Connect with us

Musik

Malam Ini ‘Konser Jikustik Reunian’ Hadir di Jakarta

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Bagi penggemar grup musik Jikustik, akan diajak bernostalgia dalam Konser Jikustik Reunian nanti malam, di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (19/7).

Konser ini menjadi reuni kedua bagi para personel Jikustik dengan formasi awal setelah berpisah selama 10 tahun. Sebelumnya, mereka telah menggelar Konser Jikustik Reunian di Yogyakarta, Maret silam.

Para personilnya, Pongki (vokal dan gitar), Icha (bass dan vokal), Dadik (gitar), Adhit (keyboard) dan Carlo (drum) sudah menjanjikan konser di Jakarta yang lebih istimewa.

Mereka mengaku senang mendapat kesempatan sekali lagi mengadakan konser reuni. Tujuannya, mengajak penggemarnya untuk bisa kembali bernostalgia.

“Konser di Jakarta akan sangat berbeda dengan Yogyakarta. Kalau di Yogya ada rasa canggung, di Jakarta sepertinya akan jauh lebih jujur, emosional pasti,” kata Dadik, saat ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (18/7).

Pongki, sang vokalis, membenarkan akan memberi penampilan terbaik dari band asal Yogyakarta tersebut bagi penggemar di Jakarta.

“Konser reuni seperti ini tidak bisa sering-sering, jadi kami harus menuntaskannya dengan klimaks, setelah atmosfer dibangun dengan baik di Yogyakarta,” jelas Pongki yang akan membawakan lagu-lagu andalan saat masih dalam formasi lama.

Promotornya, Anas Syahrul Alimi selaku CEO Rajawali yang memprakarsai konser Jikustik Reunian, juga telah merencanakan kejutan istimewa.

“Besok akan ada konsep kejutan ditampilkan oleh Jikustik Reunian. Yang pasti Jakarta akan tercabik-cabik dengan kenangan,” ucap Anas.

Art Director Konser Reunian, Agus Noor menjelaskan bila acaranya nanti akan kembali memberi sentuhan artistik dan suasana pada setiap lagu yang dibawakan.

Agus mengibaratkan melepas kangen atau pertemuan sahabat lama, biasanya dibumbui kenangan dan emosi yang bercampur aduk.

“Pengalaman di Yogyakarta, para personil begitu lepas meluapkan energi kerinduan mereka. Bukan hanya Jikustik saja tapi juga bagi penonton yang terbuai dalam suasana,” ujar Agus Noor.

Sebagai informasi bagaimana penjualan tiket di hari pertunjukan, Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman masih menyediakan tiket secara online.

Pihaknya masih melayani penjualan tiket on the spot di lokasi pertunjukan mulai pukul 13.00 WIB. Terdiri dari lima kategori dengan harga mulai Rp 250 ribu hingga Rp 700 ribu.

Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian juga bisa diikuti melalui akun Instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau hotline di nomor 0822 2666 4343. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Duet Romantis Fildan dan Rana (Sumatera Barat) Mengakhiri Babak Top 56

Published

on

By

Duet Fildan dan Rana membawakan lagu ‘Cinta Karena Cinta’

Kabarhiburan.com, Jakarta – Grup 7 Tim Putih menghadirkan Agung (Bengkulu), Rana (Sumatera Barat), Adilla (Kalimantan Selatan) dan Keket (Nusa Tenggara Timur), menjadi ‘gerbong terakhir’ babak Top 56 LIDA 2020.

Keempat duta ini sepakat ingin melaju ke babak Top 44 yang sudah di depan mata, telah menginspirasi agar tampil lebih baik lagi dibandingkan babak Top 70.

Mereka berusaha meraih apresiasi tertinggi dari Dewan Juri  dan penonton demi merebut tiga kursi terakhir, dalam Konser Top 56 Grup 7 Tim Putih, yang berlangsung Kamis (20/2).

Agung Putra R (Bengkulu) membuka kompetisi dengan suara merdu saat menyanyikan lagu Doa Suci, bahkan membuat Lesti DA terpesona.

Pada babak Top 70, Agung nyaris tersenggol. Kini menikmati standing ovation dari keempat Dewan Juri, yang terdiri dari Lesti DA, Reza DA, Fildan DA dan Maya Ratih.

“Terima kasih, kamu sudah bawakan lagu ini dan mampu membuatku tersentuh. Penyampaiannya pun sudah tepat. Saya suka penampilan kamu,” ujar Lesti DA memuji.

‘Tangis Bahagia’ Adilla berakhir di panggung Top 56 LIDA 2020.

Setelah kepada Agung, Dewan Juri kembali memberikan standing ovation untuk penampilan Rana Safira (Sumatera Barat) yang menyanyikan lagu Bagai Ranting Kering.

“Kamu keren banget. Dari awal kompetisi hingga kini masih tetap konsisten. Bahkan, kamu bisa menutupi kondisi kamu yang kurang sehat dengan suara merdumu,” tutur Fildan DA, lalu mengajak Rana berduet romantis dalam lagu Cinta Karena Cinta.

Pada babak 70 Rana bercokol di posisi kedua, kini menikmati puncak tertinggi perolehan polling, sebesar 40, 42.

Sayangnya, sukses Agung dan Rana tidak diikuti oleh Septi Adilla. Duta dari Kalimantan Selatan ini justru mendapat kritik dan saran dari Reza DA, usai membawakan lagu Tangis Bahagia.

“Sebenarnya lagu ini memerlukan penekanan di bagian-bagian tertentu. Kamu terlihat grogi dan kurang percaya diri. Kamu perlu banyak berlatih pada setiap materi lagu yang kamu dapatkan,” ungkap Reza DA.

Saran dan kritik juga Dewan Juri berikan kepada Ketherine Wetangbubung alias Keket (Nusa Tenggara Timur), usai menyanyikan lagu Dusta.

Polling sebesar 20,85 sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke Babak Top 44.

Hanya saja keberuntungan lebih memihak Keket karena meraih polling LIDA 2020 sebesar 20,85. Angka ini sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke babak Top 44. Sebaliknya, Adilla (Kalimantan Selatan) harus tersenggol.

Pada akhir konser ditetapkan bahwa Rana (Sumatera Barat), Agung (Bengkulu) dan Keket (Nusa Tenggara Timur) melaju ke babak Top 44 LIDA 2020.

Top 44 memulai kompetisi  dengan enghadirkan Angga (Kalimantan Barat), Fiki (Papua), Nia (Sulawesi Selatan) dan Vania (Sulawesi Tengah) pada Grup 1, pada Jumat (21/2).

Bisa dipastikan persaingan akan semakin seru. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Kalimantan Tengah Kehilangan Seluruh Dutanya di LIDA 2020

Published

on

By

Waldi Mahendra tersenggol, sekaligus memupus harapan Kalimantan Utara meraih tangga juara LIDA 2020.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Provinsi Kalimantan Tengah menambah panjang deretan provinsi yang tidak mungkin lagi menjuarai LIDA 2020, lantaran sudah kehilangan seluruh dutanya di ajang kompetisi dangdut terbesar tersebut.

Seperti diketahui, beberapa provinsi lain telah kehilangan seluruh perwakilannya. Sebut saja, Kalimantan Utara, Maluku, Kalimantan Timur, Bali dan Kepulauan Riau.

Kalimantan Tengah yang sebelumnya sudah kehilangan Siti Puspa Bulan Saripah pada babak Top 70, resmi mengakhiri partisipasinya di panggung LIDA 2020, setelah Waldi Mahendra tersenggol pada Konser Top 56 Grup 7 pada Rabu (19/2).

Waldi yang menyanyikan lagu Resesi Dunia, dinilai Inul Daratista kurang penekanan saat bernyanyi. Benar saja, Waldi mendapatkan nilai terendah dan Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Dini (Sumatera Utara).

Penampilan Waldi sempat diwarnai kejutan oleh kehadiran ibunda tercintanya di panggung LIDA 2020. Waldi yang rindu sempat meneteskan air mata bahagia langsung memeluk sang ibunda.

Dewi Pancar Langit

Kebahagiaan setara juga dirasakan Eva Yolanda (Nusa Tenggara Barat) yang didukung langsung sang Ayah, saat membawakan lagu Cintai Aku Karena Allah.

Kehadiran sang ayah sudah tentu memberi energi positif bagi Eva. Terbukti, Eva meraup pujian dan membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation.

Tak ketinggalan Nassar, menyebut Eva sebagai Dewi Pancar Langit karena kecantikan dan suara merdunya.

Ayah Eva mengaku selalu memperhatikan komentar Dewan Juri sejak penyelenggaraan D’Academy sesi 1, kali ini didapuk sebagai Dewan Juri. Ia mengomentari duet Nassar dan Zaskia Gotik, yang menurutnya fals. Adegan ini membuat penonton tertawa.

Lagu ‘Sebening Embun’ membuat Zahra meraih pujian.

Inul Daratista memuji Zahra (Riau) yang dinilai sangat berani membawakan lagu Sebening Embun. Lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga jarang dinyanyikan di ajang kompetisi.

Sementara Zaskia Gotik memberikan masukan kepada Dini Fransiska Marpaung (Sumatera Utara) usai menyanyikan lagu Sejuta Luka. Zaskia mengatakan Dini masih harus mengatur pernapasan agar lebih baik lagi.

Dini mendapat kesempatan menunjukkan potensi lain dalam dirinya, yakni bermain bola. Atraksi ini telah menggugah Inul untuk memberikan sepatu bola, jika Dini lolos ke babak selanjutnya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Grand Final Indonesia Idol X, Ini Harapan Para Juri

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Masyarakat Indonesia sudah tidak sabar menanti hadirnya bintang dan idola baru pada ajang Grand Final Indonesian Idol X.

Ajang bergengsi ini akan digelar di Studio RCTI+, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (24/2) pukul 21.00 WIB dan disiarkan secara langsung di layar RCTI.

Masyarakat ingin menyaksikan persaingan ketat antara Tiara Anugrah dan Lyodra Ginting untuk merebut sebanyak mungkin vote menuju idola baru Indonesia.

Maia Estianty, salah seorang juri pada ajang pencarian bakat tersebut telah memasikan persaingan di antara kedua kontestan, yang memiliki karakter suara yang khas.

Situasi ini membuat para juri akan bekerja keras mengantarkan sang juara kepada masyarakat Indonesia.

“Keduanya selalu tampil bagus, tidak mengecewakan. Sama-sama punya kemampuan untuk menjadi seorang penyanyi yang berkualitas. Tinggal nanti penyesuaian aja, bagaimana bisa bersaing di industri musik kita,” jelas Maia Estianty, dalam jumpa pers di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/2).

Ajang Indonesian Idol X menjanjikan hadiah menggiurkan bagi sang juara, diantaranya satu unit mobil dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Hanya saja, Maia memilih agar kedua kontestan tidak hanya melihat hadiah utama tersebut. Yang lebih penting adalah masa depan para kontestan ini diharapkan tetap eksis dan berkarya meramaikan industri musik Indonesia.

“Yang paling penting, menurut saya, keduanya bisa menginspirasi para generasi muda untuk terus berkarya. Artinya, semangat untuk menghasilkan karya itu tidak boleh berhenti,” anjur Maia yang memastikan Tiara dan Lyodra akan terkenal dan terjun langsung ke industri musik Indonesia.

“Kalau ditanya, apakah mereka bisa mewakili pasar musik Indonesia, ya, mereka mewakili,” imbuhnya.

Juri Indonesian Idol X lainnya, Judika juga membenarkan pendapat Maia. Bahkan, Judika meramalkan bahwa momen ini akan menjadi Grand Final yang berdarah-darah.

“Tahun ini banyak pesertanya yang bagus. Wanitanya kuat-kuat. Mereka berdua layak berada di Grand Final. Ini bakal jadi Grand Final yang berdarah-darah. Keduanya punya keunggulan masing-masing,”ucap Judika.

Sementara Ari Lasso menaruh harapan agar kedua grand finalis dapat menginspirasi calon kontestan Indonesian Idol di masa mendatang.

“Semoga mereka bisa semakin meneguhkan bahwa Indonesian Idol ini bukan hanya kompetisi menyanyi, tapi melahirkan bintang dan idola di Indonesia,” pungkas Ari Lasso. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending