Connect with us

Musik

Lapis Legit Bandung Rebut Juara ‘Lomba Album Pop Jawa Keroncong Indra Utami Tamsir’

Published

on

Indra Utami Tamsir (Foto: Dok. Pribadi)

Kabarhiburan.com – Situasi pandemi Covid-19 yang belum reda, ternyata tidak menyurutkan semangat Indra Utami Tamsir menyelenggarakan Lomba Virtual Grup Musik Lintas Genre, Album Pop Jawa KeroncongSutra Dewangga”.

Menariknya, lomba ini berhasil menumbuhkan minat di kalangan milenial untuk melestarikan musik keroncong di Tanah Air. Salah satunya, grup keroncong dari Salatiga, Jawa Tengah, vokalisnya masih berusia 6 tahun.

“Alhamdulillah, lomba ini diikuti oleh 25 grup keroncong dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme mereka sangat luar biasa. Penghargaan tertinggi kepada semua grup yang berpartisipasi dengan meluangkan waktu untuk berlatih demi memajukan musik keroncong,” ujar Indra Utami, jelang acara Grand Final yang digelar di Auditorium Abdul Rahman Saleh RRI, Jakarta, Rabu (10/11).

Penyelenggaranya, IUT Production, secara khusus menjadikan momentum Hari Pahlawan, 10 November, sebagai puncak acara lomba yang digelar sejak 1 September silam. Ia mengatakan, selebrasi atas karya musik keroncong ini menjadi momentum khusus untuk memaknai Hari Pahlawan.

“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tentunya penuh dengan perjuangan para pahlawan negeri ini. Dengan adanya kebebasan inilah kita bisa berkegiatan di segala aspek, termasuk berkesenian atau mengembangkan kebudayaan yang memang harus dilestarikan, dalam hal ini musik keroncong, tutur wanita yang dijuluki sebagai The Next Waljinah ini.

Hasil video yang dikirimkan peserta membuat Indra Utami bangga. Penyebabnya, para musisi yang telah mengirimkan karyanya didominasi oleh generasi muda. Dari 25 karya yang diterima dewan juri, hanya dua grup saja yang tergolong senior.

“Lainnya adalah musisi muda. Bahkan, grup yang dari Salatiga, vokalisnya itu masih berusia 6-7 tahun. Dia akan kita berikan apresiasi khusus juga,” kata Undra Utami, peraih predikat sebagai Penyanyi Keroncong Terbaik AMI Award (2013).

Lomba Virtual Grup Musik Lintas Genre, Album Pop Jawa Keroncong “Sutra Dewangga” ini, dewan jurinya terdiri dari Indra Utami Tamsir, Didiek SSS, Singgih Sanjata dan Bens Leo.

Dari hasil 10 video terbaik yang dilombakan pada acara grand final di RRI Jakarta ini, grup Lapis Legit dari Bandung didaulat sebagai juara pertama. Mereka berhak atas hadiah utama berupa uang pembinaan sebesar Rp 15 juta.

Sementara itu, untuk vokal favorit dan grup favorit, masing-masing diberikan kepada Candra Kirana Bali dan Sabdareswara Banjarnegara yang memperoleh uang pembinaan masing-masing  sebesar Rp 2,5 juta.

Dewan Juri Bens Leo menjelaskan pemilihan grup Lapis Legit sebagai juara pertama karena musikalitas yang disajikan sangat variatif dan inovatif. Penggunaan alat musik etnik, kata dia, menjadi nilai tambah saat membawakan lagu wajib Kembang Impen dan lagu pilihan Kayungyun yang berasal dari album Sutra Dewangga.

“Tapi hal paling utamanya adalah grup Lapis Legit ini mampu memberikan nuansa yang segar dan berbeda dari lagu aslinya karena mereka mampu melakukan rearansemen pada lagu Kembang Impen,” jelas Bens.

Pada acara grand final ini menampilkan 10 video musik terbaik dari hasil seleksi 15 grup terbaik. Dalam lomba ini, para peserta melantunkan lagu wajib dan lagu pilihan dari album ‘Sutra Dewangga milik Indra Utami Tamsir.

Lagu wajib adalah single Kembang Impen. Sedangkan untuk lagu pilihan dapat memilih diantara lagu Kayungyun atau Lintang Sore.

“Lomba ini sangat luar biasa. Tidak hanya menampilkan musisi-musisi berbakat yang masih muda tapi lomba ini menjadi wujud nyata untuk terus mendekatkan musik keroncong kepada generasi muda sekarang,” kata juri lainnya, Didiek SSS.

Berikut daftar lengkap para pemenang Lomba Virtual Grup Musik Lintas Genre, Album Pop Jawa Keroncong:

Juara 1: Lapis Legit dari Bandung (hadiah sebesar Rp 15 juta).

Juara 2: Candra Kirana dari Bali (hadiah sebesar Rp 10 juta).

Juara 3: KKAJ – Komunitas Keroncong Anak Jombang (hadiah sebesar Rp 7,5 juta).

Vocal Favorite: Candra Kirana dari Bali (hadiah sebesar Rp 2,5 juta).

Grup Favorite: Sabdareswara dari Banjarnegara (hadiah sebesar Rp 2,5 juta). (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Slank Jajal Panggung Vapezoo, Pengunjung Vape Fair 2022 Nyanyi Bersama

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Grup band Slank baru saja meluncurkan seri Podlott terbarunya, Kuy Podlott V3.

Demi merayakan peluncuran Kuy Podlott V3 kepada penggemarnya, Bimbim Kaka Abdee, Ivanka dan Ridho, hadir menjajal panggung Vapezoo di Vape Fair 2022, pameran Vape terbesar di Indonesia, September 2022 silam.

Aksi panggung Kaka dan kawan-kawan yang energik, segera saja membuat suasana menjadi meriah meriah. Penonton ikut bernyanyi dan bertepuk tangan, membuat area di sekitar both Vapezoo disesaki penonton.

Mereka kompak menyanyi bersama lagu-lagu yang dibawakan Slank. Sebut saja ‘Tong Kosong’,  ‘Ku Tak Bisa’, ‘Balikin’, ‘Poppies Lane Memory’, ‘Full Moon’, ‘Dijalan Podlot’, ‘Mars Slank’, dan masih banyak lagi.

Suara khas Kaka dan iringan musik Bimbim, Ridho, Ivanka, Abdee benar-benar menghibur penunjung.

“Kalian semua keren. Sekeren Vapezoo, yang bisa kalian nikmati kapanpun dimanapun dengan asik,” kata Bimbim.

Tidak bisa dipungkiiri, penampilan Slank ikut mendongkrak pengunjung untuk ikut menikmati produk-produk Vapezoo. Terbukti, sedikitnya 300 hexohm darzoo dan hexohm limited terjual habis hanya dalam waktu 7 jam.

Bersama Vapezoo dan Tigac, Slank memang gencar melebarkan bisnisnya di industri vape belakangan ini.

Beberapa produk seperti liquid Slank podlott dengan 7 rasa dan device kuy Podlott telah diperkenalkan Slank,Vapezoo, Movi dan Tigac. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Eternity Gate Rilis ‘Depresi’ dan ‘Lepaskan’ di Panggung Calling Scream

Published

on

By

Eternity Gate rilis double single ‘Depresi’ dan ‘Lepaskan’

Kabarhiburan.com – Indonesia kembali kedatangan band pendatang baru, Eternity Gate, yang mengusung aliran musik cadas. Sebagai gebrakan awal, band asal Semarang ini merilis double single bertajuk Depresi dan Lepaskan.

Nantikan kehadiran band yang membawa formasi Wawan (vokal), Cahyo ‘Tyo’ Sulistyo (gitar), Cahyo ‘Iyok’ Dwi H (bass) dan ‘Rey’ Zavier (drum), ini di panggung Calling Stream yang digelar oleh Jakarta Keras, pada Minggu, 25 September 2022 mendatang.

Eternity Gate akan merayakan perilisan single Depresi dan Lepaskan, dengan menyuguhkan format istimewa yang menghadirkan bintang tamu senior Trison Manurung (Roxx),

Selain Eternity Gate, pesta musik yang berlangsung di Rooftop Ps. Gembrong Baru, Cipinang, Jakarta Timur, juga dimeriahkan band-band cadas seperti Thrashline, Bestiality, Angkara, Disgusting God, Dead Chromatix, Toiletsounds, F.O.D., Despised hingga Cultural.

Tentu saja Eternity Gate akan tampil dengan konsep berbeda demi memenangkan persaingan di ranah independent.

Sesuai namanya, Eternity Gate ingin mengarahkan eksistensinya ke keabadian. Tentunya dalam arti, bisa bertahan lama dan selalu melahirkan karya.

“Kami mempunyai kesamaan dalam aliran ini, bertekad untuk terjun ke dalam dunia musik semaksimal mungkin, dan selalu mengeluarkan karya-karya,” kata para personel Eternity Gate, dalam keterangan tertulis pada Senin, 26 September 2022.

Single Depresi dan Lepaskan digarap selama sebulan, menceritakan tentang fenomena di sekitar kehidupan manusia, tentang keputusasaan dengan segala permasalahan kehidupan, dosa dan sebagainya.

Eternity Gate mengeksekusi rekaman dua single tersebut di Studioqu Music Recording, Semarang. Termasuk untuk pemolesan penataan suara (mixing) serta pelarasan suaranya (mastering).

Keganasan hardcore serta kedinamisan metalcore menjadi formula utama Eternity gates dalam menggarap musiknya. Khususnya di dua karya lagu awal mereka itu.

“Kami menggabungkan dari beberapa influence, di antaranya seperti Pantera, Lamb of God, Sepultura dan Slipknot,” kata Tyo, yang juga tercatat sebagai gitaris di unit symphonic rock, Cultural Band.

Setelah merilis ‘Depresi’ dan ‘Lepaskan’, Eternity Gate yang dibentuk pada 26 Desember 2021, ini juga ancang-ancang menyiapkan album mini (EP) dalam format digital. Beberapa materi lagu baru sudah di tangan dan siap direkam.

“Konsep musik kami ami cenderung ke hardcore dan metalcore, namun juga masih terasa sentuhan old-school-nya,” pungkas Tyo. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Tiga Sekawan Briana Lahirkan Single Perdana ‘Cinta Baru’

Published

on

By

Tiga sekawan personel Briana: Achi Nasution, Brando dan Yazid.

Kabarhiburan.com – Pandemi belum sepenuhnya berakhir, namun grup musik Briana percaya diri terjun di industri musik Indonesia.

Dibentuk pada pertengahan 2022, Briana menyatakan siap mewarnai belantika musik Tanah Air. SingleCinta Baru’ dengan genre pop jadi langkah pertama mereka menggaet pendengar musik Indonesia.

Grup band asal Jakarta ini solid dengan tiga sekawan, yakni Achi Nasution (Vokal), Brando (Gitar) dan Yazid (Drum). Sempat bermusik dengan grup band sendiri, akhirnya mereka bertemu dan menemukan kecocokan di Briana.

Sebut saja vokalisnya, Achi Nasution, mantan vokalis band Speedpop yang merilis single pada 2010 silam. Begitu pula, Brando, sempat tergabung di Sinbad, band di bawah naungan label Nagaswara.

Sementara sang drummer, Yazid adalah drummer dari band bernama Ilang dan juga Good Gangster.

Achi Nasution menyebutkan single berjudul ‘Cinta Baru’ berirama melow mengangkat tema cinta yang universal.

“Kami angkat tema cinta, karena lirik tentang cinta itu kan umum ya, siapapun itu pasti punya kisah cinta,” ucap Achi Nasution, dalam keterangan persnya, baru-baru ini.

Cinta Baru’ menceritakan tentang kisah berakhirnya cinta seseorang dengan pasangannya. Namun ‘Cinta Baru‘ mengajak orang untuk move on, melupakan kesedihan karena putus cinta dan mengajak untuk membuka hati bagi sebuah cinta baru.

“Liriknya mengajak kita untuk move on. Jangan berlarut dalam kesedihan. Intinya sih begitu,” ujar Achi Nasution menambahkan.

Sementara itu, Brando menjelaskan, bahwa nama Briana tersebut diambil dari inisial nama ketiga personel, Brando, Yazid, dan Achi Nasution.

“Briana ini diambil dari inisial nama kita. Briana ada artinya juga, yakni bangsawan, atau berbudi luhur,” jelas Brando.

Ketiganya optimistis karya mereka bisa diterima pasar musik Tanah Air.

“Kami berharap, lagu perdana ini bisa disukai masyarakat. Semoga lagu ini bisa diterima di industri musik Tanah Air,” pinta Brando yang dalam waktu dekat akan memperdengarkan ‘Cinta Baru’ ke sejumlah radio di Indonesia. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending