Connect with us

Sinetron

Langkah Pasti Ije Kurniawan di Sinetron ‘Anak Langit’: Jalani Saja Dulu

Published

on

Ije Kurniawan enggan membebani orangtua.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Buah jatuh takkan jauh dari pohonnya. Barangkali perumpamaan itu pantas diberikan kepada sutradara senior, Indrayanto Kurniawan dan aktris senior Hira Ninok Wiryono. Mereka adalah ayah dan ibu dari Adrianto Wiryono Kurniawan (23).

Adrianto yang akrab disapa Ije Kurniawan, kini mengikuti jejak orangtuanya di dunia seni peran. Sejauh ini Ije sudah ikut membintangi sinetron Seleb (2018) dan sinetron Anak Langit  yang kini tayang saban hari di SCTV.

Pada sinetron unggulan SCTV tersebut, Ije Kurniawan dipercaya oleh sutradara Akbar Bhakti untuk memainkan karakter Evan, si pemilik bengkel, yang melakukan apa saja demi mendapatkan perhatian spesial dari Tari (diperankan oleh Marcella Daryanani). Bila perlu, berkelahi dengan Hiro kekasih Tari.

Salah satu scene ‘Anak Langit’. Ije Kurniawan bersama Marcella Daryanani.

“Karakter apapun akan saya mainkan sebaik mungkin, sambil mencari kesempatan untuk mendapatkan peran yang lebih baik,” ujar Ije Kurniawan melalui sambungan telepon, Rabu (25/3).

“Saat ini saya menikmati dulu, peran yang saya dapatkan. Jadi, belum bisa menjawab karakter apa yang saya ingin mainkan. Jalani saja dulu, seperti mengikuti air mengalir,” ujar Ije berfilosofi.

Ije pun berharap semoga penampilannya di sinetron Anak Langit dapat menghibur pecinta sinetron Tanah Air.

Belajar Otodidak

Memiliki dua nama orangtua yang berkecimpung di dunia film, si sulung dari dua bersaudara ini mengaku sudah akrab dengan seni peran sejak masih kecil.

Ije Kurniawan diapit kedua orangtua dan adik, usai acara wisuda di Universitas Pelita Harapan (2018).

“Papa dan Mama kan kerja di film. Jadi, sejak kecil sering diajak ke lokasi syuting, selain sering ke bioskop menyaksikan, entah film Indonesia maupun film import. Bahkan, di rumah selalu menikmati diskusi film kedua orang tua. Semua ikut membentuk saya menyukai seni peran,” ujar Ije yang menyukai film tentang detektif.

Suasana seperti itu pula ikut mewarnai perjalanan pendidikan Ije Kurniawan hingga meraih gelar sarjana di Universitas Pelita Harapan, Jurusan Hubungan Internasional (2018). Sempat pula Ije magang di KJRI Sydney, Australia.

Sambil menunggu kesempatan untuk berkarir sesuai bidang perkuliahan, Ije Kurniawan diam-diam ikut casting di berbagai tawaran main sinetron dan layar lebar, dan berhasil.

Usai sinetron Seleb, Ije sempat bergabung dalam proyek web series dan bergabung di teater Pandora. Berbagai pengalaman tersebut telah mendekatkan Ije Kurniawan pada yang namanya akting, skenario, skrip dan sebagainya dalam proses pembuatan film.

Bergabung di sinetron ‘Anak Jalanan’, enggak buta-buta amat,” ujar Ije Kurniawan.

“Semuanya berlangsung secara otodidak. Makanya, ketika mendapat kesempatan bergabung di sinetron Anak Langit, saya sudah bawa sedikit bekal. Enggak buta-buta amat,” katanya merendah.

Sang ibunda, Hira Ninok Wiryono tentu mengikuti seksama perjalanan karir buah hatinya. Ia ingin si sulung menjadi diplomat, mengikuti jejak kakeknya, Gunadi Wiryono. Akan tetapi melihat keseriusan Ije di dunia seni, Ninok hanya bisa mendukung.

“Rupanya dia pingin syuting, tapi enggan membebani orangtuanya. Dia cari sendiri perusahaan film mana yang membuka casting dan mendaftar. Katanya dia pingin sukses, bukan karena anaknya sutradara,” ujar Ninok yang ikut membintangi film Rasuk (2018 dan film Sakral (2018).

“Ya, sudah. Saya cuma berpesan, agar menjaga dengan baik karirnya,” pinta Ninok Wiryono. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

Gara-gara Akting Sebagai Pelakor, Hana Saraswati Pernah Dicubit Ibu-ibu

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sejak hadir di layar SCTV pada pertengahan Januari silam, sinetron Buku Harian Seorang Istri (BHSI), hingga kini sudah melewati 160 episode dan berhasil menyita perhatian masyarakat.

Akting para aktor dan aktris muda, seperti  Zoe Jackson, Cinta Brian, Antonio Blanco dan Hana Saraswati, terbukti mampu mengaduk-aduk emosi penontonnya.

Salah satunya, akting Hana Saraswati yang berperan sebagai Alya Wijaya Kusuma, begitu meresap dan mendapat sorotan dari pemirsa.

Penonton dibuatnya jengkel pada karakter Alya yang dimainkan Hana sebagai pelakor, belakangan menjadi pendendam.

“Tidak terhitung lagi banyaknya umpatan dan makian yang penonton kirimkan lewat media sosial. Bahkan, aku pernah dicubit ibu-ibu yang gemes pada sosok Alya yang aku perankan,” ujar Hana Saraswati sambil tertawa, dalam wawancara virtual, Jumat (7/5).

Hana memang begitu piawai berakting sebagai pelakor. Ia juga berhasil  menghidupkan cerita prahara keluarga Dewa Buana (Cinta Brian) dan Nana (Zoe Jackson), yang menikah karena terpaksa.

Bagi Hana, Buku Harian Seorang Istri adalah sinetron kesekian kali dirinya kebagian peran sebagai pelakor, pendendam alias sosok wanita jahat.

Situasi ini, lalu menerbitkan keinginan Hana untuk sesekali merasakan akting sebagai wanita baik-baik. Setidaknya untuk membuktikan wajah yang menurutnya jutek, bisa kok, jadi wanita baik-baik.

“Tantangan terbesarku, gimana agar mukaku yang jutek ini jadi kelihatan melas, jadi happy, gitu,” pinta perempuan berusia 24 tahun ini.

Meski langganan peran sebagai wanita jahat, Hana keberatan kalau akting tersebut dijadikan sebagai representasi dirinya di dunia nyata. Hana mengatakan bahwa peran sebagai Alya di sinetron dan dirinya di kehidupan nyata, beda jauh.

Baginya, sosok Alya tak lebih dari sekadar peran, yang di dalamnya perlu penghayatan dan totalitas berkarya.

“Aku gak akan punya mental yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Bagiku, kalau sudah tidak bisa, ya tidak usah. Sebaliknya, Alya akan berusaha terus untuk mencapai tujuan,” jelas Hana, yang kini giat kuliah disela-sela waktu syuting.

Terlepas dari hal tersebut, Hana Saraswati mengaku masih dapat mengambil sifat positif dari karakter Alya.

“Salah satunya, tentang semangat dan kegigihannya yang sangat luar bisa. Karena Alya memiliki jiwa pantang menyerah,” katanya.

Hana tidak memungkiri bahwa peran sebagai Alya, menjadi salah satu yang peran antagonis yang paling berkesan baginya. Alasannya, selain scenenya banyak, setiap scene memerlukan permainan emosi naik turun dalam waktu cepat.

“Dalam satu scene yang singkat saja bisa empat emosi yang harus ditampilkan. Itu memerlukan energy yang banyak. Sekaligus berkesan, sih,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kisah dalam Buku Harian Seorang Istri, konflik baru muncul setelah Dewa Buana dijebloskan ke penjara. Ibunda Dewa yakni Farah (Dian Nitami) mulai tidak suka kepada Nana, menantunya yang belum juga memperoleh keturunan.

Farah lalu bersekongkol dengan Alya untuk memisahkan Dewa dan Nana. Pucuk dicinta ulam tiba. Alya yang masih mencintai Dewa, langsung menyambut rencana tersebut. Karena dendam, Alya ingin menghancurkan rumah tangga Dewa dan Nana.

Sebelum Dewa menikah dengan Nana, Alya yang menjadi sekretaris Dewa, sekaligus kekasih. Hubungan mereka hancurgara-gara Dewa terpaksa menikah dengan Nana. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Sibuk Syuting ‘Dari Jendela SMP’, Keisha Alvaro Rindu Ramadan Bersama Keluarga

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Hari ini genap 10 bulan lamanya sinetron Dari Jendela SMP (DJS) menghibur pemirsa SCTV. Tema ceritanya yang realistis dan mengikuti momentum, membuat sinetron garapan sutradara Indrayanto Kurniawan ini selalu memikat.

Sudah 10 bulan pula lamanya, Rey Bong, Sandrinna Michelle, Keisha Alvaro dan Saskia Chadwick, menginap dan melewatkan bulan suci Ramadan di lokasi syuting, yakni  kawasan Sawangan, Jawa Barat.

Beruntung, Keisha menemukan keseruan tersendiri saat berbuka puasa dan sahur di lokasi syuting bersama teman-temannya dan kru DJS.

“Semua sudah seperti keluarga. Tapi tntangannya, karena kebanyakan syuting outdoor, panas dan haus. Gimana caranya kita bisa nahan marah, capek dan nahan haus di saat yang bersamaan,” jelas Kiesha dalam wawancara virtual, Kamis (29/4).

Keseruan yang sama juga dirasakan oleh rekan-rekannya, Rey Bong, Sandrinna Michelle dan Saskia Chadwick. Suasana demikian, sekaligus menjadi pembeda antara Ramadan tahun ini dengan Ramadan sebelumnya.

Keisha Alvaro (Foto: Instagram)

Meski seru, Keisha masih menyimpan kerinduan untuk berbuka puasa bareng keluarganya di rumah. Hanya saja, keinginan tersebut belum kesampaian hingga hari ke-17 menjalani puasa, lantaran padatnya jadwal syuting.

Keisha pun meyakini ayahnya, Sigit Purnomo Syamsudin Said, sudah sibuk manggung bersama band Ungu belakangan ini.

“Momen yang paling dirindukan bersama ayah adalah sholat berjamaah,” ujar Keisha, yang mengaku terakhir ketemu sang ayah pada dua bulan silam.

Meski demikian, si sulung dari pasangan Sigit Purnomo Syamsudin Said alias Pasha Ungu dan Okie Agustina ini mengaku selalu mendapat dukungan dari orangtuanya. Komunikasi pun selalu terjalin dengan baik.

Remaja berusia 16 tahun ini mengatakan, kalau ada kesempatan maka sang ayah yang akan menemuinya di lokasi syuting. Soalnya, selama syuting Keisha enggan keluar lokasi syuting.

“Karena enggak bisa pulang, paling video call sama ayah atau bunda. Kalo ada apa-apa, aku pasti cerita, terutama saat puasa ini. Mereka suka menanyakan, apakah sudah buka puasa, atau sahur. Iya, lebih ke bentuk perhatian,” ujar Keisha merinci.  (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Adinda Azani Dapat Tantangan Tidak Mudah di Sinetron ‘Rumah Bidadari’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Tontonan serial bertema religi selalu  bisa menambah semarak suasana Ramadan tahun ini. Salah satunya, Rumah Bidadari SCTV, yang menghadirkan pembelajaran soal kehidupan.

Sinetron garapan sutradara Deddy Mizwar ini dibintangi, antara lain oleh Adinda Azani Cut Asyifa dan Lavicky Nicholas.

Adinda Azani yang melakoni karakter Salwa, mengaku cukup tertantang karena karakternya berbeda dengan dirinya di kehidupan nyata.

“Challange-nya (tantangannya) pikiran Salwa gimana gitu, agak tricky karakter islami gini untuk memainkannya,” ujar Adinda Azani dalam kesempatan jumpa pers virtual pada Rabu (28/4).

Demi menghidupkan karakter Salwa, Adinda mengaku perlu usaha keras dibantu oleh sutradara untuk mendalami karakter Salwa yang susah ditebak.

“Jujur aja karakter Salwa ini bikin aku bingung karena karakter yang susah ditebak, Itu sebabnya tidak mudah bagi saya untuk menjadi seperti Salwa, yang diceritakan selalu berpikiran positif,” katanya.

Dalam sinetron drama komedi ini, Adinda dipasangkan beradu akting dengan Lavicky Nicholas, yang memainkan karakter Rafathar.

“Salwa suka sama Rafathar, namun sejauh ini belum mengetahui, apakah mencintai Rafathar atau tidak,” jelasnya.

Sinetron Rumah Bidadari menceritakan Salwa menghuni rumah kos bersama Nisa dan Gisel. Ibu kosnya, Ibu Ina tidak senang pada kelakuan penghuni kontrakan di seberang Rumah Bidadari, yang kerap mengumbar perilaku jauh dari tuntunan agama.

Siapa sangka, salah seorang penghuninya, Rafathar (Lavicky Nicholas) malah jatuh cinta pada Salwa. Jalinan cinta semakin menarik, setelah Ibu Ina pun menjadi rebutan antara Jaka Tarub, pemilik kontrakan tempat Rafathar tinggal dengan ketua RT setempat. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending