Connect with us

Musik

Meldha (Jawa Barat) Sukses Taklukkan Panggung LIDA 2021

Published

on

Sawitri (DKI Jakarta)

Kabarhiburan.com – Konser LIDA 2021 Top 42 Grup 6 Merah menghadirkan Sawitri (DKI Jakarta), Meldha (Jawa Barat), dan Ikhwan (Sulawesi Barat), berlangsung pada Senin (3/5) malam. Mereka bertanding diawasi seksama pada Dewan Juri: Soimah, Inul Daratista, Dewi Perssik, dan Yosep Sinudarsono.

Konser ini dipandu Ramzi, Irfan Hakim, Ruben Onsu, Rara LIDA dan Jirayut DAA, lalu meminta Alif LIDA dan Wulan LIDA menanggalkan atribut kedaerahan demi tugas sebagai Sahabat Duta bersama Byodee dan Selfi LIDA.

Lengkingan cengkok dari Sawitri (DKI Jakarta) yang mantap saat membawakan lagu “Gundah”, membuat Inul Daratista dan Yosep Sinudarsono langsung memberikan standing ovation.

Inul Daratista menilai Sawitri (DKI Jakarta) layaknya penyanyi profesional, yang sudah terbiasa menyanyi dari panggung ke panggung.

“Sedikit masukan saja, mata kamu pada saat menyanyi harus lebih fokus lagi, meski tanpa penonton. SDemikian pula gaya panggung harus lebih disesuaikan,” tutur Inul Daratista.

Senada dengan Inul Daratista, Soimah juga menilai Sawitri (DKI Jakarta) sudah seperti penyanyi profesional.

“Ini adalah sebuah kompetisi, sehingga sedikit saja kekurangan akan dinilai dan dikomentari. Tadi di beberapa part lagu ada nada-nada yang geser,” kata Soimah tentang alasannya tidak memberikan standing ovation.

Meldha (Jawa Barat)

Tak mau kalah dari Sawitri, Meldha berupaya tampil maksimal lewat lagu Hadirmu Bagai Mimpi. Suaranya yang berkarakter langsung menuai standing ovation dari seluruh Dewan Juri.

“Saya melihat penampilan kamu sudah seperti penyanyi terkenal. Kamu harus bisa lebih banyak lagi menunjukkan karakter suara kamu yang berbeda”, komentar Dewi Perssik yang diamini  Inul Daratista.

“Banyak sekali kelebihan yang kamu miliki. Karakter suara yang bagus, tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Usahakan memilih lagu yang sesuai dengan suara serak-serak basah yang kamu miliki,” pesan Inul Daratista.

Suasana panggung LIDA 2021 seketika berubah ketika Soimah meminta Nia LIDA yang bertugas sebagai Sahabat Duta untuk memberikan contoh menyanyi yang baik. Sayang Nia LIDA mengecewakan Soimah karena dinilai lebih buruk dibandingkan peserta.

Siapa sangka, gertakan Soimah tersebut hanya bagian dari kejutan istimewa pada perayaan HUT Nia LIDA ke-19. Bola mata Nia LIDA berlinang menerima kejutan dari Dewan Juri, host, dan Sahabat Duta. Ramzi, bahkan telah menyiapkan satu kotak spesial untuk Nia LIDA.

“Saya memang menaruh perhatian khusus pada Nia yang cantik, baik, dan sopan. Jadi, kali ini gue kasih hadiah yang belum pernah diberikan kepada peserta lain,” kata Ramzi yang langsung ditanggapi oleh Nia LIDA.

“Aku merasa Abi memang baik sama aku dan perhatian sama aku sejak aku audisi”, ungkap Nia LIDA sambil membuka hadiah berupa makanan berbuka puasa.

Ramzi memberikan hadiah ulang tahun kepada Nia LIDA

Kompetisi berlanjut pada penampilan Ikhwan (Sulawesi Barat) membawakan lagu Seperti Mati Lampu, yang dipopulerkan oleh Nassar. Upaya Ikhwan kali ini hanya meraih satu standing ovation dari Yosep Sinudarsono.

Sebelum menerima komentar Dewan Juri, Ikhwan (Sulawesi Barat) mengakui penyebab penampilannya yang tidak maksimal, yakni beberapa nada masih goyang dan kehabisan nafas.

“Kamu anak pintar, dapat mengoreksi penampilan sendiri. Sebenarnya saya cukup terhibur dengan penampilan kamu dan suara kamu juga bagus. Tetapi saya tidak mau kamu lalai pada  beberapa hal yang perlu dikoreksi dari penampilan kamu. Semua yang kamu sebutkan tadi itu benar semua, hingga saya belum bisa memberikan standing ovation”, ujar Soimah.

Polling akhir menempatkan Meldha (Jawa Barat) di posisi teratas yang sekaligus memastikan diri melaju ke babak Top 28. Sementara Ikhwan (Sulawesi Barat) harus puas berada di posisi dua terendah bersama Sawitri (DKI Jakarta).

Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Sawitri (DKI Jakarta) untuk melaju ke babak Top 28. Dengan demikian Ikhwan (Sulawesi Barat) tersenggol dan perjuangannya hanya terhenti di babak Top 42 LIDA 2021. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Sesal Sebelum Terlambat, Ini Yang Dirasakan Saat Lagu Diciptakan

Published

on

By

Ku hapus air mataku….

Usai sujud tengah malam panjatkan do’a
Menangis sesak di dada, terbesit masa laluku yang kelam…..

Sepenggal lirik tajuk Sesal — yang di senandung kan Imam M Nizar, ingin dijadikan pelajaran yang sangat berharga dalam hidup. Karena, sesal atau penyesalan datang tak di awal. Selalu di akhir.

Bersyukur, terbesit penyesalan dan segera memperbaiki diri — jika tak disebut taubattan nasuha. Karena yakin, hidup di dunia ini hanya sementara. Kematian adalah babak baru kehidupan kekal. Itulah prinsip dalam Islam.

Setidaknya, itu pula bunyi lirik seutuhnya yang akan disampaikan dari lagu religi ini. Penggagas karya, selalu tak bosan bosannya mengingatkan dirinya sendiri. Karena sadar, sebagai manusia biasa tak luput dari hilaf atau dosa.

Apa yang diungkap semoga punya efek makna dan bermanfaat bagi pendengar dan penikmat lagu lagu religi “genre” nizar. Musik dan Mixing mastering di garap oleh Alang Mjk Borneo, Sound Engginering, Jupri Vints Studio. Video clip dan desain grafis digarap oleh Ahmad Sarifudin dan Tim. Produksi, Imagination Music dan Matadewi Management. Beralifiasi, Kabarhiburan, Kabartainment dan Senandung Syair Religi Tv ( SSR Tv )

Jika tak dari sekarang, kapan lagi untuk mengajak kebaikkan bersama. Dan saling mengingatkan meski dalam senandung religi — karena tak ada yang tahu, kapan ajal tiba. Mumpung masih ada waktu, tak ada istilah terlambat untuk kembali, hijrah ke jalanNya. ***
( Zar/KH )

Continue Reading

Musik

Iwan Fals Duet Sandrayati Fay Ajak Bergoyang, Hasilkan ‘16/01’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – “Marilah berdoa sambil badan digoyang-goyang. Ini lagu yang kita buat, karena memang harus dibuat demi membangunkan pikiran dan hati dan jiwa yang gembira…

Demikian sepotong syair lagu berjudul 16/01. Sebuah karya musik dari Iwan Fals berkolaborasi dengan Sandrayati Fay.

Lagu berdurasi 8 menit tersebut bercerita tentang berbagai hal. Namun itu semua tercipta berdasarkan cinta.

Iwan Fals menjelaskan, lagu 16/01 dibuat pada16 November 2020 sampai 01 Juni 2021. Kemudian jadi inspirasi pemilihan judul.

“Tanggal 16 dibuat dan tanggal 01 selesai, jadinya 1601. Judul akhirnya menjadi 16/01,” jelas Iwan Fals dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7).

Musisi legendaris tersebut lantas bercerita tentang kolaborasinya dengan Sandrayati Fay, yang dikenalnya sejak 2016 berkat peran dari Cikal, anaknya.

“Dia merasa lagu ini cocok dibawakan dengan Sandra. Saya pun merasa cocok. Sosok Sandra luar biasa, komunikatif, perhatian terhadap alam, terhadap orang lain, keseimbangan, hal-hal yang positif,” kata Iwan Fals yang menilai Sandra, sangat menghayati lagu 16/01.

Iwan Fals pun berharap lagu 16/01 bisa menghangatkan pecinta musik Tanah Air di masa sulit dan tetap menjaga silaturahmi.

Di pihak lain, Sandrayati Fay menyatakan terharu bisa berkolaborasi dengan Iwan Fals dalam lagu 16/01. Baginya, lagu 16/01 sangat relevan dengan keadaan sulit yang melanda saat ini.

“Senang sekali bisa ikut untuk mengkomunikasikan pesan tentang terus pegangan ke cinta kasih ini ke orang banyak. Iwan Fals selalu punya hati yang besar dan berani untuk ngomong ke luar.

Lagu 16/01 dari Iwan Fals feat. Sandrayati Fay rilis pada Jumat,  30 Juli 2021, di seluruh platform musik digital.

Untuk video klip tayang pada 1 Agustus 2021, pukul 16:01 WIB, di kanal Youtube Musica Studio’s. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Aminda Kolaborasi Bersama Virgoun, Rilis Single Kedua ‘Tiada Cinta Selain Kamu’

Published

on

By

Aminda (Foto: Instagram)

Kabarhiburan.com – Penyanyi muda Amindana Chinika, ingin mengulang sukses lagu Dua Centang Biru (2020), Aminda kini berkolaborasi dengan musisi Virgoun. Mereka merilis single terbaru, bertajuk Tiada Cinta Selain Kamu.

Gadis yang akrab disapa Aminda ini mengaku tersentuh hatinya saat mendengar lagu Tiada Cinta Selain Kamu untuk pertama kali. Baginya, kata demi kata pilihan Virgoun pada lagu ini sangat menyentuh hati, bisa bikin orang tergerak sekaligus terharu.

“Aku saja sampai ingin menangis. Aku juga pingin menimbulkan reaksi-reaksi seperti itu, makanya kami sepakat berkolaborasi di lagu ini,” jelas Aminda dalam jumpa per virtual, Rabu (28/7).

Gadis berusia 19 tahun ini pun ingin bisa menyampaikan pesan tersirat di lagu ini kepada pecinta musik di Tanah Air.

“Ini bukan tipikal lagu cinta seseorang kepada pasangannya, tapi bisa diaplikasikan ke sahabat, keluarga, maupun orang-orang yang kita hargai,” imbuh Aminda yang persembahkan Tiada Cinta Selain Kamu kepada ibunya.

“Lagu ini aku persembahkan kepada ibuku, yang hari ini merayakan ulang tahun. Semoga orang yang mendengar lagu ini juga bisa merasakan dan mendedikasikannya untuk orang-orang yang dicintai,” pinta Aminda sambil terisak.

Pencipta lagu sekaligus produser, Virgoun, membenarkan bahwa karya terbarunya sesuai dengan karakter suara Aminda.

“Saat mendengar suaranya lembut banget. Itu tipikal suara yang gue cari untuk lagu Tiada Cinta Selain Kamu. Kayaknya kalau bawakan lagu gue, orang akan kena hatinya,” tutur Virgoun yang terinspirasi dari kalimat Syahadat saat menuliskan lirik Tiada Cinta Selain Kamu.

“Menurut gue, itu bentuk komitmen yang paling hebat, lalu gue aplikasikan sebagai pernyataan cinta. Cinta yang universal, tiap orang bisa menarik interpretasi sendiri,” jelas vokalis grup musik Last Child ini.

Virgoun menaruh harapannya, agar Tiada Cinta Selain Kamu mendapat tempat di hati pecinta musik Indonesia, dan Aminda bisa lebih dikenal oleh semua pecinta musik Indonesia. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending