Connect with us

Sinetron

Meet and Greet Bocorkan Adegan Terakhir Sinetron ‘Love Story The Series’

Published

on

Kabarhiburan.com – Setia menghibur masyarakat Indonesia, SCTV terus berinovasi di masa sulit di tengah pandemi yang berlangsung hampir setahun. Salah satunya, bergegas menuju siaran TV Digital Indonesia agar menghasilkan gambar lebih bersih, jernih dan canggih.

Di sisi lain, SCTV juga membangun kedekatan pemirsanya dengan cara yang menarik. Salah satunya melalui Meet and Greet live streaming, para penggemar dapat bersua dengan aktor dan artis sinetron pujaannya di luar syuting.

Para pemain menyapa ribuan penggemarnya dalam Meet and Greet Love Story The Series, secara Live Streaming melalui aplikasi Vidio (akses di Vidio.com – pilih Live – pilih Meet and Greet Love Story The Series, Sabtu (27/2).

Mereka adalah  Giorgino Abraham, Yasmin Napper, Leo Consul, Nabila Atmaja, Irsyadillah, Fiolina Teja dan Esta Pramanita, secara bergantian membocorkan adegan terakhir yang mereka lakoni di lokasi syuting.

Nabila Atmaja, misalnya, bercerita sedang banyak adegan pertengkaran dengan Leo Consul, karena berbagai konflik yang menerpa hubungan asmara Mila (Nabila Atmaja) dan Reza (Leo Consul).

Sementara itu, Esta Pramanita yang memerankan tokoh Vanesa masih melanjutkan adegan meluluhkan hati Ken.

Adapun Irsyadillah, mengungkapkan fakta bahwa karakter Reno yang diperankannya sungguh berbeda dari dirinya.

“Terlalu banyak drama dalam kehidupan Reno dan sangat berbeda dengan kehidupan saya sebenarnya,” ungkap Irsyadillah, yang memanfaatkan waktu istirahat syutingnya dengan bermain Tiktok atau tidur.

“Saat ini Ken (Giorgino Abraham) dan Maudy (Yasmin Napper) sedang banyak adegan travelling menikmati waktu bersama karena pemirsa pasti sudah merindukan romantisme Ken dan Maudy”, ujar Giorgino Abraham.

Pria kelahiran Spijkenisse, Belanda, ini juga turut ambil bagian dalam sesi Lelang Barang Artis. Hasilnya akan dikirimkan untuk ringankan beban para korban bencana alam di Kalimantan dan Sulawesi Barat.

Giorgino pun melelang barang kesayangannya, berupa pakaian olahraga, jam tangan, jaket dan  t-shirt.

“Semoga hasil lelangnya bermanfaat bagi korban bencana alam di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat”, tutur Giorgino Abraham bersama Yasmin Napper juga memberikan barang pribadinya bagi SCTV Fevers, berupa topi dan botol minum yang sudah ditandatangani.

Seperti diketahui, sinetron Love Story The Series, tayang di SCTV sejak 12 Januari 2021, merupakan cerita cinta klasik, tentang perjalanan cinta pasangan Maudi dan Ken, yang diperankan Yasmin Napper dan Giorgino Abraham.

Siapa sangka, hubungan mereka justru terlarang bagi orang tua. Di masa lalu, ada insiden diantara keluarga mereka yang memicu permusuhan.

Akhirnya, para pemain pun kompak mengajak SCTV Fevers agar terus menyaksikan sinetron Love Story The Series setiap hari pukul 20.00 WIB. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

SCTV Hadirkan ‘Lara Ati’, LokaDrama yang Menghibur Masyarakat

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Usai audisi bertajuk ‘Bayu Skak Golek Pemain Lara Ati LokaDrama’ di Surabaya, pada Juni silam, kini saatnya LokaDrama tersebut hadir di layar kaca SCTV.

Penulis sekaligus sutradaranya, Bayu Skak, mengatakan bahwa LokaDrama ini menggabungkan nilai budaya khas Jawa Timur dan nilai-nilai universal pada setiap episodenya.

“Senang sekali karena ternyata begitu tinggi antusiasme dari teman-teman daerah ketika open casting dilaksanakan pada bulan Juni lalu. Ada begitu banyak talenta yang akhirnya kami pilih untuk bisa tampil di LokaDrama ini,” ujar Bayu Skak dalam jumpa pers, Kamis, 4 Agustus 2022.

Ia pun berharap Lara Ati’ LokaDrama ini dapat menghibur sekaligus mendorong kepercayaan diri sineas lokal untuk lebih berani mengangkat kisah dari daerahnya masing-masing.

“Dengan begitu, nilai budaya lokal Indonesia dapat lebih dipahami dan dinikmati khalayak yang lebih luas,” ujar Bayu Skak yang juga hadir sebagai pemain.

Lara Ati’ LokaDrama menceritakan tentang kisah empat sahabat karib yakni, Joko (Bayu Skak), Fadli (Dono Pradana), Riki (Indra Pramujito), dan Cokro (Benedictus Siregar) yang ingin keluar dari tekanan masa muda mereka (quarter life crisis). Hanya saja, lingkungan sekitar tidak mendukung, sehingga mereka semakin terpuruk dan merasa sakit hati (Lara Ati).

“Dengan alur cerita yang fresh, genre komedi, dan dekat dengan kehidupan anak muda saat ini, ‘Lara Ati’ akan menjadi LokaDrama yang menghibur masyarakat,” ujar David Suwarto selaku Produser Eksekutif PT Sinemart Indonesia.

David Suwarto menambahkan, LokaDrama ini juga merupakan series yang spesial dengan konsep drama lokal yang kental dengan khas Jawa Timur. Syutingnya pun dilakukan di Surabaya.

“Kami harap, ‘Lara Ati’ LokaDrama ini dapat diterima dengan baik, sekaligus dapat melestarikan warisan budaya Indonesia,’’ pintanya.

PeluncuranLara Ati’ LokaDrama yang dilakukan di Kota Surabaya, menjadi momen berharga sekaligus bersejarah bagi SCTV yang lahir di Kota Pahlawan ini.

“Kami berharap ‘Lara Ati’ LokaDrama dapat menjadi pertanda yang baik bagi SCTV dapat semakin lekat dengan pemirsa setianya jelang perayaan HUT SCTV yang ke-32 pada bulan Agustus 2022,” kata Banardi Rachmad selaku Deputy Director Programming SCTV. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Keseruan Sandy Aulia dan Lucky Perdana di Sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’

Published

on

By

Sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’ (Foto: Istimewa)

Kabarhiburan.com – Sinetron baru ‘Cinta 2 Pilihan’ SCTV memulai episode perdana pada Rabu, 20 Juli 2022, menjadi tayangan unggulan dengan aktor dan aktris ternama di Tanah Air.

Cinta 2 Pilihan’ menghadirkan Shandy Aulia, Marcel Chandrawinata, Randy Pangila dan Lucky Perdana.

Bagi Shandy Aulia, sinetron ‘Cinta 2 Pilihan’ menjadi yang kedua setelah ‘Suci Dalam Cinta’ SCTV pada Oktober 2021, sejak dirinya kembali aktif di dunia sinetron. Usai sinetron Perempuan Pembawa Berkah  (2011), Shandy Aulia lebih sering wira-wiri di berbagai judul film layar lebar.

“Saya merasakan kembali kebahagiaan saat bergabung menjalani syuting striping. Ini kesempatan saya untuk memberikan yang terbaik kepada para pemirsa,” ujar Shandy didampingi Lucky Perdana dalam wawancara virtual, Jumat, 22 Juli 2022.

Mendapat tawaran peran sebagai Sukma, Shandy dipasangkan dengan Marcel Chandrawinata yang berperan sebagai Fathir. Keduanya sebagai pasangan suami-istri mengarungi biduk rumah tangga dengan segala problematikanya.

Selain Marcel, Shandy juga berbagi peran dengan Lucky Perdana yang memerankan karakter dokter Vano, yang menangani Zahra, buah hati Sukma dan Fathir.

Shandy Aulia menceritakan karakter Sukma, sosok ibu rumah tangga yang tekun membantu kegiatan sang suami.

“Karakter Sukma mirip dengan karakter aku. Punya anak satu dan perempuan juga, walaupun usia anak di sini sudah 5-6 tahun. Karena aku punya anak juga. Jadi akting tersalurkan dengan lebih mudah,” ujar Shandy Aulia.

Sementara Marcel merasa mendapat tantangan ketika mendapat tawaran sebagai dokter untuk pertama kali. Karenanya, ia terlebih dulu melakukan observasi tentang kegiatan dokter spesialis jantung.

“Perlu waktu sebulan lamanya untuk memahami istilah kedokteran. Selanjutnya saat syuting saya harus menggunakan istilah medis. Meski sempat grogi, namun akhirnya berlangsung lancar,” kenang Lucky Perdana. (Tumpak S)

Continue Reading

Sinetron

Cerita Esta dan Erdin Tentang Dua Sosok Rapuh Menjadi Kuat dengan Cara Salah

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Memasuki pekan ke empat penayangannya, sinetron aksi Roda Roda Gila SCTV kian memikat jalan ceritanya, tentang kisah romantisme yang rumit di kalangan anak motor, yang melibatkan Elvano (Junior Roberts) dan Mika (Callista Arum).

Menariknya, cerita yang dibangun oleh sutradara Akbar Bhakti dari rumah produksi SinemArt, ini juga mempertemukan Esta Pramanita dan Erdin Werdrayana.

Keduanya memainkan sosok anak muda yang rapuh, namun menjadi kuat dengan cara yang salah dalam waktu yang singkat. Jadilah setiap episodenya dilalui dengan tantangan yang menarik.

Esta Pramanita yang berperan sebagai Isyana, misalnya, memerankan sosok perempuan yang tadinya lembut, baik dan tulus kepada orang disekitarnya, namun dikecewakan oleh orang tuanya.

“Isyana kembali semangat setelah bertemu Nando (Erdin Wedrayana), menjadi kuat dan pemberani, tapi dengan cara yang salah,” jelas Esta dan Erdin tentang karakter mereka.

“Demikian pula, Nando adalah sosok anak yang baik, cupu, hingga kerap dibully di sekolahnya. Kemudian berubah menjadi sosok percaya diri dan kuat sejak bertemu Isyana,” ujar Erdin menimpali.

Tantangan yang tak biasa ini membuat Esta yang biasa bermain di sinetron drama, harus lebih dalam lagi mengeksplor kemampuan aktingnya di ranah sinetron aksi. Ia juga dituntut mahir mengendarai motor berukuran besar, yang belum pernah dia lakukan.

Situasi ini menjadi tantangan luar biasa bagi Esta yang mengaku kesulitan mengendarai motor sport, lantaran postur tubuhnya yang terbilang kecil. Apalagi kalau harus memboncengi orang.

“Ceritanya sudah bisa mengendarai motor dan membonceng Nando. Padahal bawanya aja belum bisa, ini disuruh bonceng. Jadinya, selama syuting selalu takut,” kenang Esta.

Namun tantangan terberat Esta dalam sinetron Roda Roda Gila adalah menjaga emosi agar karakter dan perannya bisa sampai kepada penonton.

“Karakter Isyana itu berubah ubah emosinya. Menjaga ritme emosi itu paling sulit. Saya masih harus berusaha belajar lebih banyak lagi agar penonton suka,” ujar Isyana.

Demikian pula dengan karakter Nando yang antagonis. Erdin dituntut selalu emosional dan menguasai beladiri. Situasi ini membuatnya kerap merasa kebablasan ketika beradu akting dengan Junior Roberts.

“Suka kebablasan emosinya. Kalau enggak gitu, suka kepikiran. Makanya, main total ajalah,” ujar Erdin yang menikmati peran antagonisnya. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending