Connect with us

Musik

LIDA 2019 Selangkah Lagi Menuju Babak Top 28

Published

on

Komedian Jarwo membacakan ikrar sebagai Juri Non Dangdut

Kabarhiburan.com, Jakarta – LIDA 2019 Top 36 Grup 6 berakhir dengan tersenggolnya Haifa (Sulawesi Selatan). Keesokan harinya, Sari, juga dari Provinsi Selatan mengikuti jejak Hafiza setelah tersingkir dari Group 7. Dengan demikian Sulawesi Selatan hanya menyisakan Puput yang melaju ke babak selanjutnya.

Konser LIDA 2019 Top 36 Grup 8 yang berlangsung Minggu (10/3) semakin meriah oleh kehadiran komedian ternama Indonesia, Jarwo yang duduk di kursi Tamu Non Dangdut.

Konser ini dibuka dengan penampilan memukau Soimah berduet dengan Weni DA. Mereka menyanyikan lagu Syahara.

Top 36 Grup 8 diawali oleh Beni (Banten) yang menyanyikan lagu Asam di Gunung Garam di Laut, berhasil meluluhkan hati Dewan Juri, lalu semuanya menekan tombol biru.

Beni (Banten) berhasil meluluhkan kelima juri lewat lagu ‘Asam di Gunung Garam di Laut’.

“Kamu banyak progresnya dan kamu salah satu peserta yang mau mendengar masukan dari para Dewan Juri. Ekspresi kamu sudah mulai baik dan ada beberapa cengkok yang sangat manis,” ucap Soimah.

Di belakang Beni, ada Faul (Aceh) yang kualitas vokalnya terus meningkat. Terbukti, kelima Dewan Juri memberinya lampu biru, bahkan Inul Daratista sempat melakukan standing ovation bagi Faul, usai menyanyikan Badai Fitnah.

“Kamu dapat mengeksekusi lagu ini dengan sempurna dan progres kamu sangat bagus. Kamu memberikan unsur kedaerahan di lagu ini dan bagus. Kamu paket komplit dan harus mempertahankannya,” puji Inul.

Sukses Faul ternyata diikuti pula oleh Novi (Kalimantan Barat). Ia berhasil meraih lima lampu biru melalui lagu Satukan Cinta.

Linda menjadi peserta kedelapan yang tersenggol dari LIDA 2019

Sebaliknya dengan Linda (Kalimantan Selatan), justru tercecer. Penampilannya lewat lagu Terguncang  hanya meraih tiga lampu biru. Harapan Linda dapat  dukungan pemirsa pun tidak cukup membantu. Situasi ini menempatkan Linda ke posisi terbawah, alias tersenggol.

Sementara itu, Beni (Banten), Faul (Aceh), dan Novi (Kalimantan Barat) memastikan diri ke babak Top 28.

Kompetisi LIDA 2019 terus berlanjut Grup 9 yang terdiri dari Agus (Gorontalo), Diyan (Kalimantan Barat), Hanan (Jawa Barat) dan Jojo (Sumatera Selatan). Mereka menjadi kelompok terakhir Top 36 yang berjuang untuk memperebutkan tiket ke babak Top 28.

Bagaimana hasilnya? Saksikan terus Konser LIDA 2019 Top 36 Grup 9 yang disiarkan secara live pukul 20.30 WIB dari Studio 5 Indosiar. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Ria Prawiro Percayakan Lagu ‘Tetap Cinta’ Dinyanyikan Mark Pattie

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kentalnya rasa pop yang manis dengan sentuhan halus RnB soul dilantunkan Mark Pattie, serasa membawa pendengarnya kembali kepada cinta yang sejati.

Pria berdarah Ambon-Manado itu menyanyi dengan penuh perasaan saat membawakan single terbarunya, berjudul Tetap Cinta, pada Rabu, 16 Juni 2021 sore. Lagu ini diciptakan oleh seorang pencipta lagu legendaris, Ria Prawiro.

Sebagai penyanyi berciri khas RnB Soul, Mark Pattie berhasil mengatasi tantangannya, menyanyikan Tetap Cinta yang bernuansa pop dinamis.

“Sebagai penyanyi, aku berusaha membawakan lagu ini dengan gaya dan karakter aku untuk menyampaikan pesannya kepada pendengar, yaitu apapun yang terjadi tetap cinta,” ujar Mark Pattie dalam jumpa pers virtual, Rabu (16/7).

Itu sebabnya, Mark mengaku tidak kesulitan melakukan take vocal, sebab terlebih dulu sudah menyamakan ide dengan musisi lintas generasi, seperti Ria Prawiro.

Seperti diketahui, Ria Prawiro sudah malang melintang di industri musik Indonesia, sejak dekade 1980-an. Ia berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi senior. Sebut saja Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Dodo Zakaria, Aminoto Kosin dan masih banyak lagi.

Kini, Ria Prawiro melintas generasi dengan mempercayakan karyanya kepada penyanyi muda, Mark Pattie. Alasannya, Ria merasa karakter vokal Mark Pattie cocok dengan lagu Tetap Cinta.

“Aku berkarya aja, tanpa memikirkan market. Setelah lagunya jadi, barulah aku cari penyanyi yang pas. Ketemulah sama Mark,” ujar Ria Prawiro yang juga produser Khariza Production.

Mark Pattie

Ria Prawiro meyakini, melalui Mark Pattie, lagu Tetap Cinta akan bisa diterima generasi milenial sebab liriknya relate dengan kehidupan anak-anak muda.

“Saya senang masih bisa bekerja sama dengan penyanyi muda, sekaligus membuktikan musik telah mempersatukan dirinya dengan banyak rang lintas generasi.

“Mungkin saya tidak bergaul dengan mereka, tetapi musik membuat dekat hubungan saya secara lintas generasi,” jelasnya.

Di sisi lain, arranger Gihon Lohanda, yang sudah bekerja sama dengan Ria Prawiro selama 10 tahun belakangan, mengaku bahwa versi asli lagu Tetap Cinta sudah apik. Gihon hanya memoles musiknya sedikit lagi agar musik terdengar indah.

“Tetap pakai orchestra tetapi yang lebih simpel. Menurut aku, lagu ini enak didengar. Sekali saja didengar langsung nyantol,” ujar Gihon.

Lagu Tetap Cinta sudah bisa dinikmati di seluruh digital platform dan ratusan stasiun radio di Indonesia. Adapun video klip Tetap Cinta dapat ditonton di kanal youtube  Kariza Productions. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Gerald Situmorang Rilis Karya Terbaru ‘Saga’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Musisi Gerald Situmorang karyanya yang terbaru berupa album mini (EP) berjudul Saga. Terdapat tiga lagu di dalam EP , dimulai dari single Tapak Tilas yang melukiskan kesedihan Gerald atas meninggalnya ompung boru (Nenek) tercinta pada tahun ini.

Setelah kepergian Neneknya, Gerald diceritakan kembali tentang perjuangan ompung doli (Kakek) dan Ompung boru-nya, yang berjuang sejak masa perang sampai bisa menghidupi keluarganya.

Kakek Gerald seorang Brigadir Jenderal TNI AD yang meninggal tahun 1960 pada di usia 42 tahun, meninggalkan nenek-nya yang masih berumur 27 tahun. Selanjutnya, nenek menghidupi 5 anak, termasuk ibu Gerald yang masih dalam kandungan.

Proses produksi Tapak Tilas, Gerald yang merupakan pemain bass grup musik Barasuara ini, melibatkan Marco Steffiano, rekannya di Barasuara.

Selanjutnya dalam membuat EP, Gerald dibantu oleh Sri Hanuraga pada piano, Rishanda Singgih pada bass dan Yandi Andaputra pada drum.

Formasi tersebut diperkuat oleh musisi asal India, Faiman Khan, yang memainkan alat musik santoor di single berikutnya. Audio engineer dipegang oleh Stevano, selaku mix engineer dan Ted Jensen menjadi mastering engineer.

Dari sisi artwork, Saga merupakan kolaborasi dari berbagai bidang, dimana drawings dikerjakan oleh Rukmunal Hakim, foto oleh Jatidiri Ono, serta styling oleh Melodya Lukita.

Lagu Tapak Tilas sudah bisa dinikmati sejak 11 Juni 2021 silam. Disusul dua lagu lainnya dalam EP Saga, akan diperkenalkan secara berurutan pada 17 Juni dan 25 Juni 2021 mendatang. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Kolaborasi Danilla, Ramengvrl dan Marion Jola dalam Lagu ‘Don’t Touch Me’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Tiga penyanyi perempuan, yakni Danilla Riyadi, Ramen Girl dan Marion Jola melakukan debut kolaborasi. Lahirlah lagu terbaru berjudul Don’t Touch Me.

Menariknya, ketiganya datang dari latar belakang musik yang berbeda. Danilla dengan indie folk, Ramengvrl dengan rap hip-hop dan Marion Jola dengan pop R’nB, dijadikan satu dalam balutan aransemen yang enak didengar.

Apalagi, mereka juga menulis lirik lagu langsung, diangkat dari pengalaman masing-masing di posisi yang diremehkan sebagai perempuan. Kemarahan itulah yang mereka tuliskan di lirik lagu.

Dalam jumpa pers virtual, Marion Jola, misalnya, mengaku tidak ada tahun tanpa pelecehan. Susahnya, adalah bercerita, sehingga memilih diam.

“Pokoknya kami kerja kelompok untuk menulis lirik,” ujar Jola yang mengaku pertama kali menulis lirik,” ungkap Marion Jola, Kamis (10/6).

“Pengalaman-pengalaman itu dijadikan inspirasi gue dalam lagu Don’t Touch Me,” sambung Ramen, yang menuliskan lirik ke dalam bahasa Inggris.

“Mau-mau aja menuliskannya ke dalam Bahasa Indonesia, namun melihat konten ceritanya, aransemen musik, sepertinya lebih enak pake bahas Inggris,” jelas Ramen mengajukan alasan.

Sudah seharusnya perempuan memiliki self-worth, kepercayaan diri, dan kebebasan untuk membuat pilihan sendiri. Seperti itu mereka memaknai isi pesan dari single Don’t Touch Me.

Alunan musik pop dengan sentuhan swing sangat kentara, namun dengan kepiawaian mereka bertiga dalam memberikan harmonisasi dari ciri khas masing-masing membuat lagunya menjadi sinkron. Tidak berlebihan, tapi sangat relevan perpaduan vokal mereka dalam aransemennya.

Danilla, Ramengvrl dan Marion Jola memercayakan  Anton Ismael untuk menggarap video klip Don’t Touch Me.

Label yang menaungi mereka, Universal Music Indonesia resmi merilis Don’t Touch Me di berbagai platform musik digital pada Jumat (11/6).  (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending