Connect with us

Film

Libur Lebaran 2022 Nonton Film Horor ‘Kuntilanak 3’ Bareng Keluarga

Published

on

Kisah petualangan lima anak pemberani yang ditunggu pada setiap libur lebaran. (Foto: Dok. MVP Pictures)

Kabarhiburan.com – Sempat tertunda selama hampir 2 tahun karena pandemi Covid19, Rumah Produksi MVP Pictures akhirnya siap menghadirkan kisah petualangan 5 anak pemberani, yang selalu ditunggu-tunggu saat libur Lebaran tiba.

Kuntilanak 3 akan menghibur penonton di bioskop untuk mengisi waktu libur Lebaran 2022. Masih disutradarai sineas legendaris film horor Indonesia, Rizal Mantovani, Kuntilanak 3 siap menghentak bioskop-bioskop di Tanah Air mulai 30 April 2022 mendatang.

Selain dibintangi kembali oleh lima aktor cilik berbakat seperti, Nicole Rossi, Andryan Bima, Ali Fikry, Adlu Fahrezy & Ciara Nadine Brosnan, Kuntilanak 3 juga menampilkan banyak artis-artis papan atas seperti Sara Wijayanto, Nafa Urbach, Amink, Wafda Saifan, Nena Rosier dan masih banyak lagi.

Menceritakan tentang petualangan Dinda di Sekolah Mata Hati. Seusai pulang dari Ujung Sedo, Dinda merasa berbeda dari sebelumnya. Seakan ada kekuatan di dalam dirinya yang terlepas tiap kali amarah menguasai.

Sekolah Mata Hati, dapat menjadi tempat dimana para anak berkemampuan “khusus” belajar, sehingga bisa membantunya mengendalikan diri.

Namun di sekolah tersebut, Dinda justru dipertemukan dengan Kuntilanak yang lebih kuat dan sekelompok orang yang mengetahui rahasia dan masa lalunya.

Film Kuntilanak 3 sendiri menyempurnakan jajaran prekuel Box Office Indonesia Kuntilanak 1  dan  2 yang tayang pada tahun 2018  dan 2019 silam.

Bagi Rizal Mantovani, Kuntilanak 3 ini melalui tahapan produksi dan posproduksi yang luar biasa rumitnya dan tentu harapannya.

“Visual efek serta production value yang kami sajikan, dapat memanjakan mata para penggemar Kuntilanak Universe ini. Film ini juga tepat sekali jika dinikmati oleh anak-anak dan keluarga. Selain ingin mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, serta pentingnya untuk selalu mendukung keluargamu dalam keadaan apapun,” katanya.

Libur Lebaran 2022 Nonton Film Horor ‘Kuntilanak 3’ Bareng Keluarga. (Foto: Dok. MVP Pictures)

Menjawab perihal perbedaan film Kuntilanak 3 dari film Kuntilanak 1 & 2, Amrit Punjabi selaku Co-Producer menjelaskan bahwa film ini merupakan perjalanan yang luar biasa sejak debut Kuntilanak 1 dan menyaksikan bagaimana Film Kuntilanak ini berevolusi menjadi film horor yang berbeda dari prekuel Kuntilanak sebelum-sebelumnya.

Film Kuntilanak 1 dan 2 lebih banyak mempertegas elemen horror dalam film, sehingga banyak pecinta film horor Indonesia tentu sangat menikmati banyak adegan suspense dan “jump scare” dalam film. Sedangkan di Film Kuntilanak 3 kali ini kami lebih banyak menyuguhkan “surprise element”, sehingga tak hanya orang dewasa saja, anakanakpun bisa menikmati film ini untuk mengisi waktu libur Lebaran nanti.

“Kami sangat senang sekali saat mengetahui bahwa Trailer film Kuntilanak 3 disambut baik oleh para penggemar kami dan kami berharap pada tanggal 30 April 2022 nanti, Kuntilanak 3 ini dapat diterima dengan baik oleh para penonton Indonesia”.

Apakah kali ini Dinda berhasil menaklukan Kuntilanak untuk yang ketiga kalinya. Apakah Sekolah Mata Hati dapat membantu Dinda untuk menemukan jati diri Dinda yang sebenarnya? Temukan jawabannya, di film Kuntilanak 3 yang  tayang pada tanggal 30 April 2022 di bioskop-bioskop Tanah Air. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Webinar FFWI 2022: Buku Best Seller, Film Box Office?

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Industri film di Indonesia kembali bersemi, baik dari jumlah penonton maupun kualitasnya. Dari sekian banyak judul film yang dirilis, tidak sedikit film yang skenarionya diadaptasi dari novel dengan embel-embel best seller.

Hasilnya, film-film adaptasi ternyata mampu mengundang sangat banyak penonton ke bioskop. Sebut saja, ‘Dilan 1990’ menjadi salah satu film box office dengan 6,3 juta penonton, disusul yang terbaru, ‘KKN di Desa Penari’ kini menembus 9 juta penonton.

Buku Best Seller, Film Box Office juga dipilih Panitia FFWI 2022 sebagai tema dalam webinar kedua, yang berlangsung Selasa 7 Juni 2022.

Sekitar 50 wartawan dan pekerja film menyimak penjelasan nara sumber kompeten. Di sana ada moderator Noorca M Massardi dari Lembaga Sensor Film, sutradara Hanung Hanung Bramantyo, Novelis Asma Nadia dan penulis skenario Jujur Prananto.

Hadir pula Wina Armada selaku Ketua Pelaksana FFWI 2022, dan Eddy Suwardi Dit PMM Kemendikud Ristek.

Bagi Hanung Bramantyo, mengangkat cerita novel dengan embel-embel best seller ke layar film punya tantangan tersendiri, karena problem utama dalam pembuatan film adaptasi karya novel ke film. Sebetulnya tidak hanya pada kreativitas film maker, tetapi juga pada mindset penonton.

“Jika penonton sudah punya kesadaran bahwa film adalah sebuah karya baru dari novel, maka sebuah film mengadaptasi novel apapun hasilnya, tidak akan jadi persoalan lagi,” ujar sutradara sutradara sukses memfilmkan novel laris ke film, seperti ‘Ayat Ayat Cinta’, ‘Perempuan Berkalung Sorban’ dan ‘Bumi Manusia’, ini.

Ia mengatakan, novel ditulis oleh satu orang dan mempunyai ruang dan waktu yang luas. Sedangkan film digerakkan oleh banyak orang. Sangat tidak mungkin dikerjakan oleh seorang diri, sehebat apapun sutradaranya.

Sudah begitu, novel bisa dibaca kapan saja dan mau berhenti dulu, makan atau minum dulu. Sebaliknya film punya keterbatasan waktu tayang. Untuk film nasional rata rata durasi putarnya satu setengah jam atau dua jam.

“Jadi, tidak semua yang ada di novel itu bisa dijadikan dalam keterbatasan ruang dan waktu itu,” ujar Hanung menjelaskan tantangannya sebagai sutradara memfilmkan novel.

Penulis novel Asma Nadia juga membenarkan bahwa film dan novel adalah dua kreatifitas yang berbeda. Di sinilah pentingnya komunikasi yang baik antara penulis novel, sutradara, penulis skenario dan produser.

”Penulis novel tidak boleh egois, bahwa cerita film harus seratus persen sama. Di pihak lain sutradara, produser atau penulis skenario tidak merusak benang merah cerita,” kata Asma Nadia, yang novelnya seperti ‘Assalammualaikum Beijing’ dan ‘Jilbab Traveller’ sukses difilmkan.

Sementara Jujur Prananto menyebutkan tidak semua yang tertulis di novel akan bisa semuanya difilmkan.

“Di sinilah penting komunikasi. Tapi, kalau ada penulis novel yang ngotot, baiknya saya sebagai penulis skenario memilih mundur,” ungkap Jujur Prananto peraih Piala Citra Festival Film Indonesia.

Jujur Prananto mengaku akan menolak saja menuliskan skenarionya kalau merasa sulit menemukan konflik dan ketegangan dari filmnya nanti.

“Sebaliknya, beberaps novel sudah bernuansa filmis. Suasana dan strukturnya oke banget. Jadi saya enggak sulit memindahkannya ke skenario,” kata Jujur, penulis skenario ‘Ada Apa dengan Cinta’. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Agar Pop Culture Indonesia Mendunia, Erick Thohir: Kuncinya Harus Kreatif

Published

on

By

Nobar film ‘Gatot Kaca’, Erick thohir didampingi didampingi Eko Patrio, Pasha Ungu dan Dessy Ratnasari.

Kabarhiburan.com – Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi maraknya film-film nasional yang berkisah tentang budaya Indonesia, harus mendapat dukungan masyarakat. Ini harus mendapat dukungan dari masyarakat.

Dukungan pecinta film tak hanya menikmati alur cerita film, tapi juga menyukai lagu atau soundtrack film, turunan kisah film, serta merchandise akan makin menghidupkan pop culture di tanah air.

Demikian disampaikan Erick Thohir, usai menonton tayangan perdana film berjudul Satria Dewa “Gatot Kaca” di Studio Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (6/6) malam.

Erick menyaksikan film superhero asli Indonesia itu bersama sutradara, Hanung Bramantyo dan para aktor seperti, Ricky Nazar, Omar Daniel, Yayan Ruhiyan dan Yatti Surachman. Erick juga didampingi Eko Patrio, Pasha Ungu dan Dessy Ratnasari.

“Kita harus dukung industri film nasional yang berpotensi luar biasa. Tak hanya dari cerita film yang bagus, tapi masyarakat bisa pula menikmati lagu, turunan cerita, dan merchandise,” kata Erick.

“Inilah multiplatform story telling yang tidak akan putus. Apresiasi masyarakat harus terus kita rangsang agar melalui industri hiburan, salah satunya film nasional, kita bisa menjadi pop culture country,” ujarnya.

Erick juga menyebutkan bahwa Korea atau negara lain mampu menjadi negara pop culture karena sukses mengangkat industri hiburan lokal ke panggung internasional, maka Indonesia juga bisa melakukannya. Apalagi Indonesia sudah memiliki pasar tersendiri dengan jumlah penduduk yang mencapai 275 juta.

”Kita punya pasar yang besar dan jika meledak di dalam negeri, maka hal itu akan berpengaruh ke seluruh dunia. Kuncinya, harus kreatif,” katanya.

“BUMN siap memberikan dukungan. Kita memiliki PFN (Produksi Film Negara) atau juga Telkom dan Telkomsel sebagai aggregator untuk mendukung konten lokal agar terus berkembang,” ujar Erick Thohir menambahkan.

Konsep multiplatform story telling untuk membangun industri film nasional terus didorong agar sebuah film tak hanya disukai dari sisi tontonan semata.

“Film harus mampu menciptakan tren sebagai kekuatan sehingga daya tarik dan nilai jualnya tidak akan terputus,” pintanya.

Sebelumnya, film ‘Kadet 1947’ juga diproduksi dengan konsep yang sama. Ceritanya terintegrasi dengan turunan ide kreatif lain sehingga dari film tersebut muncul tren fashion, produk kreatif lainnya yang turut memajukan UMKM lokal, dan juga soundtrack berjudul, ‘Bakti’. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

‘Angling Dharma Season 2’ Siap Tayang, Afdhal Yusman Naik Kelas

Published

on

By

Kabarhiburan.comAngling Dharma Season 2 bakal tayang di Maxstream, mulai 1 Juni 2022 mendatang.

Salah satu cerita yang sudah melagenda dan diketahui banyak orang, dengan ciri khas Naga Begola yang selalu menemani di setiap perjalanan Angling Dharma untuk menyebarkan kebaikan.

Menurut keterangan yang diterima, Angling Dharma versi terkini diperankan oleh Afdhal Yusman, yang dulu sempat memerankan Angling Kusuma, anak dari Angling Dharma di masa Anto Wijaya sebagai Angling Dharma.

Sejurus dengan perkembangan zaman, Angling Dharma terbaru ini sedikit berbeda dari tahun tahun sebelumnya.

Kali ini dikemas kian menarik, milenial dan trendy. Baik dari segi costum, pemain maupun ceritanya, namun tidak lepas dari benang merah cerita yang sudah ada.

Harapannya, Angling Dharma yang diproduksi oleh rumah produksi Vigor Cinema ini dapat diterima masyarakat dan mendapatkan tempat di hati penontonnya.

Selain Afdhal Yusman, ‘Angling Dharma Season 2’ juga dibintangi oleh Choky, Rico Verald, Ferly putra, Ovy Duo Serigala, Dian Sidik, Gege Fransisca, Arnold Leonard, Diana Dee, Sandy SS, Kasiviati dan Mardion. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending