Connect with us

Lifestyle

Membahagiakan Sesama Akan Berbuah Kebahagiaan Bagi Pelakunya

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sudah lebih dari dua bulan, pandemi covid-19 terus menggerogoti kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Sudah banyak warga yang kehilangan pekerjaan, bahkan mata pencaharian.

Kondisi tersebut telah menggerakkan sosok sosialita dan pengusaha, Rani Anggraini Safitri untuk membantu masyarakat yang kekurangan.

“Begitu ada covid-19, saya memutuskan untuk terjun langsung ke jalanan membagikan sembako,” ujar Rani Anggraini yang juga Ketua Komunitas Sahabat Kartini sekaligus pendiri Yayasan Sosial Bahira.

Sejak Maret 2020, komunitas yang dipimpinnya secara rutin membagikan ratusan paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng dan mi instan ke titik distribusi di sejumlah kawasan di Jakarta, Bekasi dan Cikarang, Jawa Barat.

“Tadinya cuma mau berdonasi membagikan 500 paket sembako saja, tapi berkembang menjadi 1000. Sekarang sudah mencapai 1500 paket sembako kami bagikan kepada para pemulung, pekerja bangunan, pengemudi ojol, termasuk ke berbagai musola dan masjid,” jelas ibu dari dua anak, Amanda (14) dan Sulaiman (9).

Bahkan, perayaan Hari Kartini pada 21 April silam yang merupakan agenda penting bagi Komunitas Sahabat Kartini, biasanya menggelar berbagai lomba dan kegiatan positif bagi masyarakat, harus diganti dengan kegiatan berbagi sembako kepada masyarakat.

Kegiatan serupa juga Rani lakukan saat mengunjungi pemukiman nelayan yang berada di atas permukaan laut di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, pada Jumat (8/5).

Kali ini Rani ditemani oleh Hana Hasanah Ketua organisasi SDG’s LIRA dan Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad. Di lokasi yang sama, rombongan bertemu dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik, juga berbagi sembako kepada masyarakat nelayan.

Dalam kesempatan tersebut, Komunitas Sahabat Kartini membagikan puluhan kotak berisi sembako, berupa beras 5 kg, mi instan, ikan kemasan, sirup, gula dan kue kaleng. Rani sendiri membagikan satu demi satu kotak sembako yang dibawanya.

Rani mengaku tersentuh hatinya, nyaris tidak mampu memandang puluhan kaum ibu yang menerima kotak sembako darinya.

“Kehidupan mereka saat ini sangat berat sekali. Saya berharap wabah ini segera berakhir, karena dalam masa sulit seperti sekarang ini maka yang paling merasakan dampaknya adalah para perempuan,” jelas Rani.

Menebarkan ‘Virus’ Berbagi

Akses menuju pemukiman nelayan tersebut kebetulan harus melewati pelataran Rumah Susun Muara Baru, Jakarta Utara.

Siapa sangka, rumah susun tersebut justru membawa Rani pada kenangan masa-masa sulitnya sejak masih bocah hingga remaja yang tinggal di Rumah Susun Klender, Jakarta Timur.

“Sejak saat itu saya sudah memiliki keinginan, kalau kelak punya rejeki dari Allah akan membantu masyarakat yang kurang beruntung,” kenang Rani yang mengisi kehidupannya dengan bekerja bekerja keras demi mewujudkan impian.

“Alhamdulillah, di usia 19 tahun saya sudah bekerja di perusahaan telekomunikasi. Karir saya melesat dengan cepat. Pada usia 22 tahun sudah memiliki rumah sendiri, yang di atasnya tidak ada rumah orang lain,” katanya.

Ia menambahkan, ketika tinggal di rusun bersama Mamanya, di atas rumah mereka ada rumah orang lain.

“Masalahnya, kalau kamar mandi tetangga yang di atas itu bocor maka rumah di bawahnya, ikutan repot,” kenang Rani.

Sejak memiliki rumah sendiri, Rani pun mulai mengasah kepeduliannya terhadap sesama, antara lain,  mengasuh puluhan anak jalanan dan membiayainya hingga di bangku kuliah. Kini sejumlah anak asuhnya telah memiliki kehidupan yang bagus.

Menyaksikan keberhasilan anak asuhnya, ikut membangun kebahagiaan tersendiri bagi Rani. Situasi ini melahirkan keyakinan bagi Rani bahwa untuk bisa berbagi kepada orang lain tidak perlu menunggu kaya. Berulangkali berbagi kepada sesama, berulangkali pula merasakan kebahagiaan yang tiada tara.

“Menurut saya, membahagiakan sesama akan berbuah kebahagiaan pada pelakunya. Terlebih di masa sulit seperti sekarang, di tengah pandemi corona, maka berbagi akan jauh lebih membahagiakan,” ujar Rani.

Berangkat dari keyakinan tersebut, Rani ingin mengeluarkan ‘virus berbagi’ kepada teman-temannya.

“Virus yang dimaksud adalah mengajak sahabat-sahabat, para dermawan lainnya. Ayo kita saling menjabat erat untuk membantu saudara-saudara kita yang kekurangan,” pinta Rani. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Migi Rihasalay dan Andrew James Wujudkan Kecintaan Budaya di Rumah Joglo Tanjung Lesung

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Desainer muda Migi Rihasalay akhirnya wujudkan keinginannya berupa Rumah Joglo. Sebuah rumah bergaya arsitektur Jawa Tengah berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Mewujudkan Rumah Joglo tersebut, Migi tidak sendirian. Ia dibantu sang suami, Andrew James, asal Australia. Keduanya telah rampung merenovasi beberapa rumah joglo yang ada, kini dijadikan sebagai rumah inspirasi bagi para seniman di Indonesia.

“Saya dan suami memang termasuk orang yang senang dengan budaya. Dimana budaya dan bangunan dari tanah Jawa seperti rumah Joglo, aku hadirkan di Tanjung Lesung. Kelak akan menjadi lokasi wisata seni dan budaya,” ujar Migi kepada wartawan baru-baru ini.

Selain dibantu sang suami, Migi juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mendirikan Rumah Joglo sebagai kawasan budaya di atas lahan seluas 1 Hektare itu. Selain memindahkan Rumah Joglo dari tempat asalnya ke kawasan tersebut, Migi juga merenovasinya menjadi Rumah Joglo eksotis dan bernilai seni tinggi, yang kelak bisa bermanfaat bagi generasi muda.

“Untuk membangun Rumah Joglo ini, saya dan suami harus mendatangi ke beberapa wilayah, seperti Jepara untuk mencari beberapa rumah Joglo yang hampir rubuh. Kami lalu beli dari pemiliknya,  kemudian membawanya ke kawasan Tanjung Lesung, untuk dibangun kembali sesuai dengan gambaran aslinya,” kata Migi.

“Dengan demikian, nilai sejarah dan history-nya tetap terjaga. Apalagi Andrew seorang arsitek, dia memahami bagaimana menangani bangunan sejarah agar terlihat menarik dan nantinya dijadikan tujuan menarik buat para seniman berkarya,” ujar Migi didampingi Andrew James.

Andrew James membenarkan dan mengaku bangga telah mempersembahkan rumah Joglo sebagai wadah bagi para seniman ini. Kecintaannya atas Indonesia membawa dirinya kini memperjuangkan statusnya menjadi seorang WNI.

“Saya orang bule, tapi saya sangat cinta Indonesia, karena disini saya bebas berkarya dan mengekpresikan diri saya. Hal itu tidak bisa saya dapatkan di Australia sana. Ketika menikah dengan Migi, saya ingin mempersembahkan sesuatu yang mungkin nantinya bisa dimanfaatkan bagi kebaikan generasi muda Indonesia dalam hal budaya dan keragamannya. Salah satunya ya ini lewat rumah Joglo ini,” jelasnya.

“Dan saya saat ini sedang berjuang agar bisa jadi WNI dan ingin mati dan dikubur di Indonesia karena saya sangat cinta Indonesia,” ujar Andrew, yang berharapRumah Joglo kelak menjadi rumah inspiratif bagi para seniman dalam barkarya.

Tak hanya itu, di Rumah Joglo pula Migi kelak akan menggelar program free class bagi anak-anak Pandeglang dan sekitarnya, seperti mendesain, melukis, membatik dan membuat tembikar dan ruang berkreasi lainnya.

Di Rumah Joglo juga, Migi  berupaya melestarikan budaya dan bangunan khas Jawa agar bisa disaksikan generasi berikutnya dan dimanfaatkan sebagai tempat pernikahan, pertemuan dan berkesenian.

Sebagai langkah awal menuju ke sana, Migi dan Andrew memulainya dengan menyelenggarakan festival tempe bertajuk “Indonesian Tempe Movement 2021 dalam waktu dekat.

Festival ini akan diisi dengan kegiatan disikusi tentang asal ususl tempe, lomba membuat kreasi tempe dan diskusi tentang bagaimana mengolah tempe sebagai makanan dan beragam produk lainnya,” tandas Migi. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Luncurkan Kampanye ‘What Next’, Glenfiddich Ajak Keluar dari Zona Nyaman

Published

on

By

Duta Glenfiddich di Asia Tenggara (Instagram/bayly_of_the_deer)

Kabarhiburan.com – Glenfiddich, merek minuman Single Malt Scotch Whisky ternama, baru saja meluncurkan kampanye bertajuk Where Next. Sebuah kampanye yang dimaksudkan untuk menginspirasi banyak orang agar keluar dari zona nyaman, selain mendorong untuk menghadapi tantangan demi hidup lebih bermakna.

Berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand menjadi sasaran kampanye tersebut. Titik sentralnya adalah para “Mavericks-Mavericks” atau orang-orang yang cukup berpengaruh dan membawa perubahan.

Kampanye Where Next juga bekerja sama dengan TEDx di berbagai komunitas di seluruh Asia Tenggara, untuk mewakili semangat ImagiNext, yakni  sesi berbagi dengan menampilkan para pembicara hebat dari tiap-tiap negara di Asia Tenggara.

Duta Glenfiddich untuk Asia Tenggara, Brett Bayly, mengatakan bahwa kampanye Where Next mengusung pemikiran bahwa tumbuh kembang hanya bisa diraih dengan mencari tahu akan hal-hal baru.

“Kami ingin mengundang mereka dalam sebuah petualangan besar dari penemuan jatidiri di setiap fase kehidupan,” ujar Bret Bayly dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/12).

Dengan pengalaman Where Next Instagram, latihan digital sederhana memungkinkan pertanyaan diajukan kepada komunitasnya, tentang hal apa saja yang selalu ingin Anda coba, tetapi tidak pernah berani Anda lakukan.

Melalui langkah pertama ini, Glenfiddich berupaya memotivasi lebih banyak Mavericks untuk mengembangkan semangat yang tak tergoyahkan untuk memperbaiki diri. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Drama Korea ‘Mine’ Menggantikan ‘Vicenzo’, Sponsor Tetap Kopiko

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Drama Korea Vicenzo berakhir penayangan di tvN pada 2 Mei 2021. Serial drama yang dibintangi oleh si tampan Song Joong Ki dan si cantik Jeon Yeo Bin tersebut, Kopiko sempat hadir sebagai sponsor.

Sebagai pengganti Vicenzo, tvN menghadirkan drama Korea terbaru berjudul Mine, tayang sejak 8 Mei 2021 silam. Kopiko lagi-lagi tampil sebagai sponsor, pada serial yang dibintangi oleh  Lee Bo Young  dan Kim Seo Hyung tersebut.

Bahkan, Kopiko ditampilkan dalam salah satu adegan Mine, serial dengan rating tertinggi di sepanjang penayangan di tvN tersebut.

Adegan tersebut menampilkan permen Kopiko Blister di episode 4, yakni saat Seo Hee Soo yang diperankan oleh artis papan atas Lee Bo Young sedang dirias wajahnya. Saat menikmatinya, Lee Bo Young mengaku rasa kantuknya sudah hilang.

Adegan tersebut sontak membuat netizen bangga, seperti dituliskan Seleb TikTok yang memiliki 405 ribu pengikut, @boboholokal yang dijuluki Rajanya Drakor. Selain membahas alur cerita Mine, aku itu juga menulis tentang munculnya Kopiko pada adegan drama Mine, termasuk alur ceritanya.

Postingan tersebut langsung dibanjiri komentar netizen, diantaranya memperlihatkan rasa bangga pada produk lokal yang kini mendunia.

“Gw bangga karena Kopiko yang selama ini gw makan, juga dimakan sama aktor-aktor di drakor,” tulis akun @baekhyunatauchanyeol.

“Bangga banget Kopiko go internasional, tapi gak banyak TV lokal yang menyorot, ga banyak yang tau kalo ga nonton drakor. Semua kalah sama gosip xixixi,” tulis @user148516214.

Warga Korea emang lagi suka Kopiko buat pengganti ice Americano, kayaknya,” kata pemilik akun @asjkim30.

Seperti diketahui, hampir di setiap drama Korea, ada saja pemeran yang memesan Ice Americano untuk menghilangkan kantuk atau sekadar pemacu semangat. Namun sekarang, mereka sudah bisa menikmati Kopiko. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending