Connect with us

Musik

Memasuki Babak Top 12, Setiap Duta Wajib Tampil Dua Kali

Published

on

12 Duta Provinsi yang siap bersaing di Babak Top 12.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Perjalanan panjang LIDA 2019 kian mendekati titik akhir. Sejak bergulir pada Januari silam, LIDA 2019 menyertakan 80 Duta yang mewakili 34 provinsi, kini menyisakan 12 peserta terbaik.

12 Peserta ini masih terus berjuang, demi membawa nama harum provinsinya, berikut piala bergilir LIDA 2019.

Menginjak babak Top 12, konser pun semakin seru dan menarik. Masing-masing duta berhak  tampil dua kali unjuk bakat vokal dangdut terbaiknya, yakni Konser Show LIDA 2019 dan Konser Result LIDA 2019.

Babak Top 12 diawali oleh Grup 1 yang menampilkan Kiki (Kepulauan Riau), Beni (Banten), Alif (Kalimantan Timur), dan Puput (Sulawesi Selatan) pada Senin, 8 April 2019.

Selain menampilkan bakat vokal yang terasah, mereka diberi kesempatan berkreasi seluas mungkin memasukkan unsur-unsur kesenian khas daerah asalnya.

Kiki yang tampil perdana memanfaatkan kesempatan berharga ini, dan berhasil. Ia meraih lima lampu biru Dewan Juri atas usaha maksimalnya.

Sementara itu, Beni yang hanya mendapat tiga lampu biru, langsung mendapat kritik dari Nassar.

“Saya harap lagu ini bisa lebih kamu mainkan. Meski kamu sudah memasukkan unsur Sunda, seharusnya teknik bernyanyi Sunda pun bisa lebih dimainkan di beberapa part lagu ini,” ujar Nassar.

Tidak ingin gagal seperti Beni, Alif menawarkan totalitasnya saat menyanyikan lagu Goyang Inul. Tidak sia-sia, Alif pun menuai banyak pujian berikut lima lampu biru Dewan Juri.

Usai membawakan lagu ‘Goyang Inul’, Alif mendapat pujian dari Dewan Juri.

“Penampilan kamu malam ini lebih menarik, lebih mempesona, lebih santai dan koreografi yang seirama dengan lagu, serta kontrol yang bagus. Harapan saya, kamu dapat lolos ke babak selanjutnya,” puji Rita Sugiarto.

Tampil sebagai peserta terakhir, Puput (Sulawesi Selatan) tidak ingin kalah dengan tiga peserta sebelumnya. Lewat lagu Sumpah Benang Emas, Puput menyanyi dengan penuh syahdu, namun hanya meraih empat tombol biru Dewan Juri. Hanya Soimah yang mengritik Puput.

“Paras kamu cantik. Kamu salah satu peserta yang punya kualitas vokal yang bagus. Namun masalahnya tetap ada di body language kamu. Semua kembali lagi ke kamu, harus ada kemauan besar untuk terus berlatih,” kata Soimah.

Berbeda dari Alif, Puput justru mendapat kritik dari Soimah.

Sejauh ini konser LIDA 2019 Show Top 12 Grup 1 menempatkan Beni (Banten) berada di posisi terakhir. Hanya saja, situasi ini masih dapat berubah, sesuai akumulasi dukungan pemirsa dan  penilaian Dewan Juri.

Keempat peserta Grup 1 masih akan tampil di Konser LIDA 2019 Result Top 12 Grup 1. Konser Result disiarkan secara live dari studio 5 Indosiar pada Rabu, 10 April 2019, pukul 18.30 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Menuju Single Perdana, Band Manusia Aksara Rilis EP Instrumental

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Roda produktivitas tak lantas berhenti meski dihadang wabah Covid-19. Demikian tekad para personil band Manusia Aksara yang baru-baru ini merilis mini album atau EP (Extended Play) Instrumentalia berjudul Mata Angin.

EP Instrumentalia menjadi pilihan, setelah mereka sepakat menunda jadwal rilis single perdana Manusia Aksara dengan format baru pada Maret 2020 silam, menyusul wabah Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Melihat banyaknya tuntutan agar menjaga jarak dan berdiam diri di rumah, kami juga berpikir untuk tetap produktif berkarya, yang sekiranya bisa menjadi jembatan menuju single perdana kami nanti,” jelas Hafizh Weda, vokalis Manusia Aksara.

Mereka pun memilih karya-karya dalam bentuk EP Instrumental untuk dirilis di youtube channel Manusia Aksara.

“Inilah yang bisa kami berikan bagi penikmat musik yang memiliki banyak aktivitas di rumah,”  kata Hafizh Weda menambahkan.

Sementara Jowel selaku bassis Manusia Aksara, menceritakan proses pengerjaan EP Instrumentalia Mata Angin yang terbilang cepat,

“Hanya dalam waktu sepekan saja, kami sudah merampungkan 5 lagu, berjudul Semesta Semesta, Utara, Barat, Timur dan Selatan, ujar Jowel. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Sayang Kalau Dilupakan, Musica Rilis Kembali 4 Tembang Klasik

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Guna menghilangkan kejenuhan dari anjuran di rumah saja, bisa diobati dengan menikmati kembali lagu-lagu nostalgia. Musica Studio’s telah merilis kembali 4 lagu lawas yang pernah hit, amat sayang kalau dilupakan.

Dalam keterangan resmi Musica Studio’s, salah satu lagu yang dirilis berjudul Lagu Putih yang sempat dibawakan Chrisye. Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1980 lewat album Puspa Indah yang sukses meraih penjualan tinggi.

Tak hanya lagu milik Chrisye, Musica Studio’s  juga merilis ulang format digital lagu Di Sudut Rumah Mu milik Ebiet G Ade yang begitu menyentuh. Liriknya sarat makna dan pesan, menceritakan hubungan manusia dengan Tuhannya.

Lagu ini Ebiet ciptakan saat melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Begitu menggetarkan hati pendengarnya dan berpesan agar kita senantiasa dekat dan memohon ampun kepada Sang Pencipta.

Demi menambah hangat suasana nostalgia, Musica juga merilis kembali lagu Ibu milik Iwan Fals. Lagu tersebut dirilis tahun 1988 dalam Album 1910, menceritakan perjuangan seorang ibu kepada anaknya.

Lagu Dunia Kudamba milik penyanyi Vina Panduwinata juga dikemas kembali. Kali ini dibuat lebih fresh dengan hadirnya Ikmal dan DJ Goeslan. Tujuannya agar anak-anak muda dan mengenal lagu ini dengan versi lebih kekinian.

Keempat tembang klasik ini sudah bisa dinikmati di seluruh digital music platform sejak 8 Mei 2020. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

Sayyidah Aisyah Humairah Single Helda Sanira 1441 H

Published

on

By

Kabarhiburan.com Depok

Engkau wanita pilihan
Lahir ke dunia fana ini
Di takdirkan-Nya dipersunting Nabi Baginda Rasulullah……..

Sepenggal syair lagu ini merupakan persembahan Helda Sanira bersama Matadewi Management, Imagination Music serta Kabarhiburan.com —- dipengujung ramadhan menjelang Idul Fitri 1441 H ini 2020
Notasi dan lirik di garab oleh Imam M Nizar dan musik diarransemen oleh Alang Mjk Borneo Sambas.
Terciptanya lagu ini, karena kami telalu banyak di rumah saja lantaran virus covid-19 ini masih merebak. Maka di tengah berlakunya PSBB, kami tak putus untuk tetap kratif dari rumah, harus produktif.

Proses Kreatif Dari Kamar Masing Masing

Uniknya, dalam penggarapan lagu ini, diantara kami tak pernah saling ketemu dalam satu ruangan untuk garap musik, take vocal dan lainnya. Kami kerjakan full dari rumah masing masing via tehnologi android dan leptop.
Bersyukur jika masih ada kurang di sana sini, Seperti, kurang bening dan bulatnya suara Helda, masih bisa kami atasi — karena memang dikerjakannya dari jarak jauh. Helda Sanira sendiri, take vocalnya dari dalam kamar rumahnya, di bilangan Kebayoran Lama he he he he

Sementara, untuk lagu Pergi Haji dan Berangkat Umroh 2 , digarap sekitar tiga bulan menjelang ramadhan tahun ini 1441. Kami masih saling ketemu di studio rekaman di Vints Studio, Pluit bersama sound Engineering, Jupri.
Kurang lebihnya, kami haturkan banyak terimakasih kepada teman yang terlibat di lagu ini, Seperti, Mas Wahyu Saputra yang membidik wajah Helda dari cameranya. Mas Alang Mjk Borneo Sambas yang tak bosan bosannya mengaransemen, Mazmanan untuk lagu Syair Talbiyah, menggawangi mixsing dan mastering dari “ruangan kamar” pribadinya di bilangan Pamulang. Nyaris terlupakan Marina dari Matadewi Management yang mensupport habis untuk Helda Sanira tetap eksis di dunia musik. Yuk kita buka linknya. ( Zar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending