Connect with us

Film

LSF Bersikukuh, Film ‘Lima’ Lulus Sensor Untuk 17 Tahun Keatas

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Film Lima akan beredar pada 31 Mei mendatang, namun produser dan sutradaranya,  Lola Amaria, kembali mendatangi Lembaga Sensor Film (LSF),  Senin (28/5).

Kehadiran Lola Amaria kali ini, dalam rangka bermediasi sekaligus menyampaikan aspirasi  dari 38 berbagai komunitas pecinta film di Tanah Air yang tergabung dalam ‘Pancasila untuk Generasi Muda’.

Mediasi juga dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi I DPR RI. Mereka adalah Charles Honoris dari PDIP, Dave Laksono Partai Golkar, dan Arvin Hakim Thoha dari PKB.

Mereka mempersoalkan keputusan LSF yang telah menyatakan film Lima lulus sensor untuk penonton usia 17 tahun keatas, seyogianya dapat dinikmati oleh penonton usia mulai usia 13 tahun keatas.

Ketua Lembaga Sensor Film, Ahmad Yani didampingi Lola Amaria saat memberi keterangan pers

Setelah menghabiskan waktu selama 4 jam dalam mediasi secara tertutup, LSF melalui ketuanya Ahmad Yani menjelaskan bahwa film Lima tidak sesuai apabila ditampilkan kepada  remaja di bawah usia 17 tahun.

“Sampai saat ini tentunya kita masih berangkat pada keputusan yang ada, bahwa film ini baik oleh LSF dan oleh pemilik film melalui hasil dialog yang konstruktif sudah disepakati dengan berbagai macam pertimbangan, film Lima untuk 17 tahun keatas,” ujar Ahmad Yani.

Yani mengatakan, pemilik film sudah memahami dan menerima keputusan LSF. Yang perlu dipahami adalah ketika sebuah film diloloskan, sudah menjadi milik bersama, LSF dan pemilik film.

“Bahwasanya ada kehendak masyarakat yang diwakili komunitas berupa sebuah masukan agar lulu sensor untuk 13 tahun. Masukan tersebut bukan hanya kepada LSF tapi juga pemilik film. Jadi yang berfikir pemilik film dan LSF,” dia menandaskan.

Yani menegaskan, lembaga yang dipimpinnya bekerja mengacu pada peraturan perundang-undangan yang ada dan prinsip yang sangat jelas. Film yang semua umur seperti apa, film untuk 13 tahun keatas seperti apa kriterianya.

“Kami sepakat hal-hal yang itu (pertimbangan LSF) karena ada sensitivitasnya. Itu tidak menjadi konsumsi public, melainkan  konsumsi internal antara LSF dan pemilik film,” ujar Yani yang enggan merinci.

LSF bisa saja mengubah keputusannya terhadap Film LIMA menjadi 13 tahun keatas, asalkan pemilik film mengikuti mekanisme yang ada.

“Kalau pemilik film menghendaki ada penurunan klasifikasi, maka ada mekanisme yang harus dilalui terlebih dulu agar layak untuk 13 tahun. Itu semua bisa didiskusikan,” tandas Ahmad Yani.

Sejauh ini, Lola Amaria menyatakan bakal mempertimbangkan saran LSF agar film Lima   dapat ditonton oleh anak usia 13 tahun. “Saya harus ngobrol dengan tim keputusannya seperti apa,” ujar dia.

Seperti diketahui, film Lima digagas sebagai bentuk kepedulian, kesadaran dan niat baik untuk menjadikan Pancasila lestari dan upaya menjaga terus dasar negara Indonesia.

Melalui film ini diharapkan ruang bioskop juga memberikan kontribusi untuk melahirkan generasi yang baik bagi masa depan Indonesia.

Film ini sudah dijadwalkan tayang di layar bioskop Tanah Air mulai 31 Mei mendatang, atau sehari menjelang Hari Lahir Pancasila atau Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Mulai 17 September, Film ‘Detak’ Versi Director’s Cut Tayang di Bioskop Online

Published

on

By

Fillm ‘Detak’ tayang terbatas di Bioskop Onlne mulai 17 September mendatang. (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Sukses meraih berbagai penghargaan di berbagai festival film mancanegara, tiba saatnya film Detak dinikmati lewat layanan TVOD streaming Bioskop Online.

Film Detak merupakan versi director’s cut Tarian Lengger Maut, akan ditayangkan mulai Jumat, 17 September hingga 3 Oktober 2021 mendatang.

Sebelum sampai ke sana, sutradara Yongki Ongestu dan produser Aryanna Yuris mengadakan virtual media gathering, menghadirkan aktor Refal Hady dan aktris Alyssa Abidin. Hadir pula, Gupta Gautama, selaku Head of Content Bioskop Online, pada Selasa (14/9).

Yongki Ongestu menjelaskan film ‘Detak’ telah meraih aneka penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Sukses tersebut mendorong tim produksi film ‘Detak’ untuk menayangkan penyuntingan akhir berdasarkan keinginan sutradara, agar bisa dinikmati masyarakat luas.

“Versi ini adegannya lebih detail dan proses pengenalan dan pendalaman karakter lebih panjang. Kami juga menggunakan treatment yang berbeda” ujar Yongki Ongestu berpromosi.

Salah satu treatment yang dimaksud adalah previsualization atau penggambaran adegan sebelum syuting dengan membuat animasi film secara utuh. Selain, masih ada treatment psychology of colour, yakni menyoroti perubahan karakter melalui gerakan kamera dan palet warna.

“Kami berharap, versi ini bisa dinikmati penonton. Versi sinemanya sudah tayang di bioskop offline. Sedangkan versi festival akan tayang di bioskop online,” jelas produsernya, Aryanna Yuris.

Film ‘Detak’ bercerita tentang profesi dokter yang memiliki status sosial yang tinggi di mata masyarakat. Dokter Jati (Refal Hady) paham betul statusnya tersebut, saat tiba di desa Pagar Alas sebagai penyembuh serta rajin menolong warga desa.

Seiring kehadirannya, muncul sebuah misteri di desa tersebut. Satu per satu warga menghilang dan jasadnya ditemukan tanpa jantung.

Detak jantung dr. Jati pun jadi tidak beraturan karena berjumpa seorang perempuan desa bernama Sukma (Della Dartyan), dalam masa penahbisan menjadi Penari Lengger, seni tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Apa sebenarnya yang terjadi di desa Pagar Alas? Yang lebih penting lagi, apa yang terjadi diantara dr. Jati dan Sukma?

Saksikan film Detak mulai 17 September hinga 3 Oktober 2021, dengan harga tiket presale terbatas Rp 25.000. Tiket sudah bisa diperoleh melalui website www.bioskoponline.com. Aplikasinya bisa  diunduh melalui App Store dan Google Play Store. (Tumpak S)

Continue Reading

Film

Main Sinetron Kolosal ‘Angling Dharma’, Intan Permata Jadi Istri Mahapatih Batik Madrim

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Selebgram sekaligus model, Intan Permata, sedang berbahagia. Ia mendapat tawaran seni peran di sebuah sinetron kolosal berjudul ‘Angling Dharma‘. Sinetron ini yang tayang platform OTT Maxstream.

“Aku nggak nyangka di musim pandemi Covid-19, disaat panggung hiburan lagi sepi karena masih PPKM, aku syuting sinetron kolosal,” tutur Intan Permata, Selasa (14/9/2021).

Artis bertubuh seksi ini memerankan tokoh protagonis sebagai Dewi Kusuma Gandawati istri dari Mahapatih Batik Madrim, yang merupakan orang kuat nomor dua di Kerajaan Malawapati.

“Jadi ceritanya jadi isteri seorang Mahapatih yang cantik, anggun, penyabar, penyayang dan mudah khawatir dan memang karakter bangsawan banget,” ungkap Intan Permata.

Intan Permata mengaku dirinya senang melakukan adegan berbahaya seperti silat dan bertarung.

“Nggak takut kulit terbakar, semisal syuting diluar ruangan atau luka memar sekalipun ya, karena memang bakat akting atau bakat di dunia seni kan harus totalitas juga,” jelas Intan Permata. (ts)

Continue Reading

Film

Gratis, Multivision Plus Hadirkan Original Series Horor “Ritual”

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Rumah produksi MVP Entertainment baru saja meluncurkan original series bertajuk “Ritual.

Serial genre horor ini dapat disaksikan secara eksklusif melalui aplikasi TrueID yang dapat diunduh di Google Play, atau melalui situsnya www.trueid.id secara gratis alias tanpa biaya langganan.

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi MVP Entertainment bisa bekerja sama dengan TrueID, untuk menggarap serial horror suspense Ritual ini,” ujar produser Amrit Punjabi dari  MPV Entertainment.

Sutradara Azhar Kinoi Lubis memilih para bintang ternama, seperti Putri Ayudya, Shareefa Daanish, Aghiny Haque, Joshua Suherman, Omar Daniel, Yasamin Jasem, Dian Sidik dan masih banyak lagi, menjadikan “Ritual” menjadi serial horror yang bertabur bintang.

Menariknya, “Ritual” merupakan karya perdana penulis muda berbakat Erwanto Alphadullah yang  merangkai 8 kisah, masing-masing berdurasi 15 menit. Namun jangan ragu, Azhar Kinoi Lubis membalur karya 15 menitnya ini dengan penuh ketegangan dan teror yang mencekam.

Armando Siahaan selaku Country Manager TrueID, menyebutkan bahwa series ini akan mengajak penontonnya menyaksikan seberapa jauh manusia bisa bertindak, ketika kehidupan mereka yang tragis dan penuh cobaan dipertemukan teror-teror gaib yang mengerikan.

“Serial ini menghadirkan elemen-elemen penting sebuah karya horor, seperti rasa takut, unsur kaget dan lainnya. Namun pada saat yang bersamaan juga memiliki nilai kemanusiaan dan pelajaran kebudayaan yang lebih dalam,” ujar Armando Siahaan.

Serial Ritual tayang perdana pada Kamis, 9 September 2021, penonton sudah bisa menikmati 3 episode pertama dengan judul “Makan Malam”, “Buku Menjadi Abu” dan “Satu Atap”. Sedangkan episode lainnya akan diluncurkan setiap Kamis setiap pekan. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending