak tertinggi perolehan polling, sebesar 40, 42.

Sayangnya, sukses Agung dan Rana tidak diikuti oleh Septi Adilla. Duta dari Kalimantan Selatan ini justru mendapat kritik dan saran dari Reza DA, usai membawakan lagu Tangis Bahagia.

“Sebenarnya lagu ini memerlukan penekanan di bagian-bagian tertentu. Kamu terlihat grogi dan kurang percaya diri. Kamu perlu banyak berlatih pada setiap materi lagu yang kamu dapatkan,” ungkap Reza DA.

Saran dan kritik juga Dewan Juri berikan kepada Ketherine Wetangbubung alias Keket (Nusa Tenggara Timur), usai menyanyikan lagu Dusta.

Polling sebesar 20,85 sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke Babak Top 44.

Hanya saja keberuntungan lebih memihak Keket karena meraih polling LIDA 2020 sebesar 20,85. Angka ini sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke babak Top 44. Sebaliknya, Adilla (Kalimantan Selatan) harus tersenggol.

Pada akhir konser ditetapkan bahwa Rana (Sumatera Barat), Agung (Bengkulu) dan Keket (Nusa Tenggara Timur) melaju ke babak Top 44 LIDA 2020.

Top 44 memulai kompetisi  dengan enghadirkan Angga (Kalimantan Barat), Fiki (Papua), Nia (Sulawesi Selatan) dan Vania (Sulawesi Tengah) pada Grup 1, pada Jumat (21/2).

Bisa dipastikan persaingan akan semakin seru. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Kalimantan Tengah Kehilangan Seluruh Dutanya di LIDA 2020

Published

on

By

Waldi Mahendra tersenggol, sekaligus memupus harapan Kalimantan Utara meraih tangga juara LIDA 2020.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Provinsi Kalimantan Tengah menambah panjang deretan provinsi yang tidak mungkin lagi menjuarai LIDA 2020, lantaran sudah kehilangan seluruh dutanya di ajang kompetisi dangdut terbesar tersebut.

Seperti diketahui, beberapa provinsi lain telah kehilangan seluruh perwakilannya. Sebut saja, Kalimantan Utara, Maluku, Kalimantan Timur, Bali dan Kepulauan Riau.

Kalimantan Tengah yang sebelumnya sudah kehilangan Siti Puspa Bulan Saripah pada babak Top 70, resmi mengakhiri partisipasinya di panggung LIDA 2020, setelah Waldi Mahendra tersenggol pada Konser Top 56 Grup 7 pada Rabu (19/2).

Waldi yang menyanyikan lagu Resesi Dunia, dinilai Inul Daratista kurang penekanan saat bernyanyi. Benar saja, Waldi mendapatkan nilai terendah dan Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Dini (Sumatera Utara).

Penampilan Waldi sempat diwarnai kejutan oleh kehadiran ibunda tercintanya di panggung LIDA 2020. Waldi yang rindu sempat meneteskan air mata bahagia langsung memeluk sang ibunda.

Dewi Pancar Langit

Kebahagiaan setara juga dirasakan Eva Yolanda (Nusa Tenggara Barat) yang didukung langsung sang Ayah, saat membawakan lagu Cintai Aku Karena Allah.

Kehadiran sang ayah sudah tentu memberi energi positif bagi Eva. Terbukti, Eva meraup pujian dan membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation.

Tak ketinggalan Nassar, menyebut Eva sebagai Dewi Pancar Langit karena kecantikan dan suara merdunya.

Ayah Eva mengaku selalu memperhatikan komentar Dewan Juri sejak penyelenggaraan D’Academy sesi 1, kali ini didapuk sebagai Dewan Juri. Ia mengomentari duet Nassar dan Zaskia Gotik, yang menurutnya fals. Adegan ini membuat penonton tertawa.

Lagu ‘Sebening Embun’ membuat Zahra meraih pujian.

Inul Daratista memuji Zahra (Riau) yang dinilai sangat berani membawakan lagu Sebening Embun. Lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga jarang dinyanyikan di ajang kompetisi.

Sementara Zaskia Gotik memberikan masukan kepada Dini Fransiska Marpaung (Sumatera Utara) usai menyanyikan lagu Sejuta Luka. Zaskia mengatakan Dini masih harus mengatur pernapasan agar lebih baik lagi.

Dini mendapat kesempatan menunjukkan potensi lain dalam dirinya, yakni bermain bola. Atraksi ini telah menggugah Inul untuk memberikan sepatu bola, jika Dini lolos ke babak selanjutnya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Grand Final Indonesia Idol X, Ini Harapan Para Juri

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Masyarakat Indonesia sudah tidak sabar menanti hadirnya bintang dan idola baru pada ajang Grand Final Indonesian Idol X.

Ajang bergengsi ini akan digelar di Studio RCTI+, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (24/2) pukul 21.00 WIB dan disiarkan secara langsung di layar RCTI.

Masyarakat ingin menyaksikan persaingan ketat antara Tiara Anugrah dan Lyodra Ginting untuk merebut sebanyak mungkin vote menuju idola baru Indonesia.

Maia Estianty, salah seorang juri pada ajang pencarian bakat tersebut telah memasikan persaingan di antara kedua kontestan, yang memiliki karakter suara yang khas.

Situasi ini membuat para juri akan bekerja keras mengantarkan sang juara kepada masyarakat Indonesia.

“Keduanya selalu tampil bagus, tidak mengecewakan. Sama-sama punya kemampuan untuk menjadi seorang penyanyi yang berkualitas. Tinggal nanti penyesuaian aja, bagaimana bisa bersaing di industri musik kita,” jelas Maia Estianty, dalam jumpa pers di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/2).

Ajang Indonesian Idol X menjanjikan hadiah menggiurkan bagi sang juara, diantaranya satu unit mobil dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Hanya saja, Maia memilih agar kedua kontestan tidak hanya melihat hadiah utama tersebut. Yang lebih penting adalah masa depan para kontestan ini diharapkan tetap eksis dan berkarya meramaikan industri musik Indonesia.

“Yang paling penting, menurut saya, keduanya bisa menginspirasi para generasi muda untuk terus berkarya. Artinya, semangat untuk menghasilkan karya itu tidak boleh berhenti,” anjur Maia yang memastikan Tiara dan Lyodra akan terkenal dan terjun langsung ke industri musik Indonesia.

“Kalau ditanya, apakah mereka bisa mewakili pasar musik Indonesia, ya, mereka mewakili,” imbuhnya.

Juri Indonesian Idol X lainnya, Judika juga membenarkan pendapat Maia. Bahkan, Judika meramalkan bahwa momen ini akan menjadi Grand Final yang berdarah-darah.

“Tahun ini banyak pesertanya yang bagus. Wanitanya kuat-kuat. Mereka berdua layak berada di Grand Final. Ini bakal jadi Grand Final yang berdarah-darah. Keduanya punya keunggulan masing-masing,”ucap Judika.

Sementara Ari Lasso menaruh harapan agar kedua grand finalis dapat menginspirasi calon kontestan Indonesian Idol di masa mendatang.

“Semoga mereka bisa semakin meneguhkan bahwa Indonesian Idol ini bukan hanya kompetisi menyanyi, tapi melahirkan bintang dan idola di Indonesia,” pungkas Ari Lasso. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending